Nillaku

Nillaku
Nillaku 255 Grizelle merasa jahat pada Nay-Nay


__ADS_3

Grizelle merasa tidurnya terganggu saat ada yang mengusap keningnya dan mengguncang lengannya pelan.


"Enggh Mumu," erangnya seraya berbalik terlungkup.


Nyawanya belum terkumpul sepenuhnya bahkan Ia belum ingat kalau pagi ini yang membangunkan dirinya bukan sang Ibu melainkan neneknya.


"Sayang, ayo bangun. Kita mau jalan-jalan hari ini,"


Grizelle mengubah posisinya menatap Karina. Ia mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya lampu utama yang masuk ke matanya.


"Nay-Nay?"


"Iya, ini bukan Mumu,"


Karina terkekeh melihat cucunya bertanya dengan wajah polos.


"Ayo, bangun,"


"Oh iya aku 'kan sedang berrliburl (berlibur) dengan Nay-Nay," ucapnya seraya duduk. Ia mengacak rambutnya dengan wajah suntuk.


"Aku mau tidurrll (tidur) lagi,"


"Griz memang tidak mau jalan-jalan?"


Grizelle berpikir sebentar kemudian mengangguk. Tubuh kecilnya segera beranjak dari ranjang.


Ia mengambil bathrobe nya yang sudah disiapkan Karina setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.


"Tidak mau Nay-Nay bantu untuk mandi?"


"Aku sendrrlli (sendiri) saja," tolaknya yang diangguki Karina.


Pakaian Grizelle sudah Ia keluarkan dari travel bag. Kini Ia menyiapkan semua perlengkapannya dan Grizelle untuk dibawa pulang.


Liburannya usai hanya menginap satu malam. Dan benar-benar berkesan untuknya.


Yang biasanya Grizelle selalu bersama Mumu dan Pupunya, sekarang anak itu hanya bersamanya. Ia yang menemani Grizelle bermain sampai terlelap.


******


Setelah merajuk pada Karina tadi malam, pagi ini Grizelle justru bersikap sangat manja. Mandi memang sendiri, tapi sarapan minta disuapi dan akan merengek bila neneknya terlambat sedikit memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Nay-Nay kenapa masih baik denganku? padahal semalam aku sudah jahat dengan Nay-Nay,"


Menurut pengertian Grizelle, merasa kesal dengan orang saja adalah perbuatan yang jahat dan Ia melakukan itu semalam. Ia kesal dengan neneknya yang tak membiarkan dirinya menikmati ice cream.

__ADS_1


"Tidak mungkin Nay-Nay marah pada Griz,"


Grizelle mencengkram lembut tangan Karina yang tengah memegang gelas berisi air minumnya. Sebelum Ia meneguk air minum, Ia berkata, "Maaf ya, Nay-Nay."


Permintaan maaf yang tulus dan sorot mata yang menggambarkan rasa bersalah telah membantah, Grizelle berikan untuk Karina pagi ini.


"Iya, Nay-Nay maafkan,"


"Aku takut nanti dimarrlahi (dimarahi) Mumu,"


"Dimarahi kenapa?"


"Krrlena (karena) nakal," jawabnya sendu. Kemudian melanjutkan, "Nanti aku tidak dibolehkan brrliburl (beribur) lagi dengan Nay-Nay."


Karina tersenyum seraya menggeleng. Grizelle tidak senakal itu. Ia justru bersyukur karena meskipun Grizelle merajuk, Grizelle masih mau bertahan di kamar tidak keluar memberontak dan kukuh dengan keinginannya.


"Boleh, lain kali kita pasti berlibur lagi dan semoga Kakek bisa ikut,"


"Ya Tuhan, semoga terlcapai (tercapai)," Grizelle mengamini ucapan neneknya dengan semangat.


Grizelle menenggak air minumanya usai mengatakan itu. Kemudian lanjut menikmati sarapannya lagi.


"Nay-Nay juga makan,"


"Iya, ini makan dengan Griz,"


Karina melahap makanan miliknya untuk membuktikan bahwa Ia juga sembari mengisi perutnya sendiri di samping menyuapi cucunya itu.


"Nay-Nay, aku sudah rlindu (rindu) dengan masakan Mumu," gumamnya seraya mengambil daging salmon di atas piringnya.


"Kenapa dipegang sendiri, Griz? tanganmu kotor. Biar Nay-Nay saja,"


"Tidak apa," jawabnya ringan seraya mengangkat satu tangannya yang habis memegang salmon tadi. Ia menghidunya. Dan aroma khas ikan membuatnya terkekeh.


"Kenapa?" tanya Karina bingung melihat Grizelle yang terkekeh seraya menatap tangannya sendiri. 


"Ada aroma salmon. Tidak enak,"


"Ya makanya biar Nay-Nay saja yang suapi. Tidak enak tapi ini hampir habis, Griz. Artinya enak dan kamu suka,"


"Iya, rrlasanya (rasanya) enak tapi kalau di hidung tidak enak," ujar anak itu seraya menutup hidung dan salahnya menggunakan tangan yang tadi menyentuh salmon.


"Huweee hidungku jadi bau," rengeknya menggerak-gerakkan wajah ke kanan kiri untuk menghilangkan aroma yang singgah di indera penciumannya.


Karina segera membersihkan dengan tissue. "Ada saja tingkahmu, Griz. Namanya juga ikan, ya memang begitu aromanya. Tapi kamu suka 'kan?"

__ADS_1


Grizelle mengangguk membenarkan. Ia suka salmon apalagi bila dijadikan masakan berkuah seperti sekarang ini, tapi ternyata aromanya kurang cocok di hidungnya.


Grizelle menekuri sarapannya lagi. Ia makan sembari mengayunkan kakinya yang bergelantungan.


"Habis ini kita lihat sapi ya?"


"Iya, lalu lihat proses pengolahan susu sapi murni hingga menjadi susu kemasan, dan olahan-olahan susu yang lainnya,"


"Yeaayy ketemu sapi," soraknya bertepuk tangan. Tak sabar melihat hewan mamalia yang susunya begitu Ia gemari itu.


"Aku tidak mau minum susu. Minumnya nanti saja setelah aku dapat susu sapi murni,"


Ia menggeleng dengan tangan yang menunjuk susu dalam botol minum miliknya yang telah dibuatkan Karina. Ia ingin susu sapi yang akan Ia temui nanti.


"Minum dulu yang ini. Nanti setelah beli susu murni, kamu bisa meminumnya juga,"


"Nanti aku kenyang. Oh iya, aku dengarl (dengar) di sana ada keju, ice cream, dan lolipop juga ya, Nay-Nay. Aku mau beli nanti. Boleh ya, Nay-Nay?"


Karina menghela napas pelan. Ice cream lagi yang dibahas. Rupanya belum lupa dengan ice cream yang semalam sampai-sampai belum juga datang ke tempat pemerahan susu sapi, Ia sudah minta dibelikan ice cream olahan susu sapi.


"Iya, tapi Nay-Nay hanya belikan secukupnya,"


"Nanti aku bagikan ke Mumu, Pupu, Nada, Bibi, pokoknya semua yang ada di rlumah (rumah). itu cerlitanya (ceritanya) buah tanganku setelah liburlan (liburan),"


"Benar ya tidak dihabiskan sendiri ice cream dan lolipopnya?"


"Iya, benarrl (benar), Nay-Nay. Tidak perlcaya (percaya) padaku?"


Krina tersenyum menggeleng. "Percaya, Nay-Nay tahu Griz baik dan suka berbagi. Tapi... semoga untuk kali ini benar berbagi ya,"


Grizelle tahu neneknya tengah menggoda. Namun wajahnya tetap merengut.


"Aku benarrl (benar) berbagi, nay-Nay. Janji,"


****


Grizelle tampak antusias mengamati pengolahan susu sapi. Ini pengalaman pertamanya. Selama ini Ia hanya tinggal mengonsumsi dan tahu asalnya saja, tidak tahu bagaimana langkah-langkah yang harus dilalui sehingga jadilah susu yang sering Ia nikmati.


"Jadi sebelum dimasukkan ke dalam kemasan harlus (harlus) di sterilkan dulu ya, Nay-Nay?"


"Iya, Sayang. Karena pasti ada bakteri,"


Grizelle mengangguk-anggukan kepalanya. Sedari tadi Ia mendengarkan dengan jelas seseorang yang menjadi guide dalam kunjungan ke industri susu sapi dan peternakan itu. Ketika Ia merasa kurang paham, Ia akan bertanya pada neneknya yang dengan senang hati menjawab. Karena kalau bertanya pada guide, Grizelle malu dan tak leluasa meskipun guide mengatakan Ia akan dengan senang hati menjelaskan bila ada yang kurang dimengerti.


Selain senang-senang, liburan mereka kali ini juga mendapat pelajaran yang berharga. Grizelle yang belum pernah melihat bagaimana proses pengolahan susu, akhirnya kali ini bisa menyaksikan secara langsung. Ia mendapat pelajaran sekaligus pengalaman.

__ADS_1


----


Alloo bestie. Udh pd sampai rumah blm? aku up skrg gak apa ya? baca kl lg luang gesss. Papaayyy🙌


__ADS_2