
"Terrlimakasih (terimakasih)," ucap Vanilla dan Grizelle bersamaan.
Grizelle tersenyum pada laki-laki yang mengantarnya dan Vanilla kembali ke rumah sehabis mengunjungi rumah Grandpa dan Grandma nya.
Lelaki itu tersenyum mengangguk. Kemudian Ia langsung bergegas pergi meninggalkan kediaman anak kecil yang merupakan cucu dari Tuan nya itu.
"Ayo kita masuk, Mu,"
Vanilla menurut saat tangannya digenggam Grizelle dan anak itu mengajaknya masuk.
"Pupu belum pulang ya?"
"Belum, Griz,"
Jawaban Bibi membuat Grizelle melengkungkan bibirnya ke bawah. Ia kira ayahnya sudah tiba lebih dulu di rumah.
"Griz mandi saja dulu. Habis bermain pasti keringatan,"
"Iya, Mu,"
"Mandi bersama Nada?"
"Tidak, aku mandi sendrrli (sendiri) saja,"
Grizelle segera berlari ke kamarnya untuk melakukan apa yang tadi dititah sang ibu.
Sementara putrinya mandi, Vanilla memilih untuk menyiapkan makan malam.
*****
"Thanatan, kenapa ice cream dari Griz habis?"
"Grizelle memberikannya untukku 'kan? kamu juga sudah membagi-bagikannya pada penghuni rumah ini. Jadi sisanya untuk aku,"
Karina menghembuskan napas kesal. Ia menutup pintu freezer karena rupanya ice cream yang Ia cari tidak ada lagi dan dihabiskan oleh suaminya.
"Tapi kadar gulamu naik?"
"Aku tidak merasakannya dan tidak periksa juga,"
"Oh karena ice cream dari cucu, maka kamu baik-baik saja,"
Thanatan menatap aneh wanita yang menjadi istrinya. Sejak kapan berlaku aturan seperti itu.
"Lolipop nya masih ada,"
"Ya kamu makan saja. Aku lebih suka ice cream,"
"Sama seperti Grizelle,"
"Oh iya dia 'kan cucumu ya,"
Dua kalimat Karina yang tak ditanggapi apapun oleh Thanatan. Lelaki itu memilih untuk beranjak dari sisi istrinya tak jadi mengambil air minum.
"Mau kemana?"
"Kamu terlalu banyak omong,"
Karina mendengus dan mencibir. Padahal hanya bertanya tapi jawabannya malah begitu. Ia melihat suaminya seperti memiliki tujuan datang ke dapur. Tapi sepertinya tak jadi dilakukan karena Ia bicara tadi.
__ADS_1
"Griz harus tahu kalau kakeknya mau meminum ice cream itu bahkan aku tidak memaksanya," Karina terkikik kemudian bergegas ke kamr untuk menelpon cucunya yang semenjak berlibur belum pernah berkomunikasi dengannya.
"Hallo, Ma,"
"Hallo, Van. Griz dimana?"
Vanilla segera memberikan ponselnya pada Grizelle yang langsung diterima anak itu tanpa bertanya dulu siapa yang akan bicara dengannya. Ia tahu itu Karina karena suaranya sempat terdengar.
"Hallo, Nay-Nay,"
"Sayang, sedang apa?"
"Berrlbarrling (berbaring) saja, Nay-Nay,"
"Griz, ice cream yang kamu berikan habis,"
"Oh ya? aku masih ada tapi cuma punyaku saja, Nay-Nay,"
"Iya, ternyata Kakek suka,"
"Woaahh kalau begitu nanti aku akan berrlikan (berikan) Kakek ice cream lagi,"
"Sebenarnya Nay-Nay hanya ingin memberi tahu itu saja. Tidak penting ya?"
"Penting, Nay-Nay," sahut Grizelle antusias. Ia senang mendengar Kakeknya mau menghargai pemberiannya yang sebenarnya milik Karina tapi Karina memberikan padanya dan Ia menolak serta meminta pada Karina agar ice bag berisi yoghurt, ice cream, lolipop itu diberikan pada Thanatan saja dan bagikan pada orang di rumah yang menginginkannya.
"Dan sebenarnya Nay-Nay juga rindu padamu maka menelpon,"
"Iya, padahal barrlu (baru) berrliburrl (berlibur) ya,"
"Nay-Nay rindu mendengar suara Griz yang berisik itu,"
"Aaa Nay-Nay. Kalau berrlisik (berisik) kenapa di dengarrl (dengar)?"
*****
"Keyfa, jangan diberrlantaki (diberantaki),"
Grizelle memekik kesal pada Keyfa yang kini bermain di playground rumahnya lalu membongkar rumah barbie yang telah Ia susun.
"Aku mau coba menyusunnya,"
"Haaaa jangan, nanti tidak rapi seperti hasilku tadi,"
Grizelle melarang karena belum sepenuhnya dibongkar oleh Keyfa.
"Keyfa, jangan ya. Ini sudah cantik rrlumahnya (rumahnya),"
Keyfa akhirnya tidak jadi menghancurkan rumah barbie itu. Justru Ia kembali menyusunnya.
"Sudah, biarrl (biar) aku saja yang susun. Kalau mau bongkarrl (bongkar), pakai rumah yang itu saja,"
"Tapi rumahnya kecil,"
"Jusstrlu (justru) itu. Kalau kecil, tidak lelah menyusunnya lagi,"
Keyfa mengangguk dan segera beralih pada rumah barbie yang ukurannya lebih kecil. Rumah itu juga dibentuk dengan patahan-patahan material yang harus disatukan.
"Keyfa ini selalu saja datang-datang memberralantaki (memberantaki)," cibir Grizelle pelan yang tidak didengar oleh Keyfa dan Grizelle bersyukur karena bisa saja Keyfa marah mendengar kalimat yang keluar dari bibirnya sebagai keluhan.
__ADS_1
"Rumah barbie nya belum bertambah lagi, Griz?"
"Belum, aku belum minta dibelikan lagi oleh Mumu,"
Keyfa mengangguk dengan tangan yang mulai sibuk membongkar susunan material dari rumah barbie Grizelle.
Sementara Grizelle membereskan apa yang tadi sudah diberantaki oleh Keyfa.
"Nanti kalau aku tidak bisa menyusunnya lagi, bantu aku ya,"
"Maka untuk apa dibongkarrl (dibongkar) kalau tidak bisa menyusunnya?" Grizelle mendengus kesal. Pada akhirnya Ia yang akan mengembalikan bentuk rumah itu seperti semula.
"Aku berusaha, Griz. Tenang saja,"
Grizelle dengan cepat merampungkan kegiatannya sementara Keyfa kini tengah berusaha menyusun apa yang telah Ia hancurkan tadi.
"Ayo, semangat, Keyfa,"
"Ssstt jangan berisik!" Keyfa tak ingin diganggu sedikitpun ketika sedang konsentrasi.
"Baiklah aku diam,"
Grizelle mengunci mulutnya hingga benar-bebar membungkam. Ia memilih untuk sibuk dengan mainan yang lain. Yaitu merapikan baju-baju barbie yang tergantung di lemari kecil khusus untuk barbie. Ia melepas baju-baju itu dari hanger kecil dan menyetrikanya dengan alat yang lagi-lagi untuk barbie karena berukuran kecil.
Setelah itu Ia mendandani salah satu dari barbienya. Di kuncir rambutnya, dipakaikan accesories, dan tak lupa mengenakan pakaian yang tadi sudah Ia siapkan.
"Woahh cantiknya," Ia memuji barbie hasil karyanya. Cantik dan terlihat seperti seorang gadis remaja yang siap untuk pergi ke tempat-tempat seperti pusat perbelanjaan atau tempat menonton. Karena busananya adalah hotpants dipadukan dengan t-shirt dan kemeja yang terbuka.
"Hih kenapa aku mendadani nya seperrlti (seperti) ini ya?" gumam anak itu bingung.
"Ah tidak apa. Ini gambarrlan (gambaran) saat aku sudah besarrl (besar) nanti,"
"Griz, bantu aku,"
Grizelle mengalihkan perhatiannya dari barbie menuju Keyfa yang memanggilnya.
"Bantu apa?"
"Bagian ini pasang dimana?"
Grizelle segera membantu Keyfa sesuai permintaan Keyfa. Saat Ia akan membantu sampai selesai, Keyfa menolak.
"Kamu make over barbie?"
"Iya, cantik 'kan?" tanya Grizelle seraya menunjuk barbie nya.
"Cantik, nanti aku juga akan make over barbie dan aku yakin hasilnya akan jauh lebih cantik dari hasilmu,"
"Ya kita lihat saja," ujar Grizelle seolah menantang. Seberapa jauh imajinasi Keyfa dalam mengubah penampilan barbie. Kalau Ia memilih style casual untuk barbie, sementara Keyfa tidak tahu memilih style apa.
"Jangan contoh aku ya. Style kamu harrlus (harus) beda,"
"Oh tenang. Nanti aku akan dandani barbieku untuk pergi ke pesta,"
"Barbie kamu? ini barbie punyaku semua," Grizelle dengan jahil menjulurkan lidahnya usai menyatakan kepemilikan atas barbie-barbienya di ruangan ini termasuk nanti yang akan dipakai Keyfa. Karena Keyfa tak membawa mainan apapun ke rumahnya.
"Iya barbie punyamu," ucap Keyfa dengan wajah datarnya menatap Grizelle yang langsung terkekeh.
"Aku hanya berrlcanda (bercanda), Keyfa. Memang barbieku tapi kamu boleh pinjam bahkan boleh bawa pulang juga,"
__ADS_1
----
Icelle gk pelit ya😂😂kek aku jg ga pelit, gk pelit update heheheh. Jgn lupa tinggalkan jejak yaa.