Nillaku

Nillaku
Nillaku 190


__ADS_3

Vanilla memeluk suaminya dan menyuruh Jhico untuk segera tidur. Itu bukan kesalahan Jhico sama sekali. Memang perangai Thanatan memang seperti itu.


"Itu sebabnya aku selalu berpikir ulang kalau ingin membawa Grizelle ke rumah Papa dan Mama kamu, Jhi. Maaf, bukan maksud aku tidak membolehkan mereka berinteraksi secara langsung dengan Grizelle. Tapi--tapi aku sama seperti kamu. Aku selalu saja merasa terpukul saat Grizelle diperlakukan seperti itu walaupun memang tidak selalu. Aku bersyukur, Papa sudah jauh lebih terbuka menerima Grizelle. Semoga seiring berjalannya waktu, tidak ada lagi yang namanya rasa kesal di hati Papa terhadap Grizelle dan terutama kamu,"


Jhico membalas pelukan istrinya. Ia juga menyematkan kecupan di kening Vanilla. Matanya mulai terpejam namun suara Vanilla yang pelan mengalun di telinga nya.


"Jhi, aku sudah menerima kontrak dengan beauty shoes,"


Jhico membuka matanya sebentar seraya menghembuskan napas gusar. Malam-malam seperti ini Ia dibuat jengkel dengan sifat keras kepala yang dimiliki Vanilla. Ternyata Vanilla tidak bersedia mematuhi ucapannya yang mengatakan bahwa Ia tidak ingin Vanilla sibuk dengan kontrak itu selepas kontrak dengan bisnis clothing milik Deni selesai. Masalahnya, bukan hanya kontrak dengan bisnis Deni saja yang masih mengikat Vanilla untuk saat ini. Ada beberapa brand yang juga bekerja sama dengan Vanilla.


Padahal Jhico berharap setelah kontrak dengan Deni selesai, pekerjaan Vanilla akan berkurang. Ternyata tidak, malah digantikan dengan yang baru.


"Aku ingatkan lagi ya, Nilla. Aku tidak ingin waktu kamu bersama Grizelle benar-benar hilang,"


"Iya, aku janji akan---"


"Tidak usah berjanji padaku. Berjanji lah pada dirimu sendiri. Karena kamu yang tahu bagaimana peran kamu sebagai Ibu untuk Grizelle,"


Vanilla mengangguk, Meski dibuat terhenyak dengan kalimat tegas Jhico, tapi Ia tak bisa memungkiri bahwa memang benar apa yang dikatakan suaminya. Ia tidak usah janji dengan orang lain. Cukup sadari peran nya sebagai Mumu nya Grizelle, lalu berjanji pada diri sendiri agar bisa melakukan peran itu dengan baik.


"Grizelle minta adik, by the way," gumam Jhico menambahkan topik pembahasan lain. Tahu bahwa Istrinya ternyata keras kepala dengan tetap menerima kontrak itu, membuat Jhico kesal sekali. Dan Ia lebih memilih untuk membicarakan hal lain.


"Huh?"


Jhico tiba-tiba menautkan bibirnya dan Vanilla hingga membuat Vanilla terkesiap. Vanilla mendorong wajah suaminya namun Jhico bersikeras pada keinginan nya. Ia akan berusaha memenuhi permintaan buah hatinya.


"Harus aku jelaskan kita harus melakukan apa sekarang?"


"Jhi, ini---"


Jhico mulai dominan. Vanilla yang akan menolak, dibuat terbuai. Vanilla melirik jam dinding. Lalu menggeleng pelan pada Jhico yang sedang menyatukan hidung mereka.


"Jhi, kamu harus bekerja besok,"

__ADS_1


"Griz sudah menginginkan nya, Nilla."


"Ya, tapi---"


Cup


Semua dimulai. Jhico yang pembawaannya tenang akan berubah di saat-saat seperti ini. Ia menunjukkan kepemilikannya atas Vanilla.


Sudah cukup penantian Grizelle selama ini. Beberapa kali Ia mengatakan ingin punya adik baik secara langsung ataupun hanya dengan menunjukkan sikap kedewasaan sebagai tanda bahwa Ia memang sudah pantas menjadi seorang kakak. Walaupun terkadang Ia labil. Saat ini mengatakan ingin punya adik, tapi ketika Ia khawatir kasih sayang kedua oragtuanya terbagi, Ia langsung menghapus keinginannya itu.


Meski begitu, Jhico dan Vanilla memang sudah merasa yakin bahwa Grizelle sudah seharusnya punya adik. Namun Vanilla yang masih belum siap untuk melihat reaksi keluarga terutama pihak Jhico bila Ia memiliki anak kedua apalagi jika nanti tidak sesuai dengan keinginan Thanatan, yaitu cucu laki-laki.


*******


Grizelle sudah cantik dengan seragam sekolahnya. Ia berkali-kali lipat lebih semangat bersekolah karena nanti setelah pulang, Ia akan pergi bersama Vanilla untuk periksa gigi, beli kuteks, dan juga make up sesuai keinginan nya.


Anak itu diantar oleh Vanilla. Usai memeluk Pupu nya sebagai tanda perpisahan, dan Jhico yang mencium pipi nya kanan, kiri, kening, dan dagu, Grizelle masuk ke dalam mobil menyusul Mumu nya.


Jhico tidak sarapan pagi ini tapi tetap dibekali oleh istrinya. Jhico bangun terlalu siang, karena mungkin semalam Ia kelelahan. Tapi beruntungnya Vanilla tetap bangun seperti biasa. Vanilla sudah membangunkan suaminya lalu beranjak ke dapur, tapi begitu Vanilla kembali ke kamar, rupanya Jhico belum bangun.


Perutnya berbunyi pertanda Ia sudah lapar. Lelaki itu berdecak seraya mengusap perutnya itu. "Tidak sempat sarapan karena ingin memenuhi permintaan Grizelle. Semoga yang semalam berhasil," gumam lelaki itu dengan senyumnya dan fokus menatap ke depan, menyetir dengan benar agar kejadian yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang.


*******


"Griz, diantar Mumu ya?"


"Iya, aku senang hari ini,"


"Mumu sudah jarang mengantar kamu,"


Grizelle bertemu dengan temannya sesama perempuan. Setelah Ia pamit pada Vanilla, Ia dan temannya itu beranjak masuk ke kelas.


"Hmm tidak juga. Kemarin-kemarin itu Mumu sibuk sekali,"

__ADS_1


"Maklum, Mumu kamu artis,"


"Hah? bukan. Hanya model. Model dengan artis berbeda,"


"Tapi Mumu terkenal, banyak pengikutnya di sosial media, sering iklan-iklan juga 'kan? seperti artis. Eh memang artis ya. Artis di sosial media,"


Grizelle terkekeh kecil. Ia tidak tahu apa yang dimaksud temannya itu karena Ia jarang sekali memegang gadget dan membuka sosial media.


"Kamu masih kecil tapi update ya," ujar Grizelle masih dengan tawanya.


"Aku sering lihat kalau Mommy aku sedang buka sosial media. Aku curi-curi pandang. Tahu tidak, Mommy ku juga suka melihat-lihat aktifitas Mumu kamu di sosial media, jadi aku tahu juga. Apa namanya kalau orang-orang seperti Mommy ku itu ya? fans? iya namanya fans 'kan? Jadi Mommy aku mengagumi Mumu kamu, Griz," celotehan temannya membuat Grizelle hanya bisa terkekeh tanpa tahu harus bereaksi seperti apa. Yang jelas, ia senang karena ternyata Mumu nya ada yang mengagumi, bukan hanya dirinya saja.


"Mumu se terkenal itu?" batin Grizelle yang tidak tahu saja se aktif apa Vanilla di sosial media sebagai seorang model, dan orang lain jadi semakin mengenal Ibu satu anak itu melalui beberapa aktifitas yang Ia bagikan di sosial media miliknya.


"Mumu hanya model, kenapa jadi seperti artis? hihihi," gumam nya dalam hati lagi.


Model yang memiliki banyak penggemar di dunia maya, sehingga terlihat seperti artis. Tidak sedikit perempuan yang menjadikan Vanilla sebagai role model untuk mereka. Semakin ke sini, karir Vanilla semakin menjulang tapi tentu diiringi dengan risiko yang semakin banyak pula salah satunya adalah waktu untuk Grizelle yang kian berkurang.


*********


Setelah mengantar Grizelle ke sekolah, Vanilla akan bergegas kembali ke rumah. Namun panggilan dari managernya membuat Ia mengurungkan niat itu karena Ia diminta untuk menghadiri meeting dengan pihak brand sepatu yang akan bekerja sama dengan Vanilla.


Vanilla sudah terlambat dari jadwal yang ditentukan karena sempat ada kendala di jalan.


"Maaf, aku terlambat. Tadi ada sedikit---"


"Duduk,"


Lelaki yang menjadi perwakilan perusahaan brand sepatu untuk membicarakan perihal kerja sama mereka, berujar tegas pada Vanilla yang baru datang dengan napas tersengal.


 ---------


Haiii guyssss. Gmn kabarnya? udh neror di lapak Nay Nay nya Griz blm? biar aku up di sana jg hehehe.

__ADS_1


__ADS_2