Nillaku

Nillaku
Nillaku 431 Kalau suka membullying nanti jadi setan


__ADS_3

Usai bermain dengan boneka barbie, Auristella, Keyfa, dan Grizelle memainkan kitchen set.


"Ah kitchen setnya lebih lengkap punyaku, Icelle,"


"Iya, aku belum minta Mumu belikan. Kamu tidak bawa kitchen set punyamu?"


Grizelle juga lebih suka memainkan kitchen set punya sepupunya. Saat di rumah triple A Ia begitu menyukai kitchen set milik Auristella yang lebih lengkap peralatan dapurnya dan lebih mirip dengan yang sungguhan.


"Memang yang punya Auris lebih lengkap?"


"Iya, Keyfa. Punyaku lebih lengkap," jawab Auristella.


"Kenapa tidak dibawa ke sini?"


"Iya aku tidak kepikiran,"


"Kamu tidak bawa kamerrla (kamera) juga?" tanya Grizelle cepat kalau tidak membawa peralatan masak yang tidak asli barangkali Auristella membawa kamera jadi mereka bisa cosplay menjadi model lagi.


"Tidak," sesal Auristella. Lagi-lagi Ia menyesal tidak membawa kamera yang seharusnya bisa digunakan untuk mereka melakukan pemotretan sendiri.


"Ya ampun, mau foto-foto?"


"Iya, seperti model. Kenapa," tanya Auristella dengan alis terangkat menatap Adrian yang bertanya dengan meledek.


"Bermain bukan foto!"


"Memang kenapa? bukan urusanmu,"


"Sudah-sudah, tidak boleh berrltengkarrl (bertengkar) apalagi di rrlumahku (rumahku)," Tidak ingin kedua kakaknya adu mulut hanya perkara hal kecil maka Grizelle melerai sebelum semakin sengit. Keyfa tertawa menyaksikannya.


"Keyfa jangan aneh ya. Merrleka (mereka) memang begitu. Maklumi saja, namanya juga Aurrlis dan Ian,"


takut Kyefa merasa terganggu dengan pemandangan di depannya saat ini, maka Grizelle berinisiatif meminta maaf dan meminta Keyfa mengerti kalau Adrian dan Auristella memang tidak jarang seperti ini. Hampir setiap bertatap muka ada saja yang diperdebatkan.


"Iya, tidak apa. Justru aku senang melihat kalian seperti tadi,"


"Hah?kenapa senang?"


Grizelle malah sakit kepala melihat kedua kakanya bila bertengkar. Keyfa malah senang katanya.


"Karena aku tidak pernah melihatnya, Griz. Aku hanya sendiri di rumah,"


"Iya, sama. Aku pun juga. Tapi mungkin jarrlena (karena) aku serrling (sering) meliat mereelka sepeerlti (mereka seperti) tadi, jadi kali ini aku bosan melihatnya. Kepalaku sakit melihat mereelka berrltengkarl (mereka bertengkar),"


Auristella terkekeh. Ia mengusap bahu Grizelle yang sepertinya tengah mengutarakan isi hati. Bagaimana sulitnya menjadi sepupu Ia dan Adrian yang selalu berdebat.


Mereka bertiga juga bermain baby alive, boneka bayi yang dipakaikan baju dan segala macamnya.


Andrean dan Adrian diajak bermain magic mixies. Mencampur semua bahan yang telah disediakan ke dalam wadah yang juga khusus disediakan ketika membelinya. Setelah tercampur seluruhnya akan menjadi sebuah boneka kecil yang menggemaskan.


*****


Jane bangun sudah terbilang siang. Ia menatap mesin waktu yang terhantung di dinding.


"Jam sepuluh? ya ampun,"

__ADS_1


Jane masuk ke dalam kamar mandi sebelum keluar dari kamarnya.


Setelah itu Ia ke lantai bawah ternuata sepi. Ia bertaya pada Bibi kemana tuan rumah pergi.


"Kalau Jhico menemani Vanilla yoga. Grizelle sedang bermain dengan triple A dan Keyfa,"


"Oh ada triple A?"


"Iya, Jane,"


Jane segera bergegas ke playground untuk menemui anak-anak itu.


Jane masih harus menunggu sampai suaminya datang dan entah kapan suaminya bisa meninggalkan sang ibu untuk sementara waktu demi menjemputnya.


"Icelle,"


Grizelle menoleh dan Ia tersenyum lebar menyambut Jane.


"Eh triple A juga di sini. Kapan datangnya?"


"Sudah dari tadi, Aunty. Tapi Aunty tidur jadi tidak tahu," sahut Adrian yang tadi sempat akan menghampiri Jane bersama kaka dan adiknya namun pintu kamar Jane terkunci dan grizelle mengatakan Jane masih beristirahat.


"Iya maaf. Aunty terllau singa babgunnya ya,"


"Aunty sarrlapan (sarapan) saja dulu," kata Grizelle pada Jane.


Jane langsung menunjuk anak-anak kecil di hadapannya sekarang.


"Kalian sudah sarapan?"


"Hai, pantas aku merasa personel nya kelebihan," sapa Jane pada Keyfa. Yang biasanya Ia lihat hanya berempat, kini tambah satu jadi berlima.


"Namamu siapa?"


"Keyfa,"


"Oh Keyfa. Sudah sarapan?"


Keyfa mengangguk cepat. "Sudah, Aunty,"


"Baiklah kalau begitu Aunty keluar dulu,"


"Habis itu jangan tidur lagi ya, Aunty," pesan Adrian pada Jane yang membuat Jane mendengkus jesal padanya. Adrian terkekeh, ia hanya jahil saja berpesan seperti itu.


"Memang apa urusannya denganmu kalau Aunty tidur lagi?"


"Tidak boleh, nanti badannya jadi gemuk kalau tidur terus,"


"Hih cerewet,"


"Iya,memang cerewet dia. Usir Ian dari sini. Usir!"


Auristella mengangkt tangannya seperti sedang demonstrasi. Iya, berdemonstrasi mengusir kakak keduanya.


Grizelle dan Keyfa terkekeh menyaksikan semangatnya Auristella. Sementara Adria bergeming saja pura-pura tidak mendengar, dan tidak mau menggubris juga.

__ADS_1


"Usir Ian dari sini. Usir saja, ayo,"


"Biar saja. Nanti juga dia lelah sendiri. Tidak ada yang mendengar pendapatnya," Adrian menyahuti dengan santai dan tak peduli.


Auristella menabur pasir warna warni di kepala kakaknya. "Hah biar diam mulutmu ya," kata Auristella dengan geramnya. Adrian tidak ingin kalah. Ia mencubit pipi Auristella dengan gemas kemudian menabur pasir juga di rambut sang adik.


"Woah jadi bagus, Aurlis. Seperrlti rrlambut barrlbie (seperti rambut barbie),"


"Hih! jauh sekali dengan barbie. Tidak ada barbie yang berisik dan menyebalkan seperti dia,"


"Sudah, Ian," Andrean melerai sebelum ada aksi balas seruan kesal.


"Coba saja kamu bawa kamerrla (kamera) aku bisa fotokan kamu dengan rrlambut (rambut) itu, Aurrlis,"


Auristella membersihkan pasir halus berwarna warni dari rambutnya. Adrian benar-benar menyebalkan! rambutnya panjang jadi sedikit susah untuk benar-benar membersihkannya. Sementara Adrian rambutnya tidak panjang sama sekali.


*****


Richard, senang sekali mengetahui dari dokter bahwa kondisi Ibunya sudah semakin membaik dan bahkan esok sudah diperbolehkan pulang.


Tak hanya Ia saja yang senang, Ibunya juga begitu, pun dengan ayahnya yang sudah lebih dulu keluar dari rumah sakit kemarin sore.


"Kamu bisa langsung menjemput Jane, Ri,"


Richard mengangguk senang. Besok setelah ibunya pulang, Ia akan langsung terbang mendatangi istrinya kemudian membawanya kembali.


"Semoga Jane tidak berubah pikiran ya, Ibu,"


"Tidak, Ibu yakin dia pun tidak senang jauh dari kamu terlalu lama dengan kondisi hubungan kalian yang tidak baik-baik saja,"


******


Usai bermain di playground rumah, Grizelle mengajak keempat pengunjung rumahnya hari ini untuk menonton televisi. Mereka memaksimalkan volume televisi kemudian sengaja mematikan lampu di ruang keluarga. Yang mereka tonton saat ini adalah serial kartun yang seram.


"Apa ini, tidak ada seram sama sekali. Ah ganti-ganti! kita cari tayangan lain,"


Berbeda dengan Grizelle, Auristella,dan Keyfa yang tegang menonton kemudian akan berteriak kaget sesekali, Andrean dan Adrian justu tidak memberikan reaksi apapun. Mereka sampai bingung kenapa reaksi ketiganya berbeda dengan reaksi mereka.


"Tidak seram sama sekali," komentar Andrean yang disetujui cepat oleh Adrian.


"Ganti saja,"


"Jangan! ini masih menegangkan,"


Meskipun kata Andrean dan Adrian tidak seram dan biasa saja, tapi bagi Grizelle ini cukup menegangkan.


Cerita kartun seram itu diperani oleh seorang anak kecil yang hidup bersama orangtuanya. Ia sering diganggu oleh makhluk halus tapi bentuknya kucing dan juga seorang anak kecil perempuan yang ternyata semasa hidup gemar melakukan bullying. Ia meninggal bersama kucingnya karena jatuh di tangga.


"Ambil pesannya. Kalau tidak mau jadi setan, jangan jadi pembuly,"


"Kamu suka membully 'kan? membully aku!"


"Kamu yang sering. Hati-hati, Auris. Nanti kamu bisa berubah jadi setan,"


Auristella berdecak dan langsung saja Ia melempari Adrian dengan bantal sofa.

__ADS_1


__ADS_2