Nillaku

Nillaku
Nillaku 191


__ADS_3

Saat sudah waktunya menjemput sang buah hati di sekolah, meeting masih berlangsung dan Vanilla dibuat gelisah. Ia khawatir membuat anaknya menunggu di sekolah. Akhirnya Ia raih ponselnya lalu Ia mengetik pesan untuk driver yang siap siaga di rumah agar segera menjemput Grizelle.


"Eheem," Xendi berdehem keras membuat Vanilla yang fokus dengan ponsel terkejut.


"Sekian dulu meeting kita kali ini. Sekali lagi, selamat bergabung dengan brand kami, Vanilla."


"Iya, terimakasih,"


Vanilla bisa menghela napas lega. Akhirnya meeting selesai juga sehingga rencana nya bersama Grizelle tetap bisa berjalan.


Vanilla bersama Manager nya akan keluar dari ruangan. Namun Xendi mengajak Vanilla bicara.


"Aku harap kamu bisa profesional ya. Kenapa kamu terlihat cemas tadi? aku rasa kerja sama apapun tidak akan berjalan dengan lancar kalau kamu---"


"Aku cemas karena sudah waktunya anakku pulang dan aku ada janji dengan dia untuk pergi menemani nya periksa ke dokter gigi. Aku bisa profesional, kamu tenang saja. Sepanjang meeting tadi aku fokus. Hanya di akhir saja aku tidak fokus karena alasan yang tadi aku sebutkan,"


Xendi mengangguk paham setelah Vanilla menjawabnya dengan tegas. Vanilla merasa Xendi seperti meragukan sikap profesional nya dalam bekerja. Ia sangat profesional, bahkan terkadang waktunya bersama Grizelle saja berkurang demi menyelesaikan pekerjaan nya dengan baik.


"Aku permisi," pamit Vanilla pada Xendi. Manager nya sudah pergi lebih dulu, meninggalkan Ia bersama Xendi yang tadi bicara sebentar.


Manager nya sudah menunggu di dekat mobilnya. Perempuan bernama Nein itu penasaran dengan pembicaraan Vanilla bersama Xendi hingga Ia harus bertanya.


"Dia itu kelihatannya cerewet ya?"


"Dia siapa?"


"Xendi," jawab Nein dengan cepat.


"Tadi dia bicara apa?" lanjutnya bertanya.


"Dia meragukan sikap profesional ku karena diakhir meeting aku fokus dengan ponsel. Aku cemas karena sudah waktunya aku menjemput Grizelle. Aku sudah terlanjur meminta tolong pada driver untuk menjemput Grizelle. Aku pikir meeting masih akan terus berlanjut, dan aku tidak ingin Grizelle menunggu terlalu lama,"


"Lalu sekarang kamu ingin kemana? Grizelle 'kan sudah ada yang menjemput. Bagaimana kalau kita hangout?"


"Maaf, Nein. Aku tidak bisa, karena aku ingin menemani anakku ke dokter gigi,"


"Oh okay, tidak apa. Hati-hati ya, dan sampaikan salam ku untuk Grizelle,"


Vanilla mengangguk tersenyum lalu Ia memeluk Nein sekilas sebelum akhirnya memasuki mobil.


******


"Hallo, Nilla."

__ADS_1


"Iya, ada apa, Jhi?"


"Kamu yang menjemput Griz 'kan? ini sudah waktunya Griz pulang,"


"Tadi aku sempat ada meeting dengan---"


"Jadi Griz pulang dengan siapa?" tanya Jhico dengan menahan jengkel. Kalau tidak pemotretan, kegiatan yang memang cukup menguras waktu Vanilla adalah pertemuan-pertemuan semacam itu.


"Aku minta tolong driver. Sekarang aku sudah di jalan menuju rumah. Aku akan menunggu Griz di rumah sebelum kami pergi,"


Jhico menghembuskan napas nya. Lalu Ia mematikan sambungan telepon tanpa mengucapkan apapun lagi.


Beruntung Vanilla bisa menepati rencananya bersama buah hati mereka. Kalau seandainya Vanilla masih meeting, otomatis Vanilla tidak jadi pergi dengan Grizelle dan Grizelle tentu akan kecewa.


*******


Kenzo mengetuk ruangan Jhico kemudian memunculkan kepalanya di sela pintu yang telah Ia buka sedikit.


"Jhi, aku pulang dulu ya. Selamat berjaga sendiri," ujarnya pada Jhico sembari tersenyum dan mengangkat alisnya satu persatu.


"Okay, thank you, Ken. Take care, selamat sampai rumah,"


"Bye, Bro." Kenzo melambai sekilas sebelum kembali menutup pintu ruangan Jhico. Salah satu dokter lain yang sempat bekerja di klinik itu sudah tidak ada lagi karena Ia diminta untuk bekerja di rumah sakit milik paman nya.


Kenzo benar-benar menemani Jhico merintis kliniknya itu. Dari yang awalnya Jhico masih hidup berdua dengan Vanilla, hingga sekarang sudah dianugrahi satu anak. Dan Kenzo sendiri juga sudah menikah dengan kekasihnya, Alifia dua tahun yang lalu. Saat ini Alifia sedang mengandung.


*******


Grizelle yang awalnya keluar dari kelas dengan wajah tersenyum gembira, langsung berubah sedikit cemberut begitu melihat driver nya sudah menunggu. Ia tahu tujuan driver nya datang ke sekolah untuk apa, pasti menjemputnya.


"Hai, Grizelle."


"Hai, Mumu dimana?" Ia membalas sapa dari driver nya lalu bertanya mengenai keberadaan Vanilla. Karena sosok itulah yang Ia harapkan berada di hadapannya saat ini.


"Sedang meeting. Jadi Grizele pulang bersamaku,"


"Haahh, okay baiklah," ujarnya setelah menghembuskan napas berat. Ia kecewa karena Vanilla tidak menjemputnya. Ada kemungkinan Mumu nya juga tidak bisa menemaninya periksa gigi. Biasanya Vanilla lama kalau ada meeting.


"Aku peliksa (periksa) gigi hanya ditemani Mistel Joe (Mr Joe)?" tanya nya pada sang driver yang bernama Joe itu.


"Kita ke rumah,"


"Oh ya? altinya (artinya) aku tidak jadi peliksa (periksa) gigi?"

__ADS_1


"Sepertinya,"


Grizelle mengangguk lalu bersandar nyaman di jok mobil. Ia memejamkan matanya sejenak. Lalu sadar kalau di punggung nya masih ada ransel. Akhirnya Ia melepas ransel itu lalu diletakkan tepat di sampingnya.


"Mumu membuat aku kecewa hali (hari) ini. Telnyata (ternyata) Mumu bekelja (bekerja) tidak sepelti (seperti) kata Mumu semalam,"


*****


"Vanilla, tadi kenapa tidak jadi pulang setelah mengantar Griz?"


"Iya, Bi. Aku harus meeting tadi,"


"Oh pantas, Joe yang jemput Grizelle. Tapi nanti jadi pergi dengan Grizelle?"


"Jadi, Bi. Meeting nya tidak lama langsung selesai, setelah aku meminta Mr Joe untuk menjemput Griz. Sekarang aku ingin berganti baju dulu sebelum pergi dengan Griz,"


Bibi mengangguk, membiarkan Vanilla naik ke lantai atas dimana walk in closet nya berada. Vanilla ingin menggunakan baju fashionable lain miliknya untuk pergi bersama malaikat kecilnya.


******


"Mistel Joe (Mr Joe) aku ingin makan flied (fried) chicken dulu di sana. Boleh tidak?"


Grizelle lapar padahal dia dibekali makan oleh Mumu nya dan pagi tadi Ia juga sarapan sereal. Tapi begitu mobil melewati restaurant ayam goreng favorit nya, Ia langsung merasa lapar.


"Hmm Griz lapar?"


"Iya,"


Melihat wajah anak itu yang mengenaskan sembari mengusap perutnya, Mr Joe jadi merasa tidak tega. Akhirnya Ia memutuskan untuk memenuhi keinginan anak itu.


Mobil singgah di restaurant tersebut. Mr Joe keluar dari mobil, lalu setelahnya membuka kan pintu mobil untuk Grizelle. Grizelle, si anak berusia tiga tahun itu keluar dari mobil. Sikap tubuhnya selalu biasa saja tapi ketika orang melihatnya, ada sisi elegan dan anggun dalam diri Grizelle. Bahkan ketika Ia turun dari mobil saja, benar-benar membuat orang yang menatapnya berdecak kagum.


Mr Joe selalu berjalan di samping Grizelle sebagai bentuk penjagaan. Mereka memasuki restaurant. Grizelle langsung bingung mencari tempat yang nyaman.


"Di sini saja, Griz."


"Iya, Mistel Joe (Mr Joe),"


Grizelle mengikuti arahan driver nya untuk duduk di tengah restaurant. Ia menyuruh Mr Joe duduk, dan juga memesan makanan. Ia tidak ingin Mr Joe hanya menemani nya saja.


 ---------


Icelle si anak baik dan pinterrr. Pinter sembunyiin sedihnya dgn makaaannn😂😂 entah beneran laper atau krn dia sedih jd bawaan nya pengen makan wkwkwk.

__ADS_1


__ADS_2