
Sore ini Vanilla mengajak Jane belanja di pusat perbelanjaan. Tak hanya berdua, Grizelle juga pergi bersama mereka.
Vanilla menoleh pada anaknya yang duduk sendiri di tengah. Dan Ia terlelap. Padahal selama dijalan sempat berceloteh.
"Banguni anakmu, Van,"
Jane keluar dan membiarkan Vanilla yang membangunkan Grizelle. Kasihan anak itu. Tidak tega Ia membangunkan. Seharusnya kalau mengantuk, tidak perlu ikut melainkan istirahat saja
"Sayang, Icelle bangun,"
"Iya, Mu,"
Grizelle langsung mengerjap terjaga. Ia mengedarkan pandang keluar.
"Kita sudah sampai ya, Mu?"
"Sudah, Sayang. Ayo keluar,"
Grizelle memgangguk kemudian keluar dari mobil dimana Jane sudah menunggunya.
Usai Jane mengunci mobil, mereka bergegas masuk ke pusat perbelanjaan.
"Kita mau beli susu, daging, dan lain-lain ya, Mu?"
"Iya, Sayang. Icelle mau beli apa memangnya?"
"Tidak tahu mau beli apa,"
Jane mengambil troly dan menyuruh anak itu masuk ke dalam troly biar Ia tidak harus lelah berjalan.
"Icelle jajan saja dengan Aunty. Biar Mumu yang belanja itu semua," dengan tawanya Jane mengajak Grizelle menyusuri pusat perbelanjaan sementara Vanilla Ia biarkan sibuk sendiri melakukan tugasnya sebagai nyonya di rumah.
"Hah! harusnya aku ajak Bibi saja tadi,"
Tapi meski begitu Vanilla tetap nyaman juga belanja sendiri. Kala Ia pergi dengan Jhico juga tidak ada bedanya. Ia yang lebih banyak memilih sementra Jhico hanya mengikuti dengan mendorong troly.
"Icelle mau beli apa? ambil,"
"Aku bingung,"
Grizelle sedang ningung ingin nemilih makanan atau minuman apa. Jane mengambil pop corn, dan ia mengikuti.
"Aku mau yang manis dan asin,"
"Iya ini,"
"Tapi yang asinnya itu keju pedas tidak mau hanya keju,"
Ia dari dalam troly menunjuk di atas dan Jane mengambilnya. Jane menunjukkan padanya sebentar setelah Grizelle mengangguk, Jane memasukkannya ke dalam troly.
"Mau apa lagi?"
"Itu apa?"
Grizelle menunjuk cake dengan motif barbie. "Cake, Sayang," kata Jane.
__ADS_1
Grizelle segera meraih cake tersebut dengan badannya yang masih dalam troly. Setelah itu Ia masukkan cake ke dalam troly.
"Kamu hanya suka dengan penampilannya saja ya?"
"Aku mau coba,"
"Okay, harus dimakan,"
"Iya, Aunty. Aku makan,"
Sementara mereka berdua berburu makanan, Vanilla berburu keperluan rumah tangga. Mulai dari bahan makanan sampai produk untuk sanitasi rumah.
****
Richard bersama Ibunya sudah tiba di rumah. Akhirnya Ia bisa merasa tenang setelah beberapa hari di rumah sakit menemani sang ibu sekarang ibunya sudah snagat membaik maka diizinkan oleh dokter untuk kembali ke rumah.
"Akhirnya pulang juga ya, Ri. Ya sudah, kamu berangkat sekarang ke bandara,"
Richard tertawa dan ia menggeleng. "Belum bisa sekarang, Ibu. Aku sudah punya jadwal ke sana besok pagi,"
"Oh begitu,"
Richard menyuruh ibunya untuk istirahat. Sebab kata dokter Ibunya belum bisa beraktifitas seperti biasa sekalipun sudah diizinkan pulang. Tidak boleh lelah dan juga memikirkan hal-hal terlalu berat. Entah apa juga yang membuat ibunya stres.
"Ibu, makanya Ibu tidak usah lagi berkarir. Ada aku,"
Richard menggenggam tangan ibunya yang kini tersenyum. "Tidak bisa, Ri. Ibu akan mati kutu kalau hanya diam saja. Lagipula apa yang ibu kerjakan? ibu lebih banyak di rumah sebenarnya, hanya memantau bisnis kecil Ibu saja,"
"Ibu, memantau saja bisa buat stres,"
"Tapi aku mohon ya, Ibu. Tolong jaga kesehatan Ibu,"
"Iya, kamu tenang saja. Terimakasih ya sudah mau berkorban untuk Ibu dan ayah,"
*****
"Yang ini atau ini, Jane?"
Usai puas menuruti semua keinginan Grizelle, Jane menghampiri Vanilla dan membantunya untuk mendorong troly tapi Vanilla segera mengambil alih.
"Kamu sudah seperti apa kalau bawa troly dua. Aneh!"
Jane mengerinyit tidak terima. Apa salahnya mendoring dua troly. Yang satu berisi anak dan berbagai macam konsumsi. Sementara yang satu lagi full belanjaan Vanilla untuk satu bulan ke depan yang sebenarnya terkadang tidak cukup untuks atu bulan, masih harus belanja lagi di tengah bulan atau mungkin akhir.
"Nanti Aunty jadi menabrak barang-barang,"
"Hah dengar apa katanya. Jangan keras kepala," kata Vanilla pada sepupunya yang tetap mau mendorong dua troly besar.
"Atau aku saja yang dorong,"
"Hei tidak usah,"
Vanilla melarang anaknya turun dari troly. Lebih aman Grizelle di sana. Ia tidak bisa kemanapun tanpa disadari dirinya.
"Hmm okay,"
__ADS_1
Grizelle tak bisa berkutik saat sang ibu menyuruhnya untuk tetap di dalam troly.
"Kalau pada akhirnya akan kamu beli semua, untuk apa bertanya, Vanilla?"
Vanilla tertawa membenarkan. Ia memang kerap begitu. Kemudian setelah belanja mereka pulang ke rumah.
"Jane, jadi bagaimana dengan rumah pilihanmu?"
Jane mengatakan padanya dan Jhico kemarin bahwa Ia ingin dijemput oleh suaminya yang saat ini sedang merawat sang ibu. Dan Vanilla belum tahu apa yang direncanakan Jane setelahnya dengan rumah yang sudah Ia bayar dimuka.
"Akan tetap aku beli. Tapi mungkin untuk saat ini belun aku tempati. Aku tahu bahwa aku salah, Van. Aku ingin kembali pada Richard dan semoga suamiku itu tidak menolak lagi ketika aku ajak tinggal kembali di sni,"
"Jane, Dia menolak karena masih memiliki pekerjaan 'kan?"
Melihat Jane mengangguk Vanilla kemudian melanjutkan, "Jangan kamu hakimi dia. Karena masih ada pekerjaan, makanya dia menolak,"
"Iya, Van,"
"Kalian jangn bertengkar lagi. Aku sedih melihatnya,"
Jane tertawa, Ia merangkul vanilla yng berjalan di sampingnya sementara Grizelle terhimpit di tengah.
"Ini ada aku, Aunty," kata anak itu yang membuat keduanya tertawa. Jane melepas rengkuhannya di bahu Vanilla.
"Memang aku bertengkar di depan kamu? "
"Tapi tetap saja aku merasa sedih sekalipun kalian tidak bertengkar di hadapan aku,"
"Kalau kamu dan Jhico bertengjar aku tidak seduh, Van," ucap Jane seraya tertawa yang mengundang lirikan sinis sepupunya.
"Iya, kamu tidak memiliki kepedulian. Jangankan menghibur, bertanya kabar saja jarang,"
Telak
Vanilla menyindirnya yang langsung membuat Jane menggaruk tengkuknya.
"Maaf ya, Van. Terkadang itu yang aku pilih supaya kalian yang di sini tidak tahu kalau aku sedang kecewa tau sedih,"
"Tapi setelah nanti kembali, kamu harus sering bicara dengnku. Paham tidak?"
"Paham Nona Jhico,"
Vanill merotasikn bola matanya ketika Jane menggodanya denganaebutan itu seraya menjawil dagunya.
Mereka tiba di bsement dan langsung masuk ke dalam mobil. "Aunty, masih ingat dengan keinginan aku 'kan?"
"Apa, Sayang?"
Grizelle merengek ksal Krena ternyata Auntynya lupa. Padahal waktu itu sudah menyanggupi.
"Kalau Uncle Ri sudah datang, kita jalan-jalan. Dengan triple A lebih menyenangkan,"
"Oh iya, Aunty ingat. Nanti kalau Uncle Ri sudah datang kamu ingatkan Aunty lagi ya,"
"Uncl Ri datang ke sini hanya untuk menjemput Aunty saja, Icelle,"
__ADS_1
"Tidak, kita bisa jalan-jaln dulu," Jane tidak mungkin mengecewakan ank itu. Ia rasa, Richard tidak akan keberatan juga untuk memenuhi permintaan Grizelle