
"Grizelle, tadi Pupu titip rindu untukmu,"
Vanilla menimang Grizelle seraya bercerita. Biasanya kalau Ia bercerita, Grizelle lebih cepat tidur.
Ia menatap jam yang melekat di dinding. Sudah pukul delapan malam tapi mata Grizelle masih terlihat terang saja.
"Kamu terus mendoakan Pupu 'kan? besok kalau kondisi Pupu semakin membaik, Pupu akan pulang,"
"Kamu pasti rindu dengan Pupu ya? biasanya setelah Pupu pulang dari klinik dan mandi, kamu langsung digendong Pupu,"
"Sabar ya, Sayang. Besok kita akan bertemu Pupu. Besok kamu bebas mau peluk Pupu dari pagi sampai malam tidak apa. Mumu tidak akan sebal. Karena Mumu tahu kamu sedang rindu dengan Pupu. Mumu janji tidak akan jealous,"
Vanilla terkekeh kecil setelah bicara seperti itu. Grizelle juga nampak senyum sesaat memperlihatkan gusi nya yang belum diisi oleh gigi dan itu terlihat sangat menggemaskan.
"Ayo, tidur. Jangan tidur terlalu malam," ujarnya seraya membaringkan Grizelle di ranjang.
Ia memeluk Grizelle lalu mengusap punggungnya naik turun agar Grizelle terbuai.
Vanilla juga bernyanyi pelan. Liriknya asal saja yang penting Ia menyanyi, begitu pikirnya.
Ia tidak seperti Jhico yang bisa menciptakan lirik lagu spontan ketika ingin menidurkan Grizelle. Tapi ada satu lagu yang sudah paten. Sayangnya ketika Vanilla menyanyikan lagu paten milik Jhico itu, Grizelle tidak mau tidur.
"Sssttt tidurlah kau anakku yang cantik. Ucapkan selamat malam pada dunia,"
Vanilla mengulang dua kalimat itu disertai dengan nada. Baru itu yang berhasil Ia jadikan lirik. Ia sudah mengantuk sebenarnya jadi bila diminta untuk mencari lirik yang tepat, Ia yang bodoh semakin terlihat bodoh saja.
Lima belas menit terus mengulang lirik lagu yang dadakan Ia buat itu, akhirnya Grizelle terpejam. Vanilla segera berseru senang dalam hatinya.
Ia juga akan terlelap, tapi getar dari ponselnya membuat Ia mengurungkan niat.
Renald : Vanilla, memang benar suamimu mengalami kecelakaan?
Jhico : Kamu dan Griz sudah tidur belum?
Membaca pesan kedua Ia tidak heran. Tapi ketika membaca pesan pertama Ia justru bertanya-tanya.
Orang pertama yang Ia balas pesannya tentu saja adalah Jhico. Ia hanya mengatakan 'Griz sudah tidur, aku akan tidur sebentar lagi,'
Setelah membalas pesan sang suami, Ia membalas pesan Renald.
Vanilla : Iya, Kamu tahu dari siapa?
Vanilla bisa melihat kalau saat ini Renald sedang online. Tidak sampai satu menit mendapat balasan dari Vanilla, Renald kembali mengirim pesan.
Renald : Joana yang memberi tahuku. Kemarin kami tidak sengaja bertemu dan aku bertanya padanya mengenai kamu yang tidak pernah lagi datang ke kampus. Joana mengatakan kamu baru melahirkan dan suamimu juga mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Vanilla : Oh i---
Dellete
Vanilla menghapus pesan yang sedang Ia ketik untuk Renald karena Ia melihat ada pesan masuk lagi dari Jhico.
Jhico : Katanya akan tidur. Tapi aku melihat kamu sedang online yang artinya kamu masih pegang ponsel.
Vanilla terkekeh kecil membaca pesan itu. Jhico menyadari kegiatannya saat ini. Ia menggeleng pelan sebelum mengetik balasan.
Vanilla : Aku sedang membalas pesan Renald sebentar.
Vanilla menunggu suaminya membalas. Pasti Jhico langsung bereaksi setelah nama Renald terlihat di matanya.
Jhico : Kenapa dia mengirim pesan untukmu?
Tepat dugaan Vanilla. Suaminya pasti akan bertanya penasaran mengenai Renald yang malam ini mengirimkan pesan singkat untuknya dengan topik yang dibicarakan adalah Jhico.
Vanilla : Dia bertanya tentang kamu yang kecelakaan.
Jhico : Oh, jangan lama-lama membalas pesannya ya. Kamu tidak boleh tidur terlalu malam!
Untuk menegaskan kalimatnya, Jhico sampai menyematkan tanda seru diakhir kalimat.
Jhico : Emoticon apa itu?
Vanilla : Cari tahu sendiri ya kalau memang benar tidak tahu.
Jhico terkekeh pelan membaca serangkaian kalimat yang dikirim istrinya. Sebenarnya Ia tahu arti dari emoticon itu. Hanya saja Ia sedang mengulur waktu agar Vanilla tidak sibuk dengan Renald.
Renald : Vanilla.
Renald tidak kunjung mendapat balasan dari Vanilla. Oleh sebab itu Ia memanggil nama Vanilla.
Vanilla : Memang kenapa bertanya tentang Jhico? tidak biasanya. Mau mendekati aku saat Jhico sakit? maaf ya, aku setia :D
Vanilla : Aku bercanda, Renald. Jangan tersinggung ya. Aku tidur dulu. Bye :)
Dua pesan dikirim Vanilla berturut-turut agar percakapan cepat selesai. Jhico masih memantau aktifitasnya hingga sekarang karena Ia bisa melihat suaminya masih online.
Setelah menyelesaikan percakapan dengan mengatakan 'Bye', Vanilla segera meletakkan ponselnya di nakas lalu Ia menarik selimut kemudian terlelap.
Jhico menghela napas lega saat Istrinya tidak membuka aplikasi chating lagi dan Ia yakin Vanilla sudah tidur.
Ia tidak pernah melarang Vanilla untuk berkomunikasi dengan siapapun tapi kalau sudah berlebihan, tentu saja Ia merasa tidak suka. Ini sudah malam dan tidak seharusnya Renald mengirimkan pesan untuk seorang wanita yang diketahui sudah memiliki suami dan juga anak.
__ADS_1
Di kondisinya yang sekarang ini, jujur saja Jhico merasa tidak percaya diri bila dibandingkan dengan lelaki-lelaki di luar sana. Ia sedang mengalami patah tulah di salah satu tangan dan juga di tulang selangka nya. Ada khawatir yang Ia rasakan bila Vanilla menemukan lelaki yang fisiknya baik-baik saja lalu timbul perasaan lebih.
Jhico tahu itu pikiran yang jahat karena artinya Ia tidak percaya dengan istrinya sendiri.
"Apa-apaan kau, Jhi. Vanilla tidak mungkin seperti itu. Sampai kapanpun Ia akan menjadi milikmu," batinnya meyakinkan.
Karina terbangun dan Ia mengerinyit saat melihat anaknya yang ternyata belum tidur. Karina sudah tidur sejak tiga puluh menit yang lalu. Dan sekarang merasa haus. Oleh sebab itu Ia terjaga.
"Jhico, kenapa belum tidur?"
"Belum mengantuk, Ma."
"Kamu memikirkan apa tadi? Mama lihat kamu sepertinya sedang memikirkan sesuatu,"
"Aku takut Vanilla meninggalkan aku disaat aku sakit seperti ini, Ma." akhirnya Ia mengaku. Ia menyampaikan apa yang sempat terlintas di benaknya tadi.
"Hey jangan bicara seperti itu. Vanilla sangat menyayangimu. Mama yakin Vanilla setia sama halnya dengan kamu yang tidak pernah pergi bagaimanapun kondisinya. Vanilla juga pernah mengalami kebutaan dan dia bisa merasakan ketulusanmu untuk menerima dia. Sekarang Vanilla akan melakukan hal yang sama padamu. Dia akan menerima kamu apa adanya,"
"Iya, Ma. Aku juga percaya bahwa Vanilla akan tetap bersamaku. Tapi kondisiku yang seperti ini jujur saja menimbulkan rasa tidak percaya diri menjadi pendamping hidupnya,"
"Perasaan cinta dan kasih sayang yang tulus tidak akan hilang hanya karena fisik yang tiba-tiba berubah,"
*******
Vanilla tengah bersiap untuk kembali ke apartemen nya. Ia mendapat kabar dari Jhico kalau hari ini Jhico sudah diizinkan pulang setelah sebelumnya diperiksa untuk memastikan kondisinya.
"Griz terlihat senang sekali pagi ini ya. Karena mau bertemu Pupu?"
Saat Vanilla menyambut Grizelle yang baru bangun tidur, Grizelle tersenyum sangat manis.
Aura wajahnya juga terlihat sangat berseri. Vanilla menebak anaknya memiliki feeling akan bertemu dengan ayahnya.
Hanya menginap tiga malam tapi barang yang dibawa ke mansion cukup banyak karena bukan hanya milik Vanilla saja melainkan Grizelle juga.
Rena dan Raihan mengantar sampai ke apartemen. Mereka juga ingin tahu kondisi Jhico setelah keluar dari rumah sakit.
"Urus Jhico dengan baik, Vanilla. Di saat dia sakit, peranmu sebagai istri sangat diperlukan. Jangan pernah tinggalkan Jhico," tegas Raihan sembari fokus menyetir. Ia tidak menggunakan jasa supir untuk saat ini karena memang benar-benar ingin mengantar Vanilla dan Grizelle langsung tanpa ada orang lain di dalam mobil selain Istri, anak, dan cucunya itu.
"Iya, Pa. Aku bukan hanya mencintai fisiknya saja. Dia selalu menerima aku apa adanya dan aku pun ingin seperti itu. Dia bagian dari hidupku, aku tidak akan sanggup meninggalkan Jhico,"
-------
Addicted juga udah up gengss. Cekidot yawww. Klik aja profil aku nnti bisa diliat work akyuu. Okrayy tengkyu
__ADS_1