Nillaku

Nillaku
Nillaku 115


__ADS_3

Vanilla dan Jhico turut serta menghadiri ulang tahun keponakan mereka, Auristella yang ke satu tahun.


Bahagia sekali setiap ada acara seperti ini karena menjadi ajang berkumpul untuk Vanilla dan keluarga besarnya. Mereka berbaur menjadi satu, bercerita banyak hal yang selalu menghadirkan keseruan tersendiri.


Melihat istrinya tertawa lepas bersama sepupu nya, Jhico juga bahagia. Ia mengusap kepala Vanilla hingga perempuan itu menoleh dan bertanya, "Kenapa?"


"Tidak, aku hanya senang melihatmu tertawa malam ini,"


"Aku memang sering tertawa, setiap hari malah. Memang aneh?"


"Tawa mu itu membuat perasaan ku berbunga,"


"Ck! apa sih?!"


Vanilla mendorong dada bidang suaminya yang semakin jarang berolahraga itu, tapi badannya tetap saja proporsional.


Kehangatan ditengah keluarga Vanilla tidak pernah didapatkan Jhico selama ini. Mereka semua menganggap Jhico seperti Vanilla, bukan orang lain yang hanya masuk dalam keluarga karena menikah dengan Vanilla.


******


Beberapa hari kemudian


Usia kandungan Vanilla sudah memasuki delapan bulan. Dan rencananya di usia kandungan Vanilla yang ke delapan bulan ini, Ia ingin meliburkan diri dari segala aktifitasnya untuk mempersiapkan diri menuju persalinan. Tapi ternyata Vanilla diharuskan melahirkan sebelum waktunya karena air ketuban nya pecah pada tengah malam tadi.


Bayi Vanilla dilahirkan pada usia delapan bulan dan harus menjalani perawatan intensif terlebih dahulu.


Siang ini sudah banyak sanak keluarga yang menjenguk Vanilla. Ibu satu anak itu sudah baik-baik saja setelah menjalani proses melahirkan.


Sementara Rena, Raihan, dan Karina sudah hadir setelah Jhico menelpon mereka dan mengatakan bahwa Vanilla sudah selesai melahirkan. Mereka terkejut dan tanpa peduli rasa kantuk, mereka segera bergegas ke rumah sakit.


Rena merasa sedih karena tidak ikut menemani Vanilla menjalani proses bersalin. Padahal Ia sudah mengidamkan itu sejak tahu Vanilla hamil. Jhico dan Vanilla sengaja tidak memberi tahu pihak keluarga, karena tidak ingin mereka semua panik. Mereka diberi tahu setelah anak Vanilla berhasil dilahirkan dan kondisi Vanilla serta anaknya dipastikan baik-baik saja.


Tengah malam tadi Vanilla bangun untuk buang air kecil namun Ia merasa ada yang aneh karena ada cairan di celana nya sebelum Ia buang air.


Perasaannya tidak enak. Ia membangunkan Jhico dan menceritakan semuanya dengan tenang, Ia tidak ingin panik.


Sebagai orang yang mengerti, Jhico langsung membawa Vanilla ke rumah sakit dan ternyata benar air yang ada di celana Vanilla itu adalah ketuban nya yang pecah dini.


Meskipun sedih karena anaknya lahir sebelum waktunya sehingga diharuskan tinggal di ruangan khusus untuk perawatan bayi prematur, namun ada secercah rasa bahagia di hati Vanilla dan Jhico. Mereka tidak menyangka kalau bayi perempuan yang cantik kemerahan itu akan lahir sebelum tiga puluh tujuh minggu.

__ADS_1


Setelah matanya terbuka, yang pertama Vanilla cari adalah anaknya. Sayang, Ia baru bisa melihat melalui foto di ponsel suaminya. Senyum mengembang dari bibir perempuan itu. Tidak menyangka Ia berhasil melahirkan malaikat kecil berjenis kelamin perempuan. Dalam tubuh mungil itu terdapat dua gabungan darah darinya dan juga Jhico.


"Cantik ya?" Vanilla berbicara seraya memperhatikan anaknya yang menutup mata di dalam foto tersebut.


"Seperti Ibu nya," jawab Jhico seraya mengusap kening Vanilla.


Itu sekelebat percakapan Vanilla dengan suaminya saat mereka terpana melihat wajah bayi bernama Grizelle Larissa sebelum sanak keluarga datang.


Pintu ruangan terbuka menghentikan perbincangan antara Vanilla dengan sepupu-sepupunya yang sudah di ruangannya sejak beberapa menit lalu.


Rena dan Senata baru saja melihat cucu mereka di ruangan nya. Wajah bahagia tidak pernah sirna. Apalagi ini adalah kali pertama Karina menyambut cucu. Bila kalian bertanya tentang keberadaan Thanatan, ayah dari Jhico itu memilih untuk menyibukkan diri daripada melihat cucunya di rumah sakit.


Jhico tidak tersinggung sama sekali ketika menyadari betapa enggan papanya hadir di sini untuk sekedar melihat Grizelle.


Tidak apa, setidaknya ada Karina yang sedikit mengurangi rasa malu Jhico terhadap keluarga istrinya. Perbedaan yang begitu terlihat. Disaat keluarga sang istri sangat antusias menyambut Grizelle, keluarganya justru menunjukkan respon berbeda.


"Cepat pulih, Van! biar bisa bertemu dengan Grizelle," Nindya menyemangati sepupunya. Vanilla mengangguk, tentu saja Ia harus cepat pulih. Agar Ia bisa selalu memeluk putri pertamanya.


"Tadi Adrian mau ikut ke sini. Andrean juga. Mereka tidak sabar untuk melihatmu dan juga Grizelle,"


"Seharusnya bawa saja ke sini,"


Mereka terkekeh mendengar ucapan Devan. Kalau Adrian ikut disaat perasaan nya senang, bisa-bisa dia riuh sendiri di rumah sakit. Bagian keamanan akan menegur Lovi dan Devan sebagai orangtuanya.


******


Hawra saja yang sudah tua tidak kalah antusias ingin melihat Grizelle. Ia baru pulang dari rumah sakit.


Sampai di rumah, Ia melihat Arlan dan Thanatan. Mereka berdua malah sibuk di sini, Sementara kehadiran Thanatan sangat dinantikan oleh Karina. Bukan Jhico yang berharap, karena baginya tidak masalah sama sekali Thanatan tidak mau menjenguk anaknya. Sebelum Karina berangkat ke rumah sakit, Karina dan Thanatan berdebat dulu melalui telepon karena Thanatan sedang berada di kantornya, Karina menyuruh suaminya untuk segera ke rumah sakit. Tapi tanggapan Thanatan hanya, "Aku tidak akan ke sana. Karena aku tidak menginginkan dia."


"Paling tidak kamu hargai anakmu, Thanatan. Datang ke sana, keluarga besar Vanilla sudah datang semua,"


Bahkan kedatangan mereka tiada henti. Rena saja memutuskan untuk menemani anaknya sampai Ia keluar dari rumah sakit. Karena Ia begitu menyayangi Vanilla dan Grizelle. Lalu apa kabar dengan Thanatan yang malah menolak untuk menjenguk cucunya yang baru lahir ke dunia?


Karina baru saja pulang dari rumah sakit. Di rumah Ia akan memarahi suaminya namun ternyata sudah ada Hawra yang menasihati suaminya itu.


"Jangan memaksa kalau dia tidak mau. Lagipula Jhico tidak mengharapkan kedatangan nya 'kan?" Arlan membela menantunya. Karena Ia pun sama jahatnya dengan Thanatan.


Hawra memutuskan untuk menjauhi dua laki-laki itu. Sementara Karina menatap suaminya dengan tajam

__ADS_1


"Terus saja egois seperti itu. Seharusnya kamu bersyukur cucumu bisa lahir dengan kondisi baik-baik saja bukannya menuntut sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibuat oleh Vanilla dan Jhico!"


Karena lahirnya tidak sesuai dengan jenis kelamin yang Ia inginkan, dan karena Ia kesal tak berujung dengan Jhico, Grizelle jadi korban.


"Ayahnya saja kurang ajar padaku. Untuk apa aku peduli pada anaknya? kalau sudah besar nanti, aku yakin akan keras kepala juga seperti ayahnya,"


"Sadar diri! kenapa Jhico seperti itu? karena kita terlalu sibuk selama ini. Dia merasa tidak dipedulikan. Sudah berapa kali aku bilang, Jhico tidak salah tapi kita yang harus koreksi diri!"


Belum puas mengutarakan kekesalannya, Karina hanya menghela napas sebentar kemudian kembali berucap,


"Lagipula tidak mungkin anaknya seperti apa yang kamu katakan. Karena dia tumbuh dan berkembang di keluarga yang hangat. Orangtuanya sangat peduli padanya...."


"Sudah tua bukannya berubah jadi lebih baik malah semakin menjadi,"


Rahang Thanatan mengeras setelah mendengar ucapan istrinya yang sudah masuk ke dalam kamar.


******


Mama nya masuk ke dalam kamar mandi dan Papa nya sudah pulang ke mansion. Vanilla menggunakan kesempatan yang ada itu untuk bertanya pada suaminya mengenai ketidak hadiran Thanatan sejak tadi.


Ia berusaha menutupi kesedihannya di depan keluarga besarnya. Hanya Ia, Thanatan, Karina, dan Hawra yang tahu alasan sebenarnya Thanatan tidak datang ke sana.


"Kenapa ya Papa Thanatan tidak datang? pasti karena tidak---"


"Sssttt biarkan saja! Papa memang memiliki dendam padaku sepertinya. Lagipula Mama sudah datang, Mama bahagia melihat Grizelle." ujar Jhico seraya mengusap surai lembut milik istrinya.


Vanilla belum sepenuhnya pulih usai melahirkan. Perkara Thanatan yang tidak datang menjenguk Grizelle, seharusnya tidak menjadi beban pikiran Vanilla.


"Papa yang buat kesalahan padaku di masa lalu. Papa yang tidak memberikan aku kasih sayang utuh, tapi kenapa aku yang dijadikan sebagai pihak bersalah sekarang?" batin Jhico meringis.


 


Sepupu nya triple A udh lahir nih lebih cepat dr perkiraan. Gmn yaa kehidupan mereka selanjutnya setelah ada Grizelle?


Tim ReRai udh baca ep baru blm?



Tim DeLov udh baca ep baru blm?

__ADS_1



__ADS_2