
Grizelle dan Mr Joe makan dalam diam. Grizelle makan tidak seperti orang yang sedang lapar. Ia mengelupas kulit ayam yang crispy dengan malas-malasan. Padahal itu adalah kesukaan nya.
"Griz, katanya lapar. Kenapa makan nya tidak semangat?"
Grizelle tersenyum tipis pada Mr Joe. Ia langsung menunjukkan semangat nya dengan melahap kulit ayam yang sudah Ia kelupaskan dari daging ayam nya.
"Nyamm aku semangat, Mistel Joe."
Kalimat yang keluar dari mulutnya tidak sesuai dengan raut wajah yang dilihat Mr Joe saat ini.
Grizelle yang katanya lapar dan juga sangat menyukai makanan yang saat ini berada di hadapannya, terlihat sangat lemas ketika menyantap. Tentu karena Vanilla. Grizelle sangat kecewa pada Mumu nya.
*****
Vanilla melihat jam di tangan nya. Sudah tiga puluh menit sejak Ia selesai berganti baju, tapi Grizelle belum juga sampai. Ia merasa khawatir, akhirnya Ia menelpon sang driver yang Ia percayakan untuk menjemput Grizelle.
Dua kali panggilan tapi tidak ada jawaban. Ia semakin khawatir sekarang. Namun Ia terus menerus menelpon Mr Joe yang saat ini sedang menemani anaknya makan tanpa Ia ketahui. Ponsel Mr Joe kehabisan daya sehingga tidak bisa menjawab panggilan nya yang sudah sekian kalinya itu.
Vanilla menunggu di sofa dengan perasaan kalut. Tapi Ia berusaha berpikir tenang Barangkali Mr Joe dan Grizele sedang terjebak kemacetan lalu lintas hingga mereka belum sampai.
Vanilla sudah siap untuk pergi bersama anaknya tapi sosok yang ditunggu-tunggu itu belum juga muncul.
Grizelle kecewa dan sedih karena mengira rencananya bersama Vanilla gagal, sementara Vanilla merasa cemas dengan Grizelle yang belum juga sampai.
"Aku susul saja lah,"
Ia berdiri dan ingin bergegas ke sekolah Grizelle untuk menanyakan tentang anaknya secara langsung pada pihak sekolah.
"Vanilla, mau kemana?" Bibi bertanya bingung pada Vanilla yang Ia lihat akan pergi.
"Sekolah Griz, Bi."
"Griz 'kan sudah dijemput,"
__ADS_1
"Iya, tapi sampai sekarang belum sampai. Aku khawatir,"
"Oh ya sudah, hati-hati ya," Pesan Bibi sebelum Vanilla berjalan keluar dari rumah. Vanilla membuka pintu mobilnya dan bertepatan sekali dengan kedatangan Mr Joe serta Grizelle.
Di dalam mobil, Grizelle terlelap. Rupanya anak itu mengantuk usai mengisi perutnya. Vanilla menghembuskan napas lega, begitupun Bibi yang berdiri di depan pintu untuk melepas kepergian Vanilla.
Mr Joe segera menoleh ke kursi tengah karena Ia bingung kenapa Grizelle belum turun juga. Ternyata anak itu terlelap dan Ia tidak sadar.
Mr Joe segera keluar dan Vanilla langsung mencecarnya dengan pertanyaan. "Kenapa lama sampainya, Mr Joe?"
"Tadi Grizelle minta singgah dulu di restaurant fried chicken kesukaan nya,"
"Oh ya ampun, aku kira terjadi sesuatu pada kalian,"
Mr Joe akan membuka pintu tengah namun sudah Vanilla yang melakukannya. Perempuan itu terkejut melihat anaknya lelap sekali tertidur dengan posisi yang kurang nyaman menurutnya karena Grizelle tidur dengan posisi duduk tapi kepala nya ke sebelah kanan. Vanilla yang melihatnya tidak tega. Ia segera menggendong Grizelle yang badannya sudah lumayan berat untuk digendong olehnya.
Saat Mr Joe akan membantu, Vanilla menggeleng. "Aku bisa, Mr Joe. Terimakasih ya,"
"Mu, aku mau jalan saja. Tidak mau digendong kalena (karena) aku belat (berat),"
Vanilla sempat terkejut saat anaknya bangun. Grizelle memainkan rambutnya seraya bergumam seperti itu.
"Okay, baiklah."
Vanilla memenuhi permintaan putrinya. Grizelle berjalan masuk ke dalam lalu membanting tubuh mungilnya di sofa ruang tamu.
"Griz, kita jadi pergi 'kan?"
"Iya, jadi, Mu. Tapi aku mengantuk sekali,"
"Mau tidur saja?"
"Mau pelgi (pergi) dengan Mumu," jawab Grizelle dengan nada pelan karena Ia memang masih mengantuk.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian, anak itu berdiri. Ia berjalan menuju kamarnya. Di tangga, Ia menoleh pada Vanilla yang berdiri memperhatikannya sejak tadi.
"Mu, aku mau ganti baju,"
"Okay, Mumu bantu,"
Vanilla berjalan menghampiri anaknya yang sudah menunggu di tangga. Setelah berganti baju, Ia dan Vanilla akan pergi ke dokter gigi dan membeli kuteks, make up sesuai permintaan nya.
******
"Griz, maafkan Mumu ya. Tadi Mumu meeting, jadi tidak bisa menjemput kamu, Sayang,"
"Iya, Mu. Tidak apa, yang penting kita bisa pelgi sekalang (pergi sekarang),"
Tidak masalah Ia tidak dijemput oleh Mumu nya yang terpenting mereka jadi quality time. Vanilla tidak benar-benar mengecewakannya.
Vanilla mengendarai mobilnya sendiri. Grizelle duduk di samping nya menggunakan seat belt. Anak itu melihat-lihat suasana di luar mobil dengan antusias.
"Tadi aku makan flied chicken dengan Mistel Joe (Mr Joe) di sana, Mu."
Ia menunjuk restaurant fried chicken dengan tangannya ketika mobil melewati restaurant itu.
"Mumu tadi menunggu kamu. Lumayan lama, ternyata kamu singgah dulu,"
"Aku lapal (lapar), Mu. Jadi aku makan dulu,"
"Lapar atau sebagai pelampiasan rasa kesal pada Mumu?"
"Tidak, aku tidak kesal, Mu. Aku memang lapal (lapar)," rengek nya yang mengundang tawa Vanilla.
Ā -----------
Haiii guysss maap yak segini dulu. Stay healty ya mantemanš
__ADS_1