Nillaku

Nillaku
Nillaku 334 Auristella tidak mau Mommy mengandung lagi


__ADS_3

Lovi membawa dua scrambled egg ke hadapan Vanilla. Ia mencobanya sedikit dan rasanya sudah lezat tidak ada yang kurang.


Ia menatap Vanilla yang memperhatikannya saat ini. Ia tersenyum jenaka, "Yakin tidak mau, Van?"


Vanilla diam sejenak masih memperhatikan Lovi makan. Ia mnelan ludahnya susah payah.


Kelihatannya lezat! apalagi bila dimakan saat masih panas seperti sekarang.


Akhirnya tangan Vanilla bergerak untuk mengambil scrambled egg buatan Lovi kemudian mencicipinya.


Lovi tersenyum puas melihat Vanilla yang akhirnya mau menikmati masakannya.


"Lezat?"


"Selalu. Masakanmu tidak pernah gagal!" cetus Vanilla menilai sangat baik masakan Lovi. Ia bagaikan chef yang sedang menilai pesertanya saat ini.


"Terimakasih atas pujiannya,"


"Sama-sama kakakku yang baik hati. Mau memasakkan aku padahal aku sudah menolak,"


"Iya, mau dibuatkan apa lagi, Nona yang sedang hamil?"


"Serius, ini sudah cukup. Ini saja belum habis. Lagipula kalau kamu beri aku makanan terus, bisa-bisa aku lupa menjemput Grizelle,"


Tawa Lovi pecah mendengar penuturan Vanilla yang menurutnya berlebihan. Tidak mungkin sampai lupa menjemput anak hanya karena sibuk dengan makanan.


******


Jhico baru sempat melihat ponselnya. Ia mengerinyit  bingung saat mendapati panggilan dari Mamanya yang tidak sempat Ia jawab karena Ia sedang sibuk dengan pasien.


Ia menghubungi Mamanya balik. Barangkali ada suatu hal yang penting hingga membuat Mamanya menghubungi lebih dari satu kali.


Ia menelpon sang Ibu namun tak dijawab. Ia menghela napas. "Kenapa Mama menghubungiku ya?" Ia bermonolog sendiri.


Daripada penasaran, maka ia mengirimkan pesan saja pada Karina.


-Ma, ada apa menghubungiku? maaf aku tidak sempat menjawab panggilan Mama tadi karena sedang menangani pasien- katanya di pesan itu.


Setelah itu, Ia menghubungi Vanilla, untuk menanyakan secara langsung mengenai kabar perempuan itu hari ini. Apakah dirinya dan kandungannya baik-baik saja? sudah mencukupi nutrisi untuk hari ini atau belum, dan pertanyaan-pertanyaan remeh lainnya namun berkesan bagi Vanilla karena berarti suaminya sangat peduli padanya dan anak mereka.


"Hallo, Jhi,"

__ADS_1


Vanilla mengapit ponsenya di antara bahu dan telinga ketika Ia membuka pintu mobil. Saat ini Ia akan ke tempat putrinya menuntut ilmu, menjemputnya di sana lalu mengantarnya unuk bertemu dengan sang kakek.


"Hallo, Nilla. Kamu dimana sekarang? baik-baik saja 'kan?"


"Aku di rumah Devan, ingin menjemput Griz. Mama tadi bicara padaku kalau Papamu sakit, Jhi. Dan Mama minta tolong untuk membawa Griz ke sana,"


"Oh, jadi setelah mengantar Griz tadi ke sekolah, kamu ke rumh Devan?"


"Aku ke cafe dulu. Setelah itu ke rumah Devan. Aku makan di sana lalu mengobrol dengan Lovi. Sekarang aku ingin menjemput Griz," Vanill menjelaskan agar suaminya tak bertanya-tanya lagi. Mungkin Jhico bingung kenapa Ia ke rumah Devan usai mengantar Grizelle karena biasanya langsung pulang ke rumah.


"Jangan kelelahan, Nillaku,"


Jhico cemas istrinya karena banyak tujuan Vanilla hari ini dan Ia tidak ingin Vanilla kelelahan.


"Setelah mengantar Griz, kamu langsung pulang? atau bagaimana? dan apa Mama meminta Griz menginap di rumah?"


"Aku belum tahu akan langsung pulang atau bagaimana. Mama tidak meminta Griz untuk menginap. Mama hanya ingin Griz datang. Tapi entah anakmu nanti inginnya bagaimana. Apa dia mau menginap di rumah kakeknya atau mau menginap lagi di rumah Lovi karena belum tiga hari 'kan,"


"Ya sudah kalau begitu. Kabari aku ya. Sudah makan berarti?"


"Sudah, di cafe makan lava cake, di rumah Lovi aku dibuatkan makanan juga,"


"Aku mau menjemputnya sendiri,"


"Hati-hati ya. Setelah sampai rumah nanti langsung istirahat,"


"Okay, semangat kerjanya!"


"Iya, semangat juga untuk selalu menjaga kondisimu ya,"


Vanilla merasa sapuan panas di sekitar pipinya. Tadi dipuji pintar hanya karena ia sudah mkan, sekarang diberi semangat untuk terus menjaga kondisi tubuhnya.


****


Auristella udah semangat sekali ketika akan pulang. Ia pikir Grizelle sudah menunggunya di rumah dan mereka akan pergi ke playground setelah kedua kakaknya juga pulang. Tapi ternyata begitu Ia tiba, Mommynya memberi tahu bahwa Grizelle ke rumah Kakeknya menjenguk Kakek yang sakit. Jujur Auristella sedih karena itu artinya Ia tidak jadi bermain bersama Auristella di playground.


"Sayang tidak boleh seperti itu. Griz cucunya Kakek Thanaan jadi kalu Kakek butuh kehadiran Griz ya wajar saja. Apalagi saat ini Kakek sedang tidak sehat,"


"Tapi kami tidak jadi bermain, Mom,"


"Bisa lain waktu, Sayang,"

__ADS_1


"Apa Griz akan kembali lagi ke sini nanti? rencananya besok dia pulang,"


"Entah, Mommy juga tidak tahu. Terserah Griz inginnya bagaimana. Sekalipun ia memilih menginap di rumah kakeknya atau pulang ke rumahnya lebih cepat, kamu tidak boleh kesal padanya,"


Auristella menghilangkan ekspresi mukanya yang sempat cemberut. Kini Ia tersenyum meskipun terpaksa.


"Auris ganti baju dulu,"


Auristella mengangguk, dan segera melangkah ke kamarny untuk mengganti pakaian sekolahnya dengan pakaian rumah.


Begitu tiba di kamarnya, Ia merasa beda. Mungkin karena dua hari ini selalu ada Grizelle. Ia sudah terbiasa dengan kehadiran adik sepupunya itu. Maka ketika Ia tidak ada, Auristella merasa ada yang berbda.


Ia menatap suasana kamarnya dalam diam. Kemudian menghembuskan napas pelan.


"Kenapa Icelle tidak tinggal di sini saja sih? biar aku tidak kesepian, punya saudara perempuan,"


Lovi mendengar ucapan putrinya itu. Tanpa disadari Auristella, Lovi mengikutinya dari belakang.


Dan ketika Auristella bermonolog sendiri, Lovi mendengarnya. Ia tersenyum kemudian berdehem hingga anaknya menoleh. Lovi yang sebelumnya berada di depan pintu, akhirnya masuk ke dalam kamar anaknya.


"Mau punya saudara perempuan? Mau Mommy mengandung lagi?"


"Tidak mau,"


Mendengar penolakan tegas Auristella, Lovi mengerinyit bingung. Baru saja Ia dengar Auristella ingin meiliki saudara perempuan. Maka Ia simpulkan Auristella ingin dirinya mengandung lagi. Tapi diluar dugaannya, ternyata Auristella menjawab tidak mau.


"Kenapa tidak mau, Sayang?"


"Aku hanya ingin punya saudara tapi tidak mau Mommy mengandung lagi,"


"Oh takut tersaingi kalau punya adik ya?"


Auristella mengangguk jujur. Kalau saudara yang tidak dikandung Lovi, Ia sangat berharap sekali. Namun kalau Lovi harus mengandung lagi, Ia tidak mau.


"Aku juga kasihan pada Mommy kalau sampai mengandung lagi. Nanti harus mengurus adik, sibuk dengan adik dan Mommy bisa kelelahan. Mengurus kami bertiga saja sudah lelah, apalagi kalau tambah lagi,"


Rupanya selain karena tidak mau kasih sayang dan perhatiann untuknya terbagi dengan adiknya nanti, Alasan Auristella tidak mau memiliki adik karena Ia tahu bgaimana pengorbanan Mommynya dalam membesarkan anak sangatlah tidak mudah. Ia tahu mengurus dirinya dan kedua kakaknya saja sudah membuat Lovi lelah setiap saatnya. Apalagi kalau Ia memiliki adik.


"Tapi tidak mau seperti Icelle yang sebentar lagi punya adik?"


"Icelle tidak punya saudara sama sekali, Mom. Pasti dia kesepian di rumahnya. Kalau aku, punya dua,"

__ADS_1


__ADS_2