
"Ya Ampun, banyak sekali uang yang habis,"
Kasir menatap gemas ke arah Grizelle yang mengeluarkan celetukannya setelah melihat harga yang harus dibayarkan Mumunya sekarang untuk mainan miliknya dan Evelyn.
Vanila menutup mulut anaknya yang ceriwis sekali. Beginilah kalau Grizelle sudah pandai membaca angka dan tahu mana yang mahal dan yang murah.
Usai membayar, Vanilla dan Grizelle keluar dari toys store. Dengan satu goodie bag di tangan Vanilla dan satu yang lainnya di ambil alih Grizelle.
"Mumu saja yang bawa. Itu berat, Griz,"
"Aku bisa, Mu," Grizelle melihat kedua tangan Ibunya telah sama-sama terisi dengan paper bag dari butik ternama yang mereka kunjungi tadi dan juga goodie bag dari toys store.
Bisa katanya, tapi saat membawanya Grizelle sampai menggunakan kedua tangannya.
"Mumu saja yang bawa,"
Vanilla mengambil alih. Ia tidak tega melihat anak itu membawanya. Sudah dipesan-pesan oleh Vanilla sebelum beranjak ke kasir, agar Ia saja yang membawanya karena sebenarnya tidak berat sebab hanya berisi mainan saja dan itu berukuran kecil bahkan boneka sekalipun.
"Mumu, nanti Mumu lelah. Aku saja yang membawanya,"
Vanilla menggeleng tegas. Ia tidak akan lelah membawa satu goodie bag berisi mainan.
****
Setelah datang ke toys store, Vanilla mengajak putrinya ke toko perhiasan. Di sana, Ia akan membeli satu pasang anting untuk Evelyn.
"Griz mau apa, Sayang? kalung, anting--"
"Tidak mau, yang aku punya saja jarrlang (jarang) dipakai,"
"Kamu yang tidak mau memakainya. Padahal kamu semakin cantik kalau memakai itu semua,"
"Iya, nanti aku pakai semua perrlhiasan (perhiasan) atau berrlian (berlian) yang Mumu beli untuk aku. Aku jadi manekin perrlhiasan (perhiasan) nanti,"
Vanilla terkekeh kecil mendengarnya. "Coba Griz lihat dulu barangkali ada yang Griz suka,"
"Tidak mau, Mu. Mumu saja yang beli,"
Vanilla menggeleng. Ia memang gemar mengoleksi apapun yang identik dengan perempuan, tapi untuk sekarang Ia memilih untuk menggunakan yang masih ada dulu. Ia merasa bersalah bila menggunakan uang suaminya untuk membeli semua itu. Dulu, Ia sering menggunakan uangnya sendiri tapi saat ini Ia sedang libur. Walaupun memang Jhico tak pernah melarang dirinya untuk membeli apapun, tapi tetap saja rasanya beda bila menggunakan uang suami untuk kepentingan diri sendiri yang bahkan sebenarnya untuk memuaskan nafsu belanja saja, bukan untuk keperluan yang mendesak.
"Mumu mau anting ini untuk Evelyn. Griz benar tidak mau apapun?"
"Tidak, Mu." jawabnya seraya menggeleng yakin. Cukup Evelyn saja yang dibelikan. Karena miliknya sudah cukup itupun jarang sekali dipakai baik itu kalung, anting, dan lain-lain.
****
"Kita langsung pulang ya, Mu?"
"Iya, apa Griz mau beli kado yang lain untuk Evelyn?"
"Aku rrlasa (rasa) sudah cukup, Mu,"
"Ya sudah, kita langsung pulang saja. Griz pasti lelah habis pulang sekolah langsung belanja,"
"Tidak, aku kalau belanja tidak ada kata lelah, Mu,"
Tawa Vanilla pecah. "Kenapa sama dengan Mumu?" Persis sekali dengan prinsipnya selama ini. Tidak ada kata lelah bila berbelanja.
"Karrlena (karena) aku anak Mumu," ucapnya seraya tersenyum manis. Meninggalkan kesan bahagia setiap kali orang melihatnya.
Vanilla dan Grizelle tiba di basement. Vanilla segera meletakkan hasil dari belanja tadi ke kursi tengah sementara Grizelle langsung menempati posisinya.
__ADS_1
"Ayo, kita pulang,"
"Iya, sampai rumah, kita langsung makan,"
"Aku mandi dulu. Aku kerrlingatan (keringatan), Mu. Kalau habis perrlgi (pergi) itu sebaiknya mandi dulu biarrl (biar) berrslih (bersih) sebelum menyentuh apapun di rrlumah (rumah),"
Vanilla mencium puncak kepala anaknya dan juga pipinya. "Iya, aroma Griz sudah berbeda dengan tadi pagi,"
Anak itu segera menghidu lengan baju seragam sekolahnya. Ia memastikan sendiri apakah benar yang dikatakan oleh Ibunya.
"Aku masih harrlum (harum) aku tidak perrlnah (pernah) bau, Mumu," Ia merengek tidak terima. Tadinya Ia sempat tidak percaya diri begitu Vanilla berucap seperti itu.
Tapi setelah Ia buktikan sendiri, ternyata tidak ada yang berbeda. Ia tetap harum shampoo dan parfum khas dirinya yang menguarkan aroma strawberry.
"Biasanya kalau hari selasa pakai parfum yang beraroma pear. Kenapa tadi pagi mau parfum strawberry?"
"Ingin pakai yang ini, Mu. Tidak ada alasan,"
"Grizelle harus belajar memakai parfum ya," Ucap Vanilla yang niat meledek anaknya yang sampai tadi pagi masih kesulitas memakai parfum. Tangan Grizelle terkadang sulit menekan spraynya sehingga cairan parfum tidak keluar. Saat Ia berhasil menekan, kebetulan spraynya menghadap wajah, akhirnya parfum itu bukannya kena di baju tapi malah di wajah.
Vanilla ingin tertawa saat itu terjadi pada anaknya. Tapi rasa kasihan malah lebih mendominasi. Grizelle langsung merengek dan mengeluh hidungnya menjadi korban parfum.
Vanilla mengatakan beruntung bukan mata yang terkena parfum. Karena lebih bahaya lagi. Vanilla langsung membimbing anaknya unuk mencuci wajah yang menyebabkan seragam Grizelle basah. Akibatnya Nada kembali membantu anak itu untuk mengenakan seragamnya yang lain.
"Iya, nanti belajarrl (belajar) lagi,"
Grizelle tertawa mengingat kejadian tadi pagi. "Itu terrlkadang (terkadang) susah ditekan," ucapnya membicarakan alat spray pada parfum.
"Makanya biar Mumu saja yang pakaikan atau Nada. Jangan Griz sendiri lain kali,"
"Tapi aku ingin coba seperrlti (seperti) Mumu yang ssstt sstt sstt kalau memakai parfum. Bisa cepat, kalau aku malah tidak bisa,"
Ia mengikuti gerakan Ibunya bila memakai parfum. Cepat dan banyak. Sampai Grizelle terkadang ternganga melihatnya.
"Makanya kalau lihat Mumu pakai parfum itu jangan meledek,"
"Karrlena (karena) Mumu kalau pakai itu banyak sekali,"
"Hanya perasaan Griz saja itu,"
"Tapi Pupu juga bilang begitu, Mu,"
Parfum menjadi topik obrolan mereka saat ini. Sampai tidak terasa mobil yang membawa mereka telah sampai di rumah.
"Aku yang ambil goodie bagnya, Mu,"
"Bisa tidak?"
"Bisa,"
Ketika mobil baru berhenti grizelle langsung keluar dari mobil dan membuka pintu tengah untuk mengambil hasil berburunya tadi.
"Mumu bawa satu,"
"Aku saja, lebih baik Mumu masuk ke dalam,"
Vanilla tak mau berdebat lagi masalah itu. Ia memutuskan untuk mengambil satu goodie bag dan paper bag sementara yang satunya lagi Grizele memaksa ingin membawa sendiri.
"Itu berat untukmu, Grizelle"
"Aku kuat,"
__ADS_1
Ia membuktikan itu dengan berjalan cepat lebih dulu dari Ibunya.
"Aduh, bawa apa itu?"
Kebetulan Bibi menyambut dan langsung mengambil alih dari tangan Grizelle dan Vanilla.
"Itu mainan untuk aku dan Evelyn, Bibi,"
"Tolong letakkan di kamar Grizele saja dulu, Bi,"
Bibi melakukan apa yang dikatakan Vanilla. Grizelle langsung bergegas mandi dan Vanilla pun begitu.
"Nada, biarrl (biar) cepat, bantu aku mandi ya. Aku sudah laparrl (lapar) mau makan,"
"Okay, Cantik,"
Maka Grizelle dibantu oleh Nada. Kalau dengan Nada, Grizelle lebih cepat selesai. Karena kalau Ia sendiri, pasti bermain air dulu di kamar mandi sehingga selesainya lama.
Grizele keluar dari kamar mandi dengan bathrobe yang membalut tubuh mungil dan bersihnya.
"Aku yang pilih baju,"
Ia mengacungkan jari telunjuknya dan berlari menuju almari.
"Hati-hati, jangan berlari,"
Nada dibuat takut melihat Grizelle berlari disaat Ia baru selesai mandi. Jejak air dari kakinya saja masih ada.
"Aku ingin pakai baju ini,"
Grizelle minta diambilkan oleh Nada karena letaknya sedikit tinggi dan Ia tak bisa mencapainya.
Usai berpakaian, Nada menyisir rambut anak itu setelah sebelumnya Ia beri vitamin dan dikeringkan dengan handuk.
"Sesekali aku mau kerrlingkan rrlambut (keringkan rambut) dengan hairrl drlyerl (hair dryer) ya, Nada,"
"Iya, tanya dulu pada Mumu boleh atau tidak,"
"Pasti boleh,"
"Belum tentu. Griz masih kecil lalu rambutnya juga sehat sekali. Kalau pakai itu bisa jadi membuat rambut Grizelle rusak,"
"Sudah, pakai itu sekarrlang (sekarang),"
Ia menunjuk botol parfum miliknya. Ia memejamkan mata dan menutup hidung takut kejadian sebelummya terulang.
"Padahal menjelang malam ya tapi Griz seperti mau pergi saja. Selalu begitu,"
"Iya, biarrl tidurrlnya (biar tidurnya) nyaman,"
Grizelle keluar dari kamarnya dan kaki kecilnya melangkah menuju ruang makan.
"Mu, aku laparrl (lapar) mau makan,"
"Ayo, Mumu tunggu Griz,"
Vanila mandi kilat tadi karena Ia tidai ingin anaknya sudah menunggu di meja makan.
"Pupu lama belum pulang. Padahal aku sudah laparrl (lapar),"
"Masih sore, Griz. Jadi Pupu belum pulang. Kita makan lebih dulu saja. Nanti kalau lapar lagi, kita ikut makan dengan Pupu. Iya 'kan?"
__ADS_1
"Badanku nanti seperrlti (seperti) sapi, Mu,"