
"Ya ampun, rupanya cucu-cucu Grandpa sudah datang,"
Mata Raihan berbinar melihat keempat cucunya sedang bergabung di meja makan bersama Rena dan Lovi.
"Hallo, Grandpa,"
Lagi-lagi mereka berempat kompak memeluk Raihan seperti apa yang dilakukan pada Rena tadi.
"Kalian sudah lama datangnya?"
"Lama sekali,"
"Tidak, Grandpa,"
Jawaban Auristella dan Adrian berbeda. Mereka saling pandangan dan memberikan tatapan sengit.
"Belum lama, Ian!"
"Menurutku lama,"
Auristella mendengus, jangan sampai Ia meladeni kakaknya itu. Kalau mereka bertengkar bisa merubah suasana yang ada.
"Grandpa, ayo kita lihat buaya dan ikan," Andrean mengeluarkan suara, mengajak kakeknya untuk melihat hewan yang Ia pelihara. Ia sudah tidak sabaran untuk menuntaskan rasa penasarannya terhadap buaya yang diceritakan Grizelle.
"Biarkan Grandpa istirahat dulu, Sayang," ujar Lovi dengan lembut meminta pengeetian pada keempatnya. Bukan hanya Andrean saja yang kelihatan tidak sabaran, tapi tiga yang lainnya juga seperti itu.
"Okay, Grandpa berganti pakaian dulu sebentar ya,"
"Tidak apa, Lovi," kata Raihan sebelum beranjak mengganti pakaiannya sebentar sebelum nanti bersama cucunya ke area belakang rumah yang luas dan menjadi tempat untuk memelihara tiga hewannya.
Setelah mengganti pakaian kerjanya, Ia kembali menghampiri semua cucunya yang sudah menunggu.
Mereka diajak Raihan melihat sedikit koleksi Raihan. "Ikannya tambah banyak ya, Grrlandpa?" tanya Grizelle yang merasa bahwa jumlah ikan ketika terakhir Ia datang ke sini tak sebanyak sekarang.
"Iya, Sayang. Griz tahu?"
"Kelihatan lebih banyak,"
"Ingat saja kamu,"
"Dimana buaya nya?"
Raihan menunjuk tempat tinggal buaya. Ia mengajak mereka untuk mendekat.
"Oh ada penjaganya,"
Adrian menyadari ada dua orang yang berada di sekitar tempat tinggal buaya dan ada pengaman juga di sekitar tempat tinggal buaya itu.
"Memang ada penjaga di sini. Ada pengurrlus (pengurus) nya juga. Grrlandpa tidak bisa mengurrlusnya (mengurusnya) karrlena (karena) sibuk,"
Rauhan terkekeh mendengar penjelasan Grizelle yang benar adanya.
"Grandpa, ditambah hewannya. Biar ramai,"
"Aduh, Sayang. Masalahnya Grandpa tidak bisa mengurusnya harus menandalkan orang lain. Khawatirnya tidak terurus dengan baik,"
__ADS_1
"Pasti dirawat dengan baik, Grandpa. Itu buktinya. Dia mau memberi makan ikan-ikan Grandpa,"
Auristell menunjuk seorang laki-lai yang tengah memberikan pakan ikan.
"Tapi Grandpa tetap takut tidak terurus. Kasihan kalau tidak terurus 'kan? lebih baik pelihra sedikit saja yang penting benar-benar diurus, diperhatikan tempat tinggal dan pakannya,"
"Oh iya, kita belum lihat She," seru Grizelle yang hampir melupakan teman barunya itu.
"She, siapa?"
"Kucing Grrlandpa yang sudah disekolahkan itu. Aku berrli (beri) nama She,"
"Ya ampun, lucu sekali namanya,"
"Lucu 'kan? aku yang berrli (beri) nama," ujar Grizelle dengan jumawanya ketika Auristella mengagumi nama pemberiannya untuk kucing milik Raihan.
Raihan membawa mereka meliht kucing. "Grrlandpa, tidak jadi memberrlikan (memberikan) She teman? dia hanya sendirrlian (sendirian),"
"Nanti-nanti ya, Sayang. Grandpa suka sekali dengan She. Dan belum ingin punya yang lain,"
"Kasihan She, Grandpa. Dia tidak punya teman sementara yang lain punya teman,"
Raihn menepuk lembut puncak kepala Auristella, "Ya, nanti Grandpa berikan teman. Tapi nanti,"
"Dia jadi dilepaskan ke dalam rumah?"
"Jadi, dia sudah pintar setelah disekolahkan oleh Grandpa. Tapi jarang dibawa masuk ke dalam rumah karena Grandma pasti kesal,"
"Ya biarkan saja dia di sini, Grandpa. Jangan dibawa ke dalam," ujar Andrean menatap kakeknya.
"Tapi terkadang Grandpa ingin membawanya bermain di dalam,"
Raihan terkekeh mendengar ucapan Adrian yang seperti paling tahu saja dengan suasana hati neneknya.
"Ada ikan yang boleh aku bawa ke rumah, Grandpa?"
"Auris memang bisa memeliharanya? kalau bisa, tentu boleh,"
"Hmm aku ragu, Grandpa,"
"Ya jangan, Auris. Kamu disuruh makan atau istirahat saja masih susah. Bagaiaana mau memelihara itu?"
Auristella merengut kesal. Tapi Ia tak membantah apa yang disampaikan oleh Adrian. Memelihra hewan akan menambah urusan di rumah.
"Nanti bisa minta tolong pada yang mengurusnya,"
"Jangan. Kamu harus bertanggung jawab karena kamu yang ingin memelihara,"
"Jangan peliharrla (pelihara) Aurrlis. Datang saja ke rrlumah Grrlandpa (rumah Grandpa) kalau mau melihatnya,"
"Itu paling benar," Raihan menjentikkan jarinya setuju dengan ucapan Grizelle.
"Aku saja begitu. Aku mau She tingggal di rrlumahku (rumahku) tapi Mumu tidak mengizinkan. Jadi disurrluh Grrlandpa (disuruh Grandpa) datang saja ke rrlumahnya (rumahnya) supaya bisa lihat She,"
"Aku mau mengeluarkan She dan mau menggendongnya, boleh Grandpa?" Auristell meminta persetujuan dari kakeknya dulu.
__ADS_1
Kali ini Aristella san Grizelle tengah mengagumi She sementara Andrean dan adik kembarnya sedang melihat ikan yang berenang sibuk sekali kesana kemari namun mereka yang melihatnya merasa tenang.
"Boleh, silahkan digendong," kata Rahan mengizinkan Auristella meraih She.
"Hati-hati. She berralt (berat)," Grizelle memperingati Auristella sebelum membawa She ke dalam rengkuhannya.
"Iya, lumayan berat ternyata," sahut Auristella membenarkan ketika Ia menimang hewan berbulu indah itu.
"Benar 'kan? aku saja sampai keberralatan (keberatan),"
"Tapi kamu kuat?"
"Kuat, tapi tidak bisa lama,"
Aueistella segera menyerahkan She pada Grizelle. "Aku saja keberatan. Wajar kalau kamu pun begitu, Icelle,"
"Dia kenapa gemuk, Grandpa?"
"Ini justru sudah pas berat badannya, Sayang. Sebelumnya melebihi. Karena kalian masih kecil saja jadi terasa berat. Kalau Grandpa yang membawanya tidak merasa berat,"
"Aku mau beri makan mereka, Ean,"
"Tadi sudah,"
Andrean mengingatkan adiknya bahwa ikan-ikan yang menghuni kolam di bawah jembatan yang mereka pijak sekarang ini sudah diberi pakan.
"Memang tidak boleh diberikan lagi?"
Andrean mengangkat bahunya tidak tahu. Ia mengisyaratkan adiknya untuk bertanya langsung saja pada kakek mereka.
"Grandpa, mereka tidak boleh diberi makan lagi ya?"
"Boleh tapi sedikit saja ya,"
"Okay, Grandpa,"
Adrian meminta pakannya pada laki-laki yang bertugas merawat tiga hewan yang dipelihara Raihan itu.
Kemudian Ia segera menebar pakan pada kumpulan ikan-ikan cantik itu.
"Mau juga?" Adrian menawarkan kakaknya dengan mendekatkan pakan ke arah sang kakak.
Tentu saja Andrean langsung memberi tatapan tajamnya dengan wajah datar seperti biasa pada sang adik.
"Maksudku, kamu mau memberi pakan untuk mereka juga tidak?"
Adrian berkilah padahal jelas-jelas tadi Ia memang menawarkan pakan ikan pada kakaknya itu. Jahilnya tak pernah hilang.
Andrean mengangguk dan menerima pakan dari adiknya. Ia menebar sedikit juga.
"Ayo, kita bawa She masuk,"
Auristella mengajak Grizelle untuk membawa She ke dalam rumah. Mereka berdua akan bermain dengan She.
Raihan mendekati kedua cucu laki-lakinya dan membiarkan kedua cucu perempuannya membawa She.
__ADS_1
"Ayo, masuk,"
Andrean dan Adrian mengangguk kemudian berjalan di kedua sisi kakeknya. Mereka berdua dirangkul oleh Raihan.