Nillaku

Nillaku
Nillaku 260 Kebersamaan Grizelle dengan teman sekolah


__ADS_3

Hari ini Grizelle belajar mengenai ilmu kesehatan. Materinya adalah pengobatan yang tepat untuk luka kecil seperti contoh luka setelah jatuh dari sepeda atau tangga yang menyebabkan kulit terluka sehingga mengeluarkan darah.


Usai mendengarkan penjelasan pengajarnya, Grizelle dan seluruh temannya diminta untuk mengikuti.


Grizelle awalnya tertawa kecil ketika diberikan boneka yang bisa menangis kemudian di bagian kakinya terdapat luka yang tentu saja bukan luka yang benar. Boneka itu hanya sebagai media.


"Boneka nya belebihan ini. Masa luka kecil saja menangis," gumamnya sembari serius mengobati.


Ia mengikuti semua instruksi dan juga mengingat-ingat bagaimana langkah yang tadi di praktikan oleh gurunya.


"Sebelum diplesterrl (plester) itu diberrlikan cairrlan (diberikan cairan) antiseptik dulu," Grizelle mengingatkan teman di sebelahnya yang hanya membersihkan dengan kasa tanpa cairan pembersih.


"Dia kan cerrlitanya (ceritanya) habis jatuh darrli (dari) sepeda, jadi harrlus (harus) diberrlisihkan (dibersihkan),"


"Kalau boneka ku ini jatuhnya dari jendela, Griz," sahut temannya namun Ia tetap melakukan apa yang Grizelle ucapakan sebelumnya yaitu dibersihkan dengan cairan antiseptik terlebih dahulu.


"Tahu darrlimana (darimana) dia jatuh darrli (dari) jendela? lagipula, kalau jatuh darrli (dari) jendela, bukan luka kecil lagi tapi sudah pasti luka besarrl (besar),"


"Tanya saja pada bonekaku,"


"Tidak ah. Dia tidak bisa bicarrla (bicara)," Grizelle menggeleng menolak. Boneka temannya sama dengan boneka miliknya yang tak bisa bicara. Hanya bisa mengeluarkan suara tangis saja dan juga di design supaya memiliki luka di bagian kakinya.


"Sudah, Grizelle?"


"Sudah, Ms,"


"Coba Ms mau lihat dari awal,"


Grizelle mengulangi langkahnya dari awal ketika diminta seperti itu. Setelah selesai dan dipastikan tepat, Grizelle mendapat tepuk tangan dan pujian dari pengajarnya.


"Griz hebat ya,"


"Aku juga hebat, Ms. Aku sudah selesai,"


"Rhino, Ms Mau lihat langkahnya dari pertama ya,"


Rhino, teman Grizelle bicara tadi mengangguk saat mendengar ucapan gurunya. Sama hal dengan Grizelle, Rhino pun mengulangi langkah dari awal supaya gurunya bisa menilai apakah sudah paham dan bisa atau belum.

__ADS_1


"Rrlino (Rhino) juga hebat itu," Grizelle memberikan pujian. Setiap temannya yang bisa, Grizelle akan memberi tepuk tangan riang dan memuji hebat.


"Semuanya hebat. Jadi kalau kalian memiliki luka kecil bisa mengobati diri sendiri tanpa meminta bantuan pada orangtua,"


*****


Vanilla melakukan peregangan otot setelah anak dan suaminya pergi beraktivitas. Sampai pukul sepuluh, Ia yang sebelumnya nyaman di balkon kamar, memilih untuk masuk ke dalam kamar untuk beristirahat sebentar.


Biarpun hamil, Ia tetap melakukan peregangan otot yang ringan. Ia terbiasa bergerak. Kalau tiba-tiba hanya diam tanpa ada kegiatan apapun, tubuhnya pasti akan bereaksi lebih.


"Hah, begini rasanya jadi Ibu yang sesungguhnya. Tanpa bekerja, hanya di rumah menunggu anak dan suami pulang," gumamnya menyikapi dirinya kini yang seratus persen menjadi seorang ibu yang waktunya penuh untuk keluarga tanpa ada kegiatan lain yang menyibukkan dirinya.


Usai dirasa cukup beristirahat, Vanilla beranjak mandi. Ia tidak nyaman bila tubuhnya berkeringat.


Seperti biasa, Vanilla bisa menghabiskan waktu lama kalau sedang mandi. Banyak hal yang Ia lakukan termasuk berendam dengan lilin aromatheraphy dan sabun beraroma lavender sebagai temannya berendam.


Ada nilai plus dia hanya diam di rumah tanpa bekerja. Ia jadi memiliki waktu yang banyak untuk memanjakan diri sendiri di sela waktunya bersama keluarga.


Biasanya Vanilla berendam hanya beberapa hari sekali dan itupun tak se-lama sekarang. Karena diburu pekerjaan, belum lagi bila Grizelle yang tak mau jauh darinya bila Ia sudah pulang kerja. Sehingga Ia benar-benar menghemat waktu di kamar mandi sekalipun tetap saja lama.


Vanilla memejam sebentar seraya menghidu aroma sabun yang busanya kini membalut seluruh tubuhnya dan juga menghidu aroma lilin yang juga lavender.


Empat puluh menit Ia berendam, Ia keluar dari bathup untuk melanjutkan mandinya.


****


"Aku punya banana cake. Kamu mau?"


Grizelle menawari teman-temannya untuk mencoba cake buatan Mumunya semalam. Ia sangat menyukainya dan yang Ia bawa hari ini ke sekolah adalah tiga potongan terakhir.


"Lezat, Griz?"


"Tentu, karrlena (karena) buatan Mumu ku. Ayo dicoba. Jadi tahu rrlasanya (rasanya),"


Grizelle terbilang memaksa secara halus teman-teman di dekatnya yang kini juga tengah menyantap bekal lunch mereka.


"Aku mau sedikit,"

__ADS_1


Grizelle mengangguk, mempersilahksn temannya mengambil sendiri. "Kenapa hanya sedikit? itu kurrlang (kurang),"


"Sudah cukup, Griz,"


"Itu kurang, Lau," ujarnya pada Laureen yang baru saja mencicipi cake buatan Mumunya.


Laureen menggeleng merasa sudah cukup. Grizelle menawari Rhino, dan yang lainnya namun mereka tidak mau dan mengaku sudah kenyang hanya dengan menyantap makanan yang dibawakan orangtua mereka.


"Mumu kamu masih sempat juga memasak ya. Padahal 'kan bekerja dan sibuk sekali," ujar Rhino. Hampir semua tahu bahwa Mumu Grizelle adalah seorang perempuan yang terjun ke dunia entertainment dan tentunya memiliki segudang kesibukan sebagai seorang model.


"Mumu sudah tidak jadi model lagi sekarrlang (sekarang). Tidak tahu kalau nanti adik sudah lahirrl (lahir),"


"Ah jangan berhenti. Sayang sekali padahal Ibuku begitu mengidolakan Mumu kamu, Griz,"


"Jangan bicara begitu,"


"Memang benar, Griz. Ibuku suka dengan kecantikan, fashion Mumu kamu, sikapnya yang baik dan lain-lain,"


"Terrlimakasih (terimakasih) atas pujiannya nanti aku sampaikan pada Mumu ya," ucap anak itu yang sebenarnya tak nyaman menerima sanjungan. Memang sebesar itu pengaruh Vanilla sampai ibu temannya saja mengidolakan dirinya.


"Coba Mumu kamu jangan jadi model saja, Grizelle. Tapi jadi penyanyi juga. Pasti suaranya bagus. Iya 'kan?"


Grizelle tersenyum mendengarnya. Hanya dengan menjadi peraga saja Vanilla sudah sibuk apalagi kalau menjadi penyanyi yang otomatis bidang kenampuannya akan bertambah dan kesibukannya tentu bertambah juga. Sementara Grizelle belum siap dan sampai kapanpun sebenarnya tak akan siap bila Ibunya gila bekerja lagi.


"Sampai kapan Mumu kamu berhenti?"


"Aku tidak tahu,"


Grizelle memang belum tahu tentang rencana Vanilla ke depannya. Yang Ia tahu Ibunya libur entah sementara atau tidak yang jelas begitu dengar kabar tersebut, Ia berseru senang.


"Jangan jadi penyanyi. Nanti aku jadi jauh darrli (dari) Mumu karrlena (karena) Mumu sibuk,"


"Hmm tapi sebenarrlnya (sebenarnya) Mumuku itu seorang penyanyi," Grizelle meralat ucapannya. Grizelle terkikik menyadari raut temannya yang penuh penasaran.


"Penyanyi?"


"Iya, Mumu suka berrlnyanyi (bernyanyi) di kamarrl mandi (kamar mandi) dan di dapurrl (dapur),"

__ADS_1


----


Penyanyi di rmh sendiri gatuh😂😂Icelle aya-aya wae dia. Bisa lawak jg walopun gareeng wkwk


__ADS_2