Nillaku

Nillaku
Nillaku 251 Kecemasan Karina


__ADS_3

"Terrlus (terus) kalau Kakek, tetap sayang aku juga tidak ya?"


Karina tersenyum, memang sudah menduga akan mendapat pertanyaan seperti itu dari Grizelle. Cucu dalam pelukannya ini memang butuh ungkapan langsung bahwa Ia akan tetap disayang oleh siapapun meskipun nanti memiliki adik.


"Tentu, Griz. Kakek tetap menyayangi kamu sampai kapanpun,"


Grizelle terkekeh geli saat Karina menggelitiki perutnya. "Nay-Nay jangan. Perrlutku (perutku) geli,"


"Bialin (biarin)," Karina sengaja menggoda Grizelle.


"Aku sudah bisa sedikit. Aku diajarrli (diajari) Grlandpa (Grandpa),"


"Semoga nanti sebelum ulang tahun sudah bisa ya,"


"Iya, aku juga malu."


Grizelle cemberut, disaat teman-temannya bisa mengucap kata-kata yang mengandung huruf R, Ia malah belum bisa. Ia merasa tidak percaya diri.


"Hei, kenapa malu? seluruh manusia itu berproses, Griz. Dulu, Griz belum bisa jalan, sekarang bahkan bisa berlari, melompat-lompat sesuka hati,"


"Iya, tapi kenapa lama sekali aku bisanya? aku 'kan sudah besarrl (besar),"


"Memang mau besar? tidak mau jadi anak kecil saja?"


"Maunya jadi anak kecil trrlus (terus),"


Karina terkekeh gemas. Ia memeluk Grizelle dengan erat, menjadikan anak itu sebagai boneka. Memang benar-benar menghadirkan kenyamann dan ketenangan kalau memeluk Grizelle.


"Huwaaa aku sesak, Nay-Nay," Ia merengek dalam pelukan neneknya.


Karina tertawa dan segera melepasnya. Tapi anak itu malah memasang ekspresi jahil usai dilepaskan.


"Tapi bohong, aku tidak sesak,"


Grizelle berguling ke ujung ranjang. "Awas, nanti jatuh," Karina mengingatkan Grizelle.


"Masa berjauhan dengan Nay-Nay?"


Grizelle segera mendekat lagi pada Karina lalu kini Ia lah yang memeluk neneknya itu.


"Nay-Nay, aku mau berrlenang (berenang) lagi,"


"Sudah mandi, lagipula tadi Mumu berpesan padamu untuk istirahat. Jangan terlalu banyak berenang,"


"Huh, jangan-jangan sekarralang (sekarang) semua temanku masih berrlenang,"


"Tidak, Nay-Nay yakin mereka juga sudah istirahat,"


"Kita tidur ya. Nanti malam ada acara barbeque bersama. Ada pesta kembang api juga nanti,"


"Benarrl (benar)?"


"Iya, memang agendanya seperti itu,"

__ADS_1


Grizelle langsung memejam agar waktu menuju malam tidak terasa. Ia senang melihat langit yang menjadi berwarna ketika kembang api di lepaskan.


****


Malam ini Jhico mengundang temannya yang mengerti tentang design interior untuk menilai kamarnya dan kedua anaknya.


"Menurutmu apa yang kurang?" Jhico meminta pendapat pada Romy.


"Aku belum merasa puas melihat hasil kerjaku, Rom,"


Jhico membuka pintu kamar calon bayinya. "Padahal ini sudah bagus," ujar Romy pada Jhico yang langsung mendapat gelengan dari Jhico.


"Ini simple untuk anak yang baru lahir,"


"Sebenarnya, setelah lahir nanti dia akan tidur bersamaku dan Vanilla. Kamar ini untuk, ya---tempat bermainnya nanti lah,"


"Bukankah masih lama, Co?"


Jhico terkekeh membenarkan. Memang masih lama, bahkan anaknya saja belum lahir. Tapi Ia memang ingin kamar anaknya diperindah sekarang.


"Apa perlengkapan yang masih kurang? atau yang perlu diganti supaya nanti menyesuaikan konsep design nya,"


"Aku pun bingung designnya akan seperti apa. Dia laki-laki atau perempuan?"


Jhico tersenyum meringis. Ia menggaruk lehernya yang tak gatal. "Aku belum tahu juga,"


"Ya ampun," Romy menggeleng. Jhico terlalu semangat sepertinya. Jenis kelamin saja belum diketahui, tapi dia sudah mau membuat design kamar anaknya.


"Aku ingin konsep kamar ini nantinya seperti di luar angkasa, Rom. Kalau dia berjenis kelamin laki-laki. Tapi kalau dia perempuan, mungkin tidak jauh-jauh dari princess atau barbie, seperti kakaknya,"


"Kamar utama di rumah ini hanya tiga. Aku tidak mau menggunakan kamar yang bukan utama untuk anak keduaku,"


"Ya maka beli rumah lagi lah yang lebih besar, kamar utama nya banyak. Supaya kalau punya anak banyak, tidak pusing memikirkan masalah kamar,"


Jhico terbahak, Romy ini memang menyenangkan. Ketika Ia mengirimi Romy pesan dan mengatakan perlu bantuan, Romy langsung siap. Romy sudah sering menjadi penolongnya dikala Ia butuh seorang design interior.


"Aku hubungi kamu lagi setelah tahu jenis kelaminnya nanti," putus Jhico terpaksa mengurung keinginannya yang begitu tak sabaran melihat kamar calon anaknya. Agar lebih maksimal memang sebaiknya menunggu jenis kelamin anaknya saja dulu.


"Okay, lalu sekarang untuk kamarmu dan Grizelle, bagaimana?"


"Akan aku tanya pada Vanilla dulu. Apa menurutnya nanti sekalian saja, atau bagaimana,"


"Okay, siap, Dokter," ujar romy seraya meletakkan tangan kanannya di pelipis, posisi hormat. Jhico berdecak tak mau diperlakukan begitu.


"Ayolah, kita dinner dulu,"


"Aku sudah kenyang diberi cake tadi oleh Vanilla,"


"Hah, tidak ada alasan. Dinner dulu denganku dan Vanilla. Ayo,"


Jhico memaksa Romy untuk makan malam bersamanya dan Vanilla, sebelum Romy pulang.


*****

__ADS_1


"Griz, ayo keluar. Kenapa masih di dalam?"


Tok


Tok


Daviska dan Grace mengetuk pintu kamar Grizelle dan Karina. Yang lainnya sudah di luar bersiap untuk barbeque sementara Grizelle belum terlihat. Maka dari itu mereka berdua memanggil Grizelle.


Karina membuka pintu demgan wajah khas bangun tidurnya. "Griz dimana, Nay-Nay?" tanya Daviska seraya mencuri pandang ke dalam kamar. Ia melihat Grizelle yang terlelap di ranjang.


"Griz dan Nay-Nay ketiduran. Itu, Griz masih tidur. Nay-Nay banguni dulu ya,"


"Okay, Nay-Nay,"


Mereka beranjak pergi. Sementara Karina lekas membangunkan cucunya yang sedang pulas.


"Kasihan juga kalau dibanguni," gumam Karina ragu apakah Ia akan melanjutkan niatnya atau tidak.


Ia menaiki ranjang dan menimbulkan gerakan hingga Grizelle perlahan membuka matanya.


"Oh bangun? tadinya Nay-Nay mau biarkan saja Griz tidur,"


Karina yakin Grizelle lelah bermain dari begitu tiba sampai malam ini. Tapi rupanya sedikit saja gerakan Ia timbulkan, Grizelle bangun.


"Sudah malam, Nay-Nay?"


"Sudah, Daviska dan Grace tadi ke sini memanggilmu,"


"Kita balbeque ya?"


Grizelle bangun dengan cepat. "Iya, pelan-pelan saja. Belum mulai juga sepertinya,"


Rambut Grizelle dirapihkan dulu oleh Karina kemudian mereka berdua keluar dari tempat mereka beristirahat menuju area yang akan dijadikan tempat barbeque dan pesta kembang api.


"Griz, akhirnya kamu datang. Lama sekali sih. kamu tidur ya? kelelahan?"


Grizelle tersenyum mengangguk begitu Daviska menyambutnya dengan pertanyaan.


"Untuk anak-anak dimohon menempati area yang sudah disiapkan ya. Jangan terlalu dekat dengan api,"


Karina segera mengamankan cucunya yang juga langsung mengajak teman-teman dekatnya.


"Di sini saja, jangan kemana-mana,"


Grizelle mengangguk patuh saat neneknya memberi titah. "Orang dewasa yang mengerjakan semuanya. Anak kecil hanya tinggal menikmati," ujar Karina seraya menunjuk chef yang sudah siap untuk bekerja.


"Main kembang api nya bagaimana? nanti aku mau pegang kembang api ya, Nay-Nay,"


"Griz tidak usah ya? Nay-Nay takut,"


"Kenapa Nay-Nay yang takut? aku yang main kembang api nya,"


------

__ADS_1


Griz cerewet bgt ya😭 gemes sm comelnya dia wkwk. Kalian baca part ini jam brp guys? komen ya.


__ADS_2