Nillaku

Nillaku
Nillaku 289 Persiapan untuk berlibur


__ADS_3

"Mumu, aku boleh pinjam ponsel Mumu?"


"Untuk apa?"


"Panggilan video dengan Aurrlis,"


Vanilla mengangguk mengizinkan putrinya yang baru tiba dari tempat bermain bersama ayahnya dan langsung ingin menggunakan ponselnya.


Begitu tersambung pada Auristella, Grizelle langsung mendapat ucapan selamat ulang tahun dari Auristella.


"Icelle, selamat ulang tahun ya. Hadiahnya menyusul saja. Nanti akan aku ajak kamu bermain,"


"Dimana?"


"Di tempat biasa kita berrlmain (bermain),"


"Maaf Aurrlis, tapi aku sudah punya tempat berrlmain dari Grrlandpa,"


Auristella diam beberapa detik. "Maksudmu bagaimana, Icelle? jadi kamu tidak mau aku ajak bermain?"


"Bukan tidak mau. Tapi kita berrlmainnya di tempat berrlmain (bermain) yang diberrlikan (diberikan) Grrlandpa saja," 


"Grandpa memberikan tempat bermain maksudmu?"


"Iya, sebagai hadiah ulang tahun,"


"Huh! kenapa aku tidak diberikan juga?"


"Tapi itu buat kita berrlsma, Aurrlis. Kita 'kan sama-sama cucunya Grrlandpa," ucap Grizelle membujuk Auristella yang sepertinya langsung cemburu mendengar Ia diberikan tempat bermain oleh kakeknya.


"Tenang saja, itu untuk kita berrlsama (bersama)," Lagi-lagi Ia menenangkan.


"Lalu bagaimana tempat bermainnya? apa banyak mainan di sana"


"Woah banyak sekali. Tempatnya luas. Tadi aku lihat dengan Pupu. Oh iya, besok sudah dibuka secara rrlesmi (resmi). Kamu cepat datang. Biarrl (biar) kita main berrlsama (bersama),"


"Iya lah, nanti aku langsung ke sana kalau sudah pulang,"


"Okay, denganku ya,"


"Iya, itu 'kan punyamu,"


"Tidak! itu bukan punyaku. Itu punya berrlsama (bersama) karrlena (karena) dipakainya juga berrlsama (bersama),"


"Baiklah, sekali lagi selamat ulang tahun dariku yang baru selesai berlibur," pada akhirnya Auristella pun ingin menunjukkan kebahagiaannya pada Grizelle, sama hal dengan Grizelle yang menunjukkan kebahagiaan baru mendapatkan tempat bermain dari kakeknya.


"Iya, aku juga mau berrliburl (berlibur),"


Tak ingin kalah, Grizelle mengatakan rencana berliburnya bersama kedua orangtua pada kakak sepupunya.


"Huaaa selamat berlibur! baik-baik saat liburan ya. Jangan nakal!"

__ADS_1


"Siap, aku tidak akan nakal. Maaf ya, kali ini gantian aku yang berlriburl (berlibur),"


"Iya lah yang mau pamer,"


Tawa Grizelle pecah mendengar cibiran dari mulut Auristella. Mereka memang kerap seperti itu. Saling menunjukkan kebahagiaan yang sedang dirasakan.


"Bye, Aurrlis. Aku mau bantu Mumu packing,"


"Iya, bye,"


"Titip salam rindu untuk Ean dan Ian ya,"


"Ah untuk Ian tidak usah. Untuk apa rindu dengan dia?"


"Dia juga kakak sepupuku. Sama denganmu dan Ean,"


Auristella mendengus. Masih mau juga Grizelle mengakui kakaknya itu. Padahal dia menyebalkan sekali. Ia yang lahir dari rahim yang sama, terkadang jengkel sekali pada Adrian sampai tak ingin mengakui kakaknya itu.


Grizelle mengembalikan ponsel Mumunya. Kemudian Ia mengajak Vanilla untuk mengemasi barang mereka yang akan dibawa berlibur.


"Mu, aku bantu packing ya,"


"Griz mau bantu Mumu?"


"Iya, aku harrlus (harus) bantu,"


"Tidak harus. Griz bisa istirahat dan Mumu packing,"


"Lebih baik istirahat dengan Pupu nanti setelah Pupu mandi,"


Grizelle menggeleng sebagai penolakan. Ia belum mengantuk, dan inginnya membantu Vanilla bukan istirahat.


Vanilla mengeluarkan koper kecil milik putrinya yang berwarna merah muda dan juga koper untuk pakaiannya dengan Jhico.


Vanilla mengambil pakaian dari dalam almari. Semuanya sudah rapih hanya tinggal dimasukkan ke dalam koper. Usai mengemasi pakaiannya dan Jhico, Ia beralih ke kamar anaknya untuk mengambil pakaian Grizelle.


"Kita bawa baju yang santai-santai saja. Karena hanya berlibur,"


"Iya, Mu. Bukan datang ke pesta,"


Grizelle mengikuti Mumunya ke kamar dirinya lalu setelah mengambil pakaian milik Grizelle, anak itu mengikuti Mumunya lagi keluar dari kamarnya yang bernuansa merah muda itu.


"Kita tidak bawa baju yang kembarrl (kembar)?"


"Griz mau bawa?"


"Iya, biarrl (biar) kompak,"


"Sudah sering memakai baju sama,"


"Iya, tidak apa, Mu. Aku suka memakai baju yang sama dengan Mumu dan Pupu,"

__ADS_1


"Okay,"


Vanilla mengambil baju berwarna putih dan abu milik Grizelle yang sama dengan miliknya dan Jhico juga.


Ia kembali ke walk in closetnya untuk mengambil baju putih serta abu punya dirinya dan Jhico. Mereka bertiga akan mengenakan itu saat liburan nanti.


Setelah dirasa cukup menyiapkan pakaian, Vanilla tinggal menyiapkan perlengkapan lagi seperti untuk mandi dan persiapan untuk makanan juga.


Vanilla membawa produk perawatan wajahnya dan Jhico dalam pouch khusus travel kemudian Ia masukkan ke dalam koper juga.


Vanilla membawakan sereal juga untuk Grizelle yang barangkali saat pagi hari dalam acara liburan mereka menginginkan sereal sebagai sarapan. Dan terkadang Grizelle inginnya pagi-pagi sekali kalau Ia sudah bangun. Ia takut belum ada yang belum menyediakan sereal, maka Ia bawa sendiri. Sehingga tak perlu keluar penginapan, Grizelle sudah bisa menyantap sarapannya.


Selain sereal Ia juga membawa makanan ringan yang menjadi andalannya bila sedang berlibur dan merasa lapar lalu malas keluar dari kamar.


Jhico selesai mandi langsung mengajukan dirinya untuk membantu, namun Vanilla melarang dan mengatakan Jhico bisa mengacaukan semuanya. Sontak saja Jhico mendengus kesal.


"Aku ini pintar mengurus hal-hal seperti itu, Nilla. Aku sudah mandiri sejak awal perkuliahan, tinggal sendiri di apartemen,"


"Iya, aku tahu. Tapi ini biar aku saja yang mengemas. Lebih baik kamu istirahat,"


"Kamu yang sedang hamil saja belum istirahat. Lalu kamu menyuruh aku untuk istirahat,"


"Iya, aku tidak apa belum istirahat. Setelah ini aku langsung isturahat juga. Tenang saja,"


"Griz, ayo tidur," Jhico mengajak anaknya yang sedari tadi menjadi pengamat Vanilla karena ia ingin membantupun dilarang oleh Vanilla. Grizelle sempat kesal juga, tapi Ia tak ingin memaksa. Mungkin Mumunya memang tidak ingin Ia bantu karena khawatir Ia akan mengganggu.


"Ayo, Griz tidur dengan Pupu," Vanilla menyuruh anaknya untuk segera beristirahat.


"Boleh tidurrl (tidur) di kamarrl (kamar) Mumu dan Pupu?"


"Tentu saja. Tidurlah,"


Grizelle mengajak ayahnya agar berbaring. Ia juga meminta di rengkuh oleh ayahnya itu. Aroma Jhico dan pelukan hangatnya selalu berhasil menghadirkan ketenangan untuk Grizelle. Hingga tak butuh waktu lama Grizelle sudah terlelap.


Sedikit lagi Vanilla selesai mengemasi makanan ringan. Dan Ia mendengar dengkuran halus putrinya. Ia tersenyum mengetahui Grizelle sudah terlelap. "Cepat sekali," gumamnya bingung. Tadi Grizelle kelihatan belum mengantuk. Ia bahkan serius memperhatikan dirinya yang sedang sibuk. Tapi baru dipeluk sebentar oleh Jhico, Ia sudah terlelap dengan pulas sekali.


Sementara Jhico belum sepenuhnya tidur. Ia sempat membuka mata sebentar karena merasa napas anaknya sudah mulai teratur.


"Nilla, aku tunggu kamu ya,"


"Kenapa menunggu aku?"


"Aku tunggu kamu sampai selesai barulah aku tidur,"


Vanilla berdecak karena suaminya yang keras kepala. Sudah Ia katakan agar istirahat lebih dulu, tapi malah menunggu.


Jhico bangkit dari berbaringnya. Ia melepas dengan perlahan pelukan malaikat kecilnya. Ia mendekat pada pada sang istri lalu bergegas membantu Vanilla.


"Tidak mungkin aku tidur sementara kamu masih bergelut dengan ini,"


"Padahal ini tidak seberapa, Jhi,"

__ADS_1


"Ya, tapi aku ingin membantumu, Nillaku,"


__ADS_2