
"Opa sudah katakan pada Kakek Thanatan kalau aku ikut? apa Icelle juga akan ikut? kalau hanya aku sendiri di sana, lebih baik aku tidak jadi ikut saja,"
Evelyn berpikir mungkin saat kakeknya melakukan pertemuan dengan rekan-rekan kerjanya nanti tidak ada anak kecil yang ikut. Untuk apa Opa mengajaknya?
"Op sudah bilang kalau kamu ikut. Dan Kakek Thanatan juga akan mengajak Grizelle,"
"Hah? yang benar, Opa?"
Thomas mengangguk cepat. Evelyn akhirnya bisa tersenyum senang. Ia akan memiliki teman bermain nanti.
"Aku ingin cepat-cepat sampai di sana,"
"Tadi mau pulang lagi," Thomas menyindir cucunya yang tadi mengira Grizelle tidak ikut dan memilih untuk tidak jadi menemani kakeknya.
Evelyn tertawa menggeleng. "Tidak jadi, Opa. Aku malah tidak sabar untuk sampai di sana,"
"Kalau tiba-tiba Grizelle berhalangan hadir bagaimana, Sayang?"
"Opa, kenapa bicara begitu?" Ia merengek kesal. Ia sangat berharap Grizelle datang. Banyak hal yang ingin Ia lakukan atau tanyakan pada Grizelle salah satunya apakah Grizelle senang dengan boneka yang ia berikan melalui Thanatan.
******
"Cepat pulangnya,"
Keyfa disambut oleh sang Ibu, Vivy ketika memasuki rumahnya usai dari rumah Grizelle yang ternyata punya rencana pergi dengan kakeknya.
"Iya, Ibu. Grizelle pergi dengan kakeknya. Jadi aku dan Grizelle tidak jadi bermain. Tapi besok diminta datang lagi,"
Vivy mengangguk, Ia menyurih anaknya untuk mengganti pakaian dan istirahat. Seharusnya Keyfa memang istirahat usai control kesehatannya tapi anaknya itu malah ingin singgah dulu di rumah Grizelle.
"Grizelle hanya pergi dengan Kakeknya saja? atau dengan orangtuanya juga?" tanya Vivy pada anaknya yang sudah selesai mengganti pakaian. Kini anak itu berbaring di tempat tidurnya.
"Hanya dengan Kakeknya setahuku,"
"Oh, berarti Kakak manis ada di rumah?"
"Ada, Kakak dokter bekerja. Saat aku tiba di sana, Grizelle belum pulang sekolah. Setelah aku menunggu beberapa lama barulah Grize datang tapi ternyata dia akan pergi dengan kakeknya,"
"Kakek yang mana? dari ayah atau ibunya?"
Keyfa menggeleng tidak tahu. Mungkin Ia pernah thu sebab ia mengenal Grizelle sudah cukup lama tapi Ia lupa sosok kakek Grizelle tadi dari Pupu atau Mumunya.
"Memang kalau besok Grizelle ada di rumah? besok akhir pekan,"
"Tadi Kakak manis yang mengatakan kalau aku bisa datang besok supaya bisa bermain dengan Grizelle. Berarti tidak kemanapun, Ibu,"
__ADS_1
Vivy kembali mengangguk. Ia kemudian meninggalkan anaknya beristirahat di dalam kamarnya sendiri.
*****
Grizelle tiba di hotel dan langsung menanyakan keberadaan Evelyn pada Kakeknya.
"Evelyn benarrl (benar) ikut ya, Kakek? sekarrlang (sekarang) Evelyn dimana?"
Ballroom mulai ramai namun acara belum dimulai. Thanatn mengedarkan pandang mencari sosok Thomas. Begitu melihatnya, Ia langsung membawa Grizele menghampiri Thomas.
Thomas tengah berbincang dengan beberapa rekannya
yang lain.
Menyadari kehadiran Thanatan dengan seorang cucunya membuat Thomas langsung berdiri menyambut begitipun yang lain. Evelyn langsung mendekatinya. Menggenggam tangan Grizelle dan melompat beberapa kali. "Kamu jadi datang ternyata. Aku pikir tidak datang,"
"Bermainlah kalian. Di arena bermain atau di kamar?"
"Area bermainnya dimana, Opa?" Evelyn minta diberi tahu oleh Thomas yang langsung mengutus salah seorang penjaganya mengantar kedua anak itu bermain.
"Jaga mereka. Jangan sampai lengah," pesan Thomas yang diangguki patuh oleh orang tersebut.
Dalam hati Thanatan bicara, "Seandainya tadi aku mengajak pengasuh Grizelle ikut,"
Grizelle antusias sekali bermain di sana. Bermain mobil, bola, sampai menaiki sebuah rumah di atas pohon yang tentu tidak asli. Meskipun awalnya ragu dan takut, tapi akhirnya Grizelle berhasil naik ke rumah pohon yang berada di atas. Evelyn mengikuti apa yang dilakukan Grizell. Ia datang menghampiri Grizelle.
"Icelle, kamu senang aku beri boneka?"
"Astaga, aku lupa belum mengatakannya padamu. Terrlimakasih ya untuk bonekanya. Aku suka sekali dan Kakek yang membawanya ke rrlumahku (rumahku),"
"Aku ikut senang juga kalau kamu senang,"
"Kamu letakkan dimana bonekanya?"
"Aku simpan dengan baik. Sayang sekali bila aku memakainya sekarang,"
"Griz, kamu hari ini cantik sekali. Keliatan perempuan,"
"Ya ampun, Eve, aku memang perrlempuan (perempuan),"
"Iya juga. Tapi kamu memang selalu cantik sebenarnya. Hanya saja kali ini style kamu perempuan sekali,"
Grizelle menunjuk Evelyn yang juga mengenakan skirt. Mereka sama-sama mengenakan itu padahal tidak ada kesepakatan.
"Kamu juga cantik. Perrlempuan (perempuan) sekali,"
__ADS_1
*******
Melihat driver yang tadi pagi mengantar Thanatan ke kantornya kini nampak sudah pulang.
"Pulang sekarang? tidak menunggu samiku dulu? dia pulang malam 'kan?"
"Maaf, Nyonya. Tuan meminta saya untuk pergi saja. Saat ini Tuan di ballroom hotel karena ada acara pertemuan. Tidak hanya sendiri, Tuan mengajak Grizelle,"
Sontak jawaban lelaki yang merupakan driver pribadi untuk suaminya itu ternyata sudah pulang.
Karina tadinya ingin menyambut kedatangan seseorang sebab Ia mengira bahwa itu Thanatan tapi ternyata bukan. Thanatan malah sedang pergi dengan cucu mereka.
Karina tidak tahu kalau hari ini suaminya memiliki agenda di ballroom hotel. Ia baru ingat kalau selama ini memang hampir tidak pernah Ia mengetahui apa-apa saja agenda suaminya. Ia melupakan fakta itu!
"Hallo, Pa. Kamu mengajak Grizelle ikut bersamamu. Ada acara apa memangnya?"
Thanatan yang sedang berbincang meradakan ponsel dalam sakunya bergetar maka langsung ia jawab setelah mendapat panggilan dari Karina.
"Hallo, iya, aku pergi ke ballroom ada acara. Aku mengajak Grizelle,"
"Untuk apa kamu mengajak cucu kita 'hah? dia bisa mati kutu tidak ada teman di sana sementara yang lainnya sibuk bekerja,"
"Tidak akan. Ada Evelyn juga maka aku mengajak Grizelle untuk ikut bersamaku. Thomas dan Evelyn juga sudah tahu bahwa Grizelle akan ikut bersamaku,"
"Acara kamu sudah selesai?"
"Belum mulai,"
"Lalu dimana Grizelle?"
"Bermain,"
"Apa kamu mengajak Nada juga?"
Suaminya memiliki agendanya sendiri lalu cucu mereka bermain. Bagaimana memastikan Grizelle aman?
"Aku lupa sekali dengan hal itu. tapi beruntungnya ada yang bersedia mengawasi mereka,"
"Kamu bisa pastikan Grizelle aman 'kan, Pa?"
Thanatan berdecak pelan. Kemudian menjawab keraguan istrinya, "Yang diutus Thomas tadi adalah orang yang dipercaya Thomas. Aku juga sudah minta tolong anak buahku untuk mengawasi Grizelle. Kamu tenang saja. Grizelle akan aman sekalipun aku bekerja,"
Karina menghela napas lega. "Syukurlah kalau begitu. Selamat bekerja dan hati-hati. Oh iya, jangan galak dengan cucu,"
Thanatan berdecak kemudian mematikan panggilannya. Karina terbahak di seberang sana. Thanatan sepertinya kesal ketika Ia meminta agar tidak galak dengan cucu mereka. Ia hanya ingin mengantisipasi sikap suaminya, tidak ingin membuat Grizelle sedih dengan sikap layaknya bukan seorang Kakek yang ditujukan Thanatan pada Grizelle.
__ADS_1