Nillaku

Nillaku
Nillaku 272 Menghadiri pesta ulang tahun bersama Nay-Nay dan Kakek


__ADS_3

Grizelle menyambut Karina yang memasuki rumah dengan penampilan cantik dan sesuai dengan acara mereka saat ini yaitu pesta ulang tahun.


"Nay-Nay cantik sekali,"


"Kamu pun begitu, Sayang,"


Tak lama melihat Karina, hadir Thanatan yang membuat Grizelle mengerinyit.


"Kakek ikut juga ya? bukankah aku hanya perrlgi (pergi)dengan Nay-Nay?"


"Setelah dari pesta Evelyn, Kakek ada undangan lagi, Griz," jelas Karina yang membuat cucunya mengangguk.


"Oh begitu,"


"Aku sudah siap,"


Vanilla dan Jhico ikut mengantar Grizelle masuk ke dalam mobil. Seperti biasa, baik Jhico maupun Vanilla selalu berpesan agar anaknya selalu menjaga diri.


"Jangan nakal juga ya,"


"Iya, Mu,"


Grizelle membuka jendela mobil kemudian melambai pada kedua orangtuanya.


"Yeayy aku perrlgi (pergi) ke pesta dengan Nay-Nay dan Kakek,"


"Griz senang ya?"


"Senang, Nay-Nay. Kakek tidak sibuk ya harrli (hari) ini makanya bisa datang?"


Thanatan hanya mengangguk saja. Tak mendapat reaksi berupa kalimat yang keluar dari mulut, tak membuat Grizelle jadi diam. Di dalam mobil sepanjang perjalanan Ia selalu menciptakan obrolan terutama dengan kakeknya meskipun hanya respon singkat yang Ia terima.


****


"Nilla, aku kembali ke klinik lagi ya. Tadi pulang hanya untuk melihat Griz pergi,"


"Iya, hati-hati,"


Usai melepas kepergian putrinya, kini Vanilla juga melakukan hal yang sama pada Jhico.


"Istirahat, jangan kelelahan," pesan lelaki itu pada sang istri sebelum melajukan mobilnya untuk kembali ke tempatnya bekerja.


Vanilla menghembuskan napas pelan. "Hah, aku kesepian sekarang. Ini sebabnya aku sulit sekali berhenti bekerja. Biasanya ada kegiatan, sekarang hanya di rumah dan istirahat. Biasanya bertemu dengan banyak orang, sekarang tidak. Tapi yang berarti adalah, aku jadi bisa punya waktu untuk Griz. Walaupun terkadang Griz pergi seperti sekarang ini," gumamnya dalam hati seraya melangkahkan kaki ke ruang keluarga.


"Apa yang mau ditonton ya?"


Ia mati gaya kalau ditinggal Grizelle. Jadi begini rasanya ditinggal ya? padahal hanya sebentar. Tapi kenapa dramatis sekali. Sama persis seperti ketika Grizelle pergi berlibur dengan Karina.


*****


"Hallo, Evelyn. Selamat ulang tahun ya. Semoga bahagia selalu,"

__ADS_1


"Terimakasih, siapa namamu?"


"Itu cucunya Opa Thanatan, Eve. Namanya Grizelle," kakek Evelyn memberi tahu pada Evelyn.


"Oh, hai Grizelle. Terimakasih sudah datang, terimakasih atas kado dan doanya,"


Grizelle tersenyum manis menyambut ucapan terimakasih itu. Ia mengangguk sopan seraya menjawab 'Sama-sama, Evelyn,'


Perayaan ulang tahun Evelyn sangat meriah dan terbilang mewah untuk anak seusianya. Undangan ini memang ditujukan untuk pengusaha kenalan kakek Evelyn yang telah memiliki cucu.


Thanatan sudah berbaur dengan rekan-rekannya. Awalnya enggan untuk datang, nyatanya setelah tiba, Ia langsung bergabung dan hangat pada siapapun yang menyapanya.


"Kakek kalau dengan temannya suka terrlsenyum (tersenyum)," Melihat perbedaan antara sikap Thanatan terhadap temannya dan sikap Thanatan pada dirinya, Grizelle menemukan perbedaan yang cukup terlihat di matanya. Meskipun Thanatan dingin namun kharismanya terlihat sekali dan sikap hangatnya pun bisa dinilai oleh Grizelle.


"Kenapa, Sayang?" tanya Karina yang tadi mendengar Grizelle bicara namun Ia tak mendengar jelas apa kalimat yang keluar dari bibir cucunya.


"Tidak, Nay-Nay,"


Karina mengajak cucunya duduk. "Griz mau minum?"


"Itu bentuk ice cream nya lucu ya. Kenapa bisa mengalir ke bawah ya, Nay-Nay?"


"Griz mau itu?"


Tahu sekali kalau Grizelle memberinya kode ingin menikmati minuman dingin yang memang di buat seperti air yang mengalir ke bawah layaknya di waterpark.


Grizelle mengangguk semangat. Ia mengikuti neneknya mendekati minuman itu.


Grizelle mengangguk saat Neneknya berkata seperti itu. Setelah mengambil, Karina membawa Grizelle duduk lagi.


"Makan apa?"


"Tidak mau, aku tidak laparrl (lapar), Nay-Nay,"


Karina mengangguk membiarkan cucunya itu menikmati apa yang Ia inginkan sampai memberinya kode.


"Hai, Kar,"


"Hai, ayo duduk di sini,"


Salah seorang wanita menghampirinya. Ia langsung duduk di sebelah Karina.


Siapapun yang mengenal Karina langsung mendekat dan berbincang bersama. Begitupun yang ingin kenal. Tak hanya yang laki-laki, wanita bahkan lebih mudah berbaur.


"Serius sekali minum ice nya,"


Grizelle tersenyum menatap wanita yang baru saja menggodanya. Karina mendapati noda berwarna cokelat di sudut bibir Grizelle dan Ia langsung membersihkannya.


Nenek dan kakeknya mempeluas pertemanan, Grizelle pun demikian. Setiap berada di suatu perkumpulan, Ia selalu mudah berteman.


"Oh iya, aku mau cerita, sebentar lagi adikku lahir. Jadi aku tidak kesepian lagi di rumah,"

__ADS_1


"Aku juga sebentarrl (sebentar) lagi punya adik tapi lahirrl (lahir) nya masih lama,"


"Kapan, Grizelle?"


"Hmm...." Grizelle memutar matanya berpikir seraya mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuk.


"Aku tidak tahu kapan. Tapi kata Mumu masih lama. Aku lupa usianya sekarrlang (sekarang) berrlapa (berapa),"


"Punya adik itu menyenangkan ya? kita tidak akan dilupakan ya, Griz?"


Grizelle terkekeh. Ia saja belum tahu bagaimana rasanya punya adik. Tapi Ia bisa memastikan kalau hadirnya adik akan sangat menyenangkan. Dan untuk pertanyaan kedua, Ia sudah diberi pengertian berulang kali oleh orangtua maupun kakek atau neneknya bahwa, orangtua tidak akan mungkin melupakan anak mereka yang lain sekalipun telah hadir anak yang baru.


"Kamu tidak akan dilupakan. Tenang saja. Kamu juga anak, jadi sama saja,"


"Adikmu perempuan atau laki-laki?"


"Aku belum tahu,"


"Kalau adikmu laki-laki?" tanya Grizelle penasaran pada jenis kelamin adik dari Cia yang katanya sebentar lagi akan lahir.


"Iya, Grizelle. Aku perempuan, adikku laki-laki. Jadi lengkap," soraknya senang.


"Hmm semoga aku juga," harap Grizelle. Ia ingin sekali punya adik laki-laki. Tapi apapun yang diberikan Tuhan, Ia akan tetap menyayangi adiknya, tentu saja.


"Kita bermain dengan yang lain, ayo,"


Tangan Grizelle digenggam lalu diajak Cia untuk menghampiri Evelyn dan anak-anak lainnya yang tengah mengobrol.


Evelyn mengajak mereka untuk bermain di playground yang telah disediakan.


Karina tahu cucunya bermain sebab Grizelle sempat meminta izin dulu tadi. Ia tentu tidak akan melarang. Grizelle datang ke sini memang untuk bermain dengan teman-teman barunya. Usai mengenal cucu-cucu dari temannya, kini Grizelle juga mengenal cucu dari teman-teman Thanatan.


****


"Yah, kenapa Griz harus pergi? aku jadi tidak bisa bicara dengannya,"


Vanilla menikmati pasta dengan ponsel yang menghadapnya dan ada wajah Auristella di layar ponselnya.


"Aunty kenapa malah sibuk makan? aku tidak ada teman mengobrol ini," keluh Auristella karena sejak dua menit lalu Ia melakukan panggilan video, Vanilla tengah makan dan sampai sekarang juga.


"Aunty harus menanggapi obrolanmu seperti apa? isinya mengeluh terus karena Griz tidak ada di rumah,"


"Huh, Pasti Griz senang sekali diajak pergi ke pesta ulang tahun. Aku juga sering begitu, diajak Grandpa. Sangat menyenangkan dan seru. Aku jadi punya teman baru,"


"Pasti ada Adrian, kamu ajak saja dia bicara,"


"Ah tidak,"


"Ya sudah, Aunty makan dulu ya,"


"Memang sudah dari tadi Aunty makan. Itu kelihatannya sudah hampir habis,"

__ADS_1


Vanilla terkekeh tak menampik. Memang benar isi mangkuknya telah habis. Pasta yang dibuat Bibi luar biasa nikmat dan pedasnya sesuai seleranya.


__ADS_2