Nillaku

Nillaku
Nillaku 168


__ADS_3

Rencana Jhico hari ini adalah, pagi-pagi Ia akan berkeliling menggunakan mobil di sekitar apartemen lalu setelahnya Ia akan mengecek perkembangan rumah untuk keluarga kecil nya yang sedang dibenahi. Ia ingin tahu sudah seberapa jauh kesiapan rumah itu untuk ditempati.


"Bawa Grizelle jalan-jalan pagi, Nilla."


"Kamu saja, aku dan Griz tidak,"


Vanilla malas sekali keluar dari apartemen barang sebentar. Lagipula Grizelle baru bangun tidur, belum minum susu dan dibersihkan tubuhnya. Tapi Jhico malah mengajak Grizelle pergi.


"Kamu dan Griz ikut denganku. Kita naik mobil keliling di sekitar sini lalu ke rumah. Aku ingin mengecek di sana,"


"Ayo, kalian berdua harus ikut. Griz belum pernah dibawa jalan-jalan selain dia control rutin," tambah lelaki itu. Ia bisa melihat Vanilla yang enggan.


"Ya sudah, tunggu sebentar."


Jhico mengangguk. Lelaki yang sudah mandi dan mengenakan celana cargo serta kaus nya itu duduk di ruang keluarga menonton televisi sembari menunggu anak dan istrinya siap berangkat.


*******


Karina sedang menonton televisi yang menayangkan gambaran tentang kejadian kemarin dimana seorang anak kecil terjun dari lantai dua puluh tiga di sebuah apartemen. Ibunya sedang pergi belanja sementara anak kecil itu dijaga oleh ayahnya yang nyatanya sangat lengah dalam menjaga hingga tidak menyadari kalau anaknya mendekati balkon, bermain sendiri, lalu menggunakan sebuah kursi untuk terjun ke bawah.


Kening Karina mengerinyit, Ia tak bisa membayangkan kejadian yang menyeramkan itu. Tapi dari yang Ia saksikan tadi bisa dijadikan sebuah pelajaran bahwa seharusnya orangtua lebih waspada lagi dalam menjaga anaknya karena bahaya bisa mengintai dimanapun dan kapanpun.


"Seharusnya Jhico dan Vanilla menonton ini agar pindah saja dari apartemen. Lagipula kenapa juga mereka tidak di sini saja? daripada di apartemen lebih bahaya,"


"Di sini ada kamu. Mereka malas,"


Thanatan menatap istrinya yang menyahuti dengan santai. Mata Karina masih fokus menatap televisi. Namun Ia tahu kalau saat ini Thanatan tengah menatapnya kesal.


"Cucumu itu akan tumbuh besar. Apa selamanya mereka akan di sana?"


"Iya, Grizelle hanya Cucuku," Karina menegaskan status Grizelle. Thanatan berkata seperti itu seolah Ia enggan mengakui kalau Grizelle juga cucunya.


"Jhico punya rumah. Kamu tahu itu 'kan? dia pasti sudah punya rencana untuk ke depannya saat Griz besar. Setahuku saat ini rumah itu sedang dalam tahap pembenahan. Sepertinya mereka akan pindah secepatnya,"


Dari ucapannya tadi terlihat sekali bahwa sebenarnya Thanatan ingin anaknya kembali tinggal bersamanya. Namun Ia terlalu gengsi untuk mengungkapkan nya secara gamblang.


*******


Grizelle senang sekali saat diajak pergi. Ia tersenyum hingga membuat kedua orangtuanya juga tersenyum.


"Griz senang 'kan diajak pergi? Kamu hampir saja tidak jadi pergi karena Mumu melarang," ujar Jhico pada anaknya.


"Aku malas, Jhi."


"Kenapa malas? aku sering bersama kalian tapi kita malah jarang pergi bersama,"

__ADS_1


"Karena Griz masih kecil,"


"Sekarang sudah lumayan besar, Nillaku. Tiga bulan usianya,"


"Oh iya, bagaimana kalau kita ke rumah Mama dan Papa biar Griz bertemu kakek nya,"


"Kita langsung pulang setelah melihat perkembangan rumah,"


"Aku ingin ke sana, Jhi."


"Lihat nanti ya, Nilla. Kalau aku malas menyetir ke sana, kita pulang saja,"


"Aku yang menyetir mobil juga tidak apa,"


Vanilla ingin sekali bertandang ke rumah kedua orangtua Jhico. Grizelle belum pernah dibawa ke sana. Nenek Hawra dan Karina pasti senang saat mereka datang apalagi membawa Grizelle. Vanilla berharap Thanatan sedang berada di rumah. Biar Grizelle juga bisa bertemu dengan kakek nya.


******


Orang-orang yang dipilih Jhico untuk membenahi rumahnya sedang sibuk bekerja dan mereka tidak tahu kalau pemilik rumah akan datang.


Jhico dan Vanilla memasuki rumah itu. Untuk pertama kalinya Vanilla melihat rumah Jhico yang Ia beli dari hasil kerjanya.


"Aku kira tidak sebesar ini rumahnya,"


"Sebenarnya terlalu besar untuk kita, Jhi."


"Biar Grizelle bisa bermain dimanapun, Nilla."


Selama ini Vanilla tahu Jhico memiliki rumah tapi ia tidak tahu seperti apa ukurannya. Ia hanya tahu lokasi rumah dan cerita tentang bagaimana suaminya bisa memiliki rumah tersebut.


"Kamu di usia muda sudah bisa punya rumah. Aku? hanya bisa bersenang-senang saja dan menghabiskan uang orangtua tanpa memikirkan masa depan,"


Vanilla mengenang hidupnya selama ini. Apa yang sudah berhasil Ia raih? tidak ada. Kesuksesan masih jauh dari pelupuk mata. Ia punya pekerjaan tapi tidak pernah ingat dengan masa depan. Hasilnya bekerja digunakan untuk berfoya-foya.


Seharusnya Ia sudah menyelesaikan pendidikan sejak beberapa tahu lalu. Tapi karena kemalasan dan ketidakpedulian akan masa depan nya, kuliahnya belum juga selesai sampai saat ini sudah memiliki anak.


"Ayo kita lihat studio foto untukmu,"


Vanilla terlihat menyesali masa lalu nya dan Jhico tidak ingin Vanilla seperti itu terus. Vanilla sudah mau berubah menjadi lebih baik saja sudah membuat Jhico sangat bersyukur, tidak ada yang perlu disesali.


"Kamu membuatkan aku studio?"


"Iya, kamu perlu itu untuk bekerja,"


Jhico membuka pintu studio. Begitu melihat suasana di dalam, Vanilla dibuat berdecak kagum. Tidak disangka Jhico bisa semanis ini menyiapkan kejutan untuknya. Ia tidak tahu kalau Jhico akan menyiapkan studio untuknya berfoto.

__ADS_1


"Kamu tahu sekali ya kalau aku ini hobi berfoto,"


"Kamu adalah seorang influencer dan model juga. Jadi aku rasa, studio ini penting untukmu. Gunakan studio sesuka hati kamu. Aku hanya menyediakan nya saja,"


"Studio di apartemen kecil sekali dan itupun dibuat dadakan karena sebelumnya hanya aku saja penghuni di apartemen," lanjut Jhico.


Ukuran studio di sini lebih besar dari yang ada di apartemen. Jhico sengaja menggunakan salah satu ruangan penuh untuk dijadikan sebagai ruang kerja istrinya.


Jhico membawa istrinya ke lantai atas dimana kamar utama berada. "Kamar kita dan Griz di atas,"


"Okay, aku juga penasaran,"


"Kamar Griz berdampingan dengan kita. Ada sliding door juga jadi kalau ingin memantau nya sangat mudah,"


"Tapi Griz tidur di kamar nya saat sudah besar 'kan? tidak sekarang?" tanya Vanilla khawatir. Ia tidak mungkin membiarkan Grizelle menempati kamarnya untuk saat ini.


"Tentu tidak sekarang, Nilla. Kalau dia sudah berani tidur sendiri. Nanti akan ada waktunya,"


Jhico memperlihatkan kamar nya dan Vanilla yang luas tapi furniture belum ada. "Nanti kamu yang mengisi rumah ini dengan segala perlengkapan nya,"


"Nanti-nanti saja. Uang nya untuk yang lain dulu. Aku masih sulit meninggalkan apartemen,"


"Kalau bisa sekarang kenapa nanti?"


"Nanti saja, Jhi. Rumah ini bisa kita tempati lain kali,"


"Akhir bulan sudah pindah, Nilla."


"Hah? secepat itu?"


"Ya, aku ingin akhir bulan ini."


Vanilla kira suaminya tidak serius saat beberapa waktu lalu mengatakan bahwa akhir bulan mereka akan pindah ke rumah. Ternyata Jhico serius dengan ucapannya.


"Kamar untuk Griz di apartemen belum digunakan. Lebih baik kita di sana dulu sampai Griz mencoba kamarmya yang di apartemen,"


"Apartemen itu milik kita. Jadi bisa kapanpun datang ke sana. Griz bisa menginap di sana kapanpun dia mau. Akhir bulan kita pindah ke sini. Kamu bantu aku untuk mencari furniture seharusnya dari jauh-jauh hari. Tapi kamu tidak mau mendengarkan aku,"


Vanilla juga ingin sekali berburu perlengkapan rumah. Apalagi ini rumah masa depannya yang dipersembahkan sang suami. Tapi menurutnya sekarang ini belum waktunya untuk pindah. Meninggalkan apartemen dan menempati rumah baru membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Menurut Vanilla lebih baik tinggal di apartemen dulu sampai keuangan mereka benar-benar stabil dan bisa membeli berbagai perlengkapan rumah. Keuangan mereka pasca Jhico kecelakaan menurut Vanilla belum pulih sama halnya dengan kondisi Jhico sekarang.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Nilla. Aku sudah katakan, semua sudah aku persiapkan. Jadi kamu tidak usah cemas. Aku tahu apa yang terbaik untuk kita. Sudah cukup juga kita menempati apartemen. Sekarang waktunya tinggal di tempat yang yang lebih nyaman,"


 ---------


Ogheeyy sampe sini dulu yakk. Dedek Icelle mo pindah ke rumah balluuu. Aku mo bantu2 mindahin barang mereka dulu yakk😂😂Semangatin aku dungs wkwkk.

__ADS_1


__ADS_2