Nillaku

Nillaku
Nillaku 241 Grizelle "Mengandung itu sakit?"


__ADS_3

"Kamu akan menjadi Kakak? Yeayy, selamat, Icelle,"


Rena memeluk cucunya hangat. Grizelle antusias memberi tahunya tentang kehamilan Vanilla.


Ia tidak menyangka kalau akan mendapat kabar bahagia ini begitu tiba di kediaman Jhico dan Vanilla.


"Glandma, setelah adikku lahil (lahir) nanti, semua akan tetap menyayangiku 'kan?"


Rena tersenyum lembut. Tidak akan mungkin rasa sayang akan hilang begitu saja ketika Grizelle telah memiliki adik. Cucunya mulai khawatir akan kehilangan semuanya. Itu perasaan wajar. Apalagi Grizelle tahu bahwa semua orang menantikan kehadiran adiknya.


"Sayang, semuanya akan tetap sayang pada Griz. Tidak mungkin kami hanya menyayangi adikmu saja,"


"Benal (benar) ya, Glandma?"


"Iya, Sayang. Kami pasti akan memberikan perhatian, kasih sayang, dan cinta yang sama besarnya untukmu dan adikmu nanti,"


"Tapi aku paling takut kehilangan sayang nya Kakek untukku,"


Alis Rena saling bertaut. Ia menghela beberapa helai rambut Grizelle yang terjatuh.


"Kenapa berpikir seperti itu?"


Grizelle tersenyum lebar kemudian menggeleng. "Tidak, Glandma,"


Grizelle senang sekali ketika Kakeknya menjenguk. Ia anggap, Thanatan sudah sangat menyayanginya dan tak menghiraukan dirinya lagi. Ia takut kehadiran adiknya membuat Kakeknya kembali menjauh.


"Memang Kakek pernah mengatakan tidak ingin menyayangimu kalau kamu sudah punya adik?"


"Tidak, aku takut saja,"


"Tidak akan, Kakek maupun Grandpa akan tetap menyayangimu sampai kapanpun,"


"Glandma dan Nay-Nay juga?"


Rena mengangguk pasti. Sebanyak apapun Grizelle punya adik, porsi kasih sayang dan cinta untuk Grizelle tak akan pernah berubah.


******


"Makan dulu, Van,"


Vanilla menggeleng menolak. Ia baru saja keluar dari toilet. Ia memuntahkan isi perutnya yang merupakan toast dan susu yang Ia konsumsi sebelum berangkat ke penutupan Dubai fashion week.


Saat ini mereka tengah lunch bersama. Hanya Vanilla yang terlihat duduk tanpa menyantap apapun sampai akhirnya Ia bergegas ke toilet. Keinginannya untuk muntah sudah ada sejak Ia bangun tidur tadi. Ia paksakan untuk sarapan, kemudian mualnya datang. Ditengah acara, Ia lapar dan menyantap toast yang baru saja Ia muntahkan.


"Kepalaku berat sekali," keluhnya pelan seraya memijat kepalanya.


"Kamu belum lunch, Van. Nanti sakit,"


"Tidak, Nein. Aku belum lapar. Kalau aku sudah lapar, pasti aku makan,"


Nein mengangguk paham. Ia tak ingin memaksa Ibu hamil di hadapannya ini.


"Kamu benar-benar tidak ingin makan apapun? setidaknya mencicipi?" tanya Joana yang ingin mengambilkan apapun keinginan Vanilla bila memang ada.

__ADS_1


Vanilla lagi-lagi menggeleng. Ia memilih untuk menangkupkan kepalanya dengan kedua tangannya di atas meja. Kemudian memejamkan mata. Ia ingin sekali istirahat, tapi sayangnya ramah tamah ini belum selesai.


Ia pun tak sabar ingin pulang ke rumah. Karena rasa rindunya untuk Grizelle dan suaminya sudah benar-benar melimpah dan kesulitan Ia bendung. Tadi saat ingin berangkat menghadiri acara pentupan ini, Ia menyemangati dirinya sendiri agar tak diserbu rasa malas. Esok Ia akan pulang, semoga sesuai rencana. Pekerjaan terakhirnya tak boleh berakhir mengecewakan, Ia harus bersikap profesional.


*****


Rena memenuhi permintaan cucunya yang ingin dibuatkan seaweed cake.


"Nanti cake-nya buat temanku mengeljakan (mengerjakan) tugas dan desselt (dessert) makan malam ya, Glandma,"


"Iya, boleh, Sayang,"


Grizelle duduk manis memperhatikan Neneknya yang sedang berkutat di dapur bersama Bibi. Gadis kecil itu menopang kepalanya di meja dengan menjadikan lipatan lengan sebagai penopang kepala.


Sesekali Ia menjadikan barang-barang di atas meja kabinet yang Ia tempati sekarang, sebagai mainan. Seperti gelas, dan vas bunga yang fungsinya bertambah, tak hanya mempercantik saja, tapi juga menjadi tempat menyimpan sendok serta perlatan makan yang lainnya.


Lebih baik Grizelle di dapur daripada Ia bersama ayahnya yang kini menata ulang kamar untuk calon adiknya.


"Padahal adik masih kecil sekali, Pu. Kenapa ditata lagi sekalang (sekarang)?"


"Tidak apa, Pupu ingin saja melakukannya,"


Grizelle tak mengatakan apapun lagi. Ia akan meninggalkan Pupunya sendirian di ruangan itu.


"Kamu istirahat hei," teguran ayahnya membuat langkah kaki Grizelle terhenti.


"Aku mau minta dibuatkan cake oleh Glandma. Boleh ya, Pu?"


"Kalau ingin ditemani Pupu istirahatnya, panggil saja Pupu di sini ya,"


"Okay, Pu,"


Kemudian anak itu segera menghampiri Rena yang tengah membaca majalah fashion. Ia mendekati Neneknya, memeluk manja, kemudian mengutarakan keinginannya. Tak perlu berpikir, Rena segera beranjak untuk membuatkan cake rumput laut yang diinginkan cucunya.


Grizelle pun langsung mengikuti. Tadinya ia juga sibuk membantu. Tapi lama-lama bosan. Akhirnya memilih duduk. Hal itu mengundang tawa Rena yang sejak awal memang meminta Grizelle agar duduk saja tidak perlu membantunya.


"Glandma, Mumu pelnah (pernah) buat itu tapi gagal,"


Rena terkekeh ketika cucunya mengumbar kegagalan sang ibu dalam membuat cake yang sekarang tengah Ia buat.


"Berarti Mumu harus sering mencoba untuk membuatnya,"


"Iya, aku juga bilang begitu pada Mumu,"


"Ya maklum, Griz. Mumu 'kan jarang memasak,"


"Seling (sering), Glandma. Mumu masak untuk aku setiap pagi, ya walaupun telkadang (terkadang) Bibi yang masak kalena (karena) Mumu bangun telalu (terlalu) siang,"


"Mumu sering kesiangan?"


"Tidak, kalau ada pekeljaan sampai malam saja biasanya. Itupun sepeltinya (sepertinya) sudah tidak lagi. Waktu Mumu sibuk dengan tugas kuliah juga Mumu suka bangun kesiangan. Tapi sekalang (sekarang) Mumu sudah tidak kuliah lagi,"


Kalau Vanilla ada pemotretan sampai malam, biasanya dia memang bangun tak sepagi biasanya. Tapi itu terbilang tidak pernah terjadi lagi karena Vanilla seringnya di rumah. Sekalipun bekerja, tidak setiap hari dan tidak sampai malam.

__ADS_1


Di setiap saat, Vanilla berusaha mengurangi kegiatannya setelah dinyatakan dokter terlalu lelah sehingga menyebabkan keguguran.


Grizelle mencuri pandang ke arah cake yang tengah dimasak oleh oven. Sementara neneknya tengah membereskan sisa kegiatannya tadi dibantu Bibi.


"Ini buatku semua ya, Glandma?"


"Boleh,"


"Heheheh becanda, Glandma. Tidak mungkin aku habiskan sendili (sendiri),"


"Ya sudah, Griz tunggu di kamar saja. Nanti kalau sudah matang, Grandma bawa ke kamar Griz,"


"Tidak mau, aku akan menunggu di sini sampai cake itu matang dan aku langsung melahapnya. Hap...hap..hap," ujarnya seraya mempraktikan bagaimana cara Ia menyantap.


"Kalau di kamal (kamar) aku bosan. Sekolah sudah, kejakan (kerjakan) tugas nanti saja karena aku masih belum mau, tidul (tidur) juga belum mau. Jadi aku di sini saja,"


"Tugasnya kapan dikerjakan?"


"Nanti saja, kalau aku sudah tidul (tidur). Jadi otakku 'kan fles (fresh) Glandma," ucapnya yang sudah mulai bisa mengatur apa yang terbaik untuknya.


"Kalau sekalang (sekarang) aduuuh, aku yakin tidak akan bisa selesai kalena (karena) aku masih pusing habis belajal (belajar) tadi,"


"Ya sudah, tapi jangan sampai lupa,"


"Iya, Glandma tenang saja. Ada Pupu yang selalu ingatkan aku,"


"Oh iya, dimana Pupu? tidur?"


"Tidak, di kamal (kamar) adik,"


"Hmm? sedang apa di sana?"


"Melapikan (merapikan), Glandma,"


"Bukankah masih rapi? 'kan belum sempat digunakan. Lagipula masih lama juga adikmu lahir. Sembilan bulan lagi,"


"Lama sekali ya, Glandma. Sepeltinya (sepertinya) manusia yang paling lama kalau mengandung. Hewan atau tanaman sepeltinya tidak se-lama itu,"


"Iya, mengandung sembilan bulan, barulah hadir anaknya,"


"Sakit ya, Glandma?"


"Apa yang sakit?"


"Mengandung itu sakit? soalna (soalnya) bawa-bawa pelut(perut) lalu saat melahilkan (melahirkan) juga tidak mudah. Iya 'kan?"


Rena mencubit gemas hidung cucunya yang bertanya penasaran. Ia bahkan sampai menengadahkan kepalanya agar bisa menatap penuh ke arah dirinya yang tengah membasuh tangan di sink kitchen.


"Iya sakit. Maka Griz jangan membuat Mumu sedih,"


----


Icelle kl lg tuaakk gt napa gemesin si ya😭pen gigit jadinya wkwkwk. Btw, aku udh double up nih. Oiya, Addicted jg udh up yaa. Silahkan melipir ke sana abis dr sini.

__ADS_1


__ADS_2