
Cklek
Adrian menatap pintu di depannya yang berhasil Ia buka sedikit. Ia kira dikunci rupanya tidak.
Ia sedikit memasukkan kepalanya ke celah pintu. Kemudian Ia langsung membungkam mulutnya sendiri karena tidak kuat menahan tawa menyaksikan kesibukan kedua adik perempuannya saat ini.
"Mereka berfoto malam-malam begini?" gumam Adrian tak habis pikir.
Ia berdehem dan berhasil membuat keduanya menoleh bersamaan ke arahnya. Ia menaik turunkan alisnya bermaksud menggoda keduanya.
"Kenapa datang ke sini?" sembur Aurustla dengan nada tidak santai. Ia berkacak pinggang dan menatap tajam pada kakaknya.
Adrian masuk ke dalam kamar kemudian tertawa puas sampai Auristella dan Grizelle jengkel. Memang apa yang lucu? mereka hanya menyenangkan diri dengan berfoto.
"Kenapa sih, Ian? menyebalkan sekali kamu itu!" Cibir Grizelle dengan kesal. Keningnya berkerut kesal.
"Bisa-bisanya foto sekarang,"
"Ya memang kenapa?!"
Adrian terbahak melihat amarah Auristella. Adiknya itu melempari Ia dengan boneka yang berada di samping ranjang.
"Ya sudah, lanjutkan saja. Aku keluar dulu,"
"Iya, keluar. Kalau perlu jangan datang ke sini lagi selamanya," tekan Auristella. Ia benar-benar kesal pada Adrian yang mengganggu kegiatannya bersama Grizelle.
Adrian masih dengan sisa tawanya keluar dari kamar sang adik. Ia berjalan menuju kamar kedua orangtuanya. Ia tak ingin hanya tertawa sendirian.
"Mom, Icelle dan Auris sedang ada sesi pemotretan di kamar," begitu Ia membuka pintu, langsung Ia bicara seperti itu.
"Pemotretan?"
"Iya, mereka sedang berpose di depan kamera,"
Lovi tertawa membayangkan keponakan dan putrinya itu dan ia penasaran bagaimana sesi pemotretan yang dikatakan Adrian tadi.
"Sudahlah, Ian. Jangan ganggu mereka. Biarkan mereka melakukan apa yang membuat mereka senang," ujar Devan menatap Adrian dengan tatapan peringatan.
"Aku tidak ganggu, Dad. Makanya aku keluar dari sana. Aku hanya bercerita saja,"
Lovi bergegas ingin ke kamar Auristella. Tapi dilarang oleh suaminya.
"Kamu mau kemana, Lov? kamar Auris? jangan, biarkan saja mereka photoshoot di kamar sesuka hati mereka,"
"Aku hanya ingin melihat mereka," kata Lovi. Ia hanya penasaran saja bagaimana kekompakan mereka berdua ketika menjadi model di pemotretan buatan sendiri.
Lovi tiba di kamar Auristella. Ia mengetuk pintu dan mendapat sahutan galak dari sana.
__ADS_1
"IAN JANGAN GANGGU BISA TIDAK?!"
"Ini Mommy, Sayang,"
Auristella langsung membungkam mulutnya dan memukul pelan bibirnya sendiri.
"Masuk, Mom,"
Ia kira Adrian lagi yang datang. Ternyata Mommy nya. Ia sudah memberi sambutan yang galak tadi.
"Maaf ya, Mom. Aku kira Ian,"
Lovi tersenyum kemudian memperhatikan Auristella dan Grizelle lalu kamera yang masih berada di depan mereka.
"Belum selesai?" tanya Lovi penasaran. Keduanya menggeleng seraya tersenyum meringis.
"Fotonya banyak, Aunty. Tapi hasil yang bagus hanya sedikit, jadi Aurrlis minta ulang terrlus (terus),"
"Kamu juga minta diulang, Icelle," sahut Auristella tak ingin kalah.
"Iya, karrlena (karena) yang bagus hanya sedikit jadi kita berrldua mengulang terrlus (terus)," ujar Grizelle membenarkan.
"Coba Mommy lihat foto-fotonya,"
"Boleh, Mom,"
Auristella mempersilahkan Ibunya mengambil kamera miliknya dan melihat hasil-hasilnya.
"Tapi tidak aneh ya, Aunty? kita make up tapi malah pakai baju tidurrl (tidur)," ucap Grizelle seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia sempat ragu juga apa orang yang melihat foto mereka nanti tak mengerinyit bingung? sebab saat ini mereka menggunakan polesan sedikit di wajah tapi mengenakan pakaian tidur.
"Tidak, kalian terlihat menggemaskan sekali sih. Aduh, tepat sekali kalau jadi model baju anak kecil,"
"Ya ampun, Mom. Kami tidak pantas jadi model,"
"Iya, Aunty. Kami tidak pantas,"
Grizele menggeleng, Ia setuju dengan ucapan Auristella. Mereka berpose sekarang ini hanya karena merasa bosan tak ada kegiatan saja. Belum ingin menjadi model sungguhan.
"Sekarang sudah selesai?"
"Hmm, bagaimana, Icelle?" tanya Auristella pada Grizelle, meminta pendapat Grizelle apakah mereka sudahi saja sesi foto nya?
"Iya, aku sudah lelah senyum,"
Perkataan Grizelle mengundang tawa Lovi dan Auristella. Lovi yang gemas dengan kepolosan dari kalimat Grizelle tidak tahan untuk mencubit pipi Grizelle yang selembut kulit bayi itu.
"Mommy mau pindahkan ke ponsel Mommy dan akan Mommy simpan. Boleh ya?"
__ADS_1
"Boleh, Mom,"
Auristella justru senang karena foto-foto mereka tak hanya ada di kamera saja melainkan di ponsel Mommynya juga.
"Nanti Aunty kirim pada Mumu Icelle,"
"Aduh, aku malu. Nanti apa kata Mumu ya?" Grizelle menutup wajahnya sendiri dengan tangan. Ia benar-benar malu sekarang.
"Kenapa malu? justru Mumu akn bangga melihatmu. Anaknya cantik dan menggemaskan sekali dan bisa menurunkan bakatnya menjadi model,"
Aristella betepuk tangan riang. "Yeayy Icelle jadi model sama seperti Aunty Vanilla,"
"Hih? tidak pantas, Aurlis,"
"Kalau kamu pantas sekali, Icelle. Aku tarik ucapanku yang tadi. Kamu itu tepat kalau jadi model. Apalagi Mumu juga model. Woah pasti akan cemerlang karirmu sebagai model,"
"Ah jangan begitu. Aku malu,"
Auristella terkekeh geli melihat Grizelle yang benar-benar terlihat tersipu malu digoda seperti itu oleh Lovi dan dirinya.
Lovi mengambil alih kamera anaknya. Ia akan membawanya ke kamar dan mulai berkutat dengan gadget dan kamera di kamarnya nanti. Sebelum Ia keluar dari kamar Auristella, Ia berpesan pada Auristella dan Grizelle, "Kalian istirahat ya. Ini sudah malam,"
"Okay, Mom. Selamat malam ya,"
"Malam, Sayang,"
"Selamat malam juga, Aunty Lovi. Mimpi yang indah ya. Mimpikan Uncle Devan saja. Maka akan jadi indah,"
Lovi terbahak mendengar penuturan Grizelle. Bisa-bisanya Grizelle berkata seperti itu.
Lovi mengecup kening kedua anak perempuan itu. Kemudian Ia beranjak dari kamar Auristella menuju kamarnya.
Auristella dan Grizelle lekas membersihkan make up mereka terlebih dahulu sebelum terlelap. Tak butuh waktu lama setelah memastikan wajah mereka bebas dari make up khusus anak kecil yang mereka pakai tadi, akhirnya mereka berbaring dan menarik selimut.
"Aurrlis kalau tidurrl (tidur) tidak menendang atau meninju 'kan?"
"Ya ampun, kamu pikir selama aku pergi kebiasaan tidurku berubah ya? kalau kamu tidur denganku memang pernah aku meninju atau menendang kamu, Icelle?"
Grizelle menggeleng kemudian memejamkan matanya. "Ya aku takutnya kamu seperrlti (seperti) itu,"
"Tidak lah. Aku kalau tidur itu cantik, anggun seperti princess. Tidak ada cerita meninju atau yang lainnya,"
"Hmm," Grizelle hanya bergumam saja sebagai tanggapannya atas pujian Auristella pada diri sendiri yang mengatakan bahwa Ia tidur seperti princess.
"Aku seperti princess 'kan, Icelle?"
"Hmm," lagi-lagi Grizelle hanya bergumam karena Ia mulai terlena dengan alam mimpi yang mulai menjemputnya.
__ADS_1
"Bye, Icelle. Selamat malam,"
"Malam," Grizelle sempat membalas ucapan selamat malam dari Auristella sebelum akhirnya benar-benar di bawa oleh alam bawah sadarnya.