Nillaku

Nillaku
Nillaku 179


__ADS_3

"Andrean, dimana adikmu? kenapa kamu hanya datang sendiri?"


"Adrian memutuskan untuk pulang, Mom."


"Hah? kenapa? bukankah dia mau menemui Griz juga?"


Keyfa duduk diikuti oleh Andrean. Diam nya mereka membuat Lovi bingung, begitu juga Vanilla.


"Ada yang aneh dengan Adrian," gumam Vanilla. Kemudian perempuan itu masuk ke dalam kamar untuk menelpon rumah Devan agar Ia bisa bicara dengan Adrian.


Tidak mungkin Adrian memutuskan untuk pulang ke rumahnya tanpa sebab. Padahal sebelumnya Ia semangat sekali ingin mengunjungi Grizelle yang baru pindah ke rumah ini.


"Hallo,"


"Ya, Vanilla. Ada apa?"


Senata yang menjawab panggilan dari Vanilla. "Aku bisa bicara dengan Adrian?"


"Adrian sedang berenang dengan Grandpa nya. Nanti Aku sampaikan,"


Jhico baru saja keluar dari kamar mandi dan sekarang Ia mendengar kan istrinya berbicara di telepon.


Lelaki itu duduk memperhatikan istrinya. Ia mendengar suara sedikit ramai di luar sana. Mungkin anak-anak sudah mulai bermain.


"Kenapa Adrian tidak jadi datang ke sini? padahal aku sudah menunggunya,"


Devan bertanya pada Senata siapa yang menelpon. Setelah Senata menjawabnya, Devan segera mengambil alih telepon itu dan Ia yang bicara dengan adiknya.


"Adrian sedang kesal sepertinya,"


"Kesal kenapa, Devan? di sini ada Auris, Andrean, ada Keyfa juga. Kenapa dia tidak ingin bergabung? Padahal aku sudah menunggunya,"


"Maaf, tapi aku juga belum tahu Adrian kenapa. Begitu sampai di rumah, wajahnya sudah gelap,"


"Huh, ya sudah. Sampaikan saja salamku untuknya,"


Vanilla menyelesaikan panggilan. Lalu Ia meletakkan ponselnya di nakas. Ia tersentak saat Jhico mengusap bahunya.


"Ada apa dengan Adrian? dia tidak datang?"


"Iya, entah kenapa."


"Apa Keyfa sudah datang?"


"Iya, Keyfa dan Andrean baru saja datang,"


Jhico langsung terdiam. "Pantas Adrian tidak datang. Jangan-jangan karena ada Keyfa,"

__ADS_1


"Hah? iyakah? aku rasa tidak mungkin,"


"Adrian serius dengan ucapannya. Adrian tidak ingin ada Keyfa ketika Ia datang ke rumah. Dan sekarang ada Keyfa, mungkin dia memutuskan untuk tidak jadi datang ke rumah kita,"


"Astaga anak itu. Kenapa sampai tidak mau datang hanya karena Keyfa? sebesar apa kesalahan Keyfa padanya?"


Jhico hanya menggeleng tanpa menjelaskan alasan kuat yang membuat Keyfa begitu menyebalkan di mata Adrian. Jhico tahu kenapa, tapi Ia enggan menjelaskan.


******


Devan berdiri di tepi kolam renang. Ia memperhatikan Adrian yang berenang dengan lincah bersama kakeknya.


"Adrian," panggilnya pada anak itu.


Adrian menoleh dan segera mendekatinya ke tepi kolam. "Ada apa, Dad?"


"Tadi Aunty telepon dan dia bertanya kenapa kamu tidak jadi datang,"


"Aku akan datang tapi kalau tidak ada Keyfa,"


"Siapa Keyfa? sepertinya Daddy belum mengenalnya,"


"Kalau tidak salah dia pernah menjadi pasien Uncle Jhico. Tapi dekatnya dengan Uncle bukan main, Dad. Dia seperti anak untuk Uncle Jhico,"


"Karena usianya seperti kamu jadi dianggap anak?"


"Jangan menilai orang lain hanya karena satu kali pertemuan," pesan Devan sebelum menjauh dari anaknya.


*******


"Keyfa, jangan seperti itu. Mungkin Griz tidak mau, jangan dipaksa,"


Andrean melihat Keyfa memberikan boneka pada Grizelle agar dipeluk namun Grizelle enggan menerimanya. Grizelle malah membiarkannya hingga akhirnya boneka itu jatuh dari pelukan nya.


"Griz, besok aku akan beli mainan setelah pulang dari rumah sakit. Kamu ingin mainan apa?"


Keyfa beralih menatap seluruh mainan yang Grizelle punya. "Hmm sepertinya kamu sudah punya semua. Tapi peralatan masak belum ada,"


"Griz terlalu banyak mainan yang sebenarnya belum bisa Ia gunakan. Mainan alat-alat masak belum bisa digunakan oleh Griz," ujar Andrean. Menurutnya hanya membuang uang saja kalau Keyfa membelikan mainan yang untuk saat ini belum bisa digunakan oleh Grizelle.


"Ih kenapa sih, Andrean? aku ingin membeli itu untuk Griz,"


"Aku hanya berpendapat," jawabnya singkat.


"Lagipula tidak biasanya kamu bicara panjang lebar,"


"Aku sedang ingin bicara panjang lebar,"

__ADS_1


Keyfa tertawa kecil mendengarnya. Andrean hanya meliriknya sekilas. Keyfa sepertinya baik. Tapi kenapa adiknya sangat kesal dengan Keyfa? Keyfa bisa mencairkan suasana, sama dengan Adrian, tidak canggung sama sekali untuk berinteraksi sekalipun dengan orang yang jarang ditemui. Terkadang menyebalkan juga, sama seperti Adrian. Mereka memiliki kesamaan tapi sulit sekali untuk menjadi teman.


"Kamu tidak seperti adikmu ya,"


"Maksudmu?"


"Adrian terkadang menyebalkan,"


"Kamu pun begitu, menurut Adrian. Itulah sebabnya dia tidak mau datang ke sini karena ada kamu,"


"Ternyata benar Adrian tidak jadi datang ke sini karena Keyfa?"


Andrean mengangguk saat Aunty nya mencuri dengar pembicaraannya dengan Keyfa dan bertanya seperti itu.


"Iya, Aunty. Tadi dia sudah datang bersamaku, tapi begitu melihat Keyfa, dia langsung pulang lagi,"


Jhico menggeleng pelan mendengar cerita itu. Vanilla pun tidak habis pikir. Sepertinya Ia harus memberi pengertian pada Adrian agar kejadian ini tidak terulang lagi.


******


"Adrian,"


"Hmm, iya, Aunty?"


"Datang ke rumah Griz ya?"


"Lain kali, Aunty."


"Di sini ada Griz, Keyfa, dan Andrean. Hanya kamu saja yang tidak ada. Kurang lengkap,"


"Uncle Jhico tidak mau menuruti permintaan ku. Aku tidak mau bertemu dengan Keyfa dan aku tidak suka dia sering bermain dengan Griz karena dia tidak baik,"


"Adrian, maafkan Uncle ya. Tapi---"


"Tidak apa, Uncle. Uncle memang sangat menyayangi Keyfa. Uncle tidak mungkin membiarkan Keyfa tidak ikut bermain dengan aku, Andrean, Auris, dan Griz,"


Mulut Jhico terbuka. Ia meraih ponsel istrinya agar ia bisa menjelaskan melalui sambungan video call dengan Adrian. Saat mulutnya akan terbuka untuk menjelaskan, Vanilla menggeleng lalu kembali meraih ponselnya.


Adrian saja yang jarang bertemu dengan Keyfa tahu sebesar apa rasa sayang Jhico terhadap Keyfa. Memang terlihat sekali kasih sayang Jhico, tidak bisa disembunyikan.


"Boleh sayang dengan Keyfa, tapi kalau dia salah membuat Griz menangis, Uncle tegur ya. Jangan seperti waktu itu. Sekarang aku tidak bisa membela Griz kalau Keyfa membuatnya menangis,"


Jhico terkesiap beberapa saat mendengar kalimat bernada santai namun sangat menyindir sikapnya beberapa waktu lalu ketika Ia diam saja saat Grizelle beberapa kali dibuat menangis oleh Keyfa.


 --------


Jhico kicep krn Adrian wkwkk. Aku pengen bgt lanjutin triple A tp blm sanggup guyss😂doain aku supaya bisa mulai nyicil lanjutan nya triple A pas dewasa. Udh pd nanyain trs nih si triple A. Sabar yakkk :)

__ADS_1


__ADS_2