
"Biasanya sesibuk apapun, kalau kamu yang telepon pasti Jhico jawab. Apalagi belakangan ini kamu dan Jhico semakin dekat, tidak seperti dulu. Berbeda cerita dengan aku,"
Thanatan yakin sekali anaknya itu pasti kesal. Tapi Jhico mengikut sertakan Karina juga padahal Karina membela Keyfa dan memarahi dirinya yang menegur Keyfa.
"Hanya karena orang lain dia seperti itu. Jhico...Jhico. Bodoh sekali kamu,"
"Ssttt sudah! kamu jangan bicara begitu. Jhico sangat menyayangi Keyfa jadi Ia tidak ingin siapapun membuatnya menangis,"
"Sekalian saja jadikan Keyfa anaknya. Besok aku sarankan begitu," ujar Thanatan seraya tersenyum miring. Karina mencubit lengan suaminya.
"Kamu akan dimarahi Griz kalau bicara seperti itu,"
*******
Tidak terasa hari ini Vanilla sudah mulai kembali kuliah setelah tiga bulan Ia meliburkan diri karena melahirkan.
"Jangan pikirkan Griz. Kamu kuliah saja yang benar. Griz aman bersamaku," pesan Jhico sudah kedua kalinya dengan isi yang sama. Ia menatap istrinya yang sedang bersiap di depan cermin.
"Mamaku akan datang ke sini,"
"Kamu yang meminta untuk datang? tidak percaya denganku? heh?" tanya Jhico dengan senyum nya. Vanilla menggeleng, "Bukan tidak percaya. Mama yang mau datang ke sini. Mungkin Mama juga sudah rindu dengan Griz,"
Sebenarnya sudah dari beberapa hari yang lalu Rena mengatakan akan datang ke apartemen untuk menjaga Grizelle selama Vanilla kuliah. Vanilla sudah melarang Mama nya karena Jhico menyanggupi dirinya sendiri untuk menggantikan Vanilla sementara waktu. Namun Rena tetap ingin datang.
*******
"Akhirnya aku kembali bertemu kamu. Aku ada teman mengobrol lagi," Joana berseru senang menyapa Vanilla yang baru tiba di kampus.
Vanilla terkekeh ketika Joana mempersilahkan Ia duduk layaknya ratu. "Kamu berlebih sekali, Jo. Tapi terimakasih ya. Memang selama aku tidak ada, kamu tidak ada teman mengobrol?"
"Ada, tapi berbeda kalau mengobrolnya dengan kamu. Aku senang sekali bisa bertemu dengan kamu lagi,"
"Aku juga senang. Sudah rindu sekali dengan suasana di sini,"
"Grizelle ditinggal bersama siapa?"
"Jhico,"
"Ya Tuhan, ayah yang baik sekali Jhico ya. Sedang tidak bekerja karena cedera pun Ia masih mau menjaga anaknya,"
******
Rena sudah siap untuk berangkat ke apartemen anak dan menantunya. Ia akan pergi bersama suaminya yang akan ke kantor.
"Kamu tidak sarapan dulu?" tanya Raihan pada istrinya. Setelah membantu maid memasak, Rena segera mandi lalu bersiap tanpa sarapan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Tidak, kamu sudah siap,"
"Tidak apa, aku tunggu kamu sampai selesai sarapan," ujar Raihan. Belum tentu Rena sarapan di apartemen nanti karena sudah sibuk dengan Grizelle.
Akhirnya Rena menuruti apa kata suaminya. Ia menyantap sarapan sementara Raihan menunggu di meja makan seraya membaca artikel di ponselnya.
"Kamu sudah sarapan 'kan?" tanya Rena pada suaminya.
"Tentu saja. Aku orang pertama di mansion ini yang sarapan. Perutku sudah tidak kuat menahan lapar karena semalam tidak makan,"
"Lagipula biasanya kamu sudah makan di kantor kalau pulang malam,"
"Semalam benar-benar sibuk jadi tidak sempat untuk makan dan sampai di mansion langsung tidur karena kelelahan. Pagi ini ada pekerjaan yang cukup banyak lagi,"
"Tapi bisa antar aku dulu 'kan?"
"Iya, tenang saja. Aku juga mau bertemu Griz sebentar,"
Rena mengangguk lalu Ia melanjutkan makan nya. Setelah hampir tiga puluh menit di ruang makan, mereka akhirnya bergegas pergi.
Sebelum pergi, Rena berpesan pada bagian keamanan di mansion agar nanti menerima kiriman berupa sebuah lukisan milik Andrean yang sengaja dibuat anak itu untuk Rena dan Raihan. Selain mereka berdua, Lucas dan Senata juga dibuatkan.
"Jadi, nanti diterima ya. Itu dari cucuku,"
"Baik, Nyonya."
"Ada apa?" tanya Raihan penasaran karena istrinya tak langsung masuk mobil melainkan bicara dulu dengan salah satu laki-laki yang menjaga mansion mereka.
"Tadi Lovi mengirim pesan, katanya akan ada yang mengantar lukisan Andrean untuk kita,"
"Woaah benarkah? aku senang mendengarnya,"
"Dia mengikuti kompetisi melukis untuk anak seusianya dan berhasil menjadi pemenang. Objek lukisan yang Ia buat saat kompetisi adalah aku, kamu, Lucas, dan Senata. Biar adil, kata Andrean,"
"Manis sekali anak itu," gumam Raihan yang terenyuh dengan sikap Andrean yang meskipun terlihat dingin dan tak acuh, ternyata bisa juga membuat orang terdekatnya merasa bahagia dengan caranya sendiri salah satunya menggunakan bakat nya. Ia yang bisa melukis meskipun masih belajar, memutuskan untuk menjadikan kakek dan neneknya sebagai objek ketika melukis.
*******
Jhico terkejut saat seseorang yang Ia ketahui menjadi security di apartemen nya mengantar sebuah barang yang tidak Ia ketahui asalnya darimana dan dari siapa.
Jhico merasa waspada ketika membukanya. Begitupun dengan Rena yang sedang memangku Grizelle.
"Sudahlah, Co. Tidak usah dibuka! Mama takut,"
Jhico terkekeh melihat Rena yang menatap waspada pada barang berbentuk kotak cukup besar di tangan Jhico.
__ADS_1
"Barangkali ini harta karun, Ma. Harus aku buka,"
"Ah kamu malah bercanda,"
Jhico semakin tertawa mendengarnya. "Jangan-jangan itu dari orang jahat," ujar Rena.
"Supaya kita tidak menduga-duga, lebih baik kita buka sekarang,"
Jhico menatap Rena dan Grizelle. Anaknya itu juga nampak penasaran karena matanya terus mengarah pada sesuatu yang dipegangnya.
Ketika dibuka, ada sebuah boks berbentuk persegi. Dan Jhico langsung membuka boks itu.
"Lukisan," ujar Jhico ketika melihat isinya.
"Hah? lukisan? lukisan apa? bentuknya bagaimana? kalau aneh, lebih baik buang,"
Jhico segera mengarahkan lukisan itu pada Rena. Mata Rena mengerjap dengan kening mengerinyit.
"Itu Grizelle 'kan? wajahnya seperti Grizelle. Tapi kenapa lukisan nya kurang---"
"Cucuku cantik begini, masa lukisannya--- Astaga, yang melukis ini kurang profesional. Tapi hasilnya bagus juga kalau dilihat-lihat," ujar Rena seraya menatap lukisan itu dengan seksama.
Jhico terbahak mendengar Rena yang menggerutu kesal melihat lukisan itu tapi setelahnya juga memuji. Meskipun hasilnya tidak sempurna tapi mereka tahu kalau objek dalam lukisan itu adalah Grizelle.
"Sepertinya lukisan ini dibuat dengan perjuangan yang sangat besar, Ma. Mungkin sampai titik darah penghabisan. Kita harus hargai,"
"Iya, tapi---"
Rena kehilangan kata-kata. Ia bingung siapa yang mencoba untuk melukis cucunya? apa dia kurang kegiatan atau dia adalah penggemar rahasia Grizelle? tapi anak sekecil Grizelle sudah punya penggemar rahasia?
"Banyak yang mengidolakan Grizelle di sosial media, Ma, karena Vanilla sering memposting foto atau video Grizelle. Mungkin ini dari salah satu orang yang mengidolakan Grizelle,"
"Oh iya, ya. Griz punya fans lumayan banyak. Mama juga suka memantau kegiatan nya lewat sosial media Vanilla. Mama salah satu fans Griz juga tapi tentu bukan mama yang membuat ini,"
Ucapan Rena itu membuat Jhico tersenyum. Ternyata Grizelle juga menjadi idola untuk neneknya sendiri. Banyak yang menyayangi Grizelle dan Ia merasa bersyukur.
"Mama sangat menghargai orang yang membuat lukisan ini. Ia sudah berusaha membuatnya menjadi sempurna. Jadi memang patut dihargai,"
Jhico memperhatikan lukisan itu dengan pandangan memuji. Ia sendiri pun belum tentu bisa membuat lukisan ini. Ia bahagia ketika anaknya bisa menjadi objek untuk orang lain berkarya. Grizelle harus melihat ini ketika sudah besar nanti. Ia harus mengucapkan terimakasih dan juga merasakan kebahagiaan yang sama seperti dirinya.
-------
Ada yg bisa nebak lukisan dr siapa itu? kl jawabannya bener, nnti dpt sun dr dedek Icelle yg menggumush kan wkwkwk.
__ADS_1