Nillaku

Nillaku
Nillaku 258 Auristella ajak Grizelle liburan bersama nanti


__ADS_3

Usai belajar di kamarnya, Auristella bergegas ke kamar orangtuanya untuk berkumpul sebelum tidur, seperti biasanya.


Tok


Tok


"Mommy, Daddy. Kenapa dikunci?"


"Iya, sebentar, Auris,"


Auristella menghela napas pelan. Ia bersandar di dinding samping pintu kamar kedua orangtuanya sembari bersedekap dada. Ia meniupkan angin dari mulutnya hingga membuat sedikit rambut bagian depannya terbang.


Cklek


Suara pintu dibuka membuat Auristella menoleh. "Kenapa dikunci?"


Entah mengapa Devan merasa diintimidasi oleh anaknya sendiri. Sekarang Auristella langsung masuk ke kamar nya dan Lovi.


"Mommy, habis mandi ternyata?"


"Iya, sebentar ya. Mommy pakai baju dulu,"


Lovi yang mengenakan bathrobe bergegas ke walk in closet untuk mengambil dan mengenakan pakaiannya.


"Dad, aku sudah belajar ya," lapornya. Takut-takut nanti Devan menanyai. Sebelum itu terjadi, lebih baik Ia jelaskan terlebih dahulu.


"Iya, pintar anak Daddy,"


"Ian dan Ean masih di kamar mereka masing-masing?"


Auristella menggeleng tidak tahu. Karena sejak tadi Ia di kamarnya sendiri jadi tidak tahu dimana keberadaan kedua kakak laki-lakinya itu.


"Masih belajar mungkin,"


"Rajin Ian ya. Biasanya dia selesai lebih dulu daripada Ean," ujar Auristella seraya terkekeh. Adrian memang hampir setiap belajar pasti selesai lebih dulu daripada Andrean. Sekarang, baru dirinya yang keluar dari kamar setelah belajar, sementara kakak keduanya itu belum menimbulkan wajahnya.


Andrean memang masih menjadi anak Devan dan Lovi yang paling rajin. Pintar dan rajin, namun sikapnya dingin dan datar, sulit diajak bercanda. Begitulah gambaran sosok Andrean. Sementara Adrian memang pintar tapi dia tak serajin kakaknya. Dan sikap Adrian sangat bertolak belakang dengan sang kakak. Auristella, anak terakhir Lovi dan Devan juga memiliki otak yang cukup cerdas dan dalam bidang musik terutama bermain piano, Ia berbakat.


"Aku mau menghubungi Griz,"


Auristella mengambil ponsel ibunya yang terlihat oleh mata tergeletak di atas ranjang dekat bantal. Ia segera mencari kontak Vanilla. Berharap saat ini Grizelle sedang luang hingga mereka bisa berbincang.


"Hah, tidak dijawab. Aunty Van kemana sih?"


Auristella mencoba lagi. Tapi hasilnya nihil. Kemudian, Ia mencoba untuk menghubungi Jhico yang tak lama langsung dijawab.


"Hallo, Uncle Jhico. Icelle ada? dimana dia sekarang?"


"Griz ada di kamarnya. Auris mau bicara?"


"Oh, Icelle sibuk, Uncle?"


"Hmm sepertinya tidak. Coba Uncle lihat sebentar,"


Jhico sebenarnya sedang duduk-duduk di ruang makan usai mengisi perutnya sementara istri dan anaknya Ia ketahui ada di kamar masing-masing. Entah kalau Grizelle sudah datang ke kamarnya untuk menghilangkan kebosanan di kamar sendiri.


Jhico menghampiri kamar sang putri yang ternyata dikunci.


Tok

__ADS_1


Tok


"Griz, jangan dikunci pintunya, Sayang,"


"Sebentarrl (sebentar), Pu,"


Terdengar sahutan dari dalam. Grizelle membuka pintu kamar dengan cepat.


"Jangan dikunci pintunya. Pupu sudah pernah katakan seperti itu 'kan? dimana kuncinya? Pupu yang simpan,"


Grizelle melepas kunci dari pintu lalu menyerahkan langsung pada Jhico.


"Sekarrlang (sekarang) aku sudah bisa kunci pintu. Tinggiku sudah cukup," ujar Grizelle tersenyum. Ia jadi senang mengunci pintu karena Ia sudah bisa, tingginya juga sudah cukup.


"Auris ingin bicara padamu,"


Jhico menyerahkan ponselnya pada Grizelle yang langsung diterima si sulung itu.


Grizelle melekatkan ponsel ayahnya di telinga kemudian masuk ke kamarnya lagi.


Jhico memilih untuk menjauh. Biarlah gadis-gadis kecil itu berbincang.


"Icelle, kenapa kamu mengirim foto liburan? aku jadi ingin liburan juga, Icelle,"


"Aku berrliburl (berlibur) dengan Nay-Nay saja,"


"Bagaimana? tetap menyenangkan walaupun hanya berdua?"


"Iya, tentu saja,"


"Kita kapan ya bisa berlrtemu (bertemu)?" gumam Grizelle setelah menjawab pertanyaan Auristella tadi.


"Hah? yang benarrl(benar), Aurrlis (Auris),"


"Iya, tadi Daddy bicara seperti itu. Hm...kedengarannya kamu sudah bisa bicara R ya?"


"Iya, diajarrlkan (diajarkan) Glandpa dan aku langsung bisa. Ya... walaupun bisanya masih sedikit,"


"Tidak apa, semua perlu proses,"


"Jadi kamu akan berlibur?"


"Setelah exam, kata Daddy begitu,"


"Yeayy semangat! harlus (harus) dapat hasil yang bagus ya. Jangan buat aku malu,"


"Hei, sudah berani bicara begitu dia,"


Grizelle terkekeh mendengar Auristella yang menegurnya dengan galak.


"Jangan marlah (marah), Aulrlis (Auris),"


"Tidak, hanya kesal,"


"Hih, sama saja. Oh iya Ian dan Ean dimana?"


"Mereka di kamar,"


"Oh, sedang apa?" tanya Grizelle ingin tahu.

__ADS_1


"Masih belajar sepertinya,"


"Hmm...begitu,"


"Kamu dapat apa dari liburan?"


"Oh banyak. Ada ice cream, cokelat, youghurt, dan lolipop,"


"Woah sebanyak itu?"


"Iya, sayang sekali kamu tidak ada di sini. Kalau ada, pasti akan aku bagi,"


"Adrian suka sekali dengan ice cream,"


"Iya, sama. Aku juga. Semua anak kecil suka,"


"Aku datang ke industrli (industri) susu sapi dan peternakannya. Kamu tidak akan ingin pulang kalau sudah datang ke sana," lanjut Grizelle kemudian.


"Huwaa terdengar menyenangkan,"


"Di sana ada waterl parlk (water park), ada pesta kembang api juga. Aku punya teman barlu(baru)," Ia menceritakan singkat bagaimana liburannya pada sang kakak sepupu perempuan. Auristella harus tahu bahwa liburannya sangat menyenangkan dan tidak terlupakan.


"Memangnya kamu saja yang bisa pamerl (pamer) liburlan (liburan) padaku,"


"Aku tidak pamer,"


"Kamu mengirim foto liburan ke Mumu lalu Mumu beri tahu aku. Kamu bilang, 'Icelle, aku liburan lagi. maaf ya membuatmu ingin liburan juga' setelah aku liburrlan (liburan) ya tentu aku balas. Aku tidak mau kalah,"


Grizelle memasang raut pongahnya yang justru terlihat sangat menggemaskan. Tawa Auristella pecah seketika mendengar cibiran dari Grizell.


"Kapan kita liburan bersama lagi, Icelle? sudah lama sekali ya kita tidak berlibur bersama,"


"Iya, lamaaa sekali. Sampai aku lupa kapan tralkirl (terakhir) kali,"


"Aku pulang, kita harus teror Daddyku dan Pupumu, Griz, supaya kita bisa berlibur bersama,"


"Okay, sepakat. Kita aturl (atur) rlencana (rencana),"


"Harus kita bujuk yang benar ya?" Auristella memastikan yang langsung disanggupi oleh lawan bicaranya sekarang ini.


"Tentu saja,"


"Hei tapi setelah adikmu lahir saja. Biar adikmu juga bisa berlibur,"


"Hah masih lama," Grizelle merengut.


"Iya, Daddy dan Uncle Jhico biar menabung dulu sebelum uang mereka habis karena berlibur,"


"Okay-okay, biarrl(biar) uang merrleka (mereka) banyak dulu ya?"


"Kita berlibur ke negara lain, Griz,"


Makin panjang saja obrolan mereka dan topiknya masih seputar rencana liburan bersama. Masih lama tapi sudah dibicarakan sekarang, padahal katanya menunggu adik Grizelle lahir dulu biar adik Grizelle juga ikut.


"Iya, aku kemana saja yang penting berrliburl (berlibur),"


Grizelle belum banyak maunya karena mungkin Ia belum seperti Auristella yang mulai tahu tempat-tempat menyenangkan untuk berlibur.


 

__ADS_1


Holla selamat pagi. Yok semangat yok beraktivitasnya. Jgn lupa sarapan mantemanku.


__ADS_2