Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #101


__ADS_3

Liam kembali melanjutkan perbincangannya bersama Rosie setelah Mrs Robinson melangkah keluar pergi dari kamar Rosie untuk membuatkan Liam segelas susu hangat. Liam terus meminta saran kepada adiknya tersebut bagaimana cara meluluhkan hati Jane agar dia mau menikah dengannya. Rosie lalu menyarankan kepada Liam agar dia mencoba kembali bersikap dingin seperti dahulu supaya Jane mulai menyadari tentang perasaannya itu, namun Liam membutuhkan waktu untuk menerapkan cara yang disarankan oleh Rosie tadi. Mrs Robinson kembali masuk ke dalam kamar Rosie di tengah - tengah perbincangan kedua kakak beradik tersebut. Mrs Robinson kemudian memberikan segelas susu hangat untuk Liam minum, dan setelah itu Mrs Robinson ikut duduk di ranjang Rosie untuk mendengarkan perbincangan menarik dari kedua anaknya itu. Liam lalu meminum segelas susu hangat buatan Mrs Robinson sembari memikirkan saran dari Rosie tadi. Setelah selesai meminum susu hangatnya, Liam kembali berbaring di atas ranjang Rosie sembari melihat ke layar handphone miliknya. Mrs Robinson kemudian berkata kepada kedua anaknya tersebut bahwa dia ingin pergi ke supermarket untuk membeli beberapa barang, lantas kedua anaknya itu berkata kepada Mrs Robinson jika mereka berdua ingin ikut pergi ke supermarket. Mrs Robinson langsung mengiyakan keinginan kedua anaknya tersebut dan mereka lalu bersiap - siap untuk pergi ke supermarket bersama. Liam kemudian mengendarai mobilnya untuk mengantarkan mommy nya tersebut ke supermarket bersama adiknya, dan sesampainya di sana Mrs Robinson bergegas mengambil trolley untuk meletakkan barang belanjaan yang akan mereka beli.


Liam yang mendapat bagian mendorong trolley, sedangkan Mrs Robinson yang memilih kebutuhan apa saja yang akan dia beli dan Rosie yang sedang asyik memilih camilan kesukaannya. Liam hanya diam saja memperhatikan mommy dan Rosie yang sedang asyik berbelanja. Dia tiba - tiba menjadi tidak bersemangat untuk berbelanja seperti biasanya. Mrs Robinson yang menyadari jika putranya tersebut hanya diam saja tidak seperti biasanya kemudian bertanya kepada Liam apa yang dia ingin beli, namun Liam hanya menggelengkan kepalanya saja. Mrs Robinson lalu mengambil beberapa bungkus oreo, buah alpukat dan minuman dingin kesukaan Liam. Selesai berbelanja Liam lalu mengantarkan Mrs Robinson dan Rosie pulang ke rumah, saat sesampainya di rumah Liam juga membantu mommy nya membawakan semua tas belanjaan mereka. Setelah itu Liam menghela nafasnya dan kemudian dia duduk di sofa sembari memakan oreo yang dibelikan oleh Mrs Robinson tadi. Karena merasa haus Liam kemudian berjalan ke dapur untuk mengambil minuman, dan tiba - tiba Liam melihat suatu benda yang tidak asing baginya. Lalu seketika Liam pandangan Liam menjadi buram dan dia langsung jatuh pingsan saat itu juga. Mrs Robinson merasa sangat terkejut ketika melihat putranya tersebut sudah tergeletak di atas lantai, dan kemudian dia memanggil Mr Robinson dengan keras untuk membantunya menyadarkan Liam yang sedang pingsan.


Mrs Robinson berteriak memanggil suaminya "Jo, Jonathan."


Mr Robinson langsung datang menghampiri ke arah sumber suara setelah mendengar teriakan dari istrinya itu "kenapa kamu berteriak?" tanya Mr Robinson sembari berjalan menghampiri istrinya.


"Tolong Liam," ucap Mrs Robinson lirih.


Mr Robinson seketika merasa terkejut ketika melihat putranya tersebut sudah tergeletak tidak sadarkan diri di atas lantai "kenapa Liam bisa pingsan?"


"Aku juga tidak tau, cepat bantu aku!"


"Baiklah." Mr Robinson lalu memanggil beberapa bodyguardnya untuk membantu memindahkan tubuh Liam ke dalam kamarnya, dan setelah itu Mr Robinson memanggil dokter keluarga untuk memeriksa kondisi Liam.


"Bagaimana kondisi putra saya dok?" tanya Mr Robinson.


"Penyebab Liam pingsan mungkin karena dia mengalami shock karena melihat sesuatu dan bisa jadi karena dia juga sedang merasa sangat kelelahan, jadi saya sarankan agar Liam beristirahat yang cukup untuk memulihkan staminanya."


"Oh begitu."


"Apakah Liam masih meminum vitamin itu?"


"Masih, dia tidak pernah lupa untuk meminumnya."


"Baguslah kalau begitu, tetapi saran saya jika Liam mengalami pingsan karena shock melihat sesuatu maka saya menyarankan anda untuk menyingkirkan benda tersebut di setiap sudut rumah ini agar hal ini tidak terulang kembali."

__ADS_1


"Baik dok, terima kasih banyak."


"Sama - sama, kalau begitu saya pamit."


"Baik dok, hati - hati di jalan."


Mr Robinson lalu berjalan mendekati Mrs Robinson yang sedari tadi duduk di samping Liam dan sedang merasa sangat gelisah "Liam tidak apa - apa, dia hanya sedang beristirahat saja."


"Bagaiamana bisa aku merasa tidak gelisah saat putraku sedang terbaring lemah."


"Dokter sudah mengatakan jika dia akan baik - baik saja."


Mrs Robinson menghela nafasnya "aku harap memang kenyataannya begitu karena aku tidak ingin kehilangan putraku lagi."


Mr Robinson mengusap punggung Mrs Robinson "iya aku paham bagaimana perasaanmu, sekarang biarkan Liam beristirahat."


"Aku akan tetap berada di sini menemaninya."


Rosie mengangguk "baik dad."


Mr Robinson dan Rosie mulai pergi dari kamar Liam dan membiarkan Mrs Robinson menjaga Liam yang sedang beristirahat setelah dia mengalami pingsan. Pukul 11 malam Liam terbangun dari tidurnya karena dia kembali mengalami mimpi buruk, dan dia langsung membangunkan Mrs Robinson ketika dia ingin mengambil minum. Liam merasa tidak tega jika mommy nya sampai harus tidur seperti itu demi menjaganya, jadi Liam meminta Mrs Robinson agar tidur di kamarnya saja dan tidak perlu menjaganya sampai seperti itu. Mrs Robinson awalnya menolak, namun setelah beberapa kali Liam menyakinkannya akhirnya Mrs Robinson mau tidur di kamarnya dan meninggalkan Liam sendirian di kamar miliknya. Liam kemudian mengambil handphone miliknya untuk memberitahu Jane jika malam ini dia tidak bisa pulang ke apartement karena badannya masih terasa lemas sekali. Tetapi berselang 15 menit kemudian Mrs Robinson kembali masuk ke dalam kamar Liam untuk memastikan kondisi putranya tersebut.


"Ada apa lagi mom?"


Mrs Robinson berjalan mendekat ke arah Liam "apa kamu ingin diambilkan sesuatu?"


"Iya boleh mom jika mommy sanggup mengambilnya."

__ADS_1


"Kamu menginginkan apa?"


"Ambilkan bulan yang berada di atas sana," ucap Liam sembari menunjuk ke arah bulan di langit malam.


"Jangan aneh - aneh kamu."


Liam tertawa "Liam hanya bercanda saja kok mom, maaf."


Tangan Mrs Robinson kemudian menyentuh dahi Liam untuk memeriksanya "apa kamu masih merasakan pusing?"


"Sedikit mom, tetapi mommy jangan khawatir karena mungkin Liam sedang kelelahan saja jadi di fikiran Liam muncul hal - hal yang tidak masuk akal."


Mrs Robinson menghela nafasnya "kan mommy sudah bilang jika kamu lebih baik beristirahat saja, tetapi malah ikut mommy ke supermarket."


"Karena Liam sedang merasa bosan, jadi Liam ikut mommy ke supermarket."


"Ya sudah, sekarang Liam ingin apa?" tanya Mrs Robinson penuh perhatian.


Liam tersenyum nakal "Liam ingin Jane."


"Jane?" tanya Mrs Robinson karena merasa terkejut dengan ucapan putranya tersebut jadi dia memastikannya jika putranya tersebut sedang tidak mabuk atau otaknya geser gara - gara pingsan tadi.


"Iya mom please," ucap Liam memohon.


"Ini sudah larut malam dan mungkin Jane sudah tidur, bagaimana kalau besok pagi mommy meminta Jane untuk datang kesini?"


"Ya sudah tidak apa - apa," ucap Liam merasa kecewa.

__ADS_1


"Kalau begitu tidurlah kalau ingin bertemu dengan Jane."


"Baik mom."


__ADS_2