
Jane lalu membuka handphone miliknya sebentar untuk membaca pesan - pesan yang dikirimkan oleh teman - temannya maupun keluarganya. Rata - rata mereka menanyakan tentang bagaimana pengalaman honeymoon yang sedang dia lakukan serta meminta buah tangan. Mr Kim paling sering mengirimkan pesan kepada putrinya tersebut dan bertanya mengenai kabarnya saat berada di luar negeri, apalagi Mr Kim masih terlihat sangat khawatir kepada putri kesayangannya itu saat berada jauh darinya bersama pria lain selain dirinya. Jane kemudian meletakkan handphone miliknya itu dan beralih mengganggu ketenangan suaminya yang sedang berjemur dibawah sinar matahari. Jane terus menoel - noel perut kotak - kotak Liam karena merasa gemas sekali terhadapnya, sedangkan Liam hanya tersenyum tipis melihat tingkah Jane yang sangat jahil itu.
Liam kemudian membawa Jane ke dalam pelukannya serta mencium rambutnya. Tiba - tiba Jane meminta Liam untuk mengoleskan sebuah cream ke tubuhnya serta memijatnya karena pijatan Liam sangat enak sekali. Liam lalu mengoleskan sebuah cream ke pinggul Jane serta memijatnya dengan lembut. Jane lalu bercerita kepada Liam mengenai Mr Kim yang selalu mengiriminya pesan untuk memastikan bahwa dia baik - baik saja berada di luar negeri. Liam hanya tertawa kecil mendengar cerita dari Jane mengenai sifat posesif Mr Kim kepada putrinya tersebut. Tiba - tiba saja handphone Jane berbunyi, dan dengan cepat Jane langsung mengangkatnya setelah dia mengetahui bahwa panggilan tersebut dari Mr Kim. Karena panggilan tersebut merupakan panggilan vidio, Jane kemudian menunjukkan Liam yang sedang memijat pinggulnya karena dirinya merasa lelah sekali dibagian itu.
"Apa yang dilakukan oleh Liam itu?" tanya Mr Kim.
"Dia sedang memijat pinggulku, appa."
"Kenapa begitu? nanti dia merasa senang lagi saat kamu memintanya seperti itu karena bisa modus."
"Kalau dia modus lalu kenapa appa? lagipula Liam tidak akan seperti itu kok, kalau dia seperti itu juga tidak apa - apa."
"Ya tidak boleh, apalagi kamu memakai pakaian bikini yanh sangat sexy pasti dia semakin berfikiran seperti itu."
"Kenapa appa sangat khawatir sekali?"
"Ya jelas aku khawatir karena kamu pergi ke luar negeri bersama pria lain selain appa."
Jane menghela nafasnya "appa lupa kalau sekarang Jane sedang pergi bersama dengan suami Jane? jangan bilang jika appa melupakannya."
"A-apa? kamu sudah menikah?"
"Iya appa," ucap Jane malas.
"Astaga Ya Tuhan, appa lupa mengenai hal tersebut hehe."
Jane memutar bola matanya malas "kebiasaan."
"Sekarang kalian sedang ada acara apa di luar negeri?"
"HONEYMOON, APPA!!" ucap Jane geram.
Mr Kim menggaruk rambutnya "oh iya appa lupa hehe."
"Appa ini aneh sekali."
"Ya maklum saja, appa masih sedikit belum rela kamu menikah."
"Sudahlah appa jangan begitu, bukankah appa sendiri yang menginginkan Jane untuk cepat menikah?"
"Iya sih."
__ADS_1
"Liam sekarang menantumu, dan terimalah jika dia akan berbuat seperti itu kepadaku setiap saat hahaha."
"Iya sayang."
Saat mengetahui bahwa Jane mengarahkan kamera tersebut kepada dirinya, dengan santai Liam langsung menyapa ayah mertuanya tersebut. Bagaimana Mr Kim tidak shock? sekarang putrinya yang sedang menggunakan pakaian bikini itu, tubuhnya sedang disentuh oleh pria lain. Jane yang masih tertawa itu lalu kembali mengarahkan kamera handphone kepada dirinya dan berkata bahwa Mr Kim tidak perlu khawatir karena ada Liam yang menjaganya saat berada di luar negeri. Jane juga berbincang sebentar sebelum Mr Kim pergi meeting, sedangkan Liam hanya terus memijat Jane sembari mendengarkan perbincangan ayah dan anak tersebut. Sekitar 30 menit kemudian Mr Kim langsung mematikan teleponnya karena dia akan bersiap - siap untuk pergi meeting. Liam memukul pelan pantat Jane saat dia sudah selesai memijat pinggul istrinya itu, dan Jane langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Liam yang duduk di sampingnya.
"Appa marah ya karena aku menyentuh tubuhmu sembarangan?"
Jane tertawa "sudah tenang saja hubby, appa hanya sedang lupa jika kita sudah menikah."
"Oh, tetapi maaf ya kalau aku sedikit lancang menyentuh area pribadimu."
Jane mencubit pipi Liam "sudahlah hubby, kamu ini apa - apaan sampai meminta maaf seperti itu?"
"Tapi Jane?" Liam tidak jadi melanjutkan ucapannya.
Jane langsung memeluk Liam "sssttt, sudah diam saja."
"Mmm tubuhmu tetap harum meskipun tadi basah karena air pantai."
"Tentu saja, apalagi sekarang aku sudah mempunyai seorang suami."
"Kenapa hubungannya antara suami dengan bau harum di tubuhmu."
Liam langsung menyentuh rambutnya yang dijambak oleh Jane tersebut "sakit sayang."
"Hahaha makanya jangan telmi (telat mikir)."
"Ya maaf."
"Ayo pulang ke hotel."
"Tidak jadi makan siang?" tanya Liam merasa keheranan.
"Nanti saja, tiba - tiba saja sekarang aku ingin melakukan sesuatu hal denganmu."
"Apa itu?" tanyanya bingung.
"Rahasia," ucap Jane saat berdiri dari kursi tersebut.
Liam menganggukkan kepalanya "sepertinya aku paham mengenai apa yang kamu inginkan itu?"
__ADS_1
"Memangnya apa yang aku inginkan?"
Liam lalu berbisik di telinga Jane sembari tersenyum licik hingga membuat Jane tersenyum.
"Pakai bajunya kembali dan kita langsung akan pulang ke hotel," ucap Liam sembari memakai kemejanya kembali.
"Okay hubby," ucap Jane yang juga ikut memakai bajunya kembali.
"Memangnya kamu tidak lapar heum?" tanya Liam memastikan.
Jane menggelengkan kepalanya "tidak, aku belum merasa lapar."
"Ayo kita makan siang terlebih dahulu di restaurant yang tadi kita lewati sebelum kemari, aku tidak ingin perutmu sakit karena telat makan."
"Ya sudah, tapi hanya sebentar saja okay?"
"Mana bisa seperti itu? pokoknya harus sampai kamu kenyang baru kita kembali ke hotel."
"Hufftt, baiklah hubby."
Karena letak hotel tempat mereka menginap tidak terlalu jauh dari pantai tersebut, jadi mereka berdua hanya berjalan kaki saat akan menuju ke pantai itu sembari menikmati pemandangan sekitar. Menurut Liam itu bahkan lebih bagus karena selama di perjalanan dia bisa berbincang ringan dengan istrinya itu, ya sekalian untuk mengenal lebih dalam lagi satu sama lainnya. Mereka berdua telah sampai di sebuah restaurant sederhana, dan kemudian mereka berdua langsung memesan makanan yang mereka inginkan dari menu. Sekitar 45 menit kemudian mereka berdua telah selesai makan dan kembali ke hotel. Begitu sampai di kamar Liam kemudian menempelkan tanda DND (do not distrub) yang menandakan mereka berdua tidak ingin diganggu.
Jane langsung melompat ke gendongannya, dan Liam langsung menciumi leher Jane serta wajahnya "what do you want baby girl?"
"Aku menginginkan kamu, hubby."
Liam lalu menurunkan Jane di atas ranjang mereka serta masih menciumi lehernya "mmm kamu sangat menggoda sekali."
"Kalau begitu makan saja aku."
"Dengan senang hati."
Beberapa jam berlalu dan mereka berdua masih ketiduran karena merasa lelah. Tidak lama kemudian Liam yang baru bangun langsung meraih Jane yang hanya terbungkus oleh selimut itu dan memandangi wajahnya.
"Hubby?" panggil Jane.
"Iya sayang, kenapa?"
"Aku haus."
Liam langsung mengambilkan air mineral untuk Jane "ini minumlah!"
__ADS_1
"Terima kasih hubby."
"Sama - sama sayang," ucapnya yang langsung memeluk Jane dan mencium keningnya.