Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #34


__ADS_3


Liam yang duduk di kursi kerjanya dan sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba - tiba dikejutkan oleh Yunna yang tanpa permisi masuk ke ruangannya dengan handphone di tangannya. Liam merasa terheran dengan tingkah Yunna yang seperti ini karena biasanya Yunna akan mengetuk pintu ruangannya terlebih dahulu. Yunna kemudian menunjukkan layar handphone nya kepada Liam, dan ternyata Yunna ingin memberi tau kepada Liam jika ada sebuah artikel yang membicarakan tentang dia dan Jane saat mereka berdua menghadiri reuni akbar tersebut.


Menatap ke arah Liam "jadi benar kalian berdua pergi bersama?"


"Ya aku hanya memintanya untuk menemaniku saja tidak ada maksud apapun."


Yunna menunjukkan ekspresi kecewa "aku kira kalian berdua memiliki hubungan, tapi ternyata tidak."


"Kami itu hanya teman, tidak lebih. Sudahlah aku akan kembali bekerja, aku kira ada apa ternyata cuma berita beginian."


"Tapi kalian berdua memang cocok, aku mendukung kalian berdua untuk segera jadian."


"Haiss tidak ada jadian, sudah sana kembali bekerja. Eh nanti sore jadi ya?"


"Jadi untuk apa?"


"Apa kamu ini pikun atau bagaimana sih? aku kan waktu itu berjanji kepadamu untuk mengajakmu melihat rumah baru aku dan aku membutuhkan saranmu untuk furniture nya."


"Oh soal itu, baiklah. Jam pulang kerja kan?"


"Tidak Yun, besok satu abad kemudian. Ya iya lah Yun."


"Oke, aku mau kembali ke ruanganku bye."

__ADS_1


Liam hanya menggelengkan kepalanya saat dia melihat tingkah Yunna yang seperti itu. Liam kemudian berfikir jika sepertinya dia lebih merasa asik berbicara kepada Yunna daripada berbicara kepada Jane karena menurutnya setiap berbicara kepada Jane selalu aja ada perdebatan yang membuat Liam merasa sedikit tidak nyaman kepada Jane. Kemudian Liam mengirim pesan kepada Yunna untuk membantunya membuat daftar apa saja yang harus dia beli nanti setelah dia dan Yunna melihat rumah barunya.


Setengah jam kemudian Yunna mengetuk pintu ruangan Liam, lalu duduk di depan Liam untuk menyerahkan selembar kertas yang diminta Liam tadi. Yunna juga menjelaskan sedikit apa yang tertulis di kertas tersebut, dan Yunna juga bertanya kepada Liam apa yang kurang dari yang sudah disebutkan oleh Yunna tersebut. Liam berfikir sejenak lalu dia membereskan peralatan di atas mejanya kemudian mengajak Yunna untuk pergi sekarang, karena pekerjaan dia sudah selesai. Liam juga berfikir jika dilakukan jam pulang kerja pasti akan pulang pada malam hari dan Liam juga merasa kasihan kepada Yunna jika dia pulang terlambat, pasti Yunna merasa sangat lelah. Setelah Yunna menyetujui ajakan Liam tersebut, kemudian Yunna pergi ke ruangannya untuk membereskan barangnya tersebut dan pergi dengan Liam.


Saat diperjalanan, mereka berdua saling bertukar cerita dan bertukar teka teki yang membuat mereka berdua tertawa terbahak - bahak. Yunna juga bercerita tentang berita yang sedang viral di media sosial kepada Liam, dan dia hanya mengangguk dan terkadang mengomentari hal yang di ceritakan oleh Yunna. Mereka berdua juga asik bernyanyi bersama di dalam mobil untuk mengisi waktu luang agar tidak merasa bosan karena jalanan yang sedikit macet. Tiba - tiba Liam menjadi teringat oleh ucapan Jane, dan kemudian Liam bertanya kepada Yunna.


"Eh Yun, apa penampilan aku ini sangat membosankan dan terlihat sedikit kuno?"


Yunna mengamati Liam dengan saksama "jika menurutku sih iya, memangnya ada apa kok tumben kamu bertanya tentang penampilan?"


"Ada seorang wanita yang mengatakan penampilan aku ini sangat kuno dan membosankan, jadi aku ingin bertanya tentang bagaimana trend penampilan zaman sekarang."


"Oh begitu. Sekarang sih sepertinya sedang trend yang ala ala Korea begitu, aku mengetahui hal tersebut dari toktok."


"Masa kamu tidak mengenal aplikasi toktok, itu lho aplikasi yang trend di zaman sekarang yang untuk membuat vidio dance dan lain - lain."


"Oh begitu. Eh sudah sampai."


Yunna kemudian melihat dari jendela seperti apa penampakan rumah yang Liam bangun "wow amazing, ini rumahnya bagus dan terlihat sangat mewah."


"Ini aku yang merancangnya dengan bantuan arsitek yang aku sewa, mari masuk."


"Wow, ini sudah selesai masa pembangunan nya? dan ini luas sekali."


"Sudah, tinggal furniture nya saja. Padahal ini lebih kecil dari rumah utama aku lho."

__ADS_1


Yunna merasa terkejut sekaligus terheran atas ucapan Liam "yang benar? berarti rumah utama kamu sangat luas, besar, dan mewah dong?"


"Ya begitulah, kapan - kapan mau main ke rumah utama?"


"Boleh jika kamu yang membawaku kesana hehe."


Liam hanya tersenyum kepada Yunna. Setelah itu mereka memutuskan untuk berkeliling di rumah tersebut sembari melihat kondisi rumah yang dibangunnya dengan uang hasil tabungannya selama dia bekerja di perusahannya, dan bahkan Liam tidak memberitahu keluarganya jika dia membangun rumah sendiri dengan uang hasil tabungannya. Jika dia memberitahu keluarganya pasti akan gagal karena Mr Robinson akan memaksa Liam untuk menerima uang darinya dan tidak mengizinkan memakai uang hasil kerja kerasnya. Padahal menurut Liam akan sangat senang dan bangga jika dia bisa membangun rumah dengan memakai uang dari tabungannya selama bekerja. Mereka berdua bekeliling cukup lama, kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar lalu pergi ke sebuah cafe terdekat untuk makan. Setelah selesai Liam mengantarkan Yunna pulang kerumahnya.


Diperjalanan pulang setelah mengantar Yunna, tiba - tiba Liam memiliki firasat buruk dan memilih untuk mengunjungi apartement nya sebentar. Liam juga pergi ke sebuah toko membeli makanan untuk Jane. Sesampainya di unit apartemennya, Liam merasa heran karena biasanya sedikit ramai karena ada Jane, tetapi ini hanya sunyi dan senyap seperti tidak ada orang di apartementnya tersebut. " Apa Jane sudah pulang ke rumahnya? kalau benar Jane sudah pulang, kok dia tidak mengatakannya kepadaku? " pikir Liam sembari berjalan meletakkan makanan yang tadi dia beli ke atas meja. Bahkan semua lampu di apartement nya belum dinyalakan sama sekali. Saat Liam mendekati kamar Jane, Liam mendengar suara Kiko yang menggonggong dengan kencang. Liam berusaha membuka pintu kamar Jane tetapi terkunci, Liam kemudian mendobrak pintu kamar Jane dengan sekuat tenaga karena takut terjadi apa - apa terhadap Jane.


Betapa terkejutnya Liam saat berhasil mendobrak pintu kamar Jane karena dia melihat Jane sedang membuka jendela kamarnya dan berdiri di atas balcon hendak terjun dari balcon tersebut. Dengan sigap Liam langsung lari menuju ke arah Jane lalu memeluknya agar Jane tidak terjun dari balcon tersebut. Jane menangis dan berusaha melepas pelukan Liam tersebut dari tubuhnya. Tau jika Jane memberontak, kemudian Liam semakin memeluknya dengan erat lalu menarik tubuh Jane dengan sekuat tenaga dari balcon tersebut. Jane terus menangis dan masih memberontak ingin terjun ke balcon tersebut, dan Liam semakin erat memeluk Jane yang sedang menangis tersebut.


Berusaha melepaskan pelukan Liam "lepaskan aku Liam, biarkan aku terjun kebawah dan mati."


"No, aku tidak akan membiarkan kamu bunuh diri Jane, ayolah memangnya ada apa? kamu kalau ada masalah bisa cerita ke aku."


"Aku mau dijodohkan kepada orang tua aku dan aku tidak mau, aku belum siap. Aku tidak mencintainya."


Liam kemudian menghapus air mata di pipi Jane "hei sudah cup cup, kamu bisa membicarakan hal tersebut secara baik - baik kepada orang tua kamu. Bukan begini caranya, bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah kamu, ingat itu."


"Tapi aku tidak mau jika menikah dengan orang asing yang bahkan aku saja tidak mengenalnya sama sekali."


"Iya, tapi bukan begini caranya. Sudah, lebih baik kamu mandi saja aku mau menyiapkan untuk makan malam nanti."


Note : Jangan lupa like, komen, share, dan jadikan favorite 😉

__ADS_1


__ADS_2