
Beberapa hari kemudian Jane sudah berada di rumah serta sudah bisa tidur di ranjangnya yang luas serta empuk, walaupun setiap malam dia harus terbangun serta begadang karena terkadang anaknya menangis. Biasanya Liam juga ikut terbangun untuk membantu Jane meskipun hanya sekedar melihatnya saja hahaha. Jane merasa sedikit kewalahan mengurus anaknya yang masih bayi karena ini pertama kakinya Jane mempunyai anak, dan untung saja Liam diminta mengambil cuti selama satu bulan oleh Mr Robinson untuk membantu Jane mengurus anaknya. Takutnya nanti jika Jane tiba - tiba terkena baby blues, dan sejauh ini semuanya masih aman. Saat di pagi hari Jane sudah memandikan anaknya serta mengajaknya berjalan - jalan di depan rumahnya, sedangkan Liam masih tertidur karena semalam di ada shift malam menjaga anaknya. Jane berjalan - jalan sembari menjemur anaknya dan setelah itu dia mengajaknya kembali ke kamar karena tiba - tiba saja Jane ingin buang air besar. Jane kemudian menepuk - nepuk lengan Liam untuk membangunkannya.
"Hubby, bangun!"
"Ngg."
"Tolong jagain baby Ace sebentar, aku ingin buang air besar."
Liam langsung membuka matanya dan menggendong anaknya.
"Okay."
"Jagain, jangan sampai ditinggal tidur nanti takutnya jatuh dari atas ranjang."
"Tenang saja ranjang milik kita sangat besar sebesar harapan orang tua, jadi tidak mungkin anak kita jatuh."
"Hmm." Jane langsung berlari ke kamar mandi.
"Ututu jagoan daddy yang paling tampan, mau latihan tinju sekarang atau nanti?"
*Oek oek oek.* Ace mulai menangis dengan sangat keras.
"Liam!!!" teriak Jane dari dalam kamar mandi.
Liam kemudian menggendong anaknya itu untuk menenangkannya agar berhenti menangis, dan dia juga mencium pipinya.
"Cup cup cup jagoan tidak boleh menangis, kalau kamu menangis pasti aku akan dimarahi oleh eomma kamu. Mmm mau minum susu? tunggu sebentar ya eomma sedang pup."
Liam kemudian mengambil botol susu untuk anaknya di meja samping ranjangnya, dan setelah itu dia membaringkannya di atas ranjang. Semakin lama mereka berdua justru kembali tertidur dengan tangan Liam yang masih menepuk - nepuk pelan pantat anaknya agar tertidur. Jane yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung tersenyum ketika melihat anaknya yang sedang tertidur pulas dengan Liam. Setelah itu Jane menyelimuti mereka berdua dan merasa senang karena dia bisa terbebas hanya untuk sebentar saja. Jane lalu turun ke bawah untuk sarapan sembari melanjutkan menonton film yang sempat terhenti karena dia sibuk mengurus anaknya yang masih bayi. Setelah itu dia memyempatkan untuk senam yoga dan berolahraga ringan walaupun hanya sebentar agar berat badannya bisa turun sedikit. Behitu semua kegiatannya selesai, barulah Jane pergi mandi dan bersantai sejenak. Tidak lama kemudian suara bel rumah Jane berbunyi, dan setelah dibuka ternyata Irene yang datang untuk mengunjunginya.
"Hai bumilku tersayang, apa kabar?" tanya Irene menyapa Jane.
"Aku sudah melahirkan, jadi aku sudah tidak mengandung lagi."
"Oh iya aku lupa hehe, baby Ace kemana?"
"Dia sedang tidur bersama daddynya."
"Oh begitu."
"Mari masuk," ucap Jane mempersilahkan Irene.
Irene lalu memberikan sebuah bingkisan kepada Jane.
"Ini aku memberikan sedikit bingkisan untuk keponakanku hehe."
"Kenapa repot - repot sekali? padahal aku dapat bertemu denganmu saja sudah senang."
"Masa aku sudah jauh - jauh kemari tidak memberikan bingkisan untuk keponakanku," ucap Irene merangkul Jane.
__ADS_1
"Tidak apa - apa, mmm kamu ingin minum apa?"
"Terserah kamu saja Jane, yang penting tidak merepotkan kamu."
"Oh okay sebentar."
Jane lalu memanggil bibi untuk membuatkan mereka berdua minuman yang menyegarkan. 30 menit kemudian saat mereka berdua tengah berbincang - bincang tiba - tiba saja Liam menghampiri Jane sembari menggendong anaknya.
"Oh ada Irene ternyata," ucap Liam.
"Hai Liam," sapa Irene.
"Hai juga, sudah lama kita tidak bertemu."
"Iya benar haha. Eh itu kamu sedang menggendong baby Ace?"
Liam mengangguk.
"Benar."
"Irene ingin melihat baby Ace, hubby."
Liam lalu duduk di sebelah Irene untuk menunjukkan wajah anaknya."
"Dia baru saja bangun."
"Wah tampannya keponakanku, ucap Irene memuji baby Ace.
"Iya benar Jane, dia mirip sekali dengan ayahnya."
Liam dan Irene merasa keheranan saat melihat baby Ace yang tiba - tiba tersenyum.
"Eh dia sedang tersenyum Li?" tanya Irene.
"Sepertinya begitu, mungkin saja dia merasa senang saat orang - orang mengatakan bahwa dia sangat tampan."
"Ihhh lucunya, boleh aku memotretnya?"
"Tentu saja, tetapi jangan memakai flash kamera."
"Iya Liam, hanya sebentar kok."
Irene lalu memotret baby Ace dan menoel - noel pipi Ace yang chubby seperti milik Jane. Tiba - tiba saja Ricko dan Gita datang mengunjungi Rumah Liam sembari membawa anaknya untuk melihat anak Liam dengan Jane.
"Wihhh ayolah kita adu," ucap Liam saat mengetahui kedatangan Ricko.
"Ayolah siapa takut hahaha."
"Dia Ricko dan Gita yang merupakan teman dekatnya Liam. Dahulu Liam belajar menggendong Ace saat dia menggendong Ibra anaknya Ricko," ucap Jane menjelaskan.
__ADS_1
"Oh begitu, bukankah sepertinya aku pernah bertemu dengan Ricko saat dia menjadi bestman di acara pernikahan kalian ya?"
"Nah iya."
"Hai Jane, bagaimana setelah mempunyai seorang bayi?" tanya Gita duduk di samping Jane.
"Jangan mengejekku, pasti kamu juga tahu kan bagaimana rasanya?"
Gita tertawa.
"Hahaha siapa tahu pengalamanmu berbeda dariku."
"Sepertinya pengalaman kita berdua tidak jauh berbeda kecuali kamu tidak pernah sama sekali begadang karena anak rewel, itu baru berbeda."
"Anakku juga sangat rewel waktu itu, sekarang juga masih rewel walaupun tidak sesering dulu."
"Oh, eh kenalkan ini Irene sahabatku dari Korea Selatan."
Gita lalu menjabat tangan Irene.
"Hai salam kenal, Gita."
"Salam kenal juga, Irene."
Mereka bertiga lalu berbincang bersama mengenai beberapa hal termasuk mengenai parenting, sedangkan Ricko dan Liam justru malah sibuk bermain - main dengan anak mereka layaknya mereka berdua adalah sebuah boneka, boneka hidup. Namun sesekali Gita dan Jane juga mengawasi para suaminya karena rasanya tidak tenang sekali membiarkan anaknya bersama dengan para ayahnya. Namun anehnya anaknya itu jarang sekali rewel meskipun ayahnya melakukan hal yang terbilang nyleneh kepada anaknya, contohnya mereka berdua saat ini sedang bermain PS sembari menggendong anaknya masing - masing. Mereka berdua menbiarkan para suaminya itu bermain PS bersama asalkan anaknya tidak rewel serta tidak melupakan tanggungjawabnya untuk menjaga anaknya.
"Anakmu masih minum ASI?" tanya Liam.
"Masih, karena anakku baru berusia 5 bulanan."
"Oh memangnya sampai umur berapa?"
"Mungkin lebih bagus sampai umur 2 tahunan, tetapi tergantung masing - masing anak sih."
"Kalau setelah itu diberi susu kambing tidak apa - apa?"
Ricko tertawa.
"Lah? hahaha kamu ini ada - ada saja."
"Hahaha. Eh masa anakku aneh sekali."
"Aneh kenapa?" tanya Ricko penasaran.
"Dia selalu tersenyum setiap ada orang yang memujinya tampan, tadi Irene berkata bahwa dia terlihat sangat tampan eh tiba - tiba dia langsung tersenyum."
"Jangan - jangan dia sudah menyadari kalau sebenarnya dia memang tampan?"
"Mungkin saja begitu, mmm anakmu juga tampan seperti papanya."
__ADS_1
"Anakmu juga tampan seperti daddynya."