Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #43


__ADS_3


Liam dan Jane berjalan menuju ke sebuah bukit untuk melihat pemandangan di atas bukit tersebut. Liam mengetahui jika ada sebuah bukit di dekat villa milik keluarganya karena Liam setiap menginap di villa pasti diam - diam Liam pergi ke bukit tersebut untuk sekedar melihat pemandangan atau melihat senja. Awalnya Liam tidak mengetahui jika ada sebuah bukit yang indah di dekat villa, tapi karena Liam orangnya suka berpetualangan dan penasaran terhadap hal yang berada di sekitarnya, jadi Liam pergi berjalan - jalan sendirian dan tanpa sengaja menemukan bukit itu. Sekarang bukit itu menjadi tempat favorite Liam setiap menginap di villa, bahkan di dekat bukit tersebut ada sebuah sungai kecil dengan air yang sangat jernih dan banyak ikannya.


Di sepanjang perjalanan menuju bukit, Liam dan Jane terus menerus bercerita satu sama lain. Mereka berdua tertawa bersama saat saling bercerita satu sama lain dan mereka lupa jika sebelumnya mereka itu bermusuhan dan sering berdebat terhadap suatu hal. Saat berjalan Jane hampir saja selalu terpeleset dan terjatuh karena jalan menuju bukit memang sedikit licin dan banyak batu besar di area tersebut. Tetapi untung saja Liam dengan sigap selalu melindungi Jane saat di perjalanan mereka. Jane sudah merasa sedikit kelelahan dan meminta Liam untuk beristirahat sejenak dibawah pohon. Liam kemudian berhenti lalu duduk di samping Jane.


Jane meminum air mineral yang dibawanya lalu menyerahkannya kepada Liam "ini minum, pasti kamu haus juga kan?"


"Tidak perlu, lebih baik untuk dirimu saja."


"Hei tidak apa - apa Chicken."


"Benar tidak apa - apa?"


Jane tersenyum kepada Liam "tidak apa - apa kok."


Liam lalu menerima air mineral tersebut dan meminumnya "thanks."


"Chicken maaf ya."


"Soal apa?"


"Soal menolak perjodohannya, jujur aku sebenarnya tidak bermaksud menyinggungmu atau bahkan menyinggung keluargamu."


"No problem, mereka pasti mengerti kok dan mereka juga tidak merasa tersinggung sama sekali."


"Kalau aku boleh jujur, keluarga kamu itu sangat baik dan menyenangkan. Mereka menyambut dan menyayangiku seperti anggota keluarganya sendiri, aku merasa sangat nyaman dengan keluargamu tetapi aku belum siap untuk menikah dan aku masih ingin pergi bermain bersama teman - temanku dengan bebas itu saja."


"Ya aku sebenarnya juga sama seperti apa yang kamu fikirkan, apalagi tanggung jawab sebagai kelapa rumah tangga juga masih terlalu berat untuk aku."


"Andaikan kita sudah berfikir untuk siap menikah pasti aku akan langsung menerima perjodohan ini."


"Kenapa begitu?"


Jane merangkul bahu Liam dan tersenyum "karena kamu adalah pria yang sangat baik, tampan, rendah hati dan pintar."


"Hahaha kamu pantas mendapatkan seorang pria yang lebih baik daripada aku Kitten."


"Bagiku kamu adalah pria baik yang selama ini aku kenal setelah appa dan oppa."


"Kamu ini bisa saja Kitten. Eh mau lanjut atau turun tidak jadi ke bukit?"


"Lanjut dong, aku kan penasaran dengan bukit yang kamu bicarakan."

__ADS_1


"Okay let's go."


Mereka berdua lalu beranjak dan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju bukit tersebut. Semua rintangan yang berada di perjalanan mereka hadapi secara bersama - sama, mulai melewati jalan bebatuan yang licin bahkan sampai melewati sungai yang alirannya sangat deras sekali. Mereka berjalan sembari menikmati udara yang segar serta pemandangan yang indah. Setelah melewati perjalanan yang sedikit melelahkan, akhirnya mereka sampai di bukit tersebut. Mereka berdua langsung duduk dan berbaring di bukit tersebut karena benar - benar indah termasuk langit di atas bukit tersebut. Mereka berkeliling di sekitar bukit tersebut dan tak lupa mereka juga berswafoto ria menggunakan kamera yang Jane bawa tadi.


"Chicken disini tempatnya bagus untuk berfoto, minta tolong fotoin aku dong."


"Okay. 1 2 3 cekrek, ya bagus sekali."


Jane lalu berlari menghampiri Liam "mana? lihat dong aku hasilnya."


Memperlihatkan layar kamera kepada Jane "bagus - bagus kan hasilnya?"


(Mengangguk) "iya benar, sekarang giliran aku yang menjadi photografer kamu."


"Tidak perlu, dengan melihatnya saja aku sudah merasa puas sekali kok."


Mengambil kamera miliknya dari tangan Liam "hei kita harus mengambil foto di tempat ini sebagai kenang - kenangan, cepat sana berpose aku akan memotret mu."


"Baiklah."


"1 2 3 cekrek. Coba lihat hasilnya."


Berjalan menuju Jane "mana?"


"Hei tidak perlu lah."


"Ayolah Chicken sekali ini saja."


"Terus yang fotoin siapa?"


"Hadeh, kan ada timer Chicken."


Liam tertawa "hahaha oh iya ya."


Jane mencari tempat dan pemandangan yang sesuai untuk meletakkan kamera miliknya. Setelah berfikir mencari tempat yang sesuai, akhirnya Jane meletakkan kamera miliknya di atas sebuah batu yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu pendek. Jane lalu mulai mengatur timer kamera miliknya dan kemudian berlari ke arah Liam. Mereka berdua mulai berfoto bersama dan setelah lelah berfoto, akhirnya mereka duduk diatas rumput. Jane lalu mengeluarkan roti dan air mineral yang dia bawa tadi karena sudah merasa sangat lapar. Tidak lupa, Jane juga memberikan salah satu roti tersebut untuk Liam.


Melihat sekeliling "ternyata pemandangannya sangat indah dan udaranya masih segar, seperti belum tercemar oleh apapun."


"Ya memang sih sepertinya sangat sayang sekali jika tiba - tiba datang orang beramai - ramai dan merusak lingkungan dan mencemari bukit ini."


"Benar sekali, jika saja aku mempunyai uang untuk membeli bukit ini."


"Hahaha belilah jika kamu menginginkannya. Ternyata kamu juga menyukai berpetualangan di alam bebas ya?"

__ADS_1


"Aku sangat menyukainya, memangnya kenapa?"


"Aku kira orang sepertimu hanya menyukai mall dan club saja."


"Hahaha banyak orang yang berfikir seperti itu hanya karena aku seorang super model yang hanya menggunakan sepatu high heels dan menginjakkan kakiku di atas red carpet seperti kebanyakan super model lain."


"Hahaha. Aku banyak mendengar cerita tentang Han River, mereka bilang tempatnya juga bagus seperti di film dan banyak orang menikmati waktu dengan kekasih mereka di sana setiap malam "


"Ya kamu benar, memangnya kamu belum pernah pergi ke sana?"


"Belum sama sekali."


Tiba - tiba memukul bahu Liam "hei kamu ini, kamu mempunyai cukup uang untuk pergi ke sana dan mengapa tidak pergi kesana?"


"Aku jarang sekali pergi berlibur dan aku sangat malas untuk pergi berlibur jika tidak diajak oleh teman - temanku."


Jane menggelengkan kepalanya "dasar kamu ini, lain kali pakailah uangmu itu untuk pergi liburan, jangan terus - terusan memakai uangmu untuk membeli buku - buku atau untuk membiayai sugar baby."


"Bukankah sugar baby ku itu dirimu? Hahaha."


"Ya sudah, aku tidak mau menjadi sugar baby mu dan tinggal di apartement mu lagi."


"Kenapa begitu?"


"Ya agar kamu memakai uangmu untuk pergi berlibur ke berbagai negara, karena dengan pergi berlibur kamu bisa melakukan self healing."


"Baiklah, tapi tetaplah tinggal di unit apartement aku karena semenjak ada kamu unit apartement ku terasa hidup dan ramai."


"Maka dari itu carilah calon istri agar apartement kamu terasa hidup dan ramai."


"Dengan kamu saja bagaimana? Karena belum tentu aku menemukan wanita yang seheboh dirimu."


"Orang itu berbeda - beda sifat dan tingkah lakunya, jadi kamu akan susah menemukan orang dengan sifat dan tingkah laku yang sama persis."


"Ya sudah makanya menikah denganku saja agar aku tidak perlu repot - repot lagi untuk mencari wanita seperti kamu."


"Ah aku tidak mau menikah dengan kamu."


"Kenapa?"


"Karena aku mempunyai keinginan untuk berlibur keliling dunia bersama dengan suamiku, sedangkan kamu tidak suka berlibur."


(Hufftt) "baru kali ini aku ditolak oleh seorang wanita hanya karena aku tidak suka pergi berlibur."

__ADS_1


Lalu mereka berdua tertawa bersama, dan kemudian mereka berdua memutuskan untuk kembali ke villa karena nanti sore mereka sudah pulang ke rumah masing - masing. Sebelum kembali ke villa, mereka berdua pergi ke sungai yang sangat jernih dan mereka berdua bermain - main sebentar di sungai tersebut.


__ADS_2