Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #180


__ADS_3

Jane dan Liam kemudian berjalan - jalan disekitaran hotel sembari menghirup udara segar. Jane menggenggam tangan Liam dengan erat dan bibirnya memancarkan senyuman kebahagiaan. Jane merasa bahagia karena dia sudah memiliki Liam sepenuhnya dan sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, tetapi tiba - tiba Jane berfikir jika suatu saat Nat datang mencari Liam. Apa Liam bisa tetap pada pendiriannya ataukah justru Liam memilih untuk bersama dengan Nat? bagaimana pun Nat lebih lama mengenal Liam dibandingkan dirinya dan otomatis kenangan mereka berdua lebih banyak daripada dirinya. Jane kemudian menghentikan langkahnya hingga membuat Liam langsung menoleh ke arahnya. Liam kemudian bertanya kepada Jane apa yang membuatnya tiba - tiba berhenti melangkah, dan Jane lalu menjelaskan semua hal yang mengganjal di kepalanya.


Mengetahui jika Jane sedang gelisah, Liam kemudian meyakinkan Jane bahwa sekarang hanya dialah satu - satunya yang menempati ruang di hatinya serta hanya dia yang bisa memiliki Liam seutuhnya. Mengenai hubungan Nat dengan Liam sekarang hanya sebatas sahabatnya saja, tidak lebih. Setelah mendengar penjelasan dari suaminya itu sekarang perasaan Jane menjadi sedikit lega walaupun dia juga harus menyusun rencana untuk berjaga - jaga jika suatu saat hal yang ditakutkan olehnya terjadi. Liam kemudian menggendong Jane dan melanjutkan perjalanannya berkeliling di taman hotel sembari menikmati waktu santai mereka berdua. Disisi lain Mrs Robinson yang sedang mengambil sebuah barang di kamar Liam tiba - tiba memanggil seorang room attendant yang sedang membersihkan kamar sebelah setelah melihat ranjang milik putranya itu kotor dan berantakan.


Mrs Robinson meminta kepada room attendant tersebut untuk mengganti sprei juga dengan yang baru karena terdapat bercak darah di sprei tersebut. Room attendant tersebut kemudian bergegas mengambil sprei yang baru dan menggantinya, serta membersihkan kamar milik mereka berdua. Dua hari kemudian mereka semua telah kembali ke negara masing - masing dan sekarang saat ini Liam, Jane, serta Mrs Robinson telah tiba di Indonesia setelah menggelar acara pernikahan. Liam membawa Jane pulang ke rumah utamanya untuk beristirahat selama seminggu sembari menunggu rumah pribadi yang Liam bangun itu selesai dibersihkan dan perabotan di tata rapi. Mereka bertiga sampai pada pukul 8 malam dan Liam langsung meminta Jane untuk mandi terlebih dahulu, sedangkan dirinya saat ini mengangkat koper milik Jane ke dalam kamarnya. Setelah Jane selesai mandi baru Liam yang mandi.


"Setelah ini beristirahatlah dengan nyaman," ucap Liam sembari memainkan stick PS miliknya.


"Baiklah."


"Sedang apa kamu?"


"Sedang melakukan ritual malam," ucap Jane melihat ke arah kaca rias dan mengoleskan cream di wajahnya.


"Oh, i see."


Jane kemudian menoleh ke arah Liam "aku tiba - tiba pusing dan mual sekali."


"Kenapa? sakit?"


"Mungkin saja." Jane kembali merasa mual, sehingga dia langsung lari ke dalam kamar mandi.


Liam juga langsung melempar stick PS miliknya dan lari mengejar Jane ke kamar mandi. Liam kemudian mengetuk pintu kamar mandi "Jane, kamu tidak apa - apa?" tanya Liam merasa khawatir.


"hoekk, ak-aku tidak apa - apa mungkin hanya masuk angin saja."


Liam kemudian membuka pintu kamar mandi dan mengusap punggung Jane "mau aku bawa ke dokter?"


"Tidak perlu, aku hanya masuk angin saja."


"Kalau begitu aku akan membuatkan kamu teh hangat dan mencarikanmu obat agar kamu cepat sembuh," ucap Liam sembari menguncir rambut Jane.


Jane mengangguk, setelah itu Liam menggendong Jane ke ranjangnya dan menarik selimutnya. Liam kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Jane.


"Sedang apa Li?" tanya Mrs Robinson.


"Membuatkan teh hangat untuk Jane, karena dari tadi dia merasa pusing dan mual."


"Apa Jane sakit?"


"Sepertinya begitu, oh ya dimana mommy menyimpan obat untuk masuk angin?"


"Sebentar, mommy akan mengambilnya untukmu."


"Terima kasih mom."

__ADS_1


"Sama - sama sayang," ucapnya sembari mengusap rambut Liam.


Liam lalu pergi ke kamarnya sembari membawa segelas teh hangat beserta obat untuk istrinya setelah Mrs Robinson mencarikan obat yang diminta oleh Liam.


Liam kemudian melatakkan nampan ke atas meja "ini teh dan obatnya diminum dulu."


"Iya, terima kasih hubby."


Liam kemudian duduk di samping Jane "jangan tidur kemalaman dan istirahat yang cukup."


"Iya hubby sayang."


"Masih pusing dan mual?"


Jane mengangguk "heem, perutnya ingin dielus - elus olehmu."


"Mencurigakan sekali."


"Ssttt, cepat!!"


"Iya." Liam kemudian mengelus - elus perut Jane dengan lembut.


Jane menyandarkan kepalanya di bahu Liam sembari Liam mengelus - elus perutnya "hubby."


"Bagaimana pendapatmu kalau aku ingin menunda punya anak terlebih dahulu selama satu tahun?"


"Tidak masalah."


"Benarkah?"


"Iya, lagipula aku juga masih ingin bermain bersama teman - temanku dengan bebas."


"Tetapi bagaimana dengan mommy dan daddy?" tanya Jane cemas.


"Haiss tenang saja, aku yang akan berbicara dengan mereka berdua."


*Tok tok tok*


"Ya mom? ada apa?" tanya Liam.


"Sudah ingin tidur?"


"Kalau Jane iya, sedangkan kalau aku masih ingin main game sih mom."


"Masih mual Jane?"

__ADS_1


"Sedikit mom."


"Kalau pusing?"


"Sama."


"Ya sudah istirahat saja dulu malam ini, kalau besok belum sembuh kita ke dokter ya?"


"Iya mom."


"Ya sudah, mommy pergi tidur terlebih dahulu."


"Okay mom."


Mrs Robinson mengusap rambut Jane dengan lembut, lalu setelah itu dia pergi ke kamarnya untuk tidur. Beberapa menit kemudian Jane tertidur sembari memeluk Liam, sedangkan Liam masih sibuk bermain game. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan Liam masih saja sibuk bermain game bersama dengan teman - temannya. Jane lalu terbangun karena kembali merasa mual, dan dia langsung meminta Liam untuk ditemani ke kamar mandi. Setelah itu Jane kembali ke ranjang dan ternyata Liam sudah menyiapkan segelas air putih untuk Jane minum saat terbangun di malam hari. Air putih yang dibawakan oleh Liam masih kurang dan Liam harus kembali ke dapur untuk mengisi ulang air minum untuk Jane. Saat jam menunjukkan pukul 5 pagi Jane terbangun dari tidurnya karena saat ini sedang dirumah mertuanya, sedangkan Liam masih tertidur pulas. Jane kemudian pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih namun justru malah bertemu oleh ibu mertuanya.


"Pagi mom," sapa Jane sembari tersenyum.


"Pagi sayang, eh kok jam segini sudah bangun?"


"Hehe aku ingin mengambil segelas air putih lagi."


"Oh begitu, apa mommy minta Liam membeli dispenser untuk diletakkan di kamar kalian?"


"Eh tidak perlu mom."


"Nanti kamu capek lho kalau harus naik turun untuk mengambil air."


"Tidak apa - apa mom, kan bisa sekalian olahraga."


"Oh ya kalau capek pakai saja lift nya tidak apa - apa sayang."


"Iya mom."


"Habis ini langsung kembali tidur dan istirahat saja agar tubuhmu semakin membaik."


"Jane ingin membantu mommy menyiapkan sarapan dan bersih - bersih."


"Eh tidak perlu, nanti ada bibi yang bertugas untuk menyiapkan sarapan dan bersih - bersih rumah."


"Oh begitu."


"Iya, kamu istirahat saja."


"Baik mom."

__ADS_1


__ADS_2