
Keesokan harinya seperti biasa Liam selalu memilih untuk bangun siang jika tidak ada janji untuk pergi. Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi namun Liam masih saja tertidur nyenyak di atas ranjangnya yang empuk, sedangkan Jane sedari pagi sudah mengurus baby Ace. Saat ini Jane sedang berada di teras rumah bersama baby Ace karena dia sudah selesai di jemur diluar. Semakin lama perkembangan baby Ace semakin baik seperti anak normal lainnya. Jane memandangi wajah putra kecilnya itu sembari tersenyum.
Jane tidak menyangka bahwa ternyata baby Ace sudah bisa berada digendongannya setelah waktu itu dokter berkata bahwa mungkin baby Ace tidak akan bisa selamat. Waktu itu Jane dan Liam berasa kecolongan karena selalu mengira bahwa janin baby Ace baik - baik saja namun ternyata ada masalah di janinnya serta ada masalah di kondisi Jane juga, sehingga waktu itu Liam diminta oleh dokter untuk memilih salah satu diantara mereka berdua. Tentu waktu itu Liam lebih memilih Jane dan harus mengubur harapannya menjadi seorang ayah setelah penantian setahun namun ternyata Tuhan berkata lain.
Akhirnya mereka berdua bisa selamat dari masa kritis dan sekarang baby Ace sudah berada di pelukannya. Baby Ace sudah berumur 2 bulan lebih, sekarang baby Ace sedang menggerakkan kakinya dan tangannya secara bersamaan saat mendengar nyanyian dari Jane. Rupanya baby Ace sangat menyukai suara nyanyian dari ibunya yang sangat merdu, karena sebenarnya selain sebagai model Jane juga merupakan seorang penyanyi. Jane lalu membawa baby Ace ke kamarnya agar baby Ace bisa dengan bebas bermain disana.
"Good morning daddy," ucap Jane yang memasuki kamarnya sembari menggendong baby Ace.
"Good morning," jawab Liam dengan matanya yamg masih terpejam.
Jane lalu menidurkan baby Ace ke atas ranjang.
"Baby Ace disini dulu ya dengan daddy, eomma akan pergi ke kamar mandi sebentar."
Jane setelah itu pergi ke kamar mandi, dan Liam langsung menghadap ke arah baby Ace sembari membuka matanya.
"Hei buddy, apa kamu tidak merasa bosan setiap hari dijemur seperti itu? aku saja yang melihatnya sangat bosan, apalagi aku takut nanti semakin lama kulitmu menjadi gosong karena kamu tidak pernah memakai baju saat dijemur."
Tidak lama kemudian Jane menghampiri Liam dan mencium pipinya.
"Sedang berbincang dengan baby Ace?"
"Iya sayang."
"Sedang membicarakan hal apa?" tanya Jane penasaran.
"Rahasia, ini pembicaraan para pria."
"Dih ya sudah."
"Jane nanti aku akan pergi ke cafe dan mungkin pulang menjelang malam, tidak apa - apa kan?"
"Iya tidak apa - apa hubby, semoga sukses pembukaan cafenya."
"Iya terima kasih."
"Oh ya baby Ace sekarang semakin lama semakin pintar lho."
"Oh ya? wah keren dong jika seperti itu."
"Benar hubby, sepertinya dia juga sangat menyukai sebuah nyanyian karena saat aku menyanyikan sebuah lagu untuknya tiba - tiba saja dia tersenyum sembari menggerak - nggerakkan kaki dan tangannya."
"Oh begitu, mudah - mudahan baby Ace menjadi anak yang pintar dan selalu sehat."
__ADS_1
"Amin."
Tiba - tiba saja baby Ace sudah bisa tengkurap hingga membuat mereka berdua bahagia sebagai orang tua baby Ace. Awalnya Liam masih berbaring namun karena hal tersebut dia langsung duduk sembari tersenyum bahagia.
"Wah ternyata baby Ace sudah bisa tengkurap dan aku merasa sangat bangga sekali kepadanya," ucap Liam mencium pipi baby Ace.
"Aku juga merasakan hal yang sama hubby, apalagi aku adalah seorang ibu yang telah melahirkannya."
"Iya benar sayang. Nah setelah ini kamu pasti bisa berlari hahaha."
"Eh bukankah belajar berjalan terlebih dahulu baru berlari?"
"Iya juga sih, tapi sebelum itu baby Ace akan belajar berdiri terlebih dahulu."
"Iya hubby."
"Aku tidak menyangka bahwa sekarang baby Ace sudah berada di pelukan kita setelah dahulu dokter mengatakan bahwa mungkin baby Ace tidak akan selamat."
"Benar hubby, aku merasa sangat bersyukur karena baby Ace sekarang tumbuh menjadi anak yang sehat dan pintar."
"Iya sayang."
"Eh jangan dihisap terus jempolnya sayang nanti kamu akan muntah," ucap Jane menjauhkan jarinya dari mulutnya.
"Baby Ace sangat suka sekali seperti itu hingga membuatku merasa heran."
"Oh benarkah?"
"Iya hubby sayang, maka dari itu kita sebagai orang tua wajib membersihkan mainan ataupun lingkungan sekitarnya agar baby Ace terhindar dari kuman."
"Benar itu."
*Oek oek oek.*
"Eh kenapa menangis, pasti sudah lelah tengkurap ya?" ucap Jane menggendong baby Ace.
"Mungkin dia haus Jane, coba diberi susu."
"Oh iya hubby."
"Baby Ace sangat lucu apalagi rambutnya yang bewarna golden brown seperti itu haha," ucap Liam mengusap rambutnya.
"Warna rambutnya kan sama seperti warna rambutmu hubby."
__ADS_1
"Iya sih kan baby Ace itu anakku juga, darah dagingku."
"Iya hubby, masa anak tetangga hahaha."
"Memang ada ya yang seperti itu?"
"Ada dong di dunia ini pasti ada yang seperti itu, entah bagaimana caranya mereka bisa melakukan hal seperti itu apalagi itu masuknya sudah di dalam topik perselingkuhan."
"Benar, aneh saja dengan orang yang bisa melakukan hal tersebut kepada pasangannya."
Mereka berdua masih berada di atas ranjangnya sembari bermain dengan baby Ace, dan pokoknya jendela kamar itu belum akan dibuka sebelum Liam pergi ke kamar mandi. Jane bisa mengatakan hal tersebut karena saat ini Liam masih telanjang tanpa mengenakan sehelai benang apapun. dan mungkin Liam hanya menutupinya dengan selimut saja. Sesekali Jane melirik - lirik aset milik Liam yang berada di bawah selimut hingga membuat Liam menatap Jane demgan tatapan sinis.
Saat hendak memasuki jam makan siang Liam langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihka badannya, sedangkan Jane membuka semua gorden dan jendela kamar. Selesai mandi Liam kemudian membuat hidangan makan siang untuknya dan juga untuk istrinya. Tidak lama kemudian Jane menghampiri Liam yang sedang memasak setelah menidurkan baby Ace.
"Sedang masak apa hubby?" tanya Jane memeluk Liam dari belakang.
"Saat ini aku sedang memasak ayam bakar dan sambal, tidak apa - apa kan?"
"Tentu tidak apa - apa hubby. aku yakin pasti semua masakanmu sangat lezat."
"Semua masakanmu juga sangat lezat sayang," ucap Liam beralih memuji Jane.
"Tetapi lebih lezat masakanmu."
"Benarkah begitu? seperti tidak juga."
"Iya benar hubby."
Begitu selesai memasak Liam langsung menghidangkannya di atas meja, dan terlihat dari ekspresi Jane bahwa dia sudah merasa tidak sabar untuk mencicipi ayam bakar buatan suaminya.
"Mari silahkan dimakan sayang."
"Iya hubby, selamat makan."
"Selamat makan."
Jane lalu mencicipi ayam bakar itu dan rasanya memang sangat lezat.
"Wahh rasanya sangat lezat sekali hubby."
"Benarkah? terima kasih sayang."
"Iya sama - sama hubby."
__ADS_1
"Besok mau kubuatkan yang seperti ini lagi?"
"Boleh."