
Saat jam menunjukkan pukul 6 sore, mereka bertiga sudah bersiap untuk pergi dan tujuan pertama mereka adalah Malioboro. Liam lalu mengendarai mobilnya menuju ke Malioboro dengan kecepatan sedang, dan karena sekarang adalah Jumat malam jadi jalanan lumayan padat. Banyak orang yang pergi berjalan - jalan karena besok adalah hari Sabtu alias weekend, saat seperti itu biasanya Liam lebih suka pergi dengan mengendarai motor agar lebih cepat serta lebih mudah untuk menyalip kendaraan - kendaraan lain apalagi dia juga bisa mendapat pelukan dari Jane. Namun karena sekarang mereka berdua bersama Nat, jadi mau tidak mau mereka pergi dengan mengendarai mobil. Sesampainya di tempat parkir, Liam langsung merasa malas karena dia harus berjalan lumayan jauh karena saking padatnya kendaraan yang parkir disana.
Tangan Jane yang mungil itu langsung menggandeng tangan Liam agar dia tidak tersesat di keramaian. Mereka bertiga lalu berjalan - jalan di Malioboro sembari melihat orang - orang yang berlalu lalang disekitar sana serta mendengar kalimat demi kalimat yang para pedagang tersebut ucapkan saat menawarkan barang dagangan mereka masing - masing. Saat melewati pedagang gulali aneka bentuk, Jane langsung meminta Liam untuk membelikannya dan dengan cepat Liam langsung membeli 3 buah gulali untuk dia dan kedua wanita yang sedang berdiri di sampingnya. Untung saja dia membawa banyak uang sebelum pergi karena ternyata mereka berdua sangat suka sekali jajan, begitu fikir Liam saat membayar apa yang mereka beli.
Mereka bertiga lalu kembali melanjutkan berjalan - jalan dan mendengar pertunjukan musik sebentar disana sebelum dua wanita itu kembali membeli jajan. Saat seperti itu Liam lebih sering mendengar kata "hubby ingin itu, belikan ya?" dengan nada manjanya yang keluar dari bibir istri tercintanya. Coba saja jika Liam tidak kaya 9 turunan, sudah pasti tidak akan makan selama sebulan jika seperti itu. Setelah satu setengah jam kemudian mereka bertiga berjalan menuju parkiran untuk pergi ke tujuan selanjutnya yaitu bukit bintang. Liam lalu mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah cafe yang berada di sana dan langsung memesan berbagai camilan untuk dimakan bersama sembari berbincang ringan.
"Liam, kenapa dinamakan bukit bintang?" tanya Nat penasaran.
Liam lalu menunjuk beberapa kumpulan lampu kendaraan dibawah sana "kamu lihat itu? nah itu alasan mengapa dinamakan sebagai bukit bintang karena mereka bersinar seperti bintang."
"Oh begitu rupanya, aku kira memang banyak bintang - bintang yang sesungguhnya."
Liam tertawa "tidak Nat, kamu belum pernah kemari bukan?"
"Belum, dan ini pertama kalinya aku datang kemari."
"Kalau kamu Jane?" tanya Liam mengusap rambut Jane.
Jane menggeleng "sama, ini pertama kalinya aku datang kemari."
"Nah sekarang makanlah camilan itu, kalau perlu habiskan saja dan nanti aku akan memesannya lagi."
"Okay hubby," ucap Jane sembari tersenyum.
"Apa kalian berdua sudah pergi honeymoon?" tanya Nat tiba - tiba.
"Sudah dong," ucap Jane dengan antusias.
"Wah, kemana saja tujuannya?" tanya Nat semakin penasaran.
"Paris, Swiss, Santorini, dan Hawaii."
__ADS_1
"Wah keren sekali, pasti sangat mengasyikkan bukan?"
"Tentu saja."
"Bukankah kita juga pergi ke Korea Selatan juga?" tanya Liam menyela perbincangan mereka berdua.
"Eh bukankah kita hanya menikah disana?" tanya Jane bingung.
"Lho, menurutku itu juga termasuk honeymoon karena setelah menikah kita juga masih berjalan - jalan di Korea Selatan."
Jane berfikir sejenak "oh iya, hubby benar juga."
"Kalian berdua menikahnya di Korea Selatan?"
"Bukan hanya menikah saja namun dari acara tunangan, persiapan pernikahan, prewedding, sampai acara pernikahan semuanya dilakukan di Korea Selatan."
"Oh begitu, aku fikir kalian melakukannya di Australia atau Indonesia."
Liam menggeleng "tidak, aku hanya menuruti keinginan eomma nya Jane saja kok karena eomma ingin jika upacara pernikahannya dilakukan di Korea Selatan saat aku ingin menikahi putri kesayangannya."
"Karena kamu pihak wanita dan dimana - mana acara pertunangan pasti pihak pria yang membawa keluarga besarnya untuk mengunjungi pihak wanita, bukan sebaliknya."
Nat meminum es susu miliknya "apakah ada grandma serta grandpa Liam juga?"
Jane mengangguk "iya, dan grandma Liam sangat cantik serta awet muda walaupun wajahnya terlihat sangat tegas."
"Benarkah? wah kamu beruntung sekali bisa menemui beliau secara langsung, karena dahulu aku hanya mendengarnya saja dari Liam."
"Apa iya? aku fikir kamu sudah akrab dengan keluarga besar Liam karena kamu sudah lama mengenal Liam."
"Tidak, dahulu Liam ingin membawaku menemui keluarganya namun tidak jadi karena aku belum siap saja untuk bertemu dengan mereka."
__ADS_1
Liam lalu berbisik di telinga Jane "bukankah Nat itu orangnya pengecut?"
"Hei Liam, aku masih bisa mendengarnya."
Jane tertawa kecil "kenapa kamu dahulu belum siap untuk menemui mereka?"
"Ya karena sedang ingin memantaskan diri saja karena kamu tau sendiri kan jika keluarga Liam itu bukan keluarga sembarangan, sama seperti keluargamu Jane. Yah sejujurnya aku takut jika nanti aku tidak seperti yang mereka inginkan sehingga akan mengatakan sesuatu yang aku takuti."
"Keluarga Liam bukan seperti itu kok, keluarga Liam sangat seru dan ramai sekali walaupun awalnya kamu akan takut jika bertemu dengan grandma yang sangat tegas."
"Benar yang dikatakan oleh Jane, asalkan kamu bisa berperilaku baik pasti keluargaku akan menerimamu."
"Iya benar."
Karena sudah mulai larut malam, mereka berdua lalu memutuskan untuk pulang ke rumah dan beristirahat. Jane lalu pergi mengganti pakaiannya begitu dia sampai dirumah, sedangkan Liam pergi untuk buang air kecil sebelum tidur. Jane yang sudah memakai piyama langsung naik ke atas ranjangnya dan duduk sembari menunggu Liam selesai dari kamar mandi. Tidak lama kemudian Liam menghampiri Jane dan mematikan semua lampu di kamarnya karena Liam tidak bisa tertidur jika kamarnya tidak gelap gulita. Liam lalu memeluk Jane dan mulai tidur, akan tetapi tiba - tiba saja Liam duduk dan melepas bajunya sehingga dia hanya memakai celana kolornya saja dan kemudian dia melempar bajunya ke atas sofa.
"Hubby, sudah kukatakan bajunya langsung dimasukkan ke dalan keranjang laundry setelah dipakai dan bukannya malah dilempar ke atas sofa."
"Iya lupa, besok aku akan memasukkannya ke dalam keranjang laundry."
"Setiap diberi tahu jawabannya pasti selalu besok, tapi tidak pernah dilakukan."
Liam lalu berdiri dan pergi memasukkan bajunya ke dalam keranjang laundry. Lalu setelah itu dia naik ke atas ranjang dan mencium bibir Jane "sudah jangan cerewet lagi, kalau kamu cerewet terus nanti aku akan menciummu."
"Ya sudah kalau begitu aku akan cerewet terus saja," ucapnya sembari tersenyum licik.
"Eh kok malah seperti itu?"
"Karena ciumanmu sangat lembut sehingga aku sangat menyukainya hubby."
"Ya sudah sini aku cium lagi, tapi kalau nanti tiba - tiba ada sesuatu diluar dugaan jangan menyesal."
__ADS_1
"Iya hubby," ucap Jane memanyunkan bibirnya agar dicium oleh Liam.
"Eh."