
Flashback telah selesai dan saat itu Jane terbangun dari tidurnya setelah dia ketiduran di sofa ruang tengah bersama dengan Liam. Saat ini Liam masih tertidur nyenyak di pelukannya, dan Jane merasa bahwa tadi dia sedang bermimpi sangat aneh. Hujan sudah reda dan langitpun kembali cerah. Jane kemudian pergi untuk melihat baby Ace sebelum dia kembali menjemur pakaian di rooftop. Jane merada bosan menaiki lift, dan itulah mengapa saat ini dia pergi ke lantai atas dengan menaiki tangga.
Jane melihat bahwa baby Ace masih tertidur nyenyak di ranjang boxnya, dan setelah itu barulah Jane menjemur pakaian di rooftop. Jane merasa bahwa rasanya sedikit menyenangkan sekali saat pada akhirnya dia mengalami di tahap yang seperti ini. Awalnya Jane tidak pernah menyangka sama sekali bahwa dia akan berada di tahap ini , sampai di mengalaminya sendiri. Ternyata mengurus seorang anak tidaklah mudah dan harus bersabar untuk mengendalikan emosinya saat baby Ace berulah.
Untung saja dia mempunyai seorang suami yang dapat diandalkan di setiap hal, jadi dia tidak terlalu merasa keberatan untuk mengurus semua ini. Setelah selesai menjemur pakaian, Jane kemudian pergi ke kamarnya untuk membersihkan library pribadi suaminya karena kemarin dia melihat bahwa hampir semua buku - bukunya sudah berdebu. Jane takut jika nanti suaminya akan batuk saat berada di ruangan tersebut karena terlalu banyak debu yang menempel di semua barang miliknya.
Sesekali Jane membaca beberapa buku yang menurutnya isinya menarik jika dilihat dari judulnya, dan tiba - tiba saja dia menjatuhkan sebuah buku yang bewarna biru tua dengan ada sebuah karet untuk mengunci buku tersebut. Buku tersebut terjatuh dengan posisi terbuka dan ada sebuah sapu tangan di atas buku yang terbuka itu. Jane lalu mengambilnya dan membaca sekilas buku tersebut. Ternyata sapu tangan itu adalah sapu tangan miliknya yang hilang beberapa tahun yang lalu.
"Sedang membaca apa?" tanya Liam berbisik di telinga Jane.
Seketika Jane merasa terkejut dan langsung menjatuhkan buku tersebut beserta sapu tangannya juga.
"Ah mmm aku sedang membersihkan library pribadimu dan aku menjatuhkan buku ini secara tidak sengaja dengan posisi terbuka."
Liam lalu mengambil buku tersebut beserta sapu tangannya.
"Aku tidak mencuri sapu tangan ini namun dirimu sendirilah yang memberikannya kepadaku, saat aku sudah mencucinya dan ingin mengembalikannya kepadamu tiba - tiba saja daddy mengajakku pulang ke Australia."
"Oh begitu, sepertinya aku yang lupa jika aku telah memberikanmu sapu tangan ini untuk mengusap air matamu waktu itu."
"Benarkah?"
"Iya, aku tidak suka jika barang pribadiku dipakai oleh orang lain jadi aku langsung memberikannya kepadamu saat itu juga. Aku tidak menyangka jika kamu menyimpan sapu tangan ini sejak dahulu sampai sekarang."
"Aku kan sudah berniat akan mengembalikannya jika aku bertemu denganmu lagi namun waktu itu aku tidak bisa menemukanmu, jadi aku masih menyimpannya sampai sekarang dan ternyata selama ini kamu berada di dekatkku."
"Iya, akupun juga merasa begitu. Ternyata perjanjian kedua orang tua kita waktu itu bisa berjalan dengan lancar sampai sekarang."
"Perjanjian apa?" tanya Liam penasaran.
"Dahulu aku mendengar bahwa aku akan dijodohkan oleh sahabat appaku, dan ternyata sahabat appaku itu ternyata daddymu."
"Sejak kapan?"
"Sejak aku berumur 4 tahun."
"Astaga bisa - bisanya daddy menjodohkan kita diumur segitu, untung saja kita tidak menjalani pernikahan dini hahaha. Kalau mommy tidak bercerita mengenaimu kemarin, aku tidak akan sadar bahwa kamu ini strawberry girl yang sering aku ganggu hahah."
"Haisss aku merasa malas sekali denganmu karena kamu selalu menggangguku."
__ADS_1
"Hehehe habisnya kamu itu sangat menggemaskan dengan pipi chubby itu."
Jane kemudian mendekatkan tubuhnya dan memeluk perut Liam yang sixpack itu.
"Ternyata blue ku sudah sangat besar ya rupanya?" tanya Jane tersenyum menggoda Liam.
"Hahaha itu panggilanku yang dulu sebelum kamu memanggilku dengan sebutan chicken."
"Aku masih ingat saat kamu memberitahuku mengenai alasan mengapa kamu sangat menyukai warna biru, dan alasanmu adalah karena kamu sangat menyukai langit."
"Benarkah aku mengatakan hal seperti itu?"
"Tentu saja, mana mungkin aku lupa karena kamu selalu memakai baju warna biru dan bahkan tasmu ranselmu juga bewarna biru "
"Hahaha sampai sekarang aku juga masih memakai dan membeli apapun yang bewarna biru."
"Ckckck apa kamu tidak merasa bosan dengan warna biru heum?"
Liam menggeleng.
"Tidak, aku tidak pernah merasa bosan sama sekali dan selamanya tidak akan pernah."
"Semakin lama rasanya sangat gerah sekali, dan oleh sebab itu aku melepasnya."
"Oh begitu."
"Ini sapu tanganmu, aku kembalikan."
"Tidak perlu, aku memang sudah berniat untuk memberikannya kepadamu."
"Oh begitu, terima kasih."
"Sama - sama."
2 jam kemudian Liam yang sudah mandi sore, dia lalu duduk di sofa kamarnya sembari menggendong baby Ace karena Jane sedang sibuk mengangkat jemuran yang sudah kering. Liam memperhatikan Jane yang datang membawa sekeranjang penuh pakaian yang baru saja di cuci, dan setelah itu dia melipat semua pakaian tersebut. Sekarang tugas Liam hanyalah mengajak baby Ace bermain, sedangkan Jane melipat pakaian. Setelah semuanya selesai Liam pergi ke rumah kedua orang tuanya karena ada orang tua Jane juga.
"Hei pak tua!!!" teriak Liam dari pintu utama.
"Kenapa Li?" tanya Mr Robinson.
__ADS_1
"Kenapa bisa - bisanya daddy menjodohkanku dengan Jane saat aku masih berusia 3 tahun? grandma, lihat apa yang dilakukan daddy itu, untung saja aku tidak terlibat pernikahan dini dengan Jane dasar menyebalkan."
Grandma lalu mengusap rambut Liam.
"Jo, apa benar yang dikatakan Liam?"
"Iya dulu aku hanya iseng saja dengan Andrew, iya kan Andrew?"
"I-iya mom benar, tapi ya akhirnya mereka berjodoh kita bisa apa?"
"Ckckck kalian berdua ini," ucap grandma yang tidak habis fikir dengan kelakuan kedua putranya itu.
Fyi: Mr Kim dan Mrs Kim sudah dianggap seperti anak grandma sendiri karena Mr Kim sudah lama berteman dengan putranya itu, dan begitupun juga grandpa yang juga menganggap mereka berdua seperti anaknya sendiri.
"Aku kan ingin jika kedua keluarga kita semakin dekat karena pernikahan Liam dengan Jane, jadi begitulah alasan mengapa aku membuat perjanjian seperti itu dengan Andrew."
"Benar mom dan buktinya mereka berdua telah menikah sesuai dengan keinginan masing - masing," jawab Mr Kim menambahkan.
"Ya sudah kalau begitu."
"Sini biar grandpa yang menggendong baby Ace, grandpa merasa rindu sekali dengannya."
"Ini grandpa," ucap Jane memberikan baby Ace kepada grandpa."
"Ututu cicit kesayangan grandpa, pipinya sudah semakin chubby saja."
"Pipinya seperti milik Jane, grandpa hahaha."
"Ihhh oppa, dasar menyebalkan sekali."
Grandpa lalu beralih menatap Jane.
"Pipi Jane juga semakin chubby."
"Ini semua karena Liam yang selalu memasakkan Jane makanan yang sangat lezat."
"Dih kok aku?"
Semua orang langsung tertawa.
__ADS_1