
Liam kembali mengeringkan kedua motornya serta mengusapnya layaknya seperti sedang mengusap istrinya hahaha. Liam juga sangat menyayangi beberapa kendaraan pribadinya dan selalu rutin dibawa ke bengkel langganannya untuk di check serta sevice jika ada yang kurang nyaman saat dikendarai. Mungkin karena itu Mr Robinson sejak dulu mempercayai Liam alias putranya sendiri untuk merawat semua kendaraan di rumah utama juga, yang merupakan beberapa mobil mewah koleksinya. Jika ada apa - apa dengan mobil tersebut atau membutuhkan segala sesuatu seperti harus diservice, Liam tinggal meminta uang kepada Mr Robinson dan berapapun harganya Mr Robinson pasti akan bersedia memberikan sejumlah uang yang diminta oleh Liam tersebut.
Namun walaupun begitu Liam tetap bersikap jujur dan tidak pernah korupsi ataupun meminta nota kosong hehe. Dia pasti akan menjelaskan sedikit mengapa mobil tersebut harus di service sebelum meminta sejumlah uang untuk biaya service. Liam pasti meminta sejumlah uang sesuai dengan biayanya dan jika masih sisa Liam pasti akan mengembalikannya kepada Mr Robinson bahkan saat dia membayar semua pajak mobil - mobil mewahnya itu. Oleh karena itu Mr Robinson mempercayakan semua urusan kendaraan maupun perusahaan kepada Liam karena dia tahu bahwa putranya tersebut adalah seorang pria yang jujur. Liam baru ingat jika motor vespa miliknya itu sudah lama tidak diganti olinya. Setelah itu Liam berpamitan kepada Jane dan memakai bajunya terlebih dahulu sebelum berangkat ke rumah orang tuanya.
"Mom," ucap Liam sembari menghampiri Mrs Robinson.
"Eh Liam, ada apa sayang?"
"Aku ingin bertemu daddy sebentar."
"Oh ya, daddy kamu sedang duduk di teras rumah."
Liam lalu melihat ke arah teras rumahnya.
"Okay mom. Eh mommy sedang apa?" tanya Liam merangkul bahu Mrs Robinson.
"Mommy sedang memetik daun - daun kering serta menyirami tanaman bonsai kesayangan mommy."
"Mommy selalu saja sibuk dengan semua tanaman mommy, memangnya tidak merasa bosan ataupun lelah?"
Mrs Robinson tersenyum.
"Tidak, mommy justru akan merasa bosan jika tidak merawat semua tanaman mommy."
"Hmm mommy selalu saja menjawab seperti itu."
"Sudah sana temui daddy dulu baru berbincang dengan mommy."
Liam berdecak.
"Bilang saja kalau mommy sedang tidak ingin diganggu saat mommy sedang quality time bersama semua tanaman mommy."
Mrs Robinson justru tertawa mendengar ucapan putranya itu.
"Kamu ini bisa saja Liam."
Liam lalu menyentuh tanaman bonsai milik Mrs Robinson.
"Wah ini terlihat sangat bagus, dan bagaimana cara membuatnya ya?"
Mrs Robinson lalu menyingkirkan tangan Liam dari tanaman bonsai kesayangannya itu.
"Jangan pegang - pegang tanaman mommy!!" peringat Mrs Robinson.
Liam memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Huh mommy sangat pelit sekali kepada anaknya."
"Bukannya pelit namun mommy tidak ingin tanaman mommy ini rusak karena kamu memegangnya. Mommy tahu jika sedaei dulu tangan jahil kamu ini suka sekali memetik tanaman mommy hingga membuatnya menjadi jelek."
"Hehe mommy tahu saja," jawab Liam cengengesan.
"Sudah sana dengan daddy kamu saja."
"Tidak mau, aku mau pegang sebentar."
"Tidak boleh Liam!!"
"Hanya sebentar mom, jangan pelit dengan anaknya." Liam lalu memetik sebuah daun yang berada di dekatnya.
"Tuh kan mulai lagi tangan jahilnya hih. Jo, Jonathan!!" teriak Mrs Robinson.
Mendengar teriakan dari istrinya, Mr Robinson lalu berlari menghampiri istrinya itu.
"Ada apa hon?"
"Bawa anakmu ini pergi bersamamu sebentar! tangan jahilnya sudah mulai kambuh lagi tuh."
Mr Robinson menggelengkan kepalanya sembari berdecak.
"Ckckck kenapa lagi sih Liam?"
"Hehe."
Melihat putranya yang sedang cengengesan, Mr Robinson lalu langsung membawa Liam menjauh dari halaman rumahnya terutama dari semua tanaman kesayangan milik istrinya itu. Hari ini Mr Robinson ingin Liam memeriksa semua mobil koleksinya yang tertata rapi di basement rumahnya, sedangkan Mrs Robinson kembali melanjutkan aktivitasnya mengurus semua tanaman kesayangannya. Disisi lain Mrs Kim sedang membaca majalah fashion serta mengamati beberapa fashion yang sedang trend saat ini, sedangkan Mr Kim sedang menonton berita di televisi. Mr Kim kemudian mengambil segelas air dingin dari dalam kulkas dan setelah itu dia menghampiri istrinya yang sedang sangat fokus membaca majalah.
"Hon," ucap Mr Kim memanggil istrinya.
"Hmmm."
"Sedari tadi kamu sangat sibuk sekali membaca majalah itu, bagaimana kalau kita jalan - jalan saja?"
"Kemana?" tanya Mrs Kim dengan matanya yang masih fokus menatap majalahnya.
"Terserah kamu ingin pergi kemana."
"Untuk sekarang aku sedang tidak ingin pergi hon."
"Ayo ke rumah Jane, aku merasa sangat rindu kepadanya."
"Nanti sore saja, sekarang masih panas."
__ADS_1
"Hih kamu ini menyebalkan sekali jika sudah fokus membaca majalah seperti itu."
Mrs Kim menutup majalahnya dan menatap suaminya secara dalam.
"Nanti sore saja ya? aku masih malah hon, aku merasa sangat lelah."
Mr Kim lalu bersandar di bahu Mrs Kim serta menenggelamkan wajahnya ke leher istrinya itu.
"Kamu itu selalu saja seperti itu, padahal aku sudah merasa sangat rindu dengan putri kecilku itu."
"Jane sekarang sudah bukan putri kecilmu lagi karena dia sekarang sedang mengandung seorang anak."
"Iya tahu, tetapi meskipun begitu dia tetap menjadi putri kecilku yang paling aku sayangi. Apakah Liam benar - benar akan merawatnya dengan baik?"
"Tentu saja, mengapa tidak? Liam itu sangat sayang sekali dengan Jane meskipun dia terkadang bersikap sangat dingin dengannya."
"Awas saja jika Liam tidak merawat Jane dengan baik, pasti aku akan memukulinya habis - habisan."
"Heh tidak boleh seperti itu dong hon, aku yakin jika Liam pasti akan merawat Jane dengan baik."
"Hmmm."
Beberapa jam kemudian Liam yang baru selesai mandi langsung berbaring di sofa ruang tengah serta memeluk tubuh Jane dari samping. Liam juga menciumi leher Jane karena lehernya yang sangat wangi setelah disemprot parfume. Liam lalu bangun dan memijat kedua kaki Jane karena Liam merasa bahwa Jane terlihat sangat lelah sekali. Liam memijat kaki Jane secara perlahan sembari menonton televisi. Setelah itu Liam mengusap perut Jane dan menciuminya karena merasa sangat gemas sekali dengan perut istrinya itu. Liam lalu bercerita kepada Jane jika tadi dia dimarahi oleh mommy karena memetik sehelai daun di tanamannya. Mendengar hal tersebut Jane langsung menertawakan Liam karena sikapnya yang sangat jahil itu. Tidak lama kemudian Mr dan Mrs Kim memasuki rumah mereka berdua karena ingin bertemu dengan Jane, sedangkan Liam pergi mengambil hidangan camilan untuk mertuanya itu.
"Apa Liam merawatmu dengan baik heum?" tanya Mr Kim kepada Jane.
"Iya appa, Liam sudah merawatku dengan sangat baik disini."
"Syukurlah jika seperti itu."
"Appa ingin memegang perutmu."
"Iya appa."
Mr Kim lalu mengusap perut putrinya itu dan menciumnya juga.
"Appa ingin cepat - cepat bertemu dengan cucu appa."
"Sabar appa, masih lumayan lama."
Liam lalu meletakkan hidangan untuk mertuanya.
"Silahkan dinikmati appa, eomma."
"Iya Liam terima kasih," ucap Mrs Kim dengan tersenyum.
__ADS_1
"Sama - sama eomma."