
Di sisi lain Liam yang sudah sampai di rumahnya kemudian langsung pergi menuju kamarnya tanpa sepatah kata apapun walaupun Mr Robinson berulang kali memanggil namanya untuk berbicara sebentar keoadanya. Liam sudah terlanjur merasa kesal kepada Mr Robinson padahal dia hanya bermain ke rumah Dio karena merasa bosan dan ingin melepas lelahnya dengan berbincang bersama teman - temannya, lagipula mereka hanya berkumpul biasa sembari meminum kopi dan tidak melakukan hal yang aneh - aneh atau melakukan aktivitas illegal tetapi mengapa Mr Robinson merasa sangat curiga sekali kepadanya. Liam lalu melepas hoddie yang tadi dia pakai sembari mendengar suara gebrakan pintu kamarnya dan suara teriakan dari Mr Robinson yang terus memanggil namanya. Karena merasa jenuh lalu Liam berteriak dari dalam kamarnya dan setelah itu dia pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Mendengar suara keributan Mrs Robinson kemudian menghampiri asal suara tersebut dan sesampainya di depan pintu kamar Liam, Mrs Robinson kemudian langsung menyeret suaminya tersebut ke dalam kamar mereka. Mrs Robinson lalu mengunci pintu kamar mereka sembari menghela nafasnya dengan kasar. Mrs Robinson langsung menatap tajam suaminya tersebut sembari menggelengkan kepalanya karena merasa tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya tersebut kepada putranya, sedangkan Mr Robinson hanya diam saat melihat istrinya tersebut karena Mr Robinson mengetahui bahwa sebentar lagi istrinya itu akan menceramahinya habis - habisan. Ternyata dugaan Mr Robinson salah, justru Mrs Robinson hanya diam dan kembali melakukan rutinitasnya sebelum tidur seperti membasuh wajahnya dan menggunakan cream malam sebelum tidur.
Merasa ada yang tidak beres dengan istrinya tersebut Mr Robinson kemudian menghampirinya ke meja rias dan memegang bahunya. Mr Robinson kemudian bertanya kepadanya istrinya tersebut namun istrinya hanya diam dan tidak mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh suaminya itu. Alih - alih menjawab pertanyaan suaminya tersebut Mrs Robinson justru berjalan meninggalkan suaminya dan bersiap untuk tidur tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Mr Robinson kemudian ikut membaringkan tubuhnya menghadap Mrs Robinson namun Mrs Robinson memilih untuk membalikkan badannya dan tidur membelakangi suaminya itu. Mr Robinson merasa bingung dengan tingkah laku istrinya saat ini, dan menurut Mr Robinson lebih baik istrinya itu menceramahinya habis - habisan daripada didiamkan seperti ini. Mr Robinson kemudian mencoba mendekati istrinya tersebut dan memeluknya dari belakang, namun Mrs Robinson langsung menyingkirkan tangan Mr Robinson dari tubuhnya. Mereka lalu tidur dan saat tengah malam Mrs Robinson terbangun dari tidurnya. Mrs Robinson kemudian pergi keluar dari kamarnya sembari membawa salep. Mr Robinson yang juga terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara pintu terbuka kemudian dia memilih untuk mengikuti kemana istrinya tersebut pergi karena merasa penasaran. Ternyata Mrs Robinson pergi ke kamar Liam untuk mengobati leher Liam yang memerah akibat ulah suaminya tersebut, sedangkan Mr Robinson mengamati dari samping depan pintu kamar Liam.
Mendengar Liam yang menangis dalam tidurnya kemudian Mrs Robinson mengusap rambut Liam sembari menenangkannya "sssttt, sudah tidak apa - apa sayang pasti ini akan sembuh dengan cepat."
Liam kemudian membalikkan tubuhnya dan memeluk Mrs Robinson "mom, I'm not happy here, can I go like him?"
Mrs Robinson langsung menggelengkan kepalanya "kamu jangan pergi sayang."
"Kenapa mom?"
"Kalau kamu pergi, lalu mommy bagaimana?"
"Kan ada Rosie dan daddy juga yang akan menjaga mommy."
"Bukan itu sayang, mommy hanya tidak akan sanggup membayangkan hidup mommy jika mommy kehilangan salah satu putra mommy lagi dan mommy tidak akan bisa hidup lagi jika mommy kembali kehilangan putra mommy lagi."
"Mom jangan bicara seperti itu, pasti mommy bisa walaupun tanpa semua putra mommy lagipula Liam pergi hanya untuk sebentar saja dan setelah itu Liam akan kembali menemui mommy jika Liam sudah merasa baik."
"Hati mommy akan sangat hancur jika itu benar terjadi karena dahulu mommy sudah mengandung kalian berdua selama 9 bulan dan mengerahkan kekuatan mommy sekuat tenaga untuk melahirkan kalian berdua, tentunya mommy tidak akan merasa baik - baik saja jika mommy benar - benar kehilangan putra mommy."
__ADS_1
"Mom."
"Kalau itu keinginan Liam maka ayo kita bertiga pergi dari sini untuk sementara," ucap Mrs Robinson sembari menahan tangis.
Liam menggelengkan kepalanya "jangan, nanti Liam akan dimarahi oleh daddy jika mommy ikut bersama dengan Liam."
"Aku akan berbicara kepada daddymu nanti."
"Tapi mom?"
Mrs Robinson kemudian menyelimuti Liam "ssttt sudah, sekarang tidurlah sayang."
Mrs Robinson kemudian keluar dari kamar Liam namun sesampainya di depan kamar Liam, Mrs Robinson melihat jika ternyata suaminya berdiri di luar kamar Liam sedari tadi. Mrs Robinson kemudian memutup pintu kamar Liam dan pergi kemarnya dengan diikuti oleh Mr Robinson. Sesampainya di dalam kamarnya Mrs Robinson lalu duduk di tepi ranjangnya dan membuka laci meja yang berada di sampingnya. Mrs Robinson lalu mengeluarkan sebuah dokumen yang membuat Mr Robinson merasa takut karena mengira jika istrinya itu akan menceraikannya. Mrs Robinson lalu meminta suaminya itu untuk duduk di sampingnya, dan setelah setelah duduk Mrs Robinson kemudian memberikan dokumen itu kepada suaminya.
"Bacalah! aku harap kamu mengerti mengapa aku selalu melarangmu untuk berbuat kasar kepada anak - anakku dan selalu membela mereka terutama membela Liam."
Mr Robinson lalu membaca isi dokumen tersebut dan setelah itu merasa terkejut dengan isinya "sejak kapan dia mengalami hal ini? kenapa kamu tidak bercerita kepadaku jika kamu membawa Liam ke psikiater?"
"Aku menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya kepadamu agar kamu tidak salah paham, dan sepertinya ini waktu yang tepat untuk menceritakannya kepadamu agar kamu berhenti menyakitinya secara mental maupun fisik."
"Sumpah aku tidak tau jika dia mengalami hal ini kalau sekarang kamu tidak menceritakannya kepadaku."
__ADS_1
"Apa kamu tidak sadar dan merasa curiga saat aku membawa Liam pergi denganku setiap minggu untuk ikut bersamaku tanpa memberitahumu kemana aku akan membawanya pergi?" tanya Mrs Robinson menaikkan nada bicaranya.
"A-aku tidak sadar dan tidak mengira jika akan terjadi hal seperti ini."
"Iya memang kamu tidak menyadarinya karena kamu terlalu sibuk bekerja," ucap Mrs Robinson berteriak.
"Come on, aku bekerja untuk kalian."
"Iya memang, tetapi jangan sampai melupakan keluargamu terutama anak - anakmu karena dia juga butuh daddynya secara nyata ada di samping mereka dan mendengar setiap cerita mereka."
"Maaf," ucap Mr Robinson menunduk karena merasa menyesal.
"Kamu tadi pasti sudah mendengar perbincangan aku bersama Liam bukan? jadi aku akan membawa anak - anakku untuk pergi sementara tanpa kamu."
"Kumohon jangan pergi apalagi sampai membawa anak - anak kita, aku janji akan berubah dan akan meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk mereka."
"Kita lihat saja besok. Oh ya satu lagi, aku sudah mendapat kabar dari orang suruhanku bahwa dia sekarang tinggal di Bali dan aku akan terus memintanya untuk pulang."
"Kenapa begitu?"
"Terserah aku ingin bagaimana dan jika kamu tidak ingin menerimanya maka aku akan membawa semua anak - anakku untuk tinggal bersamaku," jawab Mrs Robinson ketus.
__ADS_1
"Baiklah hon, aku akan menerimanya jika dia bersedia untuk pulang kembali ke rumah ini."