Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #393


__ADS_3

Mereka berdua lalu saling berjanji menjadi orang tua yang baik untuk baby Ace agar dia bisa menjadi anak yang berbakti serta menjadi anak yang cerdas. Setelah itu Liam mematikan musik tadi dan beralih menonton film bersama Jane, karena saat malam hari dia tidak bisa menemani Jane saat sedang menonton film. Jane masih di dalam hoddie Liam sembari memeluk tubuh Liam. Rasanya sangat nyaman sekali saat sedang seperti itu karena dia mendapatkan kehangatan dari suaminya.


Mereka berdua menghabiskan waktu seharian untuk menonton film bersama sembari becanda ria. Liam juga mulai terbuka bercerita mengenai banyak hal kepada Jane, bahkan Liam juga berkata bahwa Jane adalah cinta pertamanya saat mereka berdua masih kecil. Liam dahulu memang anak yang nakal serta suka sekali menjahili Jane saat mereka masih kecil. Liam menjahili Jane karena Liam sangat menyukai pipi chubby Jane yang menggemaskan. Liam mendengar semua cerita tersebut dari Mrs Robinson, dan sekarang Liam sudah mulai bisa mengingat - ingat mengenai masa kecilnya bersama Jane.


*Flashback masa kecil.*


"Kita sudah sampai di Korea Selatan ya mom?" tanya Liam.


"Iya sayang, kita sudah sampai di Korea Selatan."


"Aku merasa tidak sabar bertemu dengan strawberry girl."


"Siapa strawberry girl?" tanya Mrs Robinson bingung.


"Strawberry girl itu anak perempuannya om Andrew dan Liam sangat menyukai strawberry girl," jawab Lian.


Liam cemberut.


"Tidak, aku tidak menyukainya."


"Benarkah? lalu mengapa kamu terlihat ingin sekali bertemu dengannya?" tanya Lian.


"Aku merasa tidak sabar untuk bertemu dengannya karena aku ingin segera menjahilinya," jawab Liam tertawa.


"Ah kamu bohong, pasti kamu sudah merasa jatuh cinta dengan strawberry girl kan?"


"Ck sudah kubilang tidak, ya tidak!!" teriak Liam.


Mrs Robinson yang sedang menggendong Rosie lalu menutup mulut Liam.


"Ssttt jangan berteriak seperti itu dengan kakakmu," ucap Mrs Robinson menenangkan Liam.


"Tapi aku memang tidak suka dengan strawberry girl, aku hanya suka menjahilinya saja."


"Iya ssttt, adikmu sedang tidur jadi jangan berteriak."


Liam lalu melihat ke arah Rosie yang sedang tertidur di gendongan Mrs Robinson.


"Kenapa Rosie dari tadi tidur terus mom?"


"Rosie masih bayi, jadinya dia terus tertidur seperti ini."


"Oh begitu. Rosie sangat cantik dan Liam ingin menciumnya, boleh kan mom?"


"Iya boleh, tapi pelan - pelan ya agar Rosie tidak bangun?"


Liam mengangguk, dan setelah itu Liam mencium Rosie yang tengah tertidur pulas di gendongan Mrs Robinson. Begitu sampai di kediaman Mr Kim, mereka semua langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah Mr Kim.


"Hei Jonathan, sudah lama tidak bertemu."


"Sorry, aku selalu sibuk jadi jarang mengunjungimu disini."


"Hahaha bisnismu semakin lancar ya rupanya?"


"Ya begitulah."

__ADS_1


"Silahkan duduk."


Liam kemudian berlari menuju ke sebuah tempat.


"Gerard mau kemana kamu?" tanya Mr Robinson.


"Main di belakang."


"Hahaha sudah tidak apa - apa Jo, mungkin Gerard sedang ingin menemui anak - anakku."


"Maaf kalau Gerard terkesan tidak sopan."


"Tidak apa - apa, santai saja Jo."


"Dad, aku ingin kesana."


"Iya Lian, sana pergi temui adikmu."


"Bagimana kabar kalian? sepertinya anggota keluarga kalian sudah bertambah," ucap Mrs Kim.


"Iya, sekarang kami mempunyai anak perempuan yang diberi nama Rosie."


"Kapan Margareth hamil?" tanya Mrs Kim bingung.


"Mereka berdua mengadopsinya dari panti asuhan hon," jawab Mr Kim.


"Oh begitu rupanya, aku fikir Margareth sudah mengandung lagi."


"Tidak Anne, Margareth sudah tidak ingin mengandung lagi katanya."


"Aku sudah lelah Anne, lagipula aku juga sudah melahirkan anak kembar laki - laki dan itu yang paling penting untuk menjadi pewaris."


"Lalu siapa yang akan kamu pilih untuk menjadi pewaris utama?" tanya Mr Kim.


Mendengar hal itu Mr Robinson langsung menatap istrinya, dan setelah itu dia menghela nafasnya.


"Sepertinya kami berdua akan memilih Gerard sebagai pewaris utama karena dia lebih cerdas dari Lia, akan tetapi aku masih ingin melihat beberapa tahun ke depan mengenai perkembangan Lian."


"Oh begitu, yah tidak apa - apa Jo."


Mrs Kim lalu melihat Rosie.


"Wah bayinya sangat lucu serta cantik sekali," ucap Mrs Kim memuji Rosie.


"Iya dia bayi yang cantik, sayang sekali orang tua kandungnya membuang dia di panti asuhan."


"Benar, ckckck dasar orang tua yang tidak bertanggung jawab."


"Benar Anne, aku sampai geram sekali."


Disisi lain Liam alias Gerard yang sedang berada di taman belakang rumah keluarga Kim, tiba - tiba dirinya dihampiri oleh Lian yang merupakan saudara kembarnya. Liam saat ini sedang duduk di tepi danau buatan untuk melihat pemandangan alam disana, sekalian menunggu strawberry girl berjalan - jalan di sekitar area itu. Biasanya starwberry girl sedang berjalan - jalan di danau sembari membawa sebuah keranjang kecil yang berisi strawberry, yang merupakan buah kesukaannya.


Liam melempar batu kerikil di danau tersebut sembari menunggu strawberry girl itu muncul. Saat ini orang yang sedang ditunggu - tunggu oleh Liam, alias strawberry girl sedang memetik buah strawberry di tamannya. Waktu itu Mr Kim membuatkan Jane sebuah taman mini yang ditanami oleh banyak sekali buah strawberry, karena Mr Kim tahu bahwa putri kecilnya itu sangat suka sekali dengan buah strawberry. Setelah itu strawberry girl berjalan menuju danau karena ingin memakan buah tersebut di tepi danau sembari merasakan angin sepoi - sepoi.


"Yah dia lagi, aku sangat malas sekali bertemu si anak nakal."

__ADS_1


Setelah itu starwberry girl alias Jane berjalan mengendap - ngendap agar tidak diketahui oleh Liam. Namun tiba - tiba saja....


"Hmmm bau ini, pasti dia ada di sekitar sini."


Liam langsung berlari mengejar Jane yang juga sedang berlari setelah dia ketahuan oleh Liam.


"Tunggu strawberry girl!!!" teriak Liam mengejar Jane.


"Tidak mau, dasar anak nakal!!"


*Brughh.*


Jane terjatuh, dan semua starwberry yang baru saja dia petik langsung berserakan di tanah.


"Ckckck berlari begitu saja jatuh, dasar gadis ceroboh."


*Huwaa.*


"Liam, jangan begitu!!"


Lian kemudian mengambil semua strawberry yang berserakan di tanah, dan mengembalikannya ke dalam keranjang Jane. Setelah itu Lian membantu Jane berdiri dan menghiburnya agar tidak menangis lagi.


"Sudah jangan menangis, maafkan kelakuan adikku "


"Adikmu sangat nakal, aku tidak suka kepadanya."


"Cih aku juga tidak suka denganmu!!" teriak Liam.


"Kamu suka sekali meneriaki aku dan juga mengejekku, aku tidak suka denganmu!!" Jane ikut berteriak.


Tiba - tiba saja Mr Robinson menjewer telinga Liam.


"Gerard, sudah berapa kali daddy bilang bahwa jangan mengganggu Jane!!"


"Sakit dad, dia tadi terjatuh sendiri."


"Sudah ayo ikut daddy!" ucap Mr Robinson menyeret Liam.


"Tidak mau dad, jangan menghukumku lagi."


"Ayo sini!!" Mr Robinson terus menyeret Liam.


"Dad jangan hukum Liam lagi, kasihan dia."


Setelah itu Mr Robinson membawa Liam entah kemana.


"Memangnya blue ingin diajak kemana?" tanya Jane penasaran.


"Liam akan dihukum oleh daddy dan terkadang ada bekas biru di lengannya."


"Dia pantas mendapatkannya."


"Dia tidak nakal, dia menyukaimu dan oleh sebab itu dia selalu menjahilimu."


"Oh."

__ADS_1


__ADS_2