Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #341


__ADS_3

Setelah dokter itu keluar dari kamarnya, Jane lalu mengusap pipi Liam yang sedang tidak sadarkan diri dan kemudian dia meminta maaf karena sudah berbicara seperti tadi. Jane kemudian menarik selimutnya untuk menyelimuti Liam dan setelah itu dia tidur, akan tetapi sebelum tidur Jane menyempatkan dirinya terlebih dahulu untuk mencium bibir Liam secara sekilas. Saat tengah malam Jane tiba - tiba saja terbangun dari tidurnya karena mendengar Liam memanggil - manggil seseorang. Terdengar secara samar - samar bahwa Liam sedang memanggil nama Yunna, sontak hal tersebut membuat Jane terkejut sekaligus merasa kecewa karena dia memanggil nama wanita lain dan bukan menganggil namanya. Jane lalu menepuk pelan tangan Liam untuk membangunkannya, dan tidak lama kemudian Liam langsung terbangun.


Saat Liam terbangun, dia terlihat seperti orang linglung dan bertanya - tanya apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya. Belum sempat bertanya, Jane malah langsung memberikan segelas air putih untuk Liam minum. Jane terus mengusap punggung Liam saat dirinya tengah meminum air putih tersebut. Lalu setelah itu Liam hanya terdiam sembari menatap ke arah pintu balcony kamarnya untuk mencoba mengingat - ingat apa yang telah terjadi kepadanya sebelum dia tertidur di ranjang ini. Jane lalu menepuk bahu Liam dengan pelan dan kemudian Jane bersandar di bahu Liam setelah Liam menoleh ke arahnya. Jane mencoba bertanya kepada Liam mengenai sesuatu yang sedang mengganggu fikiran Liam namun Liam hanya diam seribu bahasa.


Jane memgerti bahwa Liam masih ingin sendiri serta membutuhkan waktu untuk menceritakan semuanya kepadanya, oleh sebab itu dia mengajak Liam untuk kembali tidur saja karena sudah larut malam. Keesokan harinya Liam sudah tidak ada di sampingnya saat Jane baru saja terbangun dari tidurnya, lantas Jane mencari Liam ke sekeliling rumahnya namun tidak menemukannya. Ternyata pagi - pagi sekali Liam sudah berada di rumah utamanya untuk menenangkan dirinya sendiri dan juga tidak ingin merepotkan Jane saat dia tengah sakit. Badan Liam merasa tidak enak serta sejak pagi sudah muntah - muntah, oleh sebab itu dia memilih pulang agar tidak merepotkan istrinya yang sedang sibuk mengurus anaknya.


"Liam kenapa tiba - tiba pulang?" tanya Mrs Robinson saat memasuki kamar Liam.


"Tidak ada apa - apa kok mom," ucap Liam berbohong.


"Kok duduk dilantai?"


"Liam sedang malas duduk di atas karena sedamg capek."


Mrs Robinson lalu mendekati Liam dan memegang dahi Liam karena menyadari bahwa wajah Liam terlihat sangat pucat sekali.


"Kamu sakit?" tanya Mrs Robinson terkejut.


Liam menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak kok mom, Liam hanya sedang lelah saja."


Mrs Robinson duduk di samping Liam.


"Kenapa? cerita sama mommy jika ada sesuatu dan jangan dipendam sendirian sayang," ucap Mrs Robinson mengusap rambut Liam.


"Tidak kok mom, Liam disini hanya untuk singgah sebentar saja sekalian mengambil flashdisk."


"Ingin mengambil flashdisk atau ada sesuatu hal yang ingin kamu hindari heum? jangan seperti itu Liam, semua rintangan itu harus dilewati serta di kalahkan agar cepat selesai dan bukannya malah dihindari. Kamu ini sudah berkeluarga dan sekarang sudah menjadi kepala rumah tangga, jadi jangan terlalu sering berbuat seperti ini dan jika ada masalah atau kurang pas di hati lebih baik dibicarakan secara baik - baik sekaligus diselesaikan."

__ADS_1


"Iya mom."


"Lebih baik kamu istirahat saja dan setelah ini mommy akan mengambilkan kamu sebuah makanan dan juga obat untuk kamu minum agar cepat sembuh."


"Liam tidak sakit kok mom, Liam sangat sehat."


"Sangat sehat apanya? wajah kamu sangat pucat kok dibilang sehat."


"Sudah mom jangan repot - repot, aku kemari hanya karena tidak ingin merepotkan Jane eh malah jadinya merepotkan mommy."


"Mommy sama sekali tidak merasa bahwa kamu sudah merepotkan mommy, justru mommy malah senang karena kamu disini."


"Memangnya kenapa mom?"


"Mommy rindu sekali denganmu."


"Iya namun entah mengapa mommy merindukan anak bujang mommy yang sedikit badung."


"Liam sekarang bukan anak bujang mommy, kan Liam sudah menikah dan sudah mempunyai seorang anak."


"Oh iya lupa astaga hehe."


"Mommy ini."


"Ya sudah mommy pergi mengambil makanan dan juga obat untukmu."


"Okay mom."


Mrs Robinson lalu pergi meninggalkan Liam di kamarnya. Mrs Robinson pergi ke dapur mengambil sarapan serta obat paracetamol untuk putranya itu. Setelah itu dia kembali ke kamar Liam sembari membawa sebuah nampan yang berisi bubur buatannya dan juga sebuah obat yang lengkap dengan segelas air putihnya juga. Mrs Robinson lalu melatakan nampan tersebut di atas meja samping ranjang Liam dan menyuapi Liam dengan bubur buatannya. Mrs Robinson menyuapi Liam secara perlahan serta sedikit demi sedikit agar Liam tidak memuntahkannya.

__ADS_1


Selesai sarapan Liam lalu meminum obatnya dan setelah itu dia kembali tidur di ranjangnya. 2 jam kemudian Jane yang mengetahui jika Liam sedang berada di rumah utamanya serta dia sedang sakit, Jane langsung bergegas untuk pergi di kediamannya keluarga Robinson. Sesampainya disana Jane menemui Mrs Robinson yang sedang duduk di sofa membaca sebuah majalah. Sembari menggendong anaknya yang masih bayi, Jane lalu menghampiri Mrs Robinson dan juga menyapanya. Mrs Robinson merasa sangat senang sekali melihat kehadiran menantu serta cucunya. Mrs Robinson mengajak Jane berbincang sebentar sebelum Jane pergi ke kamar Liam untuk bertemu dengannya.


"Liam sedang beristirahat di kamarnya Jane, nanti kalau ingin menemuinya di kamar biar Ace bersama mommy saja agar tidak tertular sakit karena Ace masih sangat rawan sekali."


"Baik mom. Maaf ya mom sudah merepotkan mommy."


"Tidak merepotkan sama sekali Jane, lagipula sudah lama mommy tidak merawat Liam seperti ini dan kebetulan mommy juga sedang merindukan Liam."


"Oh begitu, lalu Liam hanya sakit biasa kan mom?" tanya Jane merasa khawatir.


"Iya sayang, Liam hanya demam saja kok dan tidak lama lagi pasti dia akan sembuh."


"Oh, Jane sangat takut sekali jika terjadi apa - apa dengan Liam karena semalam dia sempat pingsan mom."


"Tadi dokter Ben juga sudah memberitahu mommy bahwa semalam Liam pingsan. Lalu apa kata dokter Ben?"


"Liam harus banyak mengistirahatkan fikirannya agar tidak stress. Liam semalam pingsan juga karena katanya sedang stres dan kelelahan."


"Oh begitu, lebih baik biarkan Liam untuk beristirahat sebentar agar kondisinya cepat pulih."


"Baik mom."


"Liam itu anaknya sangat rapuh sekali, dia mudah sekali merasa stress meskipun hanya karena sesuatu hal kecil yang mempengaruhi fikirannya. Dia mudah sekali merasa lelah dan merasa jenuh terhadap sesuatu, jadi mohon yang sabar ya jika sedang menghadapi Liam. Jika misalnya sudah tidak kuat atau bagaimana tidak apa - apa Jane, biar mommy saja yang kembali mengurusnya."


"Tidak mom, aku akan tetap mengurus Liam bagaimanapun keadaannya karena Jane sudah sangat mencintai Liam."


"Terima kasih ya Jane."


"Iya mom."

__ADS_1


__ADS_2