
Setelah itu Jane memegang pipi Liam dan mencium bibirnya, dan Liam langsung membalas ciuman dari Jane tersebut. Setelah itu mereka berdua berganti pakaian dan Jane langsung pergi ke kamar Rosie untuk memandikan baby Ace serta memberinya susu. Setelah mandi dan meminum susu baby Ace langsung tertidur nyenyak di gendongan Jane karena sebelumnya baby Ace terbangun saat Jane pergi mandi. Baby Ace kemudian diajak bermain ciluk ba oleh Rosie dan Lian sembari menunggu kedua orang tuanya selesai mandi. Itu kedua kalianya Lian melihat keponakannya yang menggemaskan secara langsung.
Lian sangat senang jika diminta untuk menjaga keponakannya karena dia tidak rewel saat bersama orang lain. Saat ini Jane masih menggendong baby Ace sembari memberinya susu. Sesekali Jane menciumnya karena dia sangat sayang sekali kepada anaknya itu. Waktu itu Jane hampir kehilangannya dan tidak dapat menimangnya seperti ini, akan tetapi berkat kuasa Tuhan akhirnya baby Ace selamat dan sekarang dia sudah berada di gendongannya. Tiba - tiba saja Liam masuk ke dalam kamar saat Jane sedang memberi susu kepada baby Ace. Jane langsung mengusir Liam karena dia malu dan sedikit canggung saat suaminya melihat dia sedang seperti itu.
Namun bukannya pergi Liam malah tersenyum karena merasa senang bahwa Jane benar - benar menyayangi baby Ace. Liam duduk di samping Jane sembari menatap baby Ace yang sedang minum susu. Setelah itu mereka menidurkan baby Ace di atas ranjang Liam dengan meletakkan kedua guling di kanan dan kirinya agar baby Ace tidak terjatuh dari atas ranjang. Mereka berdua lalu turun ke bawah untuk makan malam bersama anggota keluarganya. Sesekali mereka berbincang ringan saat sedang makan malam agar suasana tidak terlalu canggung dan sepi. Liam kemudian bermain PS bersama Lian setelah makan malam, sedangkan Mr Robinson memilih untuk menimang cucunya.
"Sepertinya Ace sekarang sudah tambah gemuk ya Jane?" tanya Mr Robinson sembari menimang baby Ace.
"Iya dad karena aku selalu memberinya susu ASI untuknya agar semakin sehat."
"Nah iya padahal dahulu setelah dia lahir, dia sangat mungil sekali bahkan dengan pergelangan tanganku masih besar pergelangan tanganku."
"Kamu juga sering check ke dokter kan?" tanya Mr Robinson.
"Tentu dong mom, Liam selalu mengantarku pergi ke dokter untuk konsultasi mengenai baby Ace dan terakhir kali kita pergi konsul dokter mengatakan bahwa pertumbuhan baby Ace semakin baik."
"Wah syukurlah jika seperti itu."
"Putra kamu itu sangat posesif sekali dengan anaknya hon," ucap Mrs Robinson.
"Benarkah? aku fikir dia hanya suka bermain PS seperti itu saat sedang berada dirumah," ucap Mr Robinson menatap Liam yang sedang bermain PS bersama kakaknya.
"Tidak dad, Liam selalu membantuku menjaga baby Ace saat di sedang dirumah bahkan sampai jarang sekali bermain game."
"Oh begitu, syukurlah jika dia sudah mulai berubah menjadi lebih baik."
"Liam memang dari dulu sudah baik dad namun daddy saja yang selalu menjudge bahwa Liam bukan anak yang baik," ucap Rosie mencibir Mr Robinson.
"Nah iya tuh benar yang dikatakan oleh putrimu bahwa Liam sebenarnya dari dulu memang anak yang baik, bukankah begitu Jane?"
__ADS_1
"Iya mom benar, dahulu saat Jane sedang mengandung baby Ace, Liam sangat posesif sekali dan selalu mengantar Jane ke dokter kandungan untuk konsul."
"Sebenarnya yang harus dibenahi itu bukan Liam melainkan pola fikirmu Jonathan," ucap Mrs Robinson ikut mencibir Mr Robinson.
"Iya deh iya aku mengaku salah, lagipula dahulu aku juga sudah meminta maaf kepada Liam."
"Kapan?" tanya Mrs Robinson.
"Saat sebelum Liam menikah dengan Jane."
"Oh begitu."
Karena sudah larut malam Liam kemudian mengajak Jane untuk pulang ke rumah. Setelah Jane mengiyakan Liam lalu pergi ke kamarnya untuk mengambil tas milik Jane dan memasukkannya ke dalam mobil Jane, karena nanti Jane akan pulang dengan diantar oleh Pak Kang sedangkan dia pulang dengan mengendarai motornya. 30 menit kemudian mereka telah sampai di rumah dan Jane langsung menidurkan baby Ace di ranjangnya. Liam yang sudah bersiap untuk tidur tiba - tiba saja Jane mengajaknya berbincang mengenai banyak hal. Saat seperti itu tugas Liam hanyalah sebagai pendengar yang baik, yang selalu mendengarkan semua ucapan Jane dan Liam baru mulai berbicara saat Jane meminta saran darinya. Meskipun Liam mengantuk namun dia enggan untuk tidur karena takut dimarahi oleh Jane.
Setelah Jane menyelesaikan ceritanya, barulah Liam pergi tidur. Keesokan harinya saat Jane baru saja bangun tidur, dia langsung melihat di sampingnya apakah Liam masih ada atau tidak karena Liam selalu saja menghilang saat fajar tiba. Jane kemudian mencium Liam serta meregangkan tubuhnya sebelum pergi mandi pagi. Jane lalu pergi ke ruang pakaiannya untuk menyiapkan setelah jas yang akan dipakai oleh suaminya karena mulai hari ini dia akan mulai kembali bekerja. Setelah itu Jane mandi, dan begitu selesai mandi dia membangunkan Liam. Saat sedang melihat baby Ace dari CCTV ternyata baby Ace masih tertidur nyenyak, jadi Jane bisa dengan leluasa membantu suaminya bersiap sebelum pergi ke kantor.
"Pagi hubby."
"Baby Ace belum bangun?" tanya Liam saat duduk di kursi.
"Belum hubby, dia masih tertidur nyenyak."
"Oh begitu."
Jane kemudian meletakkan secangkir kopi dan juga sepotong sandwich buatannya di atas meja makan.
"Ini kopi dan juga sandwich untuk sarapan."
"Terima kasih sayang," ucap Liam mengusap rambut Jane.
__ADS_1
"Sama - sama hubby."
"Kamu harus makan yang banyak serta memakan makanan yang bergizi agar pertumbuhan baby Ace semakin baik, kamu tahu sendiri bukan jika saat ini baby Ace bergantung kepadamu?"
"Iya hubby."
"Hari ini kamu tidak ada acara kan?"
"Tidak hubby, aku sedang ingin dirumah saja."
"Baiklah."
Beberapa menit kemudian Liam telah menyelesaikan sarapannya dan pergi ke kantor mengendarai mobilnya. Hari ini jalanan sedang senggang dan Liam bisa sampai di kantor dengan cepat. Sesampainya di kantor Liam langsung meletakkan tas miliknya dan duduk di kursinya untuk mempelajari beberapa berkas dokumen yang sudah berada di atas mejanya. Tidak lama kemudian Yunna masuk ke dalam ruangannya untuk memberitahu semua jadwal Liam seharian ini.
"Pagi pak, hari ini anda ada jadwal meeting di restaurant X pada saat jam 10 pagi."
"Lalu setelah itu?"
"Setelah itu tidak ada meeting lagi."
"Oh baiklah, terima kasih."
"Iya sama - sama pak. Mmm selamat ya atas kelahiran putra anda."
"Iya terima kasih Yun, bagaimana keadaannya selama aku tinggal apakah semuanyan aman terkendali?"
"Semuanya aman terkendali pak."
"Ah syukurlah jika seperti itu."
__ADS_1