
*Di Kantor*
Sesampainya di kantor, Liam menyapa Yunna dan langsung masuk ke ruangannya untuk bersiap memulai pekerjaan. Tak lama kemudian, Yunna mengetuk pintu ruangan Liam dan masuk ke ruangan setelah dipersilahkan masuk oleh Liam. Lalu Yunna membacakan jadwal kegiatan Liam dan memberikan tablet yang dia pegang untuk membicarakan tentang masalah bahan presentasinya nanti.
30 menit berlalu dan mereka masih membicarakan soal bahan presentasinya tersebut karena Liam merasa bahwa ada sedikit yang ingin dia ubah karena masih kurang merasa pas. Yunna hanya menuruti Liam dan sesekali Yunna memberikan saran tentang keinginan Liam tersebut. Lalu Liam berfikir bahwa dia mulai merasa nyaman ketika Yunna bekerja sebagai sekretarisnya karena Yunna sangat cekatan dan berpengalaman dalam pekerjaannya tersebut. Jam menujukkan pukul 8.45 yang artinya masih tersisa 15 menit lagi meeting akan segera dimulai. Kemudian Liam mengajak Yunna untuk segera pergi ke ruang meeting.
Liam dan Yunna berjalan menuju ruang meeting "apakah Mr. Josh yang akan mewakili perusahaannya untuk meeting dengan perusahaan kita?" tanya Liam.
Yunna menatap Liam dan menjawab pertanyaannya. "tadi pihak mereka mengatakan bahwa Mr. Josh dan Mrs. Jane yang akan mewakili perusahaannya pak."
Liam menganggukkan kepalanya dan ekspresi wajahnya berubah menjadi datar "oh, baiklah."
Yunna yang mengetahui perubahan ekspresi wajah Liam, lalu bertanya "ada apa pak? apa ada masalah?"
Liam seketika berhenti berjalan "oh tidak ada apa - apa kok Yunna, hanya saja sedikit malas."
Lalu Yunna juga ikut berhenti berjalan dan bertanya "malas kenapa pak?"
Memegang tengkuk lehernya "ah aku hanya malas melihat wajah Mrs. Jane, eh tapi kamu diam saja jangan memberitahu yang lain ini rahasia kita berdua."
Yunna yang mendengar hal tersebut dari Liam lalu tersenyum "baik pak."
Kemudian Liam menunjuk wajah Yunna dengan tatapan sedikit mengancam "awas aja kalau kamu memberitahu yang lain terutama Mrs. Jane aku akan langsung memecatmu."
Yunna yang ketakutan lalu berkata dengan sedikit keyakinan "baik pak, tentu saja saya akan menyimpan rahasia ini atau rahasia bapak yang lainnya."
Liam yang telah mendengarkan perkataan Yunna, lalu menjentikkan jarinya "good job."
Setelah sampai di depan pintu ruang meeting, (ceklek) Liam membuka pintu dan mempersilahkan Yunna untuk masuk terlebih dahulu. Yunna hanya menuruti perintah Liam walau merasa sedikit tidak enak karena seharusnya dia yang membukakan pintu untuk Liam karena Liam adalah atasannya.
Lalu Liam menarik kursi dan tersenyum "silahkan," ucap Liam.
Yunna yang merasa tidak enak akhirnya mau tidak mau tetap duduk di kursi tersebut "terima kasih pak, seharusnya bapak tidak perlu melakukan hal seperti ini karena bapak adalah atasan saya, dan seharusnya saya yang melakukannya untuk bapak."
Dengan memperlihatkan senyuman di bibirnya "sama - sama. Karena bagaimana pun saya yang seharusnya berhak melakukan hal seperti ini karena saya laki - laki dan saya menghormati kamu sebagai perempuan yang lebih tua dari saya."
Yunna yang ingin menjawab tapi terpotong oleh ucapan Liam "tapi pak..."
"Sstt, yang atasan itu aku atau kamu?"
"Anda pak."
"Kalau begitu maka turuti saja perintahku."
"Baik pak, maaf."
__ADS_1
"Tidak apa - apa."
Tok!! tok!! tok!! (suara ketukan pintu)
Liam kemudian mempersilahkan masuk. Saat Jane akan duduk, Jane sempat melirik Liam sekilas, dan Liam yang mengetahui hal tersebut hanya melirik dengan tatapan dinginnya. Setelah semuannya sudah hadir dan duduk di tempatnya masing - masing, lalu Liam memulai presentasinya. Selama itu berlangsung, Jane terus saja memperhatikan Liam yang berdiri di depan. Kurang lebih 1 setengah jam meeting itu akhirnya selesai, dan semua anggota telah keluar dari ruangan termasuk Liam yang diikuti oleh Yunna yang berjalan tepat di belakang Liam.
*Sesampainnya di ruangan Liam*
Liam bersandar di kursi "hah pegal - pegal sekali bahu ku ini."
"Mau saya pijit sebentar bahu bapak?" tawar Yunna.
"Boleh, kebetulan sangat pegal sekali."
Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu. Liam kemudian meminta Yunna untuk membukakan pintu.
Melihat ke arah pintu "who?"
"Mrs. Jane pak."
"What? jangan di izinkan masuk."
"Baik pak."
*Di depan pintu ruangan*
"Why? biarkan saya masuk, saya cuma ada perlu sebentar dengan Liam."
"Tapi Mrs. pak Liam sedang sibuk dan beliau tidak ingin diganggu."
"Baiklah, saya akan menunggunya di sini."
"Oke Mrs. Jane. i'm so sorry."
"No Problem." (menjawab ketus)
Yunna kemudian melangkah masuk ke ruangan Liam dan memberitahu bahwa Mrs. Jane akan menunggunnya sampai Liam menyelesaikan pekerjaannya. 30 menit kemudian, Jane yang mulai bosan berjalan ke meja Yunna dan menitipkan sebuah paper bag yang Jane bawa dari tadi untuk Liam. Ring!! Ring!! lalu Yunna mengangkat telepon daei Liam yang memerintahkannya agar Jane masuk ke ruangannya. Setelah menerima telepon tersebut, Yunna berbicara kepada Mrs. Jane untuk memberitahu bahwa dia di izinkan untuk masuk ke ruangan Liam. Lalu Jane berjalan ke ruangan Liam dengan ekspresi seperti ingin memangsa Liam.
(Ceklek) suara pintu terbuka
Memberikan bingkisan dengan kasar "ini untuk kamu."
"Wah apa nih? dan wajah kamu kenapa begitu menyeramkan?"
"Kamu ini seperti tidak merasa ada dosa sama sekali ya?"
"Wait, memangnya aku kenapa?"
__ADS_1
"Kamu ini hhh, aku bosan menunggu kamu sudahlah aku mau pulang saja bye."
"Hei tunggu Kitten, hei okay i'm so sorry."
Liam kemudian berdiri dan mengejar Jane yang akan membuka pintu. Secara refleks, Liam memegang lengan Jane yang ada di depan pintu dan membuat Jane mematung secara tiba - tiba. Liam yang menyadari hal tersebut kemudian melepaskan tangannya dan menyuruh Jane untuk duduk di sofa.
"Okay, i'm so sorry."
"Hmm."
"Please forgive me Kitten."
"Udah lah aku pulang aja."
"Hei jangan begitu dong ngambekan banget jadi orang, ya udah kamu mau aku buatin teh atau kopi?"
"Teh aja deh, thanks."
"Oke, wait a minute!"
"Hmm."
Tak lama kemudian, Liam membawa secangkir teh dan memberikannya kepada Jane.
Tersenyum sembari meletakan secangkir teh "silahkan diminum nona."
"Thank you." (meminum teh tersebut).
Liam berjalan menuju meja kerjanya dan mengambil paper bag yang tadi diberikan oleh Jane dan membukanya sembari duduk kembali di sebelah Jane.
"Wow macaroon and chocolate i like it, thank you Kitten."
"Your welcome."
"Look at this, the macaroon is so cute like you."
Jane tersipu malu mendengar ucapan Liam "apaan sih Chicken jangan merayu begitu deh."
"Eh aku bukan sedang merayu kamu, tapi berusaha menebus kesalahanku yang sudah membuat kamu badmood."
"Oke lah aku balik ke kantorku ya? see you."
Liam tersenyum kepada Jane "okay Kitten."
"Jangan lupa di makan ya?"
"Okay."
__ADS_1
Setelah Jane keluar dari ruangan Liam, kemudian Liam hanya menatap macaroon dan chocolate pemberian Jane dan bertanya - tanya apakah maksud dari pemberian tersebut, kemudian Liam kembali melanjutkan pekerjaannya. Beberapa jam kemudian, Liam telah selesai bekerja dan mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Liam kemudian masuk ke kamar dengan membawa paper bag pemberian Jane tersebut. Liam meletakkan paper bag tersebut di atas meja kamarnya dan dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah itu, Liam duduk di atas kasurnya dan mengeluarkan isi paper bag tersebut.