Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #293


__ADS_3

Tiba - tiba saja petir menyambar bersamaan dengan hujan yang turun semakin deras hingga tidak dapat dipastikan kapan hujan tersebut akan mereda. Jane yang ketakutan langsung semakin mendekatkan tubuhnya ke dalam pelukan Liam, sedangkan Liam berusaha menenangkan Jane dengan mengusap serta menciumi pucuk kepala Jane. Walaupun gorden kamar mereka sudah ditutup namun tetap saja cahaya dari sambaran kilat masih bisa menembus ke dalam kamar mereka. Jane semakin ketakutan sembari terus menutup kedua telinganya agar suara petir yang menggelegar itu tidak terdengar. Liam semakin ekstra mengerahkan tenanga serta fikirannya untuk menenangkan istrinya yang takut dengan suara petir. Walaupun sudah melakukan berbagai cara untuk menenangkan istrinya, tetapi istrinya itu masih saja terus ketakutan hingga membuatnya menangis dengan sangat kencang.


Liam yang sudah merasa sedikit frustasi kemudian dia menutup seluruh tubuh mereka berdua serta kepalanya agar Jane tidak melihat kilatan cahaya petir lagi. Semakin lama Jane berlindung di pelukan Liam, tanpa sadar dia justru tertidur dengan sendirinya hingga membuat Liam sedikit bernafas lega. Liam memandangi wajah istrinya yang sedang tertidur serta memeluk tubuh mungil istrinya itu dengan sangat erat. Meskipun Jane sering sekali membuat Liam merasa kesal apalagi jika harus meladeni sikap manjanya itu, akan tetapi Liam masih sangat menyayangi Jane bahkan sampai tidak ingin kehilangannya. Liam kemudian mengusap air mata Jane yang membasahi pipi chubby Jane dan menciuminya dengan sangat lembut. Pipi chubby Jane yang bewarna putih itu sangatlah lembut seperti mochi saat dicium oleh Liam hingga membuatnya sangat sering sekali menciuminya.


"Saat kamu sedang tertidur, kamu terlihat sangat menggemaskan sekali hingga membuatku ingin mengigitmu. Maaf ya jika aku selalu bersikap cuek seolah tidak peduli denganmu, karena aku sedang membatasi diriku agar tidak terlalu merasa kehilangan saat tiba - tiba kamu pergi dari hidupku. Walaupun begitu aku sebenarnya sangat mencintaimu serta tidak ingin kehilanganmu, dan aku sangat ingin sekali mempunyai seorang anak yang dilahirkan dari rahimmu. Jika keinginanku dikabulkan oleh Tuhan, aku berjanji akan menjadi daddy yang baik bahkan lebih baik dari daddy."


Tanpa sadar air mata Liam seketika menetes di pipi Liam saat Liam mengatakan hal seperti itu sembari mengusap lembut perut Jane.


"Nggg." Jane meregangkan tubuhnya dengan matanya masih terpejam.


Liam langsung mengusap wajah Jane serta menciuminya.


"Ssttt."


"Hubby, aku lapar dan haus."


"Ingin makan dan minum apa sayang?"


"Steak buatanmu serta jus strawberry," ucap Jane dengan nada manja.


"Iya, sebentar lagi kamu akan mendapatkan semua yang kamu inginkan itu."


"Okay hubby, eh ini jam berapa?"


Liam lalu meraih handphone miliknya dan menunjukkan layar handphonenya kepada Jane.


"Jam 5 sore."


"Hah jam 5 sore? kenapa waktu berlalu begitu cepat?"


"Kenap memangnya Jane, apa kamu ada acara?"


Jane menggeleng pelan.


"Tidak hubby, aku hanya merasa terkejut karena perasaan tadi masih jam 3 sore."


"Tadi kita bermain dengan durasi yang cukup lama dan kamu sempat tertidur juga setelahnya karena merasa lelah serta takut dengan petir."


"Sekarang petirnya masih ada?" tanya Jane sembari mengintip dari balik selimut.


"Sepertinya sudah tidak ada, walaupun masih hujan gerimis."

__ADS_1


Jane lalu kembali masuk ke dalam selimut dan melihat naga milik Liam.


"Ihh naga kamu sudah tertidur," ucapnya sembari menunjuk - nunjuk dengan jari telunjuknya.


"Eh jangan dipegang nanti dia terbangun lagi."


"Tidak apa - apa jika terbangun, bukankah itu bagus?" tanya Jane bercanda.


"Tidak Jane, bukankah tadi kamu mengeluh jika kamu sudah merasa sangat lelah?"


"Iya, tapi aku ingin memegangnya." Jane lalu mencengkramnya dan sedikit menariknya hingga membuat Liam berteriak sembari berusaha menyingkirkan tangan Jane dari naganya tersebut.


"Aarghh sakit jangan ditarik!!"


"A-aku tidak menariknya hubby, aku hanya memegangnya saja."


"Ssttt sudah sana mandi saja, aku akan membuatkan kamu makanan yang kamu inginkan."


"Tidak mau, badanmu kotor apalagi sangatengket karena habis begituan denganku."


"Ya sudah kalau begitu aku mandi dulu, lalu setelah itu baru kamu yang mandi."


"Tidak mau."


"Mandinya barengan saja."


"Ya sudah ayo."


Saat Liam berdiri, Jane langsung merentangkan tangannya yang mengisyaratkan bahwa dia ingin digendong menuju ke kamar mandi. Liam menghela nafasnya dengan kasar dan terpaksa menggendong istrinya yang manja itu ke dalam kamar mandi. Setelah itu Liam mendudukkan Jane ke atas closet dan dia lalu menyalakan kran air untuk mengisi bathtub yang kosong. Liam kemudian memasukkan Jane ke dalam bathtub setelah airnya penuh dan sudah diisi dengan sabun. Saat Liam sedang memandikan Jane, tiba - tiba saja Jane berbalik dan memulai ciuman panas dengan Liam. Beberapa menit kemudian Liam yang telah selesai mandi lalu pergi ke dapur memasak makan malam untuk.mereka berdua. Tidak lupa Liam juga membuat jus strawberry kesukaan istrinya itu.


"Hubby sayang cium," ucap Jane menghampiri Liam yang sedang memblender jus milik Jane.


Sembari memegang tutup blender yang masih menyala, Liam lalu menundukkan kepalanya agar Jane bisa menciumnya.


*Cup.*


"Hmmm strawberry," ucap Liam kembali fokus melihat blender.


"Aku baru saja memakai liptint strawberry kesukaanmu."


"Sebenarnya aku hanya suka dengan bibirmu yang lembut, sedangkan rasa liptint itu hanyalah sebagai pemanis saja."

__ADS_1


"Oh begitu rupanya."


"Ini jus strawberry milikmu sudah selesai di blender, sedangkan steak nya sudah aku letakkan di atas meja itu."


"Terima kasih hubby."


"Iya sama - sama sayang."


"Hubby, setelah ini aku boleh tidur kan?"


"Eh tidur lagi? apa kamu sedang merasa tidak enak badan heum?" tanya Liam sembari menikmati hidangan makan malamnya.


"Entah mengapa aku merasa sangat lelah sekali hingga membuatku ingin terus tidur."


"Apa tadi aku bermain terlalu keras?"


Jane menggeleng.


"Tidak hubby, aku hanya sedang butuh istirahat saja."


"Oh baiklah setelah ini kamu istirahat saja di kamar, sedangkan aku membereskan rumah."


"Apa aku tidak merepotkan?"


"Tentu tidak sayang."


"Okay."


Selesai makan malam Jane langsung pergi ke kamarnya, sedangkan Liam membereskan semua peralatan makan dan mencucinya. Setelah itu Liam beberes rumah dan juga rooftop yang belum sempat dia bereskan setelah pesta kemarin. Liam mengembalikan alat pemanggang BBQ ke dalam gudang, lalu dia menyapu serta merapikan ulang rooftop rumahnya agar enak di pandang. Setelah semuanya beres Liam lalu mengunci semua pintu serta jendela rumahnya, dan dia langsung pergi ke kamarnya menemui istrinya.


"Mana yang terasa lelah?"


"Seluruh badan hubby."


"Ya sudah sini aku pijat tubuhmu agar rasa lelahnya hilang."


"Benarkah? nanti setelah kamu pijat malah tubuhku terasa semakin lelah."


"Tidak sayang kali ini aku memang berniat untuk memijatmu karena aku merasa tidak tega melihat wajahmu itu."


"Ya sudah, silahkan saja."

__ADS_1


"Hmm."


__ADS_2