Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #400


__ADS_3

Liam kemudian mandi, sedangkan Jane masih mengurus baby Ace yang sedang ditidurkan di ranjangnya. Tidak lama kemudian Liam yang selesai mandi, dia menghampiri baby Ace yang sedang bermain dengan mainan gigitnya. baby Ace memegang mainan itu dengan sangat erat serta beberapa kali ingin menggigitnya. Setelah itu Liam menciumi pipi baby Ace yang sangat wangi khas anak bayi. Liam berbaring di samping baby Ace dan memeluknya, akan tetapi tidak lama kemudian Liam justru malah tertidur sembari masih memeluk baby Ace.


Jane hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat suaminya yang sudah tertidur lelap di samping baby Ace, padahal belum ada 30 menit dia meninggalkan mereka berdua di kamar. Karena merasa kasihan dengan suaminya yang kelelahan, Jane kemudian menyelimuti mereka berdua yang sudah tertidur lelap di atas ranjang. Padahal Jane sedang ingin membahas mengenai rencana liburan yang tadi dia katakan kepada suaminya, dan mungkin Jane harus menunggu setelah makan malam baru bisa membicarakannya kepada suaminya. Setelah itu Jane membantu bibi untuk menyiapkan makan malam sembari berbincang kepada bibi mengenai apa saja bahan makanan yang sudah mulai habis.


Bi Ijah kemudian mengajak Bi Melati dan juga Jane untuk membuat sebuah lotis buah sembari berbincang bersama. Mereka berdua lalu menyetujuinya dan langsung membuat sambal lotisnya. Karena Bi Ijah yang lebih paham cara membuatnya jadi mereka berdua menyerahkan tugas membuat sambal lotis kepada Bi Ijah, sedangkan mereka berdua mengupas serta memotong buahnya. Untung saja Jane membeli buah - buahan yang lumayan lengkap kemarin, jadi lotisnya akan semakin lezat. Di bakul itu ada pepaya, jambu, nanas, dan Bi Melati menambahkan timun. Mereka bertiga lalu memakan lotis tersebut bersama - sama sembari berbincang santai di meja mini bar.


"Rencananya aku dan Liam akan pergi berlibur bi, jadi aku menitipkan rumah ini kepada bibi selama sementara."


"Baik nyonya," jawab Bi Ijah.


"Memangnya nyonya akan berlibur kemana?" tanya Bi Melati penasaran.


"Mungkin kami bertiga akan berlibur ke Bali, tapi nanti aku akan membicarakannya kepada Liam terlebih dahulu mengenai tujuan destinasi wisatanya."


"Oh begitu, baik nyonya."


"Aku sengaja mengajak Liam berlibur agar Liam tidak merasa suntuk karena dia terus menerus bekerja, dan fikirannya selalu bekerja."


"Benar nyonya dari dulu tuan juga selalu seperti itu saat dia mulai bekerja di perusahaan keluarganya, dan tuan akan bepergian saat teman - temannya mengajaknya pergi piknik bersama."


"Oh begitu ya bi."


"Setiap libur kerja hanya berada di kamar seharian bermain game saja, bahkan dahulu nyonya besar sampai meminta saya untuk mengajak Liam bepergian ke pasar karena merasa bosan melihat tuan yang selalu berada di kamarnya terus."


Jane tertawa.


"Liam sering ke pasar dengan bibi?"


"Iya nyonya, tuan sering kepasar dengan saya dan saya diboncengkan naik motornya yang sangat besar itu. Namun karena itu tuan jadi sangat pintar sekali menawar dagangan di pasar, dan bisa membantu saja untuk menawar barang di pasar."


"Wah keren Bi Ijah, saya saja masih tidak berani menawar di pasar."


"Kalau kamu tidak berani menawar dipasar nanti kamu akan diberikan harga yang lebih mahal oleh pedagangnya. Kalau bisa menawar nanti kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah."


"Oh begitu ya Bi Ijah."


"Iya Melati."


"Aku justru belum pernah ke pasar bi."


"Sesekali nyonya harus mencoba ke pasar karena barang dagangannya juga tidak kalah dari yang di supermarket kok," ucap Bi Ijah.


"Iya bi, besok kapan - kapan aku ingin mengajak Liam ke pasar."


"Tapi jika nyonya ke pasar harus berhati - hati."

__ADS_1


"Memangnya kenapa Bi Melati?"


"Di pasar banyak copet, jadi harus berhati - hati membawa tas ataupun dompet."


"Oh begitu."


Mereka bertiga lalu diam sejenak dan memakan lotis buah tersebut bersama - sama.


"Bi, sambalnya sangat lezat sekali."


"Benar yang dikatakan oleh Bi Melati, kapan - kapan kita buat lotis buah lagi."


"Baik. Sebenarnya sebelum ikut bekerja dengan nyonya besar, saya adalah tukang lotis buah dan juga rujak ice cream."


"Benarkah Bi Ijah?" tanya Bi Melati terkejut.


"Iya Melati, akan tetapi dahulu saya hanya berjualan di depan rumah saja karena tidak ada tempat lain selain rumah sendiri."


"Kenapa bibi tidak menyewa tempat saja?"


"Dahulu uang saya tidak cukup untuk menyewa ruko, dan bahkan uang modalnya saja pas - pasan sampai pinjam tetangga untuk tambah modal."


"Kalau sekarang kan sudah punya banyak uang, secara Bi Ijah adalah ART senior jadi bibi ingin jualan lagi tidak?"


"Anaknya sudah jadi sarjana bi?" tanya Jane.


"Alhamdulillah sudah nyonya, bahkan putri sulung saya sudah menikah dan punya dua anak."


"Oh begitu."


"Wah Bi Ijah sangat hebat sekali hehe," puji Bi Melati.


"Lalu kapan kamu akan kuliah? katanya dahulu kamu ingin sekali kuliah saat awal bekerja disini."


"Ah itu hehe, entahlah bi sepertinya saya sudah nyaman bekerja saja dan lagipula hutang orang tua saya juga belum lunas semuanya."


Bi Ijah tersenyum.


"Nah kan sudah ku duga, jika seseorang yang sudah bekerja serta menikmati uang hasil kerjanya pasti akan malas untuk kuliah. Maka dari itu aku tidak mengizinkan semua anak - anak bibi untuk bekerja dan biarkan bibi saya saja yang bekerja agar mereka bisa berkuliah."


"Bi Ijah sangat hebat sekali," ucap Jane mengacungkan jempolnya.


"Terima kasih nyonya."


Tiba - tiba saja Liam datang dan langsung memeluk dada Jane.

__ADS_1


"Sedang apa?" tanya Liam.


"Makan lotis buah bersama bibi," jawab Jane.


"Tuan mau lotis?" tanya Bi Ijah.


"Tidak, aku tidak suka."


"Kalau alpukat?" tanya Bi Ijah.


"Kalau itu aku mau."


"Mau jus atau dimakan langsung memakai susu cokelat?"


"Jus aja bi, tapi nanti aja."


"Baik tuan."


Jane dan Liam kemudian makan malam bersama, sedangkan bibi pergi sholat maghrib sebentar sebelum makan malam. Setelah itu Liam bersantai sejenak di gazebo tamannya bersama Jane sembari meminum jus alpukat. Liam mulai berbaring di pangkuan Jane dan bermanja ria dengannya karena kebetulan baby Ace masih tidur nyenyak.


"Aku ingin kita liburan ke Bali saja hubby," ucap Jane.


"Hmmm ke Bali ya?" tanya Liam yang mulai mempertimbangkannya.


"Iya hubby, bagaimana?"


"Hmm baiklah, ingin berapa hari dan berangkat tanggal berapa?"


"Kalau minggu depan bagaimana? kita berangkat hari Jumat pagi, atau mulai Senin depan kita disana semingguan?"


"Jangan semingguan, mulai hari Jumat saja dan pulang sampai sini hari Senin."


"Baiklah hubby."


"Ini ada adeknya lagi tidak?" tanya Liam bercanda.


Jane mencubit pantat Liam.


"Adek apa? baby Ace saja masih kecil masa mau minta adek lagi?"


Liam tertawa.


"Siapa tahu begitu."


"Ckckck hubby ini."

__ADS_1


__ADS_2