Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #48


__ADS_3


Disisi lain keluarga Kim sedang asik berkumpul sembari berbincang bersama di ruang keluarga. Mr Kim dan Mrs Kim berbincang sembari menonton film di layar televisi mereka, sedangkan Jane terus sibuk dengan handphone nya. Jane terus - terusan mengecek sosmed miliknya seperti sedang menunggu sesuatu. Lama - kelamaan Jane merasa kesal karena yang ditunggu - tunggu tidak kunjung muncul dan langsung melempar handphone nya ke sofa di sebelahnya. Mr dan Mrs Kim merasa keheranan dengan sikap putri nya tersebut, tetapi mereka enggan bertanya karena pasti akan membuat Jane semakin kesal.


"Haiss sudahlah bikin kesal saja." Teriak Jane.


Akhirnya Mrs Kim mencoba untuk bertanya kepada Jane apa yang terjadi "kamu kenapa kesal begitu?"


"Aku sedang menunggu telephone dan pesan dari seseorang tetapi tidak ada, menyebalkan sekali."


"Mungkin dia sedang sibuk Jane."


"Oppa juga tidak menghubungiku atau mengirimkan pesan kepadaku."


"Mungkin oppa sedang sibuk bersama teman - temannya, atau di gunung sedang susah sinyal."


"Oh begitu, ya sudahlah aku mau mengecat kuku aku di kamar."


"Jane, appa mau bicara denganmu."


"Appa ingin bicara tentang apa? kalau tentang perjodohan Jane tidak ingin membicarakannya."


"Memangnya kenapa kamu menolak perjodohannya? bukankah kalian berdua sudah saling mengenal satu sama lain?"


"Iya appa, tapi kami hanya berteman dan tidak menginginkan yang lebih."


"Jane, aku rasa Liam itu orangnya baik dan aku mau kamu menikah dengannya."


Jane semakin kesal, sampai - sampai dia berteriak di depan Mr dan Mrs Kim "sudahlah appa, eomma berhenti menjodohkanku dengan dia. Kalian berdua sebenarnya memaksa aku untuk menerima perjodohan itu karena agar kerjasama perusahaan kita dengan miliknya Liam berjalan dengan lancar kan?"


"Bukan begitu, appa dan eomma hanya menginginkan yang terbaik untuk Jane. Kami berdua tidak mau jika kamu terus - menerus salah memilih pasangan dan disakiti olehnya."

__ADS_1


"Tenanglah, aku pasti akan mendapatkan pria yang baik sesuai dengan pilihanku sendiri. Jangan - jangan appa dan eomma berusaha untuk menjualku kepada keluarga mereka iya? jawab!!"


"Tidak, kami tidak ada niatan sama sekali seperti yang kamu pikirkan."


"Sudahlah appa aku capek ingin ke kamar."


Jane kemudian berlari menuju kamarnya dan langsung membanting pintu kamarnya lalu menangis di dekat pintu kamarnya tersebut. Mrs Kim kemudian mengikuti Jane sampai di depan pintu kamarnya dan berusaha mengetuk pintu kamar agar Jane membukanya. Mrs Kim berusaha memohon kepada Jane agar bisa masuk ke dalam kamarnya tetapi ditolak oleh Jane karena merasa kesal. Jane menangis sejadi - jadinya di atas kasurnya sampai dia tertidur.


Di pagi harinya, Jane bangun dari tidurnya lalu mandi sembari membasuh wajahnya dan mata sembab nya. Setelah itu Jane hanya duduk termenung di balcon kamarnya memikirkan tentang hidupnya yang terus dikejar - kejar oleh masalah perjodohan. Lamunannya tiba - tiba terpecah karena suara ketukan pintu dari Mrs Kim yang memanggil Jane untuk mengajaknya sarapan. Jane hanya terdiam saja selama sarapan, seperti bukan Jane yang biasanya.


Selesai sarapan Jane langsung bergegas masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya agar dia tidak bisa diganggu. Mr dan Mrs Kim hanya terdiam melihat tingkah putrinya yang sedang marah kepada mereka berdua karena memaksanya untuk menerima perjodohan tersebut. Sedangkan Mr dan Mrs Kim berada di taman rumah mereka untuk membicarakan masalah perjodohan tersebut. Mereka berdua duduk di gazebo taman dan saling berbincang.


"Bagaimana ini hon? Jane sudah berburuk sangka kepada kita," ucap Mrs Kim sedih.


"Ya bagaimana? Aku juga tidak tau harus berbuat apa jika Jane sudah semarah ini kepada kita."


"Aku bertanya kepadamu, tetapi kamu malah bertanya kembali kepadaku menyebalkan sekali."


"Emang iya?"


"Iya honey, kok bisa begitu ya?"


"Ya karena aku ini eomma nya, orang yang mengandung dan melahirkannya jadi sepertinya itu menurun kepada Jane."


"Hahaha benar juga."


"Honey hentikan! jangan bercanda lagi, ini serius hon, aku tidak ingin jika Jane menolak perjodohan ini terus Jane kembali menjalin hubungan dengan pria yang tidak baik."


"Iya hon, ini sedang aku pikirkan caranya, aku juga tidak ingin jika Jane menjalin hubungan dengan pria brengsek seperti Kyle."


"Benar hon, jika Kyle adalah pria yang baik aku pasti akan merestui hubungan mereka walaupun status Kyle jauh di bawah kita."

__ADS_1


"Ya, dan feeling mu yang mengatakan jika Kyle bukan pria yang baik itu sangat benar, buktinya saja dia berselingkuh dan hanya mengincar harta kita saja."


"Benar itu, sifatnya jauh berbeda dengan Liam dan ketika aku bertemu dengannya untuk pertama kali aku sudah merasakan energi positif yang dimiliki oleh Liam."


"Aku juga merasakan hal yang sama, ingat ketika dia mengatakan jika dia sudah membangun rumah dari uang hasil kerja kerasnya?"


"Benarkah?"


Mr Kim lalu menepuk dahinya "oh iya aku lupa jika Liam hanya mengatakannya kepadaku."


"Cepat ceritakan kepadaku hon!"


"Baiklah akan aku ceritakan."


Mr Kim mulai menceritakan semua apa yang dia bicarakan dengan Liam sewaktu Liam mengunjungi kediaman keluarga Kim. Mrs Kim mendengarkannya secara seksama dan tampak kagum setelah mendengar cerita tentang Liam dari Mr Kim. Mereka berdua terus berbincang tentang banyak hal lain selain perjodohan tersebut karena mereka berdua jarang berbincang berdua karena Mr Kim yang selalu sibuk menangani perusahaannya.


Di sisi lain Jane sedang sibuk menonton film dan menghias kukunya dengan cat kuku di kamarnya dengan ditemani Kiko yang asik berguling di atas ranjang milik Jane. Dari dulu Jane memang suka menghias dengan cat kuku yang bewarna - warni semenjak awal dia menjadi model. Terkadang Jane menghabiskan waktu hanya untuk mengecat kukunya dan memposting foto kukunya yang selesai dia cat di media sosial miliknya.


Selesai mengecat kukunya, Jane menunggu cat kukunya mengering sembari menonton film favoritenya. Hanya butuh beberapa menit untuk menunggu cat di kukunya itu kering, setelah itu Jane menghubungi temannya untuk mengajaknya pergi shopping dan pergi ke cafe untuk menghilangkan kejenuhan dan rasa kesalnya. Jane kemudian bergegas berganti pakaian dan memakai make up. Jane lalu meminta pak Kang supirnya untuk mengantarkannya ke mall.


Sesampainya di mall, kemudian Jane berlari menghampiri temannya yang berada di lobby mall "hai Jolee."


Kemudian dia memeluk Jane "oh hai Jane, i miss you."


Jane membalas pelukan Jolee "i miss you too Jolee. Sudah lama menunggu?"


Jolee melepaskan pelukannya "aku baru saja sampai kok tenang saja."


"Oh ya udah langsung aja yuk, let's go."


"Let's go!"

__ADS_1


Note: Jangan lupa like episode ini ya, terima kasih 😊


__ADS_2