Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #123


__ADS_3

Liam kemudian permisi untuk ke bawah menemui teman - temannya dan melanjutkan bermain game bersama. Dengan bibir manyun dan raut wajah kecewa, Jane terus menyalahkan Mr Kim karena tidak bisa mencegah Liam pergi. Mr Kim berusaha terus menenangkan putri bungsunya tersebut bahwa memang Liam tidak bisa menginap di sini karena dia harus pergi bekerja besok. Mr Kim lalu membawa Jane ke kamarnya dan memintanya untuk tidur karena sudah malam. Mr Kim juga menemani Jane sampai tertidur, lalu setelah Jame tertidur dengan pulas kemudian dia menyelimuti Jane dan pergi ke kamarnya. Liam yang masih sibuk bermaim game bersama dengan teman - temannya kemudian dia mengakhiri permainan dan pamit pulang. Ricko dan Dio kemudian juga ikut berpamitan pulang karena memang sudah larut malam dan seperti tidak pantas saja jika berkunjung ke rumah orang sampai selarut itu. Sesampainya di kamarnya Liam kemudian mengganti bajunya, mencuci wajahnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang kamarnya. Di fikiran Liam terus terbayang - bayang mengenai kejadian di kamar Jane tadi. Itu pertama kalinya dia berciuman seperti itu dengan wanita lain seumur hidupnya dan itu terkesan aneh karena pasti orang - orang berfikir jika dia pria yang sering mengencani wanita atau terlibat cinta satu malam karena mempunyai banyak uang, namun hal yang sebenarnya terjadi adalah Liam tidak pernah melakukan hal seperti itu karena dia terlalu sibuk bekerja atau bermain game saat hari libur.


Liam tidak tertarik jika terlalu banyak mengencani wanita karena dia orangnya sedikit pemilih semenjak mengalami kejadian tidak mengenakan waktu itu. Terkadang fikiran orang lain mengenai kita sangat jahat walaupun sebenarnya yang terjadi kita tidak melakukan hal apa yang ada difikirkan orang tersebut. Liam bukan tipe orang yang seperti itu dan itu memang pertama kalinya dia melakukan hal seperti itu kepada Jane sehingga dia merasa sangat gugup saat hendak melakukannya, apalagi jika Mr Robinson tau apa yang telah dilakukan oleh putranya tersebut. Karena terus - terusan merasa gelisah akhirnya Liam mencoba untuk tidur namun dia tidak bisa tidur. Liam justru malah terus terbayang rasa bibir Jane yang lembut dan mempunyai rasa strawberry sehingga membuatnya menjadi tergila - gila saat detik itu. Liam kemudian mengguling - nggulingkan badannya di atas ranjang ke sana kemari sembari menendang - nendang selimutnya. Keesokan harinya semua anggota keluarga Robinson sedang menikmati sarapan bersama di ruang makan, namun saat Liam memakan roti yang disediakan oleh Mrs Robinson kemudian dia sedikit terkejut dan menjatuhkannya di atas meja hingga membuat semua orang disana juga merasa terkejut.


(klontang, suara pisau dan piring yang sedang beradu) "anjir," ucap Liam merasa terkejut.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Mrs Robinson.


"Ti-tidak kok mom, Liam hanya terkejut saja hehe."


Mrs Robinson lalu memegang dahi Liam "kamu sedang sakit?"


"Tidak mom, Liam baik - baik saja."


"Oh begitu, mau dibuatkan lagi roti yang baru?"


"Tidak perlu mom, terima kasih."


Mr Robinson lalu menatap tajam ke arah Liam "pagi - pagi sudah membuat keributan saja kamu."


"Sorry dad," ucap Liam sembari menunduk.


Mrs Robinson kemudian berusaha untuk menghentikan suaminya tersebut agar masalah itu tidak menjadi panjang "hon, sudah."


"Berhentilah membuat keributan! contohlah," ucapan Mr Robinson terpotong.


"Mom, Liam pamit."


"Tetapi kamu belum menghabiskan sarapanmu Liam."


"Nanti sekalian makan siang saja mom," ucapnya sembari mengambil tas dan pergi ke kantor.


"Liam! daddy belum selesai berbicara kepadamu," ucap Mr Robinson berteriak dari ruang makan.


Rosie kemudian berdiri dan mengambil tas miliknya "mom, Rosie juga pamit pergi ke kampus bersama Liam."

__ADS_1


Mrs Robinson tersenyum "iya, hati - hati sayang."


Rosie kemudian berteriak sembari mengejar Liam "Liam tunggu aku!"


Saat sedang di perjalanan Liam hanya diam seribu bahasa, tidak seperti biasanya yang selalu cerewet berbicara dengan Rosie. Lalu Rosie mulai membuka perbincangan "sudahlah jangan dimasukkan ke dalam hati ucapan daddy tadi," ucapnya sembari memegang tangan Liam.


Liam menghela nafasnya dengan kasar "apakah dimatanya aku hanyalah seorang pembuat masalah? jika daddy selalu menganggapku seperti itu maka aku akan mengurungkan niatku untuk berubah agar daddy semakin puas mencaci maki diriku."


"Jangan seperti itu dong, kamu harus berusaha untuk berubah dan tunjukkan kepada daddy jika kamu bukanlah si pembuat masalah seperti yang dia fikirkan."


"Tidak mau."


Rosie kemudian merangkul lengan Liam sembari tersenyum "ayolah kakakku yang paling tampan dan paling baik hati," ucapnya merayu Liam.


"Baiklah adikku yang paling cantik, kakakmu ini akan melakukan sesuai dengan perintahmu."


Rosie tersenyum lebar "itu baru kakakku."


"Bibirku ini sudah tidak suci lagi."


"Kenapa begitu?" tanya Rosie keheranan.


"Hah? apa?" ucapnya merasa terkejut.


"Aku tergoda dengan bibir ranum miliknya itu saat dia menggunakan lip balm, lalu aku melakukannya tanpa mendapat penolakan dari Jane karena dia juga menikmatinya."


"Tetapi kalian berdua tidak melakukan hal yang lebih dari itu kan?" tanya Rosie memastikan.


"Tidak, kami hanya sekedar berciuman saja."


"Baguslah," ucap Rosie yang masih terkejut dengan pengakuan dari Liam tersebut.


Sesampainya di depan kampus Rosie kemudian turun dari mobil, namun sebelum turun dia mencium pipi kakaknya terlebih dahulu. Setelah itu Liam kembali mengendarai mobilnya ke kantor untuk bekerja demi masa depan yang cerah secerah sinar matahari dan senyum manis Jennie Blackpink. Liam lalu disambut dengan tumpukan berkas - berkas dokumen penting beberapa jadwal meeting dengan para klien begitu dia sampai di ruangan kerjanya. Liam lalu menyelesaikan pekerjaannya dengan cekatan dan dibantu oleh Yunna, sekretaris pribadinya. Saat jam pulang tiba dia lalu buru - buru pulang agar bisa langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya, namun sesampainya di rumah dia melihat jika Jane sedang berbincang dengan Mrs Robinson.


Liam lalu berniat untuk menggodanya "wah ternyata mommy sedang berbincang dengan calon menantunya."

__ADS_1


Mereka berdua hanya tersenyum dan saling menatap satu sama lain. Mrs Robinson kemudian juga menggoda Liam "iya Liam, mommy sedang berbincang dengan calon istrimu. Kamu mau minum apa sepulang kerja?"


"Aku ingin minum kopi instan badday aja mom."


"Baiklah, kalau begitu kamu pergi mandi terlebih dahulu saja nanti mommy akan mengantarnya ke kamarmu."


"Baik mom."


Liam lalu pergi ke kamarnya untuk mandi, dan begitu dia selesai mandi ternyata sudah ada Jane yang duduk di atas ranjang Liam. Jane lalu menyapa Liam "hai Chicken kopimu sudah berada di atas meja, cepatlah diminum nanti keburu dingin."


"Baiklah," ucapnya sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan menggunakan handuk.


"Bagimana harimu di kantor?" tanya Jane dengan penuh perhatian.


"Sibuk seperti biasanya dan sangat melelahkan sekali." Liam lalu meminum kopinya.


Jane lalu memijat bahu Liam sebelah kanan "oh begitu, kamu jangan terlalu sibuk bekerja karena kasihan tubuhmu jika kamu terlalu memforsirnya."


"Kalau aku tidak bekerja keras lalu bagaimana aku akan menafkahimu suatu saat nanti jika kita sudah menikah?"


Jane tersenyum "bekerja keras boleh asalkan perhatikan juga kesehatanmu sayang."


"Tumben sekali kamu berbicara manis seperti itu."


"Memangnya aku biasanya bagaimana?"


"Biasanya kamu sangat galak dan judes sekali, apa gara - gara semalam heum?" tanya Liam sembari menaik - naikkan alisnya.


"Sssttt, jangan keras - keras! nanti kalau mommy kamu mendengarnya bagaimana?"


"Tidak apa - apa."


Jane lalu memukul punggung Liam "kok tidak apa - apa sih?"


"Ya mau bagaimana lagi? kan sudah terjadi."

__ADS_1


"Iya juga ya. Cium aku lagi dong."


"Tidak mau."


__ADS_2