
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di Paris selama 4 hari. Jane sangat suka mengunjungi berbagai tempat bersama Liam sembari mengabadikannya melalui vidio dan foto, walaupun Liam pria yang pemalu apalagi saat berada di depan kamera tetapi Jane berhasil mendapatkan beberapa foto serta vidio Liam secara diam - diam. Tidak main - main, justru foto - foto itu terlihat sangat bagus dan wajahnya juga terlihat sangat tampan sekali hingga membuat hati Jane merasa terpana dengan pesona suaminya itu. Tidak lupa mereka berdua juga mengambil foto bersama di beberapa tempat yang mereka kunjungi itu. Jane sangat suka membuat vlog saat dia bepergian ke negara lain dan mengunggahnya ke media sosial atau akun instamili miliknya. Sebelum Jane membuat vidio vlog bersama Liam, Jane meminta izin terlenih dahulu karena mengingat Liam itu orangnya mudah sekali merasa risih dan tertutup.
Jane berfikir jika Liam akan menolaknya namun ternyata Liam justru memberinya izin serta membantu Jane dalam pengambilan vidio untuk vlog tersebut. Jane juga memperkenalkan Liam sebagai suaminya di dalam volg tersebut hingga saat vlog tersebut di posting di media sosial membuat para fans merasa heboh sekaligus terkejut karena Jane telah menikah. 2 hari kemudian Liam dan Jane telah terbang menuju Swiss karena Liam ingin sekali pergi ke sana untuk melukis pemandangan alam di negara tersebut. Jane sebenarnya sangat malas sekali menaiki private jet milik Liam karena tiga pramugari centil itu. Liam harus pintar - pintar menghibur istrinya itu agar suasana hatinya baik selama penerbangan. Jika tidak begitu maka Jane akan uring - uringan tidak jelas apalagi saat melihat kelakuan pramugari centil itu.
"Dasar wanita centil," ucap Jane saat melihat pramugari itu mendekati Liam.
"Sssttt, Jane."
"Habisnya dia selalu menggodamu."
"Kalian kembali ke bagian kalian masing - masing!" perintah Liam.
"Baik tuan muda," ucap mereka serentak, lalu mereka kembali ke tempatnya masing - masing.
Liam kemudian mendekati Jane dan menggendongnya ke dalam pangkuannya "sayang, jangan berkata seperti tadi ya?"
"Mereka itu sangat menyebalkan sekali hubby, kenapa tidak kamu pecat saja mereka?"
"Jangan dong. Mereka kan juga bekerja mencari uang untuk keluarganya, nanti kalau aku pecat mereka bertiga bagaimana dengan keluarganya?"
"Tapi hubby, mereka bertiga itu membuatku merasa risih."
Liam lalu memeluk Jane "nanti aku akan memberitahu mereka untuk tidak berbuat seperti itu ya?"
"Hmmm."
"Jangan begitu dong sayang," ucap Liam mencium kening Jane.
"Iya hubby."
"Nah begitu dong sayang, lagipula mereka bertiga juga sudah melayanimu dengan baik bukan?"
"Iya."
"Mmmm aku sangat menyukai bibirmu yang memiliki rasa strawberry itu," ucap Liam setelah mencium bibir Jane.
"Mau lagi."
Liam lalu melihat sekeliling, lalu setelah itu dia menutup gorden yang berada di dalam ruangannya "nah kemarilah sayang!"
"Okay," ucap Jane saat kembali naik ke pangkuan Liam.
__ADS_1
"Kamu ini sangat menggemaskan sekali," ucap Liam mencubit pipi Jane. Lalu dia menciumi leher Jane serta seluruh wajahnya.
"Mmmhh geli hubby."
Setelah mereka berdua puas, Jane lalu tertidur di pangkuan Liam layaknya seorang anak kecil. Liam terus memandangi wajah Jane yang polos itu sembari mengusap - usap pipinya dengan lembut. Liam lalu memanggil salah satu pramugari untuk menyiapkannya kasur serta selimut. Salah satu pramugari itu langsung melaksanakan perintah tuan muda Liam, sedangkan dua pramugari lainnya itu juga langsung bergegas menyiapkan hidangan makan malam untuk berjaga - jaga jika Liam dan Jane sudah mulai merasa lapar. Mereka bertiga sangat cekatan sekali mengerjakan tugasnya, oleh karena itu Liam tidak mempunyai niatan untuk memecat mereka bertiga walaupun terkadang tingkahnya membuat Liam harus banyak - banyak bersabar apalagi mereka bertiga juga sudah lama bekerja menjadi pramugari di private jet milik keluarganya itu.
"Tolong kalian jangan membuat istri saya marah karena kelakuan kalian yang seperti itu," ucap Liam tegas.
"Baik tuan muda, kami meminta maaf."
"Kalau dia sampai mengadu kepada daddy, bisa benar - benar dipecat kalian bertiga."
"Ja-jangan pecat kami tuan muda."
"Maka dari itu kalian harus bisa menjaga sikap didepannya. Sekarang dia menjadi menantu kesayangan daddy, jadi daddy pasti akan menuruti perkataannya sama seperti daddy menuruti perkataan mommy ataupun Rosie."
"Baik tuan muda, mulai sekarang kami akan menjaga sikap kita di depan nona."
"Hmm baguslah, ingat perkataanku itu agar karier kalian aman."
"Baik tuan muda."
"Baiklah aku akan mandi, dan kalian jaga istriku selagi tidur."
"Baik tuan muda."
"Silahkan, yang penting saat aku akan berangkat kalian jangan terlambat masuk ke dalam pesawat."
"Siap tuan muda."
Liam lalu pergi mandi, lalu tiba - tiba salah satu pramugari itu berkata "pantas saja tuan muda sangat sayang kepada istrinya, karena dia sangat cantik dan kariernya sangat bersinar terang."
"Benar, saat tertidur saja masih tetap terlihat cantik maka tak heran dia menjadi seorang model terkenal."
"Benar."
"Mari kita menjaga sikap kita dan memberikan pelayanan yang memuaskan agar kita tidak dipecat oleh nona Jane."
"Okay," ucap mereka serempak.
30 menit kemudian Jane terbangun dari tidurnya "dimana suamiku?" tanyanya kepada salah satu pramugari yang sedang menyiapkan minuman.
__ADS_1
"Oh tuan muda sedang berada di ruangan depan bersama pilot."
"Oh begitu."
"Nona butuh sesuatu? atau nona ingin minum?"
"Mmm aku ingin sebuah pijatan agar tubuhku tidak merasa pegal - pegal lagi."
"Baik nona, saya akan memijat anda."
"Kamu sudah berapa lama bekerja menjadi pramugari di private jet milik keluarga Robinson?"
"Sudah sekitar 3 tahun nona."
"Oh sudah lama juga ternyata."
"Iya nyonya."
Beberapa jam kemudian private jet milik Liam sudah mendarat di Zurich, Swiss. Mereka berdua langsung menuju ke sebuah hotel yang sudah Liam pesan sebelumnya, yaitu tipe five suite dengan balcony kamar yang langsung memiliki view pegunungan. Sesampainya di kamar Liam langsung pergi ke balcony kamar dan menghirup udara segar di balcony tersebut sembari melihat pemandangan sekitar. Tidak lama kemudian bellboy mengetuk pintu kamar mereka untuk mengantarkan koper milik mereka berdua. Setelah itu Jane menghampiri Liam dan dia membuat vidio pendek yang memperlihatkan pemandangan sekitar hotel mereka. Jane juga mengambil sebuah vidio pendek yang memperlihatkan Liam sedang menikmati pemandangan indah dari balcony kamar.
"Ternyata sangat indah sekali pemandangannya dari kamar hotel kita."
"Benar hubby, udaranya juga sangat sejuk."
"Ternyata aku tidak salah memilih kamar ini untuk kita menginap selama berada di Swiss."
Jane tersenyum "hubby memang sangat pintar, bahkan kamarnya juga sangat nyaman sekali."
"Iya benar babe. Sudah sana mandi dulu, bukankah kamu dari tadi belum mandi?" tanya Liam menatap Jane.
"Gendong aku ke kamar mandi dong hubby."
"Hmm manjanya istri aku ini."
"Kalau sama kamu harus manja."
"Kenapa begitu?"
"Tidak apa - apa."
Liam lalu menggendong Jane ala bridal lalu membawanya ke kamar mandi "lepaskan pakaianmu dan mandilah!"
__ADS_1
"Iya hubby."