Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #44


__ADS_3


Sesampainya di villa, Liam pergi menemui Rosie yang berada di dapur untuk mengambil makanan kesukaannya, sedangkan Jane pergi menemui eomma nya yang sedang berbincang santai dengan Mrs Robinson. Di sore hari, kedua keluarga tersebut berkemas lalu pergi meninggalkan villa untuk pulang ke rumah masing - masing. Jane awalnya ingin pulang bersama dengan keluarganya namun tiba - tiba Jane berubah pikiran dan memilih untuk pulang bersama Liam karena kebetulan mobil Liam kosong. Kedua keluarga itu hanya tersenyum ketika Jane lebih memilih untuk pulang bersama dengan Liam karena menurut kedua keluarga tersebut Jane dan Liam akan menerima perjodohan itu dengan senang hati.


Liam hanya bisa pasrah ketika Jane tiba - tiba masuk ke dalam mobil sport nya bersama Kiko. Akhirnya mobil keluarga Mr Kim dan Mr Robinson pergi meninggalkan villa tersebut dengan disusul mobil milik Liam berada di belakangnya. Di tengah perjalanan, Liam terpikirkan sebuah ide untuk mengerjai Jane yang menumpang di mobilnya tersebut. Liam lalu memakai kacamata hitamnya dan mengendarai mobil sport nya tersebut menuju sebuah pantai. Liam kemudian menyalip mobil milik Mr Robinson dan Mr Kim dan tidak lupa Liam melambaikan tangannya sembari tersenyum lebar ketika berhasil mendahului mobil milik mereka dan sengaja membuka atap mobil miliknya. Kedua orang tua mereka hanya bisa terheran dengan sikap Liam yang seperti sedang menantang atau bahkan mengejek mereka karena akan menculik Jane dan mengendarai mobilnya dengan jalur yang berbeda. Jane yang merasa sangat silau lalu memakai kacamata hitam miliknya.


"Hei kamu membawaku kemana?"


Tersenyum mengejek "rahasia."


"Haiss kamu itu menyebalkan sekali, dasar Chicken."


"Habisnya siapa suruh kamu memilih menumpang di mobilku?"


"Ya karena aku sangat malas jika satu mobil dengan appa dan eomma karena pasti mereka berdua akan terus membujukku untuk menerima perjodohan ini."


"Oh begitu, baguslah."


"Lalu kamu sendiri kenapa membawa mobil sendiri?"


(Menunjukkan ekspresi kecewa) "aku ditinggal dengan keluargaku sewaktu berangkat ke villa."


"Memangnya kamu tidak dibangunkan oleh mereka?"


"Aku tidak tidur dirumah melainkan tidur di apartement, karena kamu lupa mengajak Kiko untuk pulang ke rumah kamu."


"Hehe sorry."


Liam lalu menghidupkan musik di mobilnya lalu bergumam "sepertinya ini cocok dengan suasana seperti ini."


"Ah lagu ini sangat bagus, dan ini salah satu lagu favorite ku."


Sembari fokus menyetir "i don't care."


Memukul tangan Liam "Ih kamu menyebalkan sekali."

__ADS_1


"Aww sakit."


Kemudian Liam mulai menyanyikan lagu tersebut, sedangkan Jane hanya diam mendengarkan Liam menyanyikan lagu tersebut sembari melihat pemandangan di sepanjang jalan tersebut dengan Kiko di pangkuan Jane. Mereka berdua sebentar lagi sampai di pantai, begitupun matahari yang akan tenggelam dalam hitungan menit. Liam kemudian mengendarai mobil sport nya dengan cepat agar bisa sampai di pantai sebelum matahari tenggelam.


Memegang tangan Liam "pelan - pelan saja, jangan mengebut."


"Kalau aku pelan - pelan, maka kita akan ketinggalan sesuatu yang sangat menarik."


"Hmm terserah kamu saja lah, awas saja kalau sampai menabrak."


"Tenang saja aku ini dulu mantan pembalap, lagipula jalanan juga sepi."


Liam kembali mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, dan sampailah mereka di pantai sebelum matahari tenggelam. Liam lalu memarkirkan mobilnya dan mereka berdua berjalan menuju tepi pantai untuk menikmati senja disertai deburan ombak pantai. Mereka berdua duduk di atas pasir putih dan mulai menatap ke arah dimana matahari akan tenggelam. Suara pantai dan burung - burung yang saling bersautan hingga angin pantai yang bermain - main dengan pepohonan, baju serta rambut mereka berdua. Saat yang mereka tunggu telah tiba, matahari mulai tenggelam disertai langit yang berubah menjadi jingga dengan indahnya.


Liam beralih menatap Jane "untung saja kita tidak terlambat. Bagaimana indah bukan?"


Tersenyum dengan lebar "kamu benar sekali, bagaimana kamu bisa mengetahui tempat - tempat seperti ini?"


"Rahasia hahaha."


"Kamu ini. Tiba - tiba aku menjadi lapar dan haus."


"Mau banget, memangnya ada di sekitar sini?"


"Ada dong, kamu tunggu di sini sebentar dan jangan kemana - mana."


Liam kemudian pergi untuk membeli barbeque dan es kelapa segar untuk mereka berdua. Jane hanya duduk sembari menatap Liam yang semakin menjauh dari pandangannya. Jane kemudian bermain dengan Kiko di tepi pantai tersebut.


"Liam itu pria yang sangat perhatian, baik dan menyenangkan. Awalnya saja dia kelihatan dingin dan cuek, tapi lama - kelamaan sifat aslinya mulai terungkap. Bagaimana bisa dia dijahati dan dicampakkan oleh wanita lain sedangkan sifatnya membuat siapapun yang menjadi kekasihnya akan merasa sangat beruntung."


(Ba) Liam menepuk pundak Jane untuk mengagetkannya karena dia melamun, dan Liam memberi Jane barbeque yang diinginkannya beserta es kelapa muda yang segar.


Tersenyum "thank you Liam."


"Your welcome, dan ini spesial untuk Kiko," ucapnya sembari meletakkan barbeque di depan Kiko.

__ADS_1


Memakan satu gigitan barbeque tersebut "lezat sekali."


"Kenapa tadi kamu melamun?"


"Tidak ada apa - apa."


"Ayolah, ceritakan kepadaku jika kamu mempunyai masalah."


"Aku tidak ada masalah, hanya saja aku berfikir tentang dirimu."


"Memangnya ada apa dengan diriku?"


"Ya aku hanya berfikir kenapa kamu dijahati oleh orang lain termasuk mantan kamu, padahal selama aku mengenalmu kamu orang yang baik."


"Hahaha ternyata soal itu. Ya aku juga tidak tau kenapa mereka berbuat seperti itu kepadaku padahal aku selalu berusaha untuk berbuat baik kepada semua orang. Tapi semua orang kan memiliki pandangan yang berbeda - beda, kalau mereka tidak suka kepadaku tetap saja mau bagaimanapun aku berbuat baik tetap saja perbuatanku ini salah dimata orang yang membenciku."


"Kamu memang benar, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk selalu menyukai kita. Oh ya apa kamu pernah menangis?"


Liam berfikir sejenak "sepertinya pernah sewaktu masih kecil."


"Kalau waktu dewasa?"


"Sepertinya belum pernah sama sekali, memangnya kenapa?"


"Tidak apa - apa. Kenapa pria jarang sekali menangis, sedangkan perempuan sering sekali menangis?"


"Karena ada pandangan di kaum kami jika menangis kamu akan di pandang lemah oleh sesama kaum kamu."


"Memang begitu tanggapan kalian?"


"Sepertinya begitu, dan jika aku terpaksa tidak bisa menahan air mataku mengalir maka aku pasti akan bersembunyi di suatu tempat yang tidak diketahui oleh seorangpun jika aku menangis."


"Hei lain kali jika ingin menangis, maka menangislah karena pria juga boleh menangis. Semua orang boleh mengekpresikan emosinya karena tidak ada hukum yang melarangnya hahaha. Pandangan tersebut yang sepertinya dapat merusak mental orang lain dan jika dibiarkan maka akan mengakibatkan tindakan - tindakan yang buruk."


"Ya mungkin saja kamu benar soal itu."

__ADS_1


Mereka berdua melanjutkan memakan dan meminum yang mereka beli tadi sembari terus berbincang - bincang di tepi pantai tersebut. Selesai makan dan minum, mereka melanjutkan bermain pasir pantai dan berjalan menyusuri pantai tersebut walau sesekali mereka berlari saling mengejar satu sama lain di pantai tersebut bersama Kiko dengan sangat bahagia.


Note: Jangan lupa Like episode ini ya 😊


__ADS_2