Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #416


__ADS_3

Jane langsung mencuci cangkir tersebut setelah mereka selesai menggunakannya untuk membuat minuman green tea, sedangkan Liam hanya duduk sembari memainkan handphonenya untuk membaca beberapa pesan masuk. Setelah itu Liam memeriksa seluruh pintu maupun jendela rumahnya apa sudah di kunci atau belum, dan setelah semuanya aman barulah mereka berdua pergi ke kamar untuk beristirahat. Jane lalu meletakkan jacket kulit yang baru saja Liam pakai di gantungan baju, dan setelah itu dia beralih memakai piyama sebelum tidur. Liam masih saja sibuk berkirim pesan kepada teman - temannya, dan kemudiam dia juga ikut berganti baju.


Namun Liam tidak memakai piyama melainkan hanya memakai celana kolornya saja dengan bertelanjang dada. Dahulu Liam memakai piyama saat sedang tidur bersama Jane namun semenjak mereka berdua menikah, Liam lebih senang berpenampilan seperti itu saat tidur bersama Jane. Disisi lain Jane juga tidak merasa keberatan dengan hal itu dan justru malah semakin senang karena setiap bangun pagi dia selalu mendapatkan sebuah pemandangan yang indah. Perut sixpack Liam lah yang menjadi pemandangan Jane saat bangun pagi, ditambah dengan wajah Liam yang sangat tampan itu membuat Jane selalu bersemangat saat pagi.


Namun terkadang Jane juga menjadi malas beranjak dari ranjangnya karena dia selalu ingin dekat dengan suaminya untuk menatap wajah tampannya selama yang dia mau. Irene saja sampai iri melihat sahabatnya yang mendapatkan suami seperti Liam, dan dia juga selalu mengungkapkan rasa irinya kepada Jane hingga terkadang membuatnya tertawa. Beberapa hari kemudian tibalah hari Sabtu yang merupakan hari dimana pameran di kampus Rosie akan segera berlangsung. Jam masih menunjukkan pukul 7 pagi, sedangkan pameran tersebut dimulai pukul 9 pagi. Liam dan Jane masih tertidur nyenyak di ranjangnya. Liam tertidur di pelukan Jane. dan tidak lama kemudian Jane terbangun.


"Jika dilihat secara saksama suamiku ini memang sangat tampan sekali dan sangat multitalenta namun sayang dia terkadang menyebalkan sekali. Hubby, kamu harus kuat dan selalu bahagia ya? aku sudah terlanjur mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu. Bahkan jika aku bisa, aku akan membayar berapapun jumlahnya agar kamu selalu merasa bahagia sehingga tidak ada fikirkan untuk mengakhiri hidupmu."


"Jam berapa sekarang?" tanya Liam yang tiba - tiba saja terbangun.


Jane lalu melihat sebuah jam digital yang berada di atas mejanya.


"Baru jam setengah 7 hubby, santai saja."


"Oh begitu, aku takut jika terlambat pergi ke pameran itu karena aku tidak ingin mengecewakan Rosie."


"Iya sayang aku paham, tapi ini masih jam setengah 7 dan lebih baik kamu kembali tidur saja nanti aku bangunkan."


"Okay sayang."


"Nanti sarapannya mau aku yang buat atau kamu?"


"Aku saja, nanti kamu urus baby Ace sebelum kita berangkat ke kampus."


"Baiklah jika begitu."


"Bagaimana perasaanmu? apa kamu merasa bahagia hari ini? tanya Liam secara tiba - tiba.


"Aku bahagia, sangat bahagia sekali."


"Apa yang membuatmu merasa bahagia?"


"Banyak hal mulai dari keharmonisan rumah tanggaku, diberikan seorang anak yang tumbuh dengan sehat, mempunyai suami yang baik, kebutuhannya selalu tercukupi, di beri kesehatan yang tidak ternilai harganya, dan lain - lain."


"Oh begitu."


Jane lalu menatap wajah Liam dengan sangat dalam.


"Sekarang aku tanya, apa kamu merasa bahagia dengan kehidupanmu heum?"


"Ya antara iya dan tidak."


"Kenapa?"


"Hidupku rasanya sangat hampa sekali, dan itu rasanya sangat aneh."


"Apa kamu merasa tidak bahagia hidup denganku?"

__ADS_1


"Tidak sayang, aku bahagia bahkan sangat bahagia saat hidup bersamamu san bahkan saat kehadiran baby Ace juga."


"Kita sering - sering liburan saja ya agar fikiranmu bisa fresh dan agar hidupmu tidak terasa hampa."


"Iya terserah kamu saja, aku percaya kepadamu.untuk mengurus setiap perjalanan liburan kita."


"Baiklah hubby. sudah kamu tidur saja jika ingin tidur."


"Okay sayang."


*Beberapa jam kemudian*


"Hoamm aku kembali bangun Jane," ucap Liam mencari Jane.


"Kamu sudah bangun heum?" tanya Jane menghampiri Liam.


"Sudah, kamu darimana saja?"


"Aku baru saja dari kamar mandi, ada apa?"


"Mau morning kiss dan mendapat pelukan dari kamu," ucapnya manja.


Setelah itu Jane melakukan semua hal yang diminta oleh suaminya itu, dan setelah itu dia langsung menarik Jane untuk membawa Jane ke pelukannya.


"Mmm wanginya, pasti sudah mandi."


"Sudah dong hubby."


Setelah itu Jane pergi ke kamar baby Ace untuk mengurusnya, sedangkan Liam pergi ke dapur untuk membuat sarapan karena dia sudah merasa sangat lapar. Liam lalu membuat roti sandwich isi daging, dan dia membuat 2 untuk Jane juga. Setelah selesai membuat sandwich itu, Liam lalu pergi mandi dan tidak lama kemudian Jane pergi ke dapur.


"Hmm kelihatannya sangat lezat sekali," ucap Jane menatap sandwich itu.


"Makanlah sayang," ucap Liam yang tiba - tiba memeluknya dari belakang.


"Iya hubby, mari kita sarapan."


Disisi lain Rosie yang sudah berada di kampus langsung berjalan untuk mencari teman - temannya, akan tetapi tiba - tiba saja dia menabrak seseorang hingga menjatuhkan kamera yang sedang dia bawa.


"Eh astaga maaf," ucap Rosie membantu pria itu.


"Tidak apa - apa hehe, lain kali hati - hati ya jalannya."


"Iya, mmm itu tidak ada yang rusak kan kameramu?" tanya Rosie memastikan.


Pria itu lalu mencoba kamera miliknya untuk memotret Rosie, dan setelah itu dia melihat hasilnya.


"Hei kamu memotretku ya?" tanya Rosie.

__ADS_1


"Sepertinya tidak, ini masih berfungsi dengan sangat baik."


"Oh syukurlah, aku mau lihat hasilnya dong."


"Iya ini silahkan."


"Wah hasil jepretanmu sangat bagus, kamu pasti jurusan photographer ya?" tanya Rosie berusaha menebak.


"Benar, aku jurusan photographer dan sekarang aku bertugas sebagai sie dokumentasi."


"Wah keren sekali," ucapnya memuji.


"Kalau kamu jurusan apa?"


"Aku jurusan bisnis dan management, oh ya namamu siapa?" tanya Rosie penasaran.


Pria itu lalu mengulurkan tangannya.


"Aku Leon, anak jurusan photographer."


"Aku Rosie, jurusan bisnis salam kenal."


"Salam kenal juga. Mmm boleh tidak aku memotretmu sebentar.


"Boleh saja, silahkan."


Leon lalu memotret Rosie dan setelah itu Rosie kembali mencari teman - temannya.


"Darimana saja kamu Rosie?"


"Aku baru saja tiba dan tadi sedang mencari kalian, eh tiba - tiba aku malah menabrak orang secara tidak sengaja."


"Menabrak siapa?"


"Namanya Leon anak jurusan photographer."


"Wah si Leon anak yang tampan itu?" tanya teman Rosie yang tiba - tiba menghampiri mereka berdua.


"Iya Leon memang tampan, aku sangat menyukainya juga."


Rosie lalu berdecak melihat kedua temannya itu.


"Tadi Leon sempat meminta izin untuk memotretku," ucap Rosie tiba - tiba.


"Wah benarkah? jangan - jangan dia ada rasa denganmu," ucap Cheryl.


"Mana mungkin dia menyukaiku, kita saja baru kertemu sekali itu tadi pagi masa dia langsung suka."

__ADS_1


"Siapa tahu dia sudah memendam rasa kepadamu."


"Hmm bisa jadi sih," ucap salah satu temannya tadi.


__ADS_2