Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #313


__ADS_3

Diusapnya perut milik istrinya itu sembari sesekali menciuminya, dan dia juga berharap bahwa nanti saat melahirkan istrinya serta bayinya bisa selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Hanya kedua itulah yang menjadi harapan Liam untuk terus melanjutkan hidupnya serta bekerja keras agar dapat membahagiakan istrinya. Liam sekarang juga berusaha untuk berubah menjadi lebih baik serta memantaskan dirinya sendiri agar kelak dapat menjadi seorang suami sekaligus ayah yang baik, bijaksana, dan penyayang. Liam kemudian meminum secangkir teh yang sudah mulai dingin karena ditinggal berbincang dengan istrinya. Liam lalu menuju ke kamarnya untuk mandi dan juga beristirahat sebentar karena merasa lelah setelah seharian bekerja di kantor.


Hari ini jadwalnya memang sangat padat sekali sehingga dengan berat hati dia tidak bisa menemani istri tercintanya pergi konsultasi ke dokter kandungan, padahal setiap kali Jane pergi ke dokter untuk memeriksakan kandungannya Liam tidak pernah absen sekalipun dan baru kali ini dia absen menemani istrinya pergi ke dokter kandungan. Selesai mandi Liam yang hendak berbaring di atas ranjangnya secara tidak sengaja menemukan sebuah amplop besar yang tergeletak di atas meja rias milik Jane. Mungkin karena penasaran Liam langsung membukanya dan disana terdapat beberapa foto hasil USG milik istrinya. Liam mengamati setiap detail foto yang bewarna monochrome itu dan juga menyandingkannya di dekat lampu agar dia bisa melihatnya dengan jelas.


"Apakah ini gambar janin yang berada di dalam kandungan Jane?" tanyanya bergumam dalam hati.


*Ceklek.* Jane yang memasuki kamarnya lalu menghampiri Liam.


"Oh jadi kamu sudah melihatnya? padahal aku menginginkan agar aku saja yang menunjukkannya namun ternyata kamu sudah melihatnya."


Liam berbalik dengan masih memegang salah satu foto tersebut.


"Apa ini gambar calon anak kita?" tanya Liam dengan mata yang berbinar - binar.


Jane mengangguk dengan tersenyum.


"Iya hubby, ini foto calon anak kita."


Liam langsung memeluk Jane.


"Aku merasa sangat senang, lalu apakah sudah bisa diketahui jenis kelaminnya?"


"Sudah."


"Lalu apa jenis kelamin anak kita?" tanya Liam menatap Jane.


"Mmm rahasia hahaha."


"Ihh pelit sekali, masa aku yang sebagai daddy nya tidak boleh mengetahuinya."


"Besok saja ketika aku sudah ingin memberitahumu, maka aku akan langsung memberitahumu."


"Yah aku sangat menyesal karena tadi tidak bisa mengantarkanmu ke dokter kandungan," ucap Liam memanyunkan bibirnya, dan dengan cepat Jane langsung menciumnya secara sekilas.


"Hubby jangan seperti itu, besok kamu juga akan tahu apa jenis kelamin anak kita."


"Kapan?" tanya Liam merasa antusias.


"Besok saat sudah lahir hahaha."


Liam langsung mencubit hidung Jane.


"Kamu ini sangat hobi sekali membuatku merasa penasaran."


"Hahaha."

__ADS_1


Liam lalu menunjukkan foto tersebut kepada Jane dengan perasaan yang bahagia.


"Lihatlah Jane, bukankah dia terlihat sangat mungil sekali di dalam perutmu?"


"Iya hubby, dia sangat mungil serta menggemaskan sekali."


"Jika dia sangat mungil seperti ini aku jadi takut untuk menggendongnya ketika dia sudah lahir."


"Kenapa begitu?"


"Aku takut jika justru aku malah mencelakainya."


"Tidak akan hubby," ucap Jane mengusap rambut Liam.


"Oh ya kapan kita akan menjenguk anaknya Ricko dan Gita?"


"Terserah kamu hubby, kalau hari ini kamu merasa lelah maka besok juga tidak apa - apa."


"Nanti saja setelah aku beristirahat, bagaimana?"


"Iya tidak apa - apa, dan nanti kita sekalian membawakan buah tangan untuk mereka berdua."


"Tentu saja Jane."


Lalu diletakannya beberapa foto tersebut di atas meja rias dan setelah itu dia berbaring di atas ranjangnya untuk beristirahat sebentar. Jane kemudian duduk dengan bersandar di headboard ranjangnya sembari memainkan handphone miliknya. Jane mengirimkan salah satu hasil foto USG itu kepada Mrs Kim dan juga Mrs Robinson untuk memberitahu mereka berdua, karena waktu itu mereka berdua berkata kepada Jane jika mereka sangat penasaran sekali dengan calon cucunya itu. Mereka berdua justru malah mengatakan jika wajahnya terlihat sangat mirip sekali dengan Liam, akan tetapi itu hanya dugaan mereka berdua saja. Jane hanya bisa tersenyum saat mereka berdua mengatakan hal tersebut karena sejak dulu Jane menginginkan agar kelak anaknya memiliki wajah yang mirip dengan Liam.


"Wahhh lucu sekali, anaknya laki - laki atau perempuan?" tanya Jane saat berada di ruangan Gita.


"Laki - laki Jane," jawab Gita merasa bahagia.


"Itu jagoan aku," ucap Ricko memasuki ruangan Gita.


"Kalau jagoan aku masih ada di dalam perut Jane," ucap Liam sembari mengusap perut Jane.


"Kalau besok anakmu sudah lahir, bagaimana kalau kita adu saja hahaha?" tanya Ricko bercanda.


"Boleh saja, besok kita adu balapan saja bagaimana?"


"Hahaha boleh - boleh."


Melihat kelakuan aneh suaminya masing - masing, Jane dan Gita hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari menatap satu sama lain.


Ricko mengambilkan sebuah kursi yang berada di dekatnya.


"Duduk Jane, jangan berdiri terus nanti capek lho."

__ADS_1


"Eh iya terima kasih Ric."


"Kalau untukku?" tanya Liam.


"Halah memangnya kamu wanita hamil? dasar jadi pria kok manja sekali pakai duduk segala."


Liam berdecak.


"Dih dasar menyebalkan sekali."


*Oek oek oek.* Bayi tersebut lalu menangis, dan dengan cepat Ricko langsung menggendongnya.


"Wah dia terlihat sangat mungil sekali," ucap Liam mendekati Ricko.


"Tentu saja, kan masih bayi."


"Dih sekarang kamu sangat songong sekali semenjak mempunyai seorang anak."


Ricko tertawa pelan.


"Hahaha harus dong. Kamu mau menggendongnya?"


"Tidak mau, aku takut."


"Lha bagaimana sih kamu? sebentar lagi kamu juga akan mempunyai seorang anak, masa kamu masih takut menggendongnya."


"Hehe."


"Ini coba belajarlah menggendong bayi!"


"Tidak mau aku takut kalau nanti jatuh."


"Tidak akan, coba saja dulu."


Ricko lalu membantu Liam menggendong bayi tersebut secara perlahan serta menjaganya. Saat itu terlihat jika Liam merasa sangat bahagia sekali karena ternyata tidak terlalu menakutkan juga.


"Jane lihat," ucap Gita menepuk bahu Jane.


"Lihat Jane dia benar - benar sangat mungil seperti boneka."


"Iya hubby."


"Anak ini akan kamu namai siapa Ric?" tanya Liam.


"Aku akan menamainya dengan nama Ibra," jawab Ricko.

__ADS_1


"Bagus sekali namanya."


"Iya Li."


__ADS_2