Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #335


__ADS_3

Liam yang menyadari bahwa tangan Mrs Robinson mulai sedikit lelah, Liam lalu masuk ke dalam dan mengambil stroller bayi untuk baby Ace. Liam kemudian meminta Mrs Robinson agar baby Ace ditidurkan di dalam stroller saja dan setelah itu mereka berdua berjalan - jalan keliling desa sembari berolahraga di pagi hari. Liam lalu mendorong stroller secara perlahan sembari sesekali mengajak baby Ace berbicara, dan begitupun juga Mrs Robinson yang terkadang menyanyikan sepotong lagu untuk cucunya itu. Mrs Robinson merasa bahwa sepertinya putranya itu tidak salah memilih sebuah tempat untuk mendirikan hunian pribadi karena suasananya masih asri dan terdapat beberapa sawah hijau yang terbentang luas.


Rata - rata sawah tersebut bewarna hijau karena sedang ditanami padi karena sedang musim penghujan, dan disana juga ada beberapa wanita paruh baya yang sedang berjejer menanam padi (terpenting teknik menanamnya secara mundur, bukan malah maju ke depan kek ehem). Mrs Robinson merasa bahwa putranya itu sedang berusaha untuk menjauhi keramaian serta ingin hidupnya lebih privat saja, sehingga dia memilih membangun rumah di desa dan bukan di kota seperti rumah lamanya. Ternyata menghindaru hiruk pikuk kota itu sedikit lebih baik karena semenjak putranya pindah, dia jadi jarang sekali pergi ke bar ataupun club serta pulang dalam keadaan yang tengah mabuk berat.


Dahulu Liam merupakan seorang pemabuk dan sering sekali pulang pagi dalam kondisi mabuk namun semenjak menikah sepertinya dia sudah bukan orang seperti itu lagi. Berulang kali Mrs Robinson mencoba untuk membantu ataupun menasehati Liam agar tidak mabuk - mabukan lagi namun Liam tidak pernah mendengarnya dan bahkan semakin parah, apalagi saat Liam sedang merasa sangat stress berat pasti dia langsung pergi ke bar. Sekarang setelah menikah jika dilihat - lihat kondisi putranya itu sudah jauh lebih baik serta penampilannya terasa sangat segar sekali apalagi setelah mempunyai seorang anak. Semua itu berkat menantunya yang sudah sangat membantu Liam untuk keluar dari lingkaran setan dan dapat merubah penampilannya hingga menjadi seperti saat ini.


"Sekarang mommy perhatikan penampilan, raut wajahmu, dan perilakumu sudah berbeda ya."


"Berbeda bagaimana mom?"


"Penampilanmu sudah rapi hingga tampak segar, kamu juga sudah bisa mengekspresikan suasana hatimu dengan baik, dan juga sekarang kamu sudah jauhebih dewasa."


Liam tersenyum.


"Benarkah mom?"


"Benar sayang. Oh ya satu lagi, wajahmu semakin tampak manis serta lesung pipimu semakin terlihat dengan jelas karena kamu sering sekali tersenyum."


"Mommy bisa saja hehe."


"Mommy rasa hidupmu sudah jauh bahagia sekarang dan hal tersebut membuat mommy merasa sangat bersyukur sekali karena putra mommy yang setiap malam selalu menangis di dalam tidurnya, sekarang sudah bisa tersenyum karena telah menemukan kebahagiaannya sendiri bersama keluarga kecilnya."


"Iya mom sepertinya begitu."


"Tetaplah bahagia seperti ini serta pertahankanlah senyumanmu yang manis itu."


Liam lalu berhenti dan menggenggam kedua tangan Mrs Robinson serta menatapnya dengan sangat dalam.


"Mom, terima kasih ya sudah selalu mendampingi Liam saat Liam terjebak di dalam kegelapan dan dengan sabarnya selalu mengarahkan serta menjadi cahaya Liam agar Liam tidak semakin dalam terjebak di dalam kegelapan."


Mrs Robinson langsung mengusap pipi Liam.


"Iya sayang sama - sama, dan sepertinya mommy hanya membantumu sedikit karena Jane lah yang hampir seluruhnya turut andil membantumu untuk keluar dari semua ini Liam."


"Tetapi jika bukan karena mommy yang menjodohkan Liam dengan Jane serta meyakinkan Liam untuk menikah, sepertinya Liam tidak akan menjadi seperti ini sekarang."


"Iya juga sih hehe. Mmm sejauh ini bagaimana perasaanmu sekarang?"

__ADS_1


"Liam merasa sangat bahagia serta sedang menikmati masa - masa menjadi seorang ayah, mom."


Mrs Robinson tersenyum.


"Berjanjilah kepada mommy untuk selalu menjadi seorang ayah serta suami yang baik."


"Iya mom, Liam berjanji."


"Oh ya, dan menjadi seorang pria yang bertanggungjawab terhadap keluarganya."


"Iya mom, mommy tidak perlu khawatir akan mengenai hal tersebut karena Liam akan selalu mengingat semua nasehat dari mommy."


*Ehe.*


Liam dan Mrs Robinson langsung melihat ke arah baby Ace.


"Kenapa baby Ace? kamu merasa lapar dan juga haus heum?" tanya Liam.


Baby Ace tersenyum sembari menggerakkan kaki dan tangannya.


"Eh kenapa begitu mom?" tanya Liam bingung.


"Mungkin saja dia ikut merasa senang karena daddynya sudah bisa berubah menjadi lebih baik."


"Masa sih mom?"


"Iya sayang, bisa saja begitu."


Setelah itu Liam mendorong stroller baby Ace dan pulang ke rumah bersama Mrs Robinson. Liam kemudian meletakkan stroller tersebut di dekat pintu, sedangkan Mrs Robinson sudah masuk ke dalam sembari menggendong baby Ace. Tiba - tiba saja di dalam rumah sudah ada Mrs Kim yang sedang duduk di sofa menunggu mereka berdua pulang.


"Eh Anne, ternyata kamu disini?" tanya Mrs Robinson.


"Iya, kalian berdua kemana saja? aku sudah menunggu terlalu lama untuk bertemu dengan cucuku."


Mrs Robinson kemudian memberikan baby Ace kepada Mrs Kim.


"Ini cucumu, tadi kita bertiga sedang berjalan - jalan santai berkeliling desa sembari berbincang bersama."

__ADS_1


"Oh perbincangan antara ibu dan anak ya rupanya?"


"Ya begitulah," jawab Mrs Robinson.


"Jane kemana Liam?" tanya Mrs Kim sembari puk puk baby Ace.


"Jane sedang pergi ke salon eomma, karena aku yang menyuruhnya pergi ke sana untuk bersantai sejenak."


"Oh begitu."


*Oek oek.*


Baby Ace kembali menangis dan sepertinya kali ini dia merasa lapar. Dengan cepat Liam langsung pergi mengambil stock susu dan memberikannya kepada baby Ace agar berhenti menangis. Baby Ace semakin lama merasa tenang berada di gendongan Mrs Kim sembari dirinya meminum susu. Mereka berdua alias Mrs Kim dan Mrs Robinson tampak sangat akur sekali saat sedang ingin mengurus baby Ace, berbeda dengan Mr Kim dan juga Mr Robinson yang terkadang selalu bertengkar memperebutkan cucunya itu. Dahulu saja mereka berdua sempat berdebat saat dalam proses pemberian nama marga cucunya, dan mereka berdua justru terkadang bertingkah seperti anak kecil hingga membuat Liam merasa terheran dengan mereka berdua. Saat siang hari Jane sudah pulang ke rumah dan langsung mengganti bajunya agar dia bisa menggendong baby Ace.


"Tadi baby Ace tidak rewel kan mom, eomma?" tanya Jane sembari menggendong baby Ace.


"Tidak Jane, dia anak yang baik kok."


"Hah syukurlah jika seperti itu, Jane sudah merasa sangat khawatir sekali jika baby Ace akan sangat rewel."


"Tidak kok sayang," ucap Mrs Kim.


"Maaf ya sudah merepotkan kalian berdua."


"Eh merepotkan apa lho? masa diminta untuk menjaga cucu sendiri repot," ucap Mrs Robinson.


"Tadi aky dan mommy juga sempat berjalan - jalan sebentar keliling desa," ucap Liam.


"Iya Jane, dan eomma tidak diajak."


"Kalau kamu berkata dari awal jika ingin ikut pasti aku akan menunggumu," ucap Mrs Robinson.


Jane tertawa.


"Tidak apa - apa eomma, besok jalan - jalan lagi hehe."


"Iya Jane."

__ADS_1


__ADS_2