Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #432


__ADS_3

Belum juga berbaring di ranjangnya, tangan Mrs Robinson langsung ditarik oleh suaminya sehingga dia terjatuh di sampingnya. Untungnya Mr Robinson langsung berhasil menangkapnya, jadi istrinya itu tidak akan merasa kesakitan saat terjatuh dengan posisi yang tidak benar. Mrs Robinson memandangi wajah suaminya itu yang sudah ada kerutan tanda dia sudah tua, akan tetapi ketampanan serta kharisma dari suaminya tetap tidak akan luntur.


Dahulu Mrs Robinson juga merasa tertarik dengan suaminya karena dia pria yang berkharisma dan sifatnya yang terkadang bisa sangat dewasa, meskipun dulu semua temannya pernah mengatakan kepada dirinya bahwa jangan menerima pernyataan cinta dari suaminya namun Mrs Robinson malah langsung menerimanya hingga membuat mereka merasa kecewa. Semua temannya memiliki alasan tersendiri yaitu, umur mereka berdua yang selisih lumayan jauh apalagi Mr Robinson usianya lebih muda sehingga nanti akan menyusahkan Mrs Robinson karena sifatnya yang kekanakan.


Namun buktinya sekarang Mr Robinson justru malah bisa membimbing dirinya menjadi lebih baik serta mengangkat derajatnya. Mr Robinson lalu bangun dan pergi ke kamar mandi karena ingin buang air besar karena kebanyakan memakan hidangan di acara pertemuan tadi. Tetapi jujur, Mrs Robinson merasa bahwa tidak ada yang se tampan dan se kharismatik suaminya meskipun tadi banyak sekali pengusaha yang usianya lebih muda dari suaminya. Tidak lama kemudian Mr Robinson kembali menghampiri istrinya.


"Cup, kok belum tidur hon?" tanyanya sembari mencium pipi istrinya.


"Belum bisa tidur aku Jo."


"Memangnya kenapa? kasurnya tidak nyaman atau sedang ada hal yang difikirkan heum?"


"Tidak keduanya."


"Hei kenapa, mau berbagi denganku heum?"


"Tadi pertemuannya sangat seru Jo."


"Oh iya benar, mungkin karena sekarang banyak pengusaha muda jadi pertemuannya tidak terlalu kaku."


"Iya benar."


"Apa ada yang kamu sukai diantara mereka semua heum?" tanyanya menggoda istrinya.


"Tidak, kamu ini apa - apaan? aku tidak menyukai mereka karena usianya terpaut jauh dariku dan mungkin aku lebih cocok menjadi ibunya hahaha."


"Siapa tahu begitu, kamu kan sukanya dengan pria yang lebih muda alias berondong."


"Tidak, aku tidak suka dengan berondong."


"Lah berarti tidak suka denganku juga dong?"


"Tidak hon, aku suka berondong tapi hanya denganmu saja hufftt."


"Oh begitu hahaha," ucap Mr Robinson tertawa.


Mrs Robinson langsung mencubit perut suaminya.


"Hih kamu ini selalu saja seperti itu."


"Habisnya kamu orangnya terlalu dewasa dan kaku, sehingga sulit diajak bersenang - senang."


"Ingat umur Jo, kita ini sudah tua jadi ingin bersenang - senang seperti apa lagi heum?"


"Ya banyak, masih ada daftar list di dalam otakku untuk kita bersenang - senang."


"Iya sudah, aku kan hanya tinggal mengikutimu saja."

__ADS_1


"Memangnya kamu tidak mempunyai sebuah daftar list?"


"Tidak, daftar list mu adalah daftar list ku juga jadi mari kita bersenang - senang bersama."


"Siapp hon," ucapnya memeluk istrinya dari samping.


"Mau ke Belanda? bulan - bulan ini sedang musim semi, jadi mungkin kamu bisa melihat banyaknya bunga tulip yang bermekaran."


"Iya boleh," ucapnya sangat antusias.


"Heemmm giliran diajak melihat bunga langsung sumringah seperti itu, coba di ajak ke tempat lain pasti sangat loyo."


"Hih kamu ini, siapa juga yang seperti itu."


"Aku bercanda hon. Mmm apa kamu mau aku belikan sebuah taman bunga yang sangat luas?"


"Eh tidak perlu, aku memang sangat menyukai bunga namun tidak sampai segitunya dan lebih baik uangmu untuk hal baik lainnya saja."


"Lho membahagiakan istri itu merupakan hal baik juga."


"Tapi jangan untuk itu, untuk hal lain saja atau besok kita datang ke panti asuhan waktu kita bertemu dengan Rosie dulu."


"Boleh, sudah lama aku tidak pergi kesana."


"Iya hon."


Seketika Mrs Robinson langsung tersipu malu setelah mendengar penyataan itu dari suaminya.


"Ih apaan sih Jo."


"Hehe aku sangat sayang dan cinta sekali denganmu, jadi jangan tinggalkan aku."


"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu."


"hmmm cium dulu lalu kita tidur."


"Iya hon."


Disisi lain saat ini Liam sedang duduk berdua dengan Jane di atas pasir pantai. Mereka berdua berbincang sembari menikmati suasana pantai di malam hari. Jane bersandar di bahu Liam, sedangkan dia hanya diam menatap gulungan - gulungan ombak.


"Akhirnya kita mempunyai waktu berduaan ya hubby?"


"Benar, untung saja Pak Kang bisa diandalkan jadi kita berdua tidak terlalu khawatir meninggalkan baby Ace bersamanya."


"Besok kita akan jalan - jalan kemana?"


"Mencari roti pie susu," ucap Liam sangat antusias.

__ADS_1


"Hih itu nanti saja saat sebelum kita pulang dan bisa sebagai buah tangan juga."


"Iya hufftt."


"Aku merasa sangat beruntung memiliki seorang suami sepertimu, kamu ini pria yang bisa diandalkan dalam segala hal meskipun umurmu lebih muda dariku."


"Heleh lebih muda hanya selisih satu tahun saja kok, dan memang aku ini pria yang selalu dapat diandalkan hahaha."


"Iya deh iya, tapi aku tidak akan pernah lupa bagaimana kamu membenturkan kepalaku di lift waktu aku hendak melahirkan."


Liam langsung menggarauk rambutnya.


"Ya maaf sayang, aku kan waktu itu sangat panik sekali ditambah mendengar teriakanmu yang seperti sedang kesakitan."


"Ckckck dasar."


"Melahirkan sangat sakit ya, sampai kamu berteriak seperti itu?"


"Ya lumayan sih, tapi itu semua tidak sebanding dengan melihat baby Ace yang akhirnya bisa selamat dan dapat melihatnya tumbuh sehat."


"Iya sih benar, aku juga sangat sedih jika aku tidak bisa menemui calon anakku yang selalu aku inginkan."


"Oh ya sekarang baby Ace semakin gemuk, dan berat badannya sudah bertambah 1 kilo."


"Benarkah? ah syukurlah jika seperti itu, dan berati pipinya semakin chubby sepertimu dong?"


"Haiss jangan mengejekku!!"


"Siapa yang mengejekmu sayang? aku kan hanya bilang seperti itu, lagipula semakin chubby semakin menggemaskan."


"Tapi aku tidak suka hubby."


"Kenapa tidak suka sayang? kamu sangat menggemaskan sekali."


"Hufftt."


1 jam kemudian saat malam semakin larut, mereka berdua memutuskan untuk kembali masuk ke dalam villa karena angin di pantai semakin dingin karena takut masuk angin. Mereka berdua lalu menghampiri Pak Kang yang sedang menjaga baby Ace yang tengah tertidur di stroller bayinya, dan setelah itu menidurkan baby Ace ke dalam kamar. Liam lalu melepas semua pakaiannya dan hanya menyisakan celana kolor kesayangannya, lalu setelah itu dia melompat ke ranjang untul bersiap tidur. Tidak lama kemudian Jane menyusul Liam tidur, dan saat itu juga dia langsung menyerang Jane seperti seekor singa yang menyerang mangsanya.


"Hmmm hubby, kamu ini selalu saja begitu."


"Cup aku kan sudah bilang jika aku sangat menginginkannya," ucap Liam menciumi leher Jane.


"Iya sabar ckck."


"Biar aku saja, kelamaan kamu."


"Ya sudah."

__ADS_1


__ADS_2