Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #137


__ADS_3

Melihat Jane yang sedang sibuk menghias kue bersama Mrs Robinson, Yunna menjadi merasa tidak tega kepada Jane jika misalnya dirinya benar - benar menerima pernyataan cinta dari Liam karena itu akan berakibat juga pada pecahnya hubungan antara Jane dengan Mrs Robinson. Mrs Robinson dan adiknya sudah sangat akrab sekali dengan Jane bahkan Mrs Robinson sudah menganggap Jane seperti putrinya sendiri, lalu akan menjadi seperti apa hubungan mereka jika Liam mengatakan bahwa Liam lebih mencintai dirinya? Yunna tidak bisa membayangkan jika itu benar terjadi. Yunna juga sebenarnya memgetahui jika Liam hanya menjadikan dirinya sebagai pelarian saja karena Jane tidak kunjung memberinya kepastian. Seketika lamunan Yunna menjadi buyar ketika Jane memanggilnya saat dia menghidangkan kue yang baru saja dia hias di atas meja makan.


Jane kemudian mengambil sepotong kue dan ingin menyuapkannya kepada Liam namun respon Liam sedikit tidak mengenakkan, mengetahui hal tersebut Yunna lalu menyenggol pinggang Liam dan meminta Liam untuk menerima suapan dari tangan Jane. Mereka bertiga lalu berbincang bersama dan disitu terlihat jika sebenarnya Jane sudah dekat sekali dengan Liam bahkan perhatian - perhatian kecil yang Jane berikan sudah menjawab semua pertanyaan mengenai apa status hubungan mereka berdua sebenarnya. 30 menit kemudian Yunna berpamitan untuk pulang, dan saat Liam menawarkan untuk mengantarkannya pulang Yunna menolaknya karena merasa tidak enak dengan Jane. Akhirnya Liam jadi mengantarkannya pulang setelah berkali - kali Liam bersikukuh untuk mengantarkannya.


Sesampainya di depan rumahnya, Yunna lalu berkata kepada Liam "lain kali jangan seperti ini lagi, aku merasa tidak enak kepada Jane."


"Kenapa begitu?"


"Kamu harusnya bisa berfikir! bagaimana rasanya jika aku diminta untuk bersaing dengan seorang wanita yang sudah akrab dengan seluruh anggota keluargamu bahkan dia sudah dianggap seperti putrinya sendiri, lagipula memang dari awal aku sudah kalah dari segi manapun untuk bersaing dengannya."


"Kalau tentang itu perlahan - lahan kamu juga akan bisa akrab dengan anggota keluargaku."


"Sudahlah Liam aku tidak ingin masuk ke dalam lingkaran ini jadi lupakanlah semua itu dan anggaplah aku hanya sebagai sekretarismu saja," ucap Yunna sembari melangkah pergi.


Dengan cepat Liam langsung memegang tangan Yunna untuk menahannya pergi "tolong dengarkan aku sebentar saja!"


Yunna kemudian membalikkan badannya "baiklah, apa yang ingin kamu katakan?"


"Aku sangat menyukaimu."


"Bohong! kamu hanya menjadikanku sebagai pelarianmu saja bukan?"


"Tidak, itu semua tidak benar."


"Aku tidak sebodoh itu Liam, aku bisa mengetahui semua jawabannya hanya dari tatapan matamu saja walaupun kamu tidak memgatakannya kepadaku."


"Jangan bodoh Yunna, bagaimana mungkin bisa seperti itu?"


"Kamu yang bodoh Liam! kamu menyia - nyiakan seorang wanita yang didambakan oleh semua pria di seluruh dunia ini hanya demi aku seorang wanita biasa."


"Aku tidak peduli!"


Yunna lalu memegang kedua pipi Liam "sadarlah Liam aku ini bukan wanita yang cocok untuk mendampingimu lagipula aku tidak se level dengan keluargamu, lalu apa yang akan dikatakan oleh keluargamu jika kamu benar - benar meninggalkan Jane demi aku? aku tidak bisa membayangkan jika itu benar terjadi suatu saat nanti aku pasti akan dimusuhi oleh seluruh anggota keluargamu."


"Tenang saja itu pasti tidak akan lama dan semuanya akan baik - baik saja suatu saat nanti."


"Diamlah! aku tidak mungkin menjadi orang ketiga di dalam hubungan orang dan menyakiti sesamaku hanya untuk menuruti nafsu sesaat."


"Tidak ada yang salah dari itu apalagi aku dan dia belum terikat dalam sebuah hubungan."

__ADS_1


Yunna lalu memukul wajah Liam dengan menggunakan tas miliknya "diamlah bodoh! jangan sok mengajariku seperti itu."


Liam lalu memegang pipinya "sakit sekali."


"Rasa sakitmu itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit yang dialami oleh Jane ketika dia mengetahui kelakuan busuk calon tunangannya."


"Bukanlah lebih baik begitu? jadi dia bisa meninggalkanku."


Yunna kemudian memukul kepala Liam berkali - kali dengan menggunakan tas miliknya "dasar bodoh, lebih baik pulanglah dan temui calon tunanganmu itu."


"Kumohon hentikanlah!"


"Mari kita pulang ke apartement!" ucap Jane dengan tegas.


"Apa anda tidak penasaran dengan perbincangan mereka berdua selanjutnya?"


"Tidak."


"Baik nona."


Pak Kang kemudian mengendarai mobilnya menuju ke apartement milik Liam, tapi saat diperjalanan tiba - tiba Jane meminta untuk mampir ke supermarket. Jane lalu membeli sayur dan buah untuk memasak hidangan makan malam, dan tidak lupa dia juga membeli beberapa camilan kesukaan Liam. Begitu dia selesai berbelanja Jane kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju ke apartement Liam. Sesampainya di apartement Jane langsung mengganti bajunya dan mulai memasak hidangan makan malam. Dia kemudian menghidangkannya di atas meja dan setelah itu dia duduk sembari menunggu Liam. Semakin lama waktu berjalan Liam tidak kunjung datang ke apartement hingga membuat Jane tertidur di ruang makan karena menunggu Liam. 1 jam kemudian Liam tiba di apartement dan langsung berkeliling mencari Jane. Sesampainya di ruang makan Liam lalu duduk dan memperhatikan Jane yang sedang tertidur bersama dengan hidangan makan malam yang sudah dia masak tadi. Liam kemudian mengusap pelan rambut Jane, tidak lama setelah itu Jane terbangun sembari mengucek kedua matanya.


"Tidak apa - apa, kamu ingin aku gendong ke kamar untuk melanjutkan tidurmu?"


Jane menggeleng "tidak, aku ingin makan malam denganmu."


"Baiklah. Ini kamu yang memasak semuanya?'"


"Iya, tetapi sepertinya sudah dingin."


"Tidak apa - apa, mari kita makan."


"Selamat makan," ucap Jane dengan tersenyum.


"Wah ini sangat lezat seperti biasanya," ucap Liam sembari mengunyah makanannya.


"Terima kasih, oh ya aku juga membeli camilan kesukaanmu."


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya, ada di kulkas."


"Terima kasih."


Begitu mereka berdua selesai makan Liam lalu pergi ke kamarnya untuk menonton film, sedangkan Jane sedang mengunci pintu apartement karena sudah larut malam. Setelah itu Jane menyusul Liam di kamarnya untuk menonton film bersama.


"Li?" panggil Jane.


"hem?" jawab Liam dengan mata tertuju pada layar televisinya.


"Sayang, kok gitu jawabnya sih."


Liam lalu menoleh ke arah Jane "ada apa sayang?"


"Besok kau aku sudah kembali ke Korea Selatan kamu jangan nakal ya?"


"Iya."


"Janji?"


"Iya janji, eh kamu jadi berangkat hari Senin kan?"


"Memangnya kenapa?"


"Hanya memastikan saja."


"Oh. Li aku mengantuk."


"Ya sudah sana tidur."


"Aku ingin tidur di sini, boleh kan?"


Liam menghela nafasnya "boleh," ucap Liam memeluk Jane ke dalam dekapannya.


"Aku sekarang sangat sayang kepadamu, jangan pergi ya?"


"Iya, sekarang tidurlah!"


"Aku merasa aman dan nyaman saat tidur di pelukan kamu, dan jika aku bisa aku ingin seperti ini setiap malamnya. Aku mohon jangan berpaling kepada wanita lain karena aku sudah benar - benar menyayangimu dan ingin segera menikah denganmu."

__ADS_1


__ADS_2