Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #136


__ADS_3

Liam hanya tertawa ketika dia mendengar ucapan Yunna. Setelah itu Liam membalikkan tubuhnya ke samping kanan menghadap Yunna dan memandangi wajahnya dari samping hingga Liam tertidur (fyi: Liam anaknya suka tidur). Yunna kemudian berkeliling di rumah baru Liam. Suasana di sekitar rumah itu sangat asri karena masih berada di desa, walaupun begitu letaknya tidak jauh dari kantor dan rumah utama Liam. Yunna awalnya mulai berkeliling di dalam rumah Liam terlebih dahulu lalu dilanjutkan berkeliling di halaman depan dan belakang rumah. Liam membangun rumah tipe smarthome minimalis yang bisa dikatakan lumayan canggih karena bisa membuka semua pintu, gorden atau jendela secara otomatis menggunakan satu remote control, dan bahkan slot kunci di setiap pintu menggunakan slot kunci yang bisa dikunci menggunakan 3 tipe yaitu sandi, kartu dan kunci biasa. Selain itu di dalam rumahnya juga ada lift untuk menghubungkan rooftop sampai basement pribadi. Di setiap ruangan juga dilengkapi oleh cctv yang memantau secara 24 jam yang controlnya ada di laptop dan handphone Liam, nanti rencananya Liam juga akan membuat ruangan cctv seperti di gedung - gedung besar. Halaman depan dan belakang rumahnya sangat luas dan ditanami oleh pohon - pohon yang rindang, tidak lupa Liam juga menanam bunga yang cantik di kedua halaman tersebut. Saat Yunna sedang berada di halaman belakang, kemudian Liam menghampirinya.


"Aku fikir kamu sudah pulang, maaf aku ketiduran tadi."


"Iya tidak apa - apa Li."


Liam kemudian melihat di sekeliling halaman belakang "aku rencananya ingin membangun mini gazebo di samping kolam renang ini, jadi sofa di gazebo berdekatan langsung dengan kolam renang ini dengan ketinggian yang sama."


"Wah keren sekali."


"Selain itu di samping kolam renang juga akan ada kursi seperti milik hotel berbintang untuk berjemur setelah berenang dan aku juga ingin meletakkan ayunan untuk bersantai atau mungkin lebih tepatnya Jane akan sering menggunakannya untuk membaca majalah atau bermain dengan handphone miliknya."


"Ternyata kamu sangat mendetail sekali tentang hal seperti ini," ucap Yunna memuji Liam.


"Harus dong karena ini rumah pertamaku yang aku bangun dengan uang hasil kerja kerasku selama ini, dan aku juga tidak ingin jika istriku nanti malu ketika teman - temannya datang ke rumah untuk berkunjung tetapi rumahnya sangat berantakan atau jelek."


"Tetapi sebenarnya yang terpenting kan bisa untuk berteduh dan melepas penat setelah beraktivitas seharian."


Liam mengangguk "iya kamu benar, tetapi selagi mempunyai rezeki lebih kan tidak apa - apa sayang."


"Ssstt, jangan berkata sayang kepadaku."


"Memangnya kenapa?"


"Ucapkanlah kata sayang hanya kepada Jane, dan bukan untukku."


"Baiklah. Mari kita ke rooftop."


"Okay."


"Nah di sini aku akan menanam rumput sintetis dan menambahkan beberapa pot bunga agar terasa sedikit asri, setelah itu aku juga akan meletakkan meja kursi yang terbuat dari kayu untuk bersantai menikmati suasana senja sampai malam sembari meminum wine atau memanggang daging barbeque."


"Menarik sekali."


"Oh ya selain itu atapnya juga bisa di setting dengan remote jika terlalu panas."

__ADS_1


"Rumahmu benar - benar sangat canggih, Liam."


"Tentu saja karena sebenarnya aku sangat malas jika berjalan kesana kemari hanya untuk membuka atau menutup pintu."


"Dasar kamu ini."


"Sebenarnya setelah aku memutuskan jika akan menikahi Jane, aku juga mempersiapkan sebuah ruangan yang terhubung dengan kamar utama agar Jane bisa meletakkan koleksi fashion mewahnya itu di lemari - lemaei yang sudah aku persiapkan."


Yunna lalu menggoda Liam "wah kamu ini sepertinya akan menjadi suami yang perhatian dan sayang istri."


"Tidak! aku hanya ingin memperlakukan dia sebagaimana mestinya saja."


"Yang benar? ini semua bukan karena kamu sudah mencintainya?"


"Ya setengah - setengah, aku ingin memperlakukan sebagaimana semestinya karena aku mencintainya sekarang."


"Cieee Liam."


"Kamu kalau mau menerimaku pasti kamu juga yang akan tinggal di sini sebagai nyonya besar, dan bukannya Jane."


"Perasaan biasa saja, tenang saja kamu tidak akan diminta untuk berperang di padang kurusetra seperti di zaman Mahabharata."


"Dasar kamu ini, yang aku maksud itu beban mentalnya itu yang membuatku tidak sanggup untuk menjadi istrimu karena keluarga kamu adalah keluarga yang terpandang sedangkan aku hanya rakyat kelas menengah dan pastinya tidak cocok denganmu."


"Cocok saja kalau di cocok - cocokkan."


"Dasar keras kepala."


Yunna kemudian pergi meninggalkan Liam, namun dengan cepat Liam langsung mengejar Yunna. Mereka berdua lalu beralih pergi untuk melihat - lihat ke halaman depan. Di halaman depan terdapat sebuah kolam dan air mancur yang rencananya akan diisi oleh ikan koi oleh Liam, tetapi lebih baik jika mengisinya saat akan ditempati saja dan sekarang masih ditutupi oleh kayu triplek agar tidak menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk. Setelah mereka bosan berkeliling ke sekitar rumah baru Liam, mereka memilih untuk berjalan - jalan sore di sekitar desa dan melihat sebuah sunset di sawah yang berada di ujung desa. Langit jingga itu sangatlah indah, begitu gumam Liam hingga dia menjadi teringat oleh Jane dan pantai yang saling terhubung satu sama lainnya membentuk dalam sebuah cerita. Ada satu lagi barang yang menjadi bagian dalam cerita tersebut yaitu sepasang gelang berliontinkan bulan dan matahari yang masih dipakai oleh Liam dan Jane sampai saat ini. Liam lalu memandangi gelang tersebut sembari melamunkan tentang Jane, wanita yang mempunyai senyum secerah matahari dan tentunya dapat memikat hati Liam juga. Liam kemudian mengajak Yunna untuk mampir ke rumahnya dan sesampainya di rumah Liam ternyata ada Jane yang sedang membuat kue bersama Mrs Robinson. Yunna langsung melepas genggaman tangan Liam karena tidak ingin membuat keributan.


"Lho Jane, kenapa kamu bisa berada di rumahku?" tanya Liam.


"Mommy meminta Jane datang karena mommy ingin membuat kue bersama denganya sayang," ucap Mrs Robinson sembari masih sibuk menghias kue itu.


"Iya Liam," ucap Jane kemudian membalikkan badannya menghadap Liam dan Jane terkejut melihat Yunna yang datang bersama Liam.

__ADS_1


"Oh begitu."


"Kamu habis pergi dengan Yunna?" tanya Jane.


"Iya, tadi aku habis pergi dengannya."


Mrs Robinson lalu ikut membalikkan badannya "kamu temannya Liam ya?"


"Iya tante, perkenalkan saya Yunna teman Liam sekaligus sekretaris pribadi Liam di kantor," ucap Yunna menyapa Mrs Robinson sembari tersenyum canggung.


"Oh begitu, salam kenal saya mommy nya Liam."


"Salam kenal juga tan."


"Sebentar ya, saya selesaikan ini terlebih dahulu dan silahkan duduk."


"Terima kasih tante."


"Ingin minum apa?" tanya Liam.


"Tidak perlu repot - repot Li, aku hanya sebentar saja kok."


Tiba - tiba Rosie datang menghampiri Jane yang sedang sibuk membantu Mrs Robinson "eonni, aku rindu dengan eonni dan aku ingin kuenya."


Jane lalu menyuapi Rosie sepotong kue "ini, bagaimana rasanya?"


"Sangat enak," ucap Rosie dengan mulut yang penuh.


"Itu adikmu?" tanya Yunna.


"Iya, itu Rosie adikku."


"Adikmu sangat cantik seperti Jane."


"Kamu juga cantik kok Yun," bisik Liam.

__ADS_1


"Sssttt."


__ADS_2